Postingan

Nias Membutuhkan Mitigasi Komprehensif : Geologi Mitigasi

Gambar
NIAS MEMBUTUHKAN MITIGASI YANG KOMPREHENSIF Oleh : M. ANWAR SIREGAR Pembangunan kembali Nias yang kawasannya dilanda gempa dan tsunami pada bulan Desember 2004 dan Maret 2005, sudah harus memikirkan upaya mitigasi yang menyeluruh dan komprehensif (yang sangay luas). Bahwa sebuah kota tidak hanya terdiri dari bangunan dan infrastruktur tetapi juga ada kebersamaan dalam membangun kota. Tetapi yang terpenting dalam pembangunan Nias sekarang dan ke depan adalah kita harus membangun Nias yang aman dengan perencanaan wilayah dan kota yang tahan terhadap bencana tsunami dan gempa. Karena Nias termasuk wilayah dalam jalur pertemuan gempa besar, baik didaratan maupun dilautan yang diwujutkan dalam gempa tektonik, gempa tsunami dan gempa vulkanik. Maka perencanaan rekonstruksi dan rehabilitasi Nias harus diawali oleh pemantauan kerentanan geologis yang berbasis risiko ancaman bencana gempa seperti pembangunan infrastruktur fisik yang berbasis tahan gempa dan pembangunan prasarana te...

Pembangunan Berbasis Informasi Kerentanan Geologis : Geologi Mitigasi

PEMBANGUNAN BERBASIS INFORMASI KERENTANAN GEOLOGIS Oleh M. Anwar Siregar Runtuhnya sebuah bangunan, amblasnya badan jalan tol seperti yang terjadi di tol Cipularang, jebolnya sebuah bendungan, retaknya sebuah jembatan, terjadinya undakan badan jalan serta hancurnya sebuah kota dihantam badai tropis dan gempa   bumi disertai tsunamis, dengan kerugian yang luar biasa dan korban bergelimpangan lebih ratusan ribu sangat memerlukan informasi geologi dalam pembangunan infrastruktur yang berbasis kerentanan geologis yang komprehemsif, yaitu suatu penyelidikan dan pemetaan geologi kawasan didaerah yang memerlukan informasi geologi, baik untuk informasi geologi bawah tanah dan geologi permukaan sebagai landas utama dalam suatu pembangunan Negara yang ada dimuka Bumi. Karena tidak satu pun wilyah di muka bumi aman dari ancaman bencana, baik kota yang terletak di paparan benua (shield) maupun berada di landas kontinen semua tidak luput dari ancaman bencana dengan terbukti bebera...

Gempa Tsunami di Selat Malaka

Gambar
GEMPA- TSUNAMIS DI SELAT MALAKA Oleh M. Anwar Siregar Meneropong kejadian gempa sepanjang tahun 2011 ini, mungkinkah dapat terjadi gempa-tsunami ke Selat Malaka? Tulisan ini bukan meramalkan akan terjadi tsunami melainkan mengingatkan kita agar tetap waspada dan faktor-faktor apa yang dapat memicu terjadinya gempa yang diiringi tsunami ke Selat Malaka, agar diantisipasi dan sebagai bahan masukan kepada masyarakat agar mengetahui kondisi tempat tinggal mereka diwilayah tersebut agar sekali lagi tetap waspada.  Jika melihat fakta kejadian gempa dari tahun 2004 hingga 2011 maka bukan mustahil dapat saja terjadi, sebab kejadian gempa tsunami Chili dengan kekuatan 8.5 SR mampu menjangkau areal 900 km ke pantai Tonga dan Utara Pulau Biak pada tahun 2010, lalu gempa tsunami melanda Jepang (11/3/20011) dengan kekuatan 9.0 SR menjangkau wilayah 1.100 km ke pulau-pulau Pasifik Selatan, gempa Aceh-Andaman dengan kekuatan 9.2 SR mengirimkan “pesan maut” ke Asia Tenggara, Asia Sela...

Gunungapi Sumatera Pesta Maut : Geologi Disaster

MEWASPADAI GUNUNGAPI SUMATERA “PESTA MAUT” Oleh M. Anwar Siregar Fenomena bencana alam yang terus melanda Indonesia dewasa ini semakin menegaskan bahwa Indonesia adalah negeri yang dilahirkan di daerah rawan bencana, fenomena bencana alam seharusnya memberikan sebuah inspirasi perencanaan pembangunan yang berwawasan bencana, karena itu diperlukan kemauan politik pemerintah dan segenap pemangku kepentingan bersama agar dapat menyelaraskan rancang bangun tata ruang daerahnya sesuai dengan karakteristik tatanan geologinya. Mengingat 81 % gempa bumi yang terjadi di Indonesia (kecuali Kalimantan Barat) disebabkan oleh proses relaksasi gempa bumi masih dalam pencarian titik keseimbangan karena tidak membesarnya bumi maka harus ada ruang untuk di desak. Dengan kata lainnya, bahwa bumi tidak mekar walau pergerakan lempeng terus bergerak dan bertumbukan dan menimbulkan kejadian bencana gempa besar dan kecil terus terjadi, wilayah paling rentan terjadinya ”pesta tarian” gempa adalah...