Postingan

PELAJARAN DARI GEMPA BUMI YOGYA : Geologi Gempa

PELAJARAN DARI GEMPA BUMI YOGYA  Oleh : M. ANWAR SIREGAR Kerentanan geologis dari tubuh bumi Indonesia sangat embutuhkan perhatian ekstra dalam usaha mengendalikan jumlah korban-korban bencana, serta diperlukan kesadaran masyarakat untuk memahami jenis-jenis bencana yang ada dalam satu wilayah di daerah masing-masing karena siklus geologi masih terus berlangsung. Seperti yang sudah disepakati oleh ahli Geologi Asia Pasifik salah satu daerah di Sumatera akan mengalami bencana dahsyat baik dalam wujud gempa bumi tektonik di daratan maupun di lautan. Daerah ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Disini Pemerintah Pusat dan Daerah wajib membangun kota dengan bertumpukan informasi geologi yang dianggap perlu sebelum pembangunan fisik dimulai agar efek traumatic bencana tidak terus menerus menjalar ke daerah yang lain. Perlu diketahui juga di wilayah Indonesia tidak aman dari berbagai ancaman alam. Sekali lagi ditegaskan, perlunya informasi geologi untuk pembangunan agar d...

TITIK LEMAH BUMI INDONESIA : Geologi Gempa

Gambar
TITIK LEMAH BUMI INDONESIA  Oleh : M. ANWAR SIREGAR Gambar 16 : Peta sebaran lempeng tektonik di dunia yang mengepung dan mengubah kondisi geologis wilayah Indonesia setiap tahun dengan zona subduksi dan konvergensi   Bumi Indonesia sejak awal pembentukannya telah mengalami aktivitas pergerakan lempeng yang terus menerus sepanjang tahun dan menghadirikan fenomena kegempaan serta perluasan Samudera Hindia. Hal itu mengubah terus menerus posisi letak geologis Indonesia terhadap pembentukan bumi dalam menuju keseimbangan pergerakan lempeng-lempeng di permukaan bumi.  Bumi Indonesia juga sebagai pusat aktivitas segala yang berhubungan kegempaan, tsunami dan kegunungapian. Anomaly negative dan anomlai positif (penurunan dan pengangkatan permukaan Pulau), pemekaranan lantai/dasar samudera, pusat-pusat subduksi gempa besar dunia berada di kawasan laut dan daratan Indonesia.  Dan Indonesia juga merupakan sebuah laboratorium yang sangat dinamis dalam mem...

Medan Belum Siap Menghadapi Bencana Dahsyat : Geologi Disaster

Gambar
MEDAN BELUM SIAP MENGHADAPI BENCANA DAHSYAT  Oleh M. Anwar Siregar  Medan sebagai ibukota Propinsi Sumatera Utara, memiliki kompleksitas penataan ruang pemukiman, tata ruang hijau semakin terbatas dan penataan arus lalu lintas dan transportasi massal yang tidak efektif, peningkatan jumlah penduduk, eskalasi urbanisasi, serta potensi bencana dimasa depan seperti banjir tiap tahun, ancaman degradasi air bersih dan potensi gempa strategis setiap saat datang “menghantui” kota Medan.  Selain itu, Medan dari segi efisiensi waktu telah mulai menurunkan produktivitas kinerja masyarakat dan industri serta investasi akibat kemacetan lalu lintas yang luar biasa, memiliki sumber bahaya kerentanan (vulnerability) sosial yang tinggi, yaitu kerapatan dan kecepatan pembangunan sarana fisik berbanding dengan laju kepadatan penduduk dengan luas tata ruang yang ada dan terbatas sehingga dapat mengganggu keseimbangan kestabilan daya dukung geoteknis tanah dan lingkungan.  FAK...

LAUT INDONESIA BUKAN TONG SAMPAH BERACUN : Geologi Lingkungan

Gambar
LAUT INDONESIA BUKAN TONG SAMPAH BERACUN  oleh : M. Anwar Siregar  Gambar : Lautan sampah dibuang seenaknya, sadarlah, laut sangat berguna bagi kehidupan manusia dan makhluk lainnya. (Sumber gambar : dari berbagai sumber) Dalam bulan Juni ada momentum yang dapat diingatkan bagi bangsa dalam pembangunannya bila ingin disebut bangsa unggul teknologi maritim dan hidup dari sumber daya kelautan yaitu hari lingkungan Bumi dan hari Laut, keduanya mempunyai hubungan erat bagi keberlanjutan sumber daya ekonomi pembangunan. Efek pembuangan sampah limbah radioaktif ke lingkungan lautan telah menimbulkan kecemasan bagi masyarakat dunia khususnya Indonesia, terutama tempat pembuangannya di lautan Negara berkembang dan miskin. Salah satunya di Laut Indonesia. Indonesia yang memiliki ribuan pulau mencapai 17.840 pulau dengan luas laut 3,1 juta kilometer persegi dengan garis pantai sepanjang 95.181 kilometer atau keempat terpanjang setelah Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia, p...

GEOHAZARD-RISK DAERAH RAWAN LINGKUNGAN SUMUT : Geologi Lingkungan

GEOHAZARD-RISK DAERAH RAWAN LINGKUNGAN SUMUT  Oleh M Anwar Siregar Sumut yang merupakan daerah rawan banjir seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, harus memahami geohazard bagi para perencana pembangunan di daerah rawan Sumut.Banjir melanda Kabupaten Madina memerlukan kajian geohazard risk, bahwa kejadian bencana yang menghancurkan beberapa infrastruktur jalan-jembatan serta perumahan belum dikaji dari sudut geohazar risk, karena banjir beberapa waktu lalu itu bukan pertama kali terjadi di Madina, tetapi sudah berulangkali.  Begitu juga yang terjadi di Nisel, Medan, Sergai, Tanjung Balai, Tapanuli Selatan dan Sibolga bukan dampak dari perubahan lingkungan cuaca ektrim baik di darat maupun di lautan. Maka di sini penting pemahaman geohazard bagi para perencana pembangunan di daerah rawan Sumut. Pemahaman potensi seluruh ancaman bahaya kebumian yang menimbulkan bencana dan georisk adalah analisis resiko kerentanan kegiatan pembangunan fisik yang telah diidentifikasi p...

GEMPA MAUT MENGAKIBATKAN PEMANASAN GLOBAL : Geologi Lingkungan

GEMPA MAUT MENGAKIBATKAN PEMANASAN GLOBAL   Oleh : M. Anwar Siregar  Bagi bangsa Indonesia, dalam kurun dua dasawarsa terakhir terus menerus mengalami bencana alam geologis antara lain gerakan tanah dan gempa bumi, Indonesia memerlukan suatu paradigma baru tentang konsep pemanfaatan tata guna lahan dan tata ruang hunian dalam mengurangi dampak bencana global, khususnya yang ditimbulkan oleh gempa-gempa dan perubahan kondisi dinamika geosfer terhadap berbagai penggunaan. “zat-zat kimia beracun” ke lingkungan udara, darat dan air (sungai, laut dan danau). Pemanfaatan sumber-sumber daya bumi yang berkelanjutan harus menjadi prioritas agenda pembangunan di Indonesia. Hal ini penting, mengingat jumlah kerusakan sarana infrastruktur membutuhkan dana rekonstruksi triliun rupiah dan bumi Indonesia merupakan suatu bumi yang hiperlabil, maka memerlukan suatu renungan model fisik dan penataan ruang yang berbasis mitigasi dalam mengurangi dampak bencana unirversal, yang salah satu ...

Potensi Panas Bumi Sumut Terabaikan :Geologi Recources

PotensiS Panas Bumi umut Terabaikan   Oleh : M. Anwar Siregar. Melihat situasi Indonesia saat ini, minyak dan gas bumi yang memegang peranan sebagai sumber energi Indonesia sebesar 83,20 persen telah mengalami kondisi parah dengan banyaknya penyeludupan ke luar negeri dan peningkatan konsumsi energi listrik dari PLN masih sangat terbatas dalam memenuhi kebutuhan listrik. Dan pemerintah dengan kepentingannya telah memperparah situasi kebutuhan energi terutama pemanfaatan energi untuk pembangkit listrik dan transportasi. Salah satu kebijakan pemerintah "sedang memanas" adalah penggunaan BBM bersubsidi, dipastikan akan berdampak luas terhadap kepentingan masyarakat yaitu mungkin akan ada kenaikan TDL. Pemerintah seharusnya belajar dari pengalaman kebijakan sebelumnya, dengan meningkatkan penggunaan dan mengkonversi energi alternatif, yaitu panas bumi yang masih banyak daerah belum maksimal diberdayagunakan. Dilema TDL Dilema kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sangat me...

Integrasi Laut pulau Perbatasan : Geologi Kelautan

INTEGRASI LAUT PULAU PERBATASAN  Oleh : M. Anwar Siregar  Pola pembangunan daratan saat ini tidak menunjukan sesuatu yang dapat dibanggakan, Indonesia gagal dalam meredam tingkat kerawanan tata ruang daratan dalam mengendalikan jumlah korban bencana bila terjadi gempa, dan semua gempa dahsyat lebih dominan terjadi di lautan. Pola pembangunan riset dan ketataruangan kelautan adalah jawaban yang dapat menegaskan bahwa Indonesia bisa menjadi bangsa yang disegani karena visi bahari yang telah lama dikembangkan oleh nenek moyang dengan membuktikan hal tersebut sebagai bangsa ulung yang menguasai teknologi dan perencanaan ketataruangan pelabuhan pulau terpencil yang terintegrasi dengan daratan.  INTEGRASI LAUT   Dengan datangnya bencana bertubi-tubi di daratan dan gagal seluruh pembangunan yang berorientasi daratan seharusnya pemerintah pusat dan daerah yang memiliki pulau-pulau terluar diperbatasan mengalihkan dan mengubah paradigma perencanaan pembangunan keta...