13 Jul 2016

Air Tanah Gunung Api



Ketahanan Air Tanah
Wilayah Gunung Api
Oleh: Hendarmawan

Potensi sumber daya air Indonesia sebenarnya melimpah. Sebagaimana disebutkan UNESCO (2003), Indonesia mempunyai curah hujan tahunan sekitar 2.600-2.700 mm/tahun, atau menurut laporan BMG (2003), antara 996 hingga 4.927 mm/tahun. Tidak mengherankan, seperti dinyatakan dalam worldwater.org, Indonesia memiliki potensi ketersediaan sumber daya air terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Rusia dan Kanada, yaitu mencapai 2.838 miliar m3/tahun. Potensi itu bersumber baik dari sungai, danau, waduk, rawa, air tanah dangkal (shallow wells), air tanah dalam (deep wells), maupun mata air. Namun, gejala kekurangan air masih juga terasa dimanamana, terutama di musim kemarau. Hal ini menguatkan kembali fakta bahwa masalah ketahanan air yang telah dinyatakan oleh pemerintah sebagai salah satu agenda prioritas nasional sejak Desember 2013 itu, masih ada.
ARTIKEL
Tingginya curah hujan dan banyaknya potensi sumber air tidak serta-merta menjadi harapan dan manfaat yang menjanjikan. Berbagai potensi sumber air kita belum mampu mencegah kekeringan di musim kemarau, dan banjir di musim hujan. Padahal sangat jelas, Tuhan menurunkan air hujan sebagai rahmat bagi semua makhluk di bumi. Dengan air yang cukup, keperluan air untuk masyarakat terpenuhi, produksi pertanian tetap terjaga sehingga ketahanan pangan nasional dapat terealisasi, kebutuhan air untuk industri dan pertanian pun terlayani. Berbagai masalah sumber daya air ini menyadarkan kita, sekaligus menggugah perhatian para pemangku kepentingan terkait, untuk segera membuat langkah yang aktual di lapangan.
Karena air merupakan sumber daya alam yang sangat vital dan diperlukan oleh berbagai sektor (pertanian, perikanan, industri, perkotaan, energi, perhubungan, pariwisata, dll) dari hulu hingga hilir, langkah nyata pengelolaan air sangat memerlukan koordinasi berbagai pihak. Jika tidak, maka konflik kepentingan dapat terjadi atau semakin meruncing. Terlebih saat ini, sumber daya air tidak dapat lagi hanya dipandang sebagai barang sosial, namun sudah menjadi barang ekonomi.
Salah satu sumber air yang perlu mendapat perhatian dalam koordinasi tesebut adalah air tanah di wilayah gunung api mengingat potensinya yang tinggi. Dari hasil survei tahun 2007 berdasarkan data cekungan air tanah, diketahui potensi sumber daya air tanah Indonesia mencapai 4.700 miliar m3/tahun yang jumlah terbesarnya tersimpan dalam endapan volkanik atau produk gunung api.
Akar Permasalahan
Dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air yang menyeluruh (holistik) dan berwawasan lingkungan, berbagai sektor dan keahlian pasti terlibat di dalamnya. Untuk skala regional Indonesia, penelaahan dapat dimulai dengan siklus hidrologi. Dalam sirkulasi air di bumi, bagian air yang langsung berhubungan dengan aktivitas kita adalah air permukaan dan air tanah. Bila kita merujuk pada data air permukaan di Indonesia, terunjuk tingkat persentase hampir 100% terbaharui, yakni sekitar 98% dari TARWR (total actual renewable water resources).
Sementara itu, bagaimana dengan persentase air tanah yang terbaharui? Data memperlihatkan tingkat yang terlalu minim, hanya sekitar 16% air mengisi reservoir air tanah di Indonesia. Nilai persentase air terbaharui untuk air tanah yang kecil dapat berimplikasi pada bertambahnya air permukaan yang sangat besar.
Di sisi lain, kebutuhan air, khususnya air tanah, terus meningkat. Hal ini menyebabkan penyusutan atau berkurangnya cadangan air tanah, dan daya rusak air pun terjadi berupa banjir, penurunan tanah (subsidence), atau penurunan kualitas air tanah karena intrusi air laut. Meskipun data tersebut masih perlu diklarifikasi, ketersediaan sumber daya air tanah juga cenderung menurun, terutama di kota-kota besar, sebagaimana banyak diberitakan.
Pertanyaannya, apakah Indonesia tidak mempunyai reservoir air tanah yang luas? Salah satu reservoir air tanah yang cukup besar adalah wilayah pegunungan.
Secara geologi, bentang alam pegunungan bisa berupa wilayah gunung api (pegunungan volkanik) dan pegunungan tersusun atas batuan sedimen. Bentang alam ini dicirikan oleh tingkat curah hujan yang tinggi. Tidak mengherankan, pegunungan mempunyai potensi kuantitas sumber daya air yang besar. Perbandingan
air yang ada di permukaan terhadap air yang meresap sangat tergantung pada porositas (jumlah ruang dalam
butiran batuan) dan permeabilitas (kemampuan batuan meloloskan air) dari komposisi batuan yang ada, serta
tentu saja kondisi lingkungan di wilayah resapan. Secara empiris, wilayah gunung api muda yang
mempunyai tingkat peresapan air tinggi berbeda dengan pegunungan yang tersusun oleh batuan tua, yaitu batuan berumur Tersier (Miosen-Pliosen) atau sebelum Kuater (Plistosen-sekarang). Endapan gunung api tua, terlebih sedimen tua, menunjukkan tingkat peresapan air yang sangat kecil. Kekhasan wilayah gunung api dengan struktur dan tekstur batuannya ini tidak hanya sebagai sumber potensi kebencanaan (apabila gunung api itu meletus, misalnya), namun juga berfungsi sebagai suatu tangki raksasa penyimpan air, baik di permukaan maupun air di bawah permukaan.
Indonesia merupakan negara yang mempunyai wilayah gunung api aktif dan tak aktif terluas yang tersebar dari ujung Sumatra hingga Maluku. Tidak bisa dipungkiri bahwa lokasi kota-kota besar atau berbagai wilayah
pengembangan kota di Indonesia selalu berdekatan atau terletak di hamparan pedataran endapan gunung api.
Pemenuhan kebutuhan airnya, baik kebutuhan seharihari penduduk, pertanian, maupun industri, sangat
menggantungkan pada sumber daya air dari wilayah gunung api.
Seiring dengan pembangunan dan perkembangan ekonomi yang meningkat, perubahan tata ruang ke arah
lereng gunung api pun terjadi. Pemerintah pusat dan daerah sudah mengeluarkan peraturan dan berbagai kebijakan dalam rangka pengelolaan sumber daya air, misalnya dalam kasus Bopuncur. Namun, tetap saja kita masih sering mendengar kejadian mata air mengering, pasokan air terganggu, air sungai sudah tidak mengalir lagi di musim kemarau, penurunan muka air tanah terus
berlangsung, hingga banjir kiriman.
Dalam banyak kebijakan dan pengelolaan sumber daya air dari beberapa wilayah, banyak hal yang menjadi
masalah. Pertama, menyamakan lapisan batuan pembawa air (akuifer) mulai dari hulu hingga ke hilir wilayah
gunung api tanpa mempertimbangkan kerumitan batuan di wilayah gunung api yang sangat berbeda-beda dibanding pola endapan batuan sedimen, baik struktur maupun tekstur. Pada jarak yang relatif dekat batuan bisa berubah jenisnya yang berarti berubah permeabilitas (tingkat kemampuan meloloskan air) dan kesarangan atau porositas. Peta yang diacu memang sangat terbatas, yakni peta geologi dan hidrogeologi regional. Kedua, dalam penentuan daerah resapan air masih banyak menggunakan cara konvensional (kualitatif) dan masuk ke dalam kebijakan tata ruang. Sebagai akibat dari masalah-masalah itu, perhitungan nilai atau potensi bersih (net potency) sumber daya air jenis air tanah ini menjadi terlalu tinggi (overestimate), atau sebaliknya terlalu rendah (underestimate) untuk air permukaan. Akibat lebih lanjut, kebijakan untuk pembuatan resapan buatan (artificial recharge) dan reboisasi pun menjadi tidak tepat lokasi.
Pengelolaan sumber daya air di wilayah gunung api memerlukan penelitian yang rinci. Air mengalir melalui ruang antar butir batuan (sistem media berpori) atau rekahan (sistem media terekahkan), sehingga pengetahuan dan pemahaman sistem recharge-discharge atau sistem input-output air di wilayah ini harusnya sangat jelas. Namun, rujukan (buku-buku, makalah ilmiah, dll) yang mengetengahkan hidrogeologi gunung api masih sangat terbatas, kalaupun ada boleh dibilang dengan jari tangan, dan itu pun hanya bersifat umum.
Oleh karena itu, Asosiasi Hidrogeologi Internasional (IAH) sangat mendorong dan mendukung pemunculan
makalah-makalah hidrogeologi gunung api.
Studi Komprehensif Air Tanah di Wilayah Gunung Api
Penelaahan beberapa sistem resapan-luahan (rechargedischarge) daerah volkanik telah dilakukan sejak 18 tahun terakhir. Daerah penelitiannya antara lain wilayah Cekungan Bandung, G. Salak, lereng G. Gede Pangrango, Jawa Barat; daerah G Karang, Banten; Gunung Sibayak (Brastagi) dan Binjai, Sumatra Utara; gunung api sekitar Magelang, Jawa Tengah; dan wilayah Gunung Batur (Bali). Melalui pemantauan yang relatif panjang, yaitu setahun di setiap wilayah tersebut, diperoleh sejumlah model yang dapat menjadi dasar pengelolaan sumber daya air di wilayah gunung api.
Penelitian air tanah gunung api yang rinci di suatu wilayah perlu ditunjang oleh beberapa studi sebagai alat
analisis hidrogeologi, yaitu survei topografi, analisis GIS (geographic information system), dan lainnya. Survei topografi merupakan kegiatan pengukuran setiap titik studi yang didasarkan pada peta topografi dan peta citra
satelit, dan pengolahan datanya dilakukan dengan metode analisis GIS. Penelusuri daerah aliran sungai (DAS) dan identifikasi ukuran-ukuran jaringan air yang terdapat didalamnya juga perlu dilakukan. Untuk itu, surveinya didekati dengan studi hidrologi.
Dengan demikian, sistem air permukaan dan interaksinya dengan sistem air tanah yang berkembang di daerah penelitian dapat ditelaah. Berikutnya, dilakukan kajian geologi wilayah gunung api yang didukung oleh kajian geofisika guna mengetahui gambaran kondisi bawah permukaan tanah secara akurat. Dengan cara ini maka informasi struktur geologi maupun lapisan pembawa air (akuifer) yang berkembang dapat diketahui dengan jelas. Selanjutnya, studi hidrokimia dan hidro-isotop air tanah dilakukan agar dapat diketahui asal air tanah dan perilaku dari air tanah yang mengalir. Sintesa atas berbagai kajian tersebut akan memberikan pengetahuan hidrogeologi yang komprehensif dengan pemahaman yang baik mulai dari kondisi sistem resapanluahan air tanah, laju resapan air tanah, sampai konsep model hidrogeologi daerah penelitian.
Geologi dan Geofisik Wilayah Gunung Api
Pendekatan pemetaan geologi di lapangan dilaksanakan melalui traversing, yaitu suatu kegiatan observasi singkapan batuan. Pengambilan contoh untuk diuji di laboratorium dalam rangka identifikasi batuan jugadilakukan. Pengelompokan batuan sebagaimana menurut Bronto (2006), mengacu pada pembagian oleh Bogie & Mackenzie, 1998. Dalam klasifikasi ini fasies gunung api dibagi ke dalam fasies sentral, fasies proksimal, fasies medial, dan fasies distal. Istilah “fasies” batuan bermakna suatu tubuh batuan yang memiliki kombinasi ciri yang khas berdasarkan batuan penyusun dan struktur sedimen, bahkan struktur biologinya, sehingga dapat dibedakan fasies atas, tengah, dan bawah; atau, fasies terdekat (proksimal), fasies medial (pertengahan), dan fasies distal (terjauh) dari sumber asal, yaitu pusat letudan gunung api, dalam kaitannya dengan endapan wilayah gunung api.
Fasies proksimal endapan wilayah gunung api ditandai dengan asosiasi batuan sekitar puncak gunung api berupa perselingan aliran lava dengan breksi piroklastika dan terkadang tersingkap aglomerat. Di ujung fasies ini seringkali dijumpai mata air yang cukup besar debitnya dan mengairi sungai. Ke arah hilir biasanya ditemukan breksi piroklastika dan tuf sangat dominan, dan breksi lahar yang dikenal sebagai fasies medial. Pada fasies ini berkembang celah dan sistem rekahan yang cenderung ditandai dengan banyaknya resapan air ke arah batuan di bawahnya. Seiring dengan bentang alamnya yang agak melandai, di wilayah fasies medial ini biasanya berkembang permukiman penduduk. Endapan gunung api di sekitar kaki gunung disebut
fasies distal yang didominasi oleh breksi lahar, breksi fluviatil, konglomerat, batupasir, dan batulanau. Melalui
pemboran inti, perselingan batuan-batuan tersebut sering dijumpai. Pemunculan mata air dengan debit besar sering pula dijumpai saat lapisan batuan tersebut mengalami pengaruh patahan.
Hasil pemetaan geologi dan pengukuran geofisik selanjutnya dianalisis untuk melihat berbagai gambaran di bawah permukaan tanah. Satu hal yang sangat penting terkait dengan model adalah penggambaran (delineasi) batas-batas cekungan air tanah. Sebaran cekungan air tanah digambarkan secara rinci guna mengetahui perilaku air di dalam tanah atau batuan. Luasan cekungan air tanah juga memberi informasi akan cadangan dan sistem resapan-luasan sumber daya air.

Pola fasies endapan gunung api yang mengontrol aliran air tanah.

Sumber: Bogie & Mackenzie, 1998.

Analisis Hidrokimia dan Hidro-isotop Air Tanah
Pada umumnya penentuan daerah resapan air tanah di Indonesia lebih didasarkan pada pendekatan konvensional seperti tinggi rendahnya topografi dan penampang tanah dan batuan bawah permukaan saja. Beberapa penelitian memang sudah menambahkan metode delineasi daerah resapan tersebut melalui pendekatan analisis isotop air tanah – yaitu unsur yang berisfat radioaktif dan diketahui laju peluruhannya – untuk memastikan masuknya air dan mendelineasi daerah resapan (recharge zone).
Bagaimanapun, penelitian terdahulu di Indonesia yang menggunakan isotop stabil air tanah masih menimbulkan keraguan. Hal ini disebabkan pencontohan yang dilakukan tidak dilaksanakan secara periodik berdasarkan musim yang ada di Indonesia. Di pihak lain, posisi dan luas wilayah resapan akan menentukan jumlah air yang masuk ke dalam lapisan tanah batuan yang mengandung air tanah. Sebagai akibatnya, terjadi salah penaksiran, yaitu terlalu besar (overestimate) atau terlalu kecil (underestimate) dalam perhitungan kesetimbangan air (water balance). Masalah merupakan bagian akar permasalahan tulisan ini.
Fritz dan Fontes (1981) juga IAEA menyatakan bahwa melalui analisis kandungan isotof 18O (oksigen) dan isotof 2H (deuterium) dalam air tanah dan air hujan secara berkala, maka asal usul air dapat dideteksi. Hasil perhitungan analisis isotof 18O dan deuterium mengacu kepada standar internasional, yaitu SMOW (Standard
Mean Ocean Water). Standar SMOW sebagai acuan memiliki nilai rasio 18O/16O dan D/H adalah nol (0). Hasil
perhitungan analisis rasio 18O/16O dan D/H dinyatakan dalam rasio relatif (δ) dengan satuan per mil.
Dari hasil analisis data akan dapat ditentukan berturutturut indeks kandungan isotop pada tiap stasiun (amount
effect), garis meteorik lokal dan hubungan kandungan isotop terhadap elevasi (ketinggian). Kemudian indeks
kandungan isotop (meanweight) 18O dan 2H pada setiap stasiun dihitung berdasarkan suatu persamaan yang akan menganalisis kandungan isotop dan jumlah curah hujan pada pengamatan setiap bulannya.
Hasil simulasi isotop dipadukan dengan hasil kandungan
 

Pola fasies endapan gunung api yang mengontrol aliran air tanah.

Sumber: Bogie & Mackenzie, 1998.

ion yang umum dalam air alami seperti Na+, K+, Ca++, Mg++, Cl-, CO3 2-=, HCO3 - dan SO4
2-=. Dominasi kation dan anion tersebut ditentukan dengan diagram trilinear
Piper (1944). Hasilnya digunakan untuk memastikan hasil kandungan isotop stabil air tanah. Melalui metode ini, fasies air tanah yang dihasilkan dapat digunakan dalam memverifikasi penafsiran geologi. Daerah resapan yang lokasi tepatnya telah dapat ditentukan dan perhitungan sebaran luasnya cukup mendekati kenyataan akan memberikan hasil perhitungan input air yang lebih akurat. Dengan cara itu, kuantitas masukan air di suatu wilayah dapat ditetapkan. Bukan tidak mungkin bahwa data taksiran untuk penentuan besaran air yang masuk ke dalam reservoir yang

Model hidrogeologi Gunung Salak relatif mewakili model lainnya.

digunakan dalam pengelolaan sumber daya air selama ini, terlalu berlebihan. Akibatnya, terjadi ketimpangan debit aman dalam suatu wilayah yang jauh di atas kapasitas yang ada. Penting untuk diketahui bahwa data kasar air hujan yang meresap di wilayah gunung api menunjukkan 21% hingga 37% dari total air hujan yang jatuh di wilayah tersebut.
Hasil-hasil pengetahuan hidrogeologi gunung api dari penelitian yang disebutkan di atas setidaknya membuat
pengelolaan sumber daya air harus lebih hati-hati. Wilayah yang selama ini telah berkembang eksploitasi air tanah besar-besaran di daerah distal, tempat berkembang industri dan pengguna air tanah lainnya, sangat ditentukan oleh air yang berasal dari daerah fasies medial.
Sementara itu wilayah medial ini seringkali sudah menjadi pemukiman. Oleh karena itu, diperlukan kearifan lokal dalam program konservasi sumber daya air untuk menjaga air tetap meresap di wilayah tersebut. Selanjutnya, model konservasi air tanah yang didasarkan pada pengetahuan fasies batuan gunung api dan daerah resapan-luahan ini perlu menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan tata ruang wilayah. Dengan demikian, sumber daya air yang berkelanjutan di wilayah gunung api akan memberi kemampuan dan kapasitas potensi air yang dapat dimanfaatkan oleh kegiatan manusia untuk kegiatan sosial ekonomi di sekitarnya.
Perlu Tindakan Segera
Terdapat beberapa hal paling penting tentang air tanah di wilayah gunung api. Pertama, nilai persentase terbaharui air tanah yang kecil merefleksikan kepastian kelangkaan air di musim kemarau dan air permukaan
yang bertambah besar di musim hujan (banjir). Kegiatan konservasi yang melibatkan berbagai sektor termasuk
masyarakat di dalamnya sudah tidak dapat ditunda lagi. Kedua, manajemen sumber daya air yang konvensional perlu ditunjang dengan pemahaman hidrogeologi yang terukur melalui pendekatan studi yang komprehensif.
Dengan cara ini, maka penentuan daerah resapan untuk keperluan konservasi dan luas cekungan jauh lebih akurat dan pasti alias tidak berubah-ubah. Dengan demikian, perhitungan kesetimbangan air akan lebih mendekati kenyataan, dan kepastian serta ketepatan daerah konservasi akan mendukung penentuan tata ruang wilayah. Ketiga, hasil-hasil studi atau kajian hidrogeologi di wilayah gunung api menunjukkan potensi
yang besar dalam pengelolaan sumber daya air.
Di antaranya, potensi itu menjadi dasar dalam menyelesaikan kelangkaan air di musim kemarau dan menurunkan air permukaan – sehingga tidak menjadi banjir - di musim hujan. Potensi lainnya, dilihat dari jumlah gunung api Indonesia yang mencapai 127 buah atau 30% luas dataran Indonesia. Keberadaan gunung api yang seringkali di dekat – atau tidak jauh dari - kota-kota dan wilayah perkembangan ekonomi, apabila potensi sumber daya airnya dikelola dengan baik sumber daya air, maka wilayah gunung api dapat menjadi sumber ketahanan air nasional.
Tulisan ini disarikan dari orasi pengukuhan Guru Besar penulis. Penulis adalah Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Universitas

Sumber : Geomagz edisi 0503092015
Padjadjaran.

12 Jul 2016

Investasi Lingkungan Tambang

KEBERLANJUTAN INVESTASI LINGKUNGAN TAMBANG
Oleh M. Anwar Siregar
Dengan dikeluarkannya UU Panas Bumi 2014 pengganti UU Panas Bumi No 27 tahun 2003, yang memungkinkan dapat menerobos kawasan hutan konservasi, maka industri pertambangan panas bumi harus memperhatikan keberlanjutan kualitas lingkungan di hutan-hutan, potensi panas bumi terdapat 6.157 mw atau 21, 5 persen berada di kawasan hutan konservasi dan 6.391 mw atau 22.33 persen berada dalam wilayah hutan lindung yang menyebar nyaris merata di wilayah Indonesia, Bayangkanlah bagaimana hancurnya sistim ekologis lingkungan jika dunia usaha pertambangan tidak berbasis dan bertumpuk pada keberlanjutan lingkungan dan manajemen hijau lingkungan. Hari pertambangan sebagai bahan introspeksi untuk menekan kerusakan hutan.
BASIS KEBERLANJUTAN
Industri pertambangan harus berbasis ekologi sumber daya, karena industri pertambangan merupakan usaha industri yang bertumpuk pada aspek keberlanjutan sumber daya yang ada, bertumpuk pada aspek sumber daya alam yang ada maka usaha pertambangan juga bertumpuk pada keberlanjutan aspek ekonomi, sehingga perlu ada prinsip cadangan dasar yang besar dalam menghadapi persaingan global, berfungsi menggantikan lingkungan sumber daya alam yang telah terpakai dengan sistim pola rehabilitasi lahan lingkungan yang berbasis keberlanjutan lingkungan hidup.
Keterbatasan sumber daya alam di lingkungan, dapat menimbulkan efek yang sangat luas. Untuk itu perlu suatu perencanaan tata guna lahan dalam pemakaian sumber daya alam yang terbatas dengan berbanding lurus dengan pemakaian sumber daya lingkungan dengan sistim reklamasi lalu direhabilitasi dalam jangka waktu tertentu.
Agar pengembangan investasi industri pertambangan tetap berjalan, maka keberlanjutan lingkungan pertambangan dengan ekonomi sumber daya alam saling terkait, sebab industri pertambangan berbasis ekonomi berkelanjutan sama antar kedua tujuannya, industri pertambangan bertumpuk pada sumber daya alam, juga bertumpuk pada kualitas lingkungan yang juga berbicara faktor ekonomi.
Gambar 1 : Investasi Pertambangan yang membutuhkan keberlanjutan sumber daya lingkungan
(Dokumen Foto Penulis)
BASIS EKONOMI PAD
Jika kita cermati kondisi dunia pertambangan di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara banyak usaha jasa pertambangan tidak bertumpuk pada keserasian hubungan dengan lingkungan dan ekonomi masyarakat serta lebih ”dekat” dengan birokrasi pemerintah. Terlihat dengan banyak tindakan protes keberadaan suatu usaha pertambangan yang tidak melibatkan peran masyarakat sekitarnya, sehingga sebagian izin lokasi (setelah mengetahui keterdapatan sumber daya geologi yang melimpah) tidak mendapat dukungan masyarakat. Pendekatan yang persuasif yang paling penting, sebuah pengalaman yang seharusnya diutamakan sebelum izin prinsip keluar dari birokrasi pemerintah, memberikan gambaran program-program perusahaan yang berhubungan dengan tiga kondisi yang sangat vital, antara lain : Kualitas lingkungan berkelanjutan, ekonomi infrastruktur lokal, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan semuanya harus ditindak lanjuti sesuai dengan perencanaan yang sudah disusun dan sepakati bersama agar tidak menimbulkan friksi.
Ketiganya akan memberikan efek gairah bagi ekonomi bukan saja untuk perusahaan tambang tetapi juga bagi Indonesia, menghasilkan produktivitas SDA lingkungan yang berkelanjutan. Maka pihak pertambangan harus memiliki konstribusi positif bagi masyarakat dengan memberikan laporan tentang kegiatan tambang bagi keselamatan dan keberlanjutan lingkungan, misalnya tentang komitmen pengabdian kelestarian lingkungan melalui manajemen hijau.
Jadi, perlunya pembangunan industri pertambangan berbasis ekonomi lingkungan berkelanjutan karena hal ini jarang dipersiapkan terutama untuk investasi rehabilitasi lahan lingkungan agar dapat memperbaharui bahan tambang tertentu yang mendominasi sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah, jangan sampai terabaikan, apalagi rata-rata lokasi keterdapatan sumber daya geologi pertambangan yang dikategori bahan tambang vital dan bahan tambang strategis umumnya di daerah rawan bencana geologis.
Bukti penelitian menunjukan, bahwa 95 persen bahan tambang startegis berada di dalam kawasan hutan lindung, dan sebagian hutan konservasi, garis penyebaran sumber daya geologi pertambangan di Indonesia menunjukkan di apit oleh dua jalur kebencanaan yaitu jalur magmatik vulkanik dan jalur tektonik kegempaan, dan pusat utama keterdapatan sumber daya alam berada dalam tiga cekungan yang mengapit pulau-pulau besar di Indonesia, sebagai contoh sumber daya panas bumi.

 Gambar 2-3 : Kebutuhan bahan tambang umumnya terdapat di kawasan hutan, perlu penataan lingkungan
untuk mencegah kerusakan lingkungan (Dokumen Foto Penulis)
INVESTASI PRODUKTIVITAS
Industri pertambangan dan energi harus memiliki langkah-langkah investasi produktivitas yang berkelanjutan bagi cadangan SDA di lingkungan, melalui langkah program yang terintegrasi untuk peningkatan kualitas lingkungan, ekonomi dan masyarakat.
Peningkatan investasi produktivitas dan kapasitas masyarakat terhadap lingkungan, yakni peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan intensif dalam mengelola lingkungan disekitar keterdapatan sumber daya alam, pendampingan dan melakukan praktek dan studi banding pengelolaan reklamasi tambang galian untuk menghasilkan produktivitas ekonomi lingkungan.
Peningkatan investasi produktivitas infrastruktur lingkungan, langkah ini diperlukan agar upaya peningkatan investasi dan ekonomi masyarakat tidak terkendala dan selaras dengan kegiatan perusahaan pertambangan untuk mencapai kemajuan bersama, kerjasama peningkatan infrastruktur lingkungan seperti perbaikan kondisi jalan dan jembatan, pengendalian erosi tebing jalan, pembangunan penampungan sampah dan air bersih untuk menjaga kualitas lingkungan, pembangunan fasilitas sumur bor dan fasilitas  sanitasi MCK untuk menjaga kesehatan lingkungan.
Gambar 4 : Investasi produktivitas perlu upaya keberlanjutan ekonomi berbasis hijau 
(Dokumen foto Penulis)
 Investasi produktivitas keberlanjutan ekonomi lingkungan SDA, upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan harus menjadi komitmen kuat bagi pelaku industri besar seperti perusahaan pertambangan yang membutuhkan dana investasi sangat besar, program penting kelestarian lingkungan SDA dengan memprhatikan aspek dampak lingkungan, menjaga kelestarian air dan analisis pembuangan air limbah dan B3 ke lingkungan. Harus terus meningkatkan kualitas pemeliharaan peralatan yang efisien agar tidak menjadi barang rongsokan ke lingkungan, yang paling utama dibutuhkan adalah bangunan permanen serta lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) limbah B3, mengingat penggunaan bahan kimia dalam usaha pertambangan sangat dibutuhkan dalam berbagai produksi serta pengolahan, pembuangan sisa air tambang yang banyak mengandung B3 ke lingkungan dengan membentuk bidang kajian analisis dampak lingkungan untuk berperan aktif dalam memenuhi kualitas dan kesehatan lingkungan.
MANAJEMEN HIJAU
Ekonomi lingkungan hijau berkelanjutan identik dengan dua hal, yaitu menajemen ekonomi hijau dan lingkungan hijau, ekonomi hijau bertumpuk dan mendorong terbentuknya lingkungan hijau, dengan kata lainnya tidak akan membiarkan kondisi tempat keberadaan SDA mengalami kerusakan, tanggap cepat dengan program hijau.
Pentingnya melakukan perubahan perilaku dalam usaha pertambangan untuk menjaga kelestarian lingkungan SDA dengan selalu berpihak dan berpijak pada prinsip ekonomi hijau yaitu pengetasan kemiskinan melalui produktivitas SDM, kedua, perusahaan pertambangan harus mampu menjadi contoh untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, transfer ilmu pengetahuan dan memajukan pendidikan lingkungan serta ketiga berpihak kepada masyarakat dengan melibatkan dalam semua mekanisme operasional perusahaan. Komitmen ini diperlukan, mengingat kondisi lingkungan pertambangan rawan bencana geologis dan konflik sosial serta konflik masyarakat dengan perusahaan, dan harus mengakomodir nilai-nilai kearifan lokal.
M. Anwar Siregar
Enviromental Geologist, Pemerhati Masalah Tata Ruang Lingkungan dan Energi Geosfer
Boleh Copas, tetapi tulis sumbernya penulisannya

11 Jul 2016

Sepak Pojok Gibol 25 : Akhir Begadang Euro, Boss!!



SORRY BOSS, AKHIR BEGADANG TADI MALAM
Oleh M. Anwar Siregar

Perhelatan Copa America 2016 telah selesai tanggal 27 Juni lalu, kini tadi malam atau dini hari waktu Indonesia Barat baru saja selesai dan berbagai kejutan mewarnai selama event berlangsung dan kejutan paling terbesar adalah tersingkirnya Jerman di semifinal karena penyandang gelar Juara Dunia dan adalah Juara Baru itu adalah pemenang Duel Portugal vs Prancis. Dan untuk kesekian kali Portugal berhasil mematahkan mitos kegagalan pahit dengan hadirnya sang legenda yang diciptakan dan  dilahirkan menjadi seorang pemain bertalenta tinggi namun untuk mengantar mereka menikamti gelar pertama kali. Sikuda hitam Portugal harus merelakan kekalahan bagi Prancis di final dalam ajang Euro 2016.
Final EURO 2016 sama juga Final Copa America yang berlangsung pada jam masuk kerja di Indonesia, sehingga dipastikan banyak yang terlambat masuk kantor. Dan pagi ini saya banyak melihat para pekerja itu seenaknya merasa tidak bersalah. Terlambat masuk kantor padahal hari pertama itu mereka sudah dihadang para masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, perizinan, perpanjangan rujukan sakit, perpanjangan rujukan lainnya, permohonan izin dan pengawasan serta monitoring bagi pengawasan lapangan serta pengenalan pendidikan bagi murid Sekolah Dasar yang pertama di hari pertama sekolah serta pelayanan perizinan dan pengawasan fisik sarana dan prasarana.
BENTURAN WAKTU
Benturan waktu antara keinginan untuk memuaskan rasa dahaga untuk menyaksikan tim favorit mereka juara tidak bisa di tolak, apalagi jika mereka ini adalah pencandu gila bola, maka wajib hukumannya untuk menonton dan tidak peduli apakah timnya yang bermain atau bukan.
Waktu untuk pertandingan final bagi masyarakat Indonesia memang seringkali mengalami dilematis karena sering waktu dini hari dan juga sering kali pertandingan itu sangat melelahkan sehingga butuh waktu jeda untuk kesehatan tubuh terutama mata yang susah diajak bercanda lebih lama lagi, maka satu-satunya jalan adalah tidur sejenak namun keterusan hingga terjaga kalau waktu jam masuk kerja telah lewat, dan terdengarlah beberapa kata yang sering terlontar dari mereka;
” Sorry, Boss!!! Begadang tadi malam, jadi agak kesiangan masuk!!! seru seorang rekan penulis yang mendengar celotehan itu, apa reaksi si boss?
”Ya.. lanjutkan sekarang pekerjaaanmu jika ada”
atau ”Kenapa terlambat kau, kamu pikir ini main-main, bedakan dong dengan otakmu kalau masuk kerja tepat waktu,”
Ada juga tergesa-gesa memburu pengisian daftar absen kehadiran, namun ketahuan juga ketika dibaca dan dipanggil nama satu-satu tidak ada yang bersangkutan, dan ketahuan ada yang titip tanda tangan bagi cara penggunaan absen tanda tangan, beda dengan tanda tangan sidik jari, ini paling susah titip-titip, dan terdengarlah nada keras dari salah seorang boss di seberang kantor penulis ”lagi kenapa terlambat? Mau apa kau absen dan sudah kau lihat itu jam berapa hah!!!? terdengar suara agak keras membuat saya termangut karena dapat ide untuk menutup akhir tulisan tentang Begadang Pesta Euro 2016.
Dan terdengar juga suara kalimat atasan lainnya namun nadanya lebih pelan namun menakutkan bagi bawahannya walau si boss itu tidak berwajah garang terhadap bawahannya : ”terlambat lagi kau... untuk apa masuk? gak ada gunanya kau absen sidik jari mu itu baahhh!!”
”Ya..kenapa terlambat? Begadang ya tadi malam, lihat saya juga begadang seperti kamu namun masih sempat pagi datang” teriak seorang mengagetkan saya karena di samping kantor masih ada kantor lagi. Dan saya tahu itu dianya kalau selesai berkhotbah pasti tidur diruang kerjanya, itu pasti.
Bagaimana dengan saya? Kalem, tenang para anggotaku, tenang saja, nanti kalian tanggung sendiri saja, karena bukan boss ini yang memberikan sanksi, tetapi big boss yang menguasai daerah ini dan itulah gambaran singkat hari pertama masuk kerja setelah liburan panjang hari raya muslim.
Banyak ngatuk, banyak mau cepat pulang setelah saling maaf memaafkan.... lalu ngacir ke rumah untuk tidur, untuk alasan masih ada urusan silaturrahmi dan masih ada urusan keluarga yang belum di kunjungi dan beribu macam alasan lainnnya.
Tinggallah saya sendiri bengong di kantor karena tidak ada kawan berdiskusi, semua ngacir dengan acara masing-masing, karena keluarga saya tidak tinggal bersama saya di daerah tempat saya bertugas. Jadilah saya menulis judul tersebut diatas.
Sorry boss, akhir begadang Euro dan sampai ketemu lagi boss pada ajang begadang berikutnya pada perhelatan Pesta Gila Bola Dunia di Rusia 2018. Bersiap jaga stamina dan begadang...boleh saja begadang.. begadang boleh saja tapi ingat kesehatan. sampai jumpa lagi... sampai jumpa kita di Rusia yang terkenal dengan beruang putihnya dan semoga saya masih bertemu lagi...Gila Bola.. ole, oleee gol, goooooooolllllllllllllll Rusia.

Sepak Pojok Gibol 24 : King Euro Baru



PORTUGAL KING EURO BARU
Oleh M. Anwar Siregar

Selamat, untuk kata pertama yang harus diberikan dulu kepada pemenang Juara Euro 2016, dan selamat lagi buat tuan rumah yang mampu menjalankan amanat sebagai tuan rumah pesta bola Eropa yang mampu dilaksanakan dengan sukses dan berhasil mengatasi segala rintangan padahal mereka belum lama ini mengalami musibah teror kemanusiaan.
Sukses Prancis terasa belum lengkap namun sangat bermakna luar biasa bagi Portugal dalam pesta bola EURO tahun ini, keberhasilan Portugal mampu mengatasi Prancis dengan angka tipis dan menggagalkan keinginan untuk menjalankan misi ganda sebagai tuan rumah yaitu menjalankan dua ganda sukses, sukses sebagai tuan rumah dan sukses juga sebagai juara, luar biasa bagi Portugal dan senang sekali BLOG INI terobati rasa kecewa karena tidak menyaksikan Prancis juara karena prediksi saya tertebak jitu lagi.
Dan tidak ada keinginan untuk merekam pertandingan di HP yang pintar maupun di Laptop untuk mengamati proses kemenangan Portugal dan kegagalan Prancis, yang di semifinal mengalahkan Jerman, cukup berita kemenangan melalui cuplikan News Actual di berbagai media elektronik.
JUARA BARU EURO
Kali ini juara Euro adalah wajah baru dengan juara baru, Prancis yang mencoba tampil juara ke tigal kali ini gagal untuk pertama kali sebagai tuan rumah, setiap perhelatan pesta bola Euro dan Dunia prancis sering juara di kandang sendiri, namun adalah Portugal yang memecah telur kemenangan dengan menjungkal Prancis di hadapan publiknya. Selamat buat Portugal dan CR7.
Kekecewaan saya terobati, walau dalam edisi sebelumnya tertulis si Kostum biru juara, kini saya baru sadar hanya berlaku untuk pertandingan antara Jerman dan Prancis. Tidak demikian untuk pertandingan Prancis vs Portugal. Kali ini saya sudah menduga bahwa kemenangan Prancis atas Jerman karena lebih diuntungkan oleh wasit yang lebih banyak memihak tuan rumah, jika tidak ada penalti Antoine Griezman tidak akan ada kemenangan dan suasana pertandingan akan sangat berbeda.
Terlihat di Final, Prancis seperti banyak menggunakan cara untuk mencegah Ronaldo mencetak gol, namun mereka lupa bahwa Portugal hampir merata di berbagai lini. Dan apapun ceritanya, juara baru telah muncul, dan juara muka baru telah lahir, dan juara diantara juara telah ada lahir lagi dan kemungkinan juga muncul juara dunia baru, karena gambaran seperti ini mengingatkan saya pada tradisi Spanyol ketika memulai juara Eropa lalu juara dunia. dan proses panjang yang ditempuh untuk bisa menjadi juara Eropa dan Juara Dunia.
Dan ini adalah peringatan bagi Jerman untuk mewaspadai segala kemungkinan lepasnya gelar juara dunia jika sampai saat ini belum menemukan sang kapten yang bisa memimpin rekan-rekannya dalam pertandingan besar dua tahun lagi.
Rintisan Portugal hampir sama dengan Spanyol, berulangkali lolos ke final akhirnya Portugal mampu merasakan keberuntungan itu, dengan keberuntungan yang bermodal peringkat ketiga grup, Portugal memanfaatkan keberuntungan untuk merekat kekuatan permainan seiring waktu dengan meningkatnya laju volume turnamen dan bersamaan semakin meningkatnya kekuatan Ronaldo hingga Portugal mampu mengatasi Wales di semifinal.
Portugal menjadi kampiun Eropa karena memang sangat susah dikalahkan, dan itu terlihat di babak penyisihan grup tidak terkalahkan dan mampu mencetak seri namun tidak juga membekukan kemenangan, kecuali jika perpanjangan waktu dan disini Portugal memiliki sebuah keberuntungan dan hingga masuk final dan juara.
Juara Eropa untuk 2016 ini adalah juara baru dengan muka baru, karena Portugal belum pernah Juara Eropa. Dan kemenangan ini, Ronaldo masih lebih baik dibandingkan Lionel Messi yang gagal membawa Argentina Juara Copa America Centenario 2016. Prestasi gemilang Ronaldo cs, dan sebuah penambahan gelar bagi Ronaldo selain telah mengukir gelar di berbagai turnamen antar klub dunia.
Kemenangan Portugal sekaligus juga menambah jumlah negara untuk menjadi juara Eropa, dan dipastikan tradisi ini juga akan menambah juara Piala Dunia. Dan kemenangan Portugal sekaligus membungkam mulut besar seorang pelatih bernama Didier Descahmp yang banyak sesumbar dengan menyebut Prancis adalah kandidat terbesar juara Euro setelah mengalahkan Jerman.
JUARA-JUARA EURO
Dengan bertambahnya negara yang menjadi juara EURO 2016, maka semakin terlihat gambaran persaingan dalam era piala dunia dua tahun lagi di Rusia, dipastikan Portugal tidak akan berpuas diri dalam merebut piala Dunia di tangan Jerman.
Piala Dunia 2018 yang akan diadakan di Rusia itu, membutuhkan sebuah pertarungan yang seru, karena dipastikan beberapa negara yang pernah juara EURO akan hadir di perhelatan piala dunia. Dan merupakan tantangan bagi Jerman untuk tampil lebih hebat lagi agar piala tidak terbang.
Portugal bukan tim pertama yang pernah merasakan keberuntungan lebih beruntung, Denmark adalah tim pertama yang saya ingat menjadi juara Eropa melalui keberuntungan dengan mengganti Yugoslavia dan Portugal lolos ke babak fase grup dengan peringkat ke tiga terbaik antar grup sehingga bisa lolos ke fase gugur dan akhirnya juara. Lain cerita jika tim yang lolos adalah para juara dan runner up grup dan andaikan jika delapan grup yang tersedia dalam ajang EURO 2016, maka demikian Portugal tidak akan pernah juara jika kompetisi EURO berisi 8 grup pada perhelatan tahun 2016.
Dibawah ini daftar juara Piala EURO yang pernah merasakan nikmatnya puncak kenikmatan, kenikmatan yang hanya dapat dilakukan bagi mereka yang merasa dirinya mampu memuaskan kenikmatannya.
2016,                           Portugal,          Pertama kali
2012, 2008, 1964        Spanyol,          Tiga kali
2004                            Yunani                        Pertama kali   
2000, 1984                  Prancis             Dua kali
1996, 1980, 1972        Jerman             Tiga kali
1992                            Denmark         Pertama kali
1988                            Belanda           Pertama kali
1976                            Cekoslawakia  Pertama kali
1968                            Italia                Pertama kali
1960                            Uni Soviet       Pertama kali
SAMPAI JUMPA PD 2018
Jadi Piala Eropa 2016 telah menghasilkan tambahan wajah baru juara, dan Portugal menjadi negara yang akan semakin disegani, namu era itu tidak akan berlangsung lama jika calon penerus Ronaldo belum ada.
Piala Dunia (PD) berikutnya akan diadakan di negeri Vladimir Putin, tahun 2018, dan dipastikan akan lebih seru dibandingkan di Piala Dunia Brazil tahun 2014, siapa juara dunia berikutnya mari menunggu dua tahun lagi, jaga stamina dan kesehatan, berhenti sebentar begadang.
Sampai ketemu di ajang Pesta gila bola Dunia di Rusia tahun 2018.

Populer

Laut Indonesia darurat sampah

  LAUT INDONESIA DARURAT SAMPAH Oleh M. Anwar Siregar   Laut Indonesia banyak menyediakan banyak hal, bagi manusia terutama makanan ...