Postingan

BANJIR SUMATERA, DEFORESTASI TATA RUANG HUTAN : Geologi Lingkungan

BANJIR SUMATERA, DEFORESTASI TATA RUANG HUTAN Oleh : M. Anwar Siregar Pembangunan saat ini, lebih memfokuskan pada pembangunan pencapaian ekonomi, terlihat dari eskalasi pemanfaatan lahan-lahan sempit dengan bentuk bangunan vertikal sehingga memunculkan tekanan yang kuat untuk menekan fungsi ruang hijau yang semakin terbatas, akibat sulitnya mendapatkan tanah dan tata guna lahan yang lebih luas (horizontal) yang berdampak pada semakin berkurangnya ekologi hijau. Konsistensi dalam mempertahankan aturan Tata Ruang menjadi terlupakan sehingga apa yang diharapkan dalam mempertahankan rencana tata ruang detail wilayah berubah menjadi bencana universal, walau sedikit saja mengalami perubahan dalam tata ruang ekologis hutan  dapat  menimbulkan dampak perubahan cuaca atau iklim maka kerak bumi akan bereaksi memberikan musibah bencana, salah satunya bencana banjir  Langkat. Simalungun di Sumatera Utara, dan di Aceh Taminga , langganan bencana paling banyak bermunculan di...

TATA RUANG GUNUNGAPI DALAM PERSPEKTIF ISLAM : Geologi Mitigasi

TATA RUANG GUNUNGAPI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Oleh : M. Anwar Siregar Pembangunan tata ruang gunung api di Indonesia merupakan sebuah kebutuhan yang mendesak, mengingat beberapa kearifan lokal telah ditinggalkan oleh masyarakat akibat arus deras modernisasi sehingga data informasi geologi  sebagai dasar pembangunan fisik serta pemanfaatan informasi geospasial tematik sudah harus dijadikan fokus utama dalam mereduksi sejumlah kehancuran fisik di sekitar daerah rawan bencana letusan gunung api serta meredam trauma bencana gunung api di Indonesia, mengingat lagi bahwa 60 persen tata ruang kota besar sedang berada dalam lingkungan ancaman bencana gunungapi. Dengan kata lainnya, kita harus menata ruang di sekitar gunung api agar dapat hidup harmonis dengan kemajuan pembangunan. REFLEKSI BENCANA Kehancuran beberapa tata ruang kota yang berada dalam radius ancaman gunung api di Indonesia dapat diminimalkan melalui aspek penataan ruang wilayah yang berketahanan bencana, yang dikaji...

GEMPA MALUKU DI LEMPENG “HILANG” : Geologi Disaster

Gambar
GEMPA MALUKU DI LEMPENG “HILANG” Oleh : M. Anwar Siregar Gempa di Kepulauan Maluku dan Sulawesi Utara 15 November 2014 merupakan daerah pertemuan triple junction plate, daerah dengan tingkat kebencanaan geologi yang tinggi, tidak mengherankan seringkali terjadi gempa dengan skala yang cukup kuat setiap bulan. Gempa dan tsunami sudah pernah terjadi didaerah ini, menenggelamkan beberapa Desa-desa pada abad 18 lalu, dan sebagian daerahnya terbentuk oleh proses geologi subduksi antar lempeng yang membentuk rangkaian kepulauan pegunungan api yang kompleks. Gempa dan vulkanik merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Maluku yang mesti disingkapi dengan arif, bahwa wilayah Kepulauan Maluku merupakan daerah pertemuan Sirkum Mediteran dan Sirkum Pasifik yang melingkar dan bertemu langsung dititik hunjaman parit Banda Neira sebagai batas lempeng Paparan Sahul, di luar titik hunjaman lempeng Kepulauan Maluku masih terdapat zona lingkaran ruang kosong atau  seismic gap  gempa ...