DEMAM BATU MULIA
DEMAM BATU MULIA
Oleh M. Anwar
Siregar
Batu mulia adalah segala jenis batuan, mineral dan
bahan alam lainnya termasuk beberapa jenis bahan organik. Batu mulia lebih
dikenal dengan batu permata adalah semua jenis batu-batuan yang memiliki nilai
tinggi dan berharga mahal. Batu permata memiliki unsur terkandung tersendiri
bagi para kolektor atau para hobyist, diyakini memiliki nilai magis yang
pemakiannya sangat subjektif.
Batu mulia setelah diproses dengan sentuhan
teknologi akan memiliki keindahan yang mengagumkan untuk dijadikan batu
permata. Seperti halnya istilah diamond yang mencakup intan sebagai bahan
mentah dan berlian setelah intan diproses menjadi batu permata, maka pengertian
batu mulia yang bahasa inggrisnya gemstone mencakup segala bahan mentah yang
dapat diproses menjadi batu permata.
Sumber Illustrasi : http://analisadaily.com/opini/news/demam-batu-mulia/103858/2015/01/31
Ada tiga sifat utama yang dimiliki oleh batu
permata yang berkualitas tinggi antara lain : Keindahan, karena permainan
sinar, komposisi warna-warni juga memancarkan kemilauan. Tahan lama, sifat yang
dimiliki oleh batu permata dengan memiliki tingkatan kekerasan dan Kelangkahan,
batu permata yang memiliki nilai tinggi, sangat langkah dan jumlahnya terbatas
dan hanya terdapat di negara tertentu.
Penulis seperti juga masyarakat, memiliki beberapa
batu permata dan batu akik yang masih dalam bongkahan mentah, ada seukuran
telur penyu atau bola pingpong hingga ukuran bola lapangan, Dan Indonesia
memiliki kekayaan sumber daya geologi batuan yang sangat berlimpah termasuk
berjenis-jenis batu permata, tersebar hampir di seluruh di Indonesia dan harus
dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi deman batu mulia.
GEOLOGI BATUAN
Semua batuan yang terbentuk di Bumi erat kaitanya
dengan peristiwa geologi tektonik dan vulkanisme yang terus menerus melanda
kepulauan Indonesia sejak zaman Zilur, suatu periode waktu geologi sekitar 410
juta tahun yang lalu sampai ke saat ini. Dalam peristiwa periode waktu geologi
yang berlangsung di Indonesia, peristiwa letusan gunungapi yang mengeluarkan
magma dari perut bumi menerobos naik ke permukaan bumi dan mengendapkan beragam
jenis mineral dan batu mulia di rongga-rongga atau di rekahan-rekahan batuan
yang dijumpai di sepanjang perjalanannya ke permukaan bumi, tertransportasi di
berbagai permukaan bumi, kebanyakan terendapkan di sekitar sungai dan kaki-kaki
pegunungan ataupun tanah residu.
Indonesia kaya akan pergerakan geologi tektonik lempeng,
yang menyebabkan gempa dan gunungapi, sehingga wilayah Indonesia dihuni 128
gunungapi dan sisa gunungapi tidak aktif dari 400 gunungapi di Indonesia atau
sekitar 13 persen wilayah kepulauan Indonesia terdapat gunungapi, dari gambaran
ini maka kita pastikan hampir semua provinsi terdapat sebaran batuan dari
berbagai jenis yang menyusun bentang alam daerah dan setiap jenis batuan yang
membara ini akan memiliki unsur-unsur mineral, sebagai contoh batuan beku yang
terbentuk dibawah tanah seperti granit akan memerlukan waktu yang lama untuk
menjadi padat dan membentuk kristal. Kristal dalam suatu batu mulia sangat penting untuk menunjukan kualitas
tiga sifat utama batu mulia.
Bagaimana proses geologi batu mulia terbentuk? Sebuah
pertanyaan masyarakat awan yang penulis temukan ketika segerombolan manusia
mengelilingi pedagang batu mulia di pinggir jalan atau di mall-mall kota
diberbagai kota di Sumut, pedagang nyaris banyak tidak mengetahui proses
terbentuknya dan lebih banyak unsur magis dibicarakan dan hanya gambaran
seperlunya tentang diketemukan di daerah tertentu dan menjelaskannya dengan
bahasa berapi-api/
Proses panas dan tekanan yang ada di dalam bumi
dapat menghimpun mineral yang langka di dalam rongga batuan atau air yang
sangat panas. Mineral-mineral tersebut akan mendingin untuk membentuk kristal
yang akan dipotong manjadi batu mulia. Batu mulia yang terbentuk di dekat
permukaan bumi seperti opal terbentuk oleh penguapan cairan yang kaya mineral
atau karena penghancuran batuan dari gunung berapi.
Semua batuan di permukaan bumi akan hancur dan
mengalami proses pengikisan unsur reaksi kimia yang dibantu oleh air, angin,
perubahan suhu dan erosi es dan terendapkan pada daerah tertentu, Salah satu
batu mulia yang susah di cari dan menjadi kolektor batuan di Indonesia adalah
batu satam dan batu bacan.
BATU SATAM DAN BACAN
Batu Satam terbentuk oleh proses meteorit yang
menghantam permukaan bumi yang menyebabkan batuan dipermukaan bumi melelehkan
api akibat panas dari tumbukan. Lalu batu Satam mengalami penghamburan atau
muncrat. Cipratan dari batuan yang meleleh membulat lonjong atau gepeng dan
lalu jatuh lagi kembali ke bumi membentuk butiran gelas yang tidak mempunyai struktur
kristal karena pendinginan yang sangat cepat, menyebabkan gelembung-gelembung
gas di dalamnya terlepas.
Akibatnya, permukaan batu satam berlubang dan
kadang gas terjebak di bagian dalam membeku tetapi sisi luarnya rusak akibat
proses erosi. Komposisi batuan inilah yang sebenar menjadi daya magis bagi
sebagian masyarakat, silika amorf (silika yang bukan kristal) yang membentuk
choncoidal seperti pinggiran kaca yang pecah. Berwarna hitam seperti empedu dan
butiran yang menyilau atau batuan yang seperti seukuran empedu yang hitam
berkilau.
Masyarakat menyakini batu satam mengandung
kekuatan magis dan bisa membawa keberuntungan dan banyak ditemukan didaerah
pertambangan timah dalam kaksa. Butir-butiran empedu alami banyak ditemukan
bersama pasir yang mengandung timah lalu dikoleksi dalam bentuk hiasan cincin
atau kalung. Warnanya yang hitam kelam jika digosok memberikan kenampakan yang
sangat eksotik dan sangat langkah ditemukan di wilayah Indonesia.
Sedangkan batu Bacan yang secara gemologi atau
cabang ilmu yang mempelajari batuan mulia merupakan batu mulia krisokola kuarsa,
dan terdapat di Provinsi Kepulauan Maluku Utara atau tepatnya di Kep Bacan Kab
Halmahera, batuan ini menjadi incaran beberapa kolektor karena kecantikannya
luarbiasa, genesa pembentukannya berkaitan erat dengan mineralisasi pada
periode Miosen Tengah atau sekitar 80 juta tahun yang lalu, krisoloka kuarsa
terdiri dua kelompok yang berwarna hijau kebiruan atau biru kehijauan dan
kelompok batu kembang atau pancawarna dan berubah warna putih kebiruan dibawah
lampu sinar fluoresen dengan skala kekerasan atau Mohs mencapai nilai 6.
Sejenis batu Bacan yang berwarna gelap dapat
berubah warna menjadi hijau jernih kebiruan kalau permukaan sering digosok
dalam waktu tertentu atau juga warna putih kehijauan, kilau warna selalu
berubah atau metamorfosa dengan nilai jual sangat tinggi di pasar batu mulia.
Kini sudah sangat langka dan susah di dapat di lokasi asalnya.
SKALA KEKERASAN
Semua batu permata yang berkualitas tinggi maupun
yang berkualitas rendah tidak akan menarik perhatian sama sekali tanpa adanya
pengaruh sinar yang memantulkan ataupun yang membiaskan cahaya, dan kekerasan
sangat rendah dibawah nilai 2.
Skala kekerasan batu mulia atau daya tahan
keawetan jika di gores dari yang terendah hingga tertinggi, diamond pada urutan
teringgi dengan nilai 10 akan menggores mineral corundum pada tingkat k e 0 dan
seterusnya. Urutan sebagai berikut 1 Talc, 2. Gypsum, 3. Calcite, 4. Fluorite,
5. Apatite, 6. Orchoclas Feldfards, 7. Qyartz. 8. Topaz, 9. Corundum dan 10.
Diamond.
Batu mulia atau precious stone untuk bahan yang
kekerasannya 7 skala Mohs seperti intan, mirah delima, safir, zamrud dan batu
permata setengah mulia atau skala semi procious stone yang bahannya tidak
melebihi nilai 7 skala Mohs, misalnya keluarga kuarsa, giok, prehnit dan
rodonit. Dan Jenis batua
mulia di Indonesia rata-rata 7 dan bernilai jual tinggi dan banyak diseludupkan
ke Luar Negeri.
BATU KOLEKTOR
Batu permata yang menjadi kolektor dan banyak
ditemukan di tengah masyarakat maupun di toko permata sering menjadi incaran
para kolektor batu permata langka antara lain : Tanzanite, batu permata dengan
warna biru dengan sedikit semu violetnya. Sphene, karena pancaran warna pelangi yang kuat
dan menyilaukan mata. Fluorite yamg artinya mengalir dan bersinar dibawah sinar
ultraviolet. Red Beryl, warna merah dengan sedikit purplish. Demantoid garnett
yang berwarna hijau kekuningan dengan jarum-jarum kuning emas. Topaz, berwarna
pink dan pinkish red dan diatas 15 karat. Paraiba Tourmaline , berwarna biru
dan hijau serta Spinel merah dan Ammoilite berbentuk cangkang warna warni.
Semua batu mulia sangat menabjukan dan memberikan
rasa senang bagi pemiliknya.
M. Anwar Siregar
Enviromental Geologist. Pemerhati Masalah Tata
Ruang Lingkungan, Energi Geosfer. Artikel ini sudah dipublikasi di HARIAN ANALISA MEDAN 2014 http://analisadaily.com/opini/news/demam-batu-mulia/103858/2015/01/31
Komentar
Posting Komentar