Postingan

Pertambangan Hijau berkelanjutan : Geologi Recources

PERTAMBANGAN HIJAU BERKELANJUTAN  Oleh M. Anwar Siregar  Kecenderungan dunia pertambangan, perminyakan dan energi di Indonesia saat ini mengarah ke persaingan global dan mementingkan dominasi bisnis, sehingga tidak luput dari berbagai persoalan konflik, mengabaikan berbagai kondisi fisik lingkungan dan semakin terpinggir dalam era kompetisi global. MENGABAIKAN KONDISI   Mengapa begitu banyak perusahaan pertambangan di Indonesia mengalami perlawanan dengan masyarakat tempat keberadaan usaha pertambangan itu diberikan izin? Dengan kata lainnya di benci? Bukan benci tapi rindu seperti lirik lagu Diana Nasution? Sehingga banyak perusahaan dicabut izinnya, pembakaran dan gulung tikar. Faktor utama adalah visi dan misi dari bisnis perusahaan pertambangan yang tidak memenuhi beberapa elemen penyebab, menjadi akar kebencian antara lain : Pertama, laporan amdal yang tidak akurat dan tidak berbasis tambang hijau. Contohnya, harus memperhatikan isi dan kalimat dari lapora...

Ironi Bahan Bakar Energi Listrik : Geologi Recources

IRONI BAHAN BAKAR ENERGI LISTRIK  Oleh M. Anwar Siregar  Pemerintah seharusnya belajar dari pengalaman kebijakan sebelumnya, setiap ada kebijakan kenaikan Tarif Dasar listrik (TDL) dipastikan akan menimbulkan dilematis kehidupan masyarakat ditengah sulitnya perekonomian saat ini, dan sudah banyak kegagalan pengelolaan pemanfaatan energi masih juga terulang, pemerintah harus memperbaiki aturan kebijakan iklim investasi pengelolaan dan undang-undang migas serta regulasi energi alternatif, seharusnya tidak tunduk begitu saja dan menguntungkan pihak asing atas berbagai tekanan yang bisa disebut energi kapitalisme.   â€śENERGI” KAPITALISME   Kenaikan harga bahan bakar energi listrik di Indonesia lebih dipengaruhi oleh sistem “energi” kapitalisme oleh faktor eksternal terutama gejolak Timur Tengah. Dan bukan rahasia lagi, bahwa energi kapitalisme memiliki akar kepentingan terhadap sumber-sumber energi di Indonesia, BBM merupakan konsumsi bahan bakar energi ...

Panas Bumi Lingkungan : Geologi Lingkungan

Gambar
ENERGI PANAS BUMI RAMAH LINGKUNGAN  Oleh : M. Anwar Siregar   Peningkatan emisi transportasi, industri dan kebakaran hutan ke geosfer serta pembuangan sampah dilautan telah menimbulkan kecemasan bagi masyarakat dunia menghadapi sampah limbah radioaktif dan bahan beracun berbahaya yang telah dibuang dilautan. Dampaknya, perubahan iklim telah memicu kondisi lingkungan semakin rentan mengalami bencana alam. Energi panas bumi salah satu sumber daya energi yang dapat mengurangi beban lingkungan akibat bertambah parahnya kondisi lapisan ozon oleh dampak pemakaian bahan beracun seperti unsur CFC, CO2 dan rusaknya reaktor nuklir seperti yang kita lihat pada kejadian gempa Jepang 2011 yang menghancurkan dan membakar empat reaktor nuklir.  FENOMENA EMISI CO2   Belum hilang dalam ingatan kita, akibat perkembangan dan kemajuan industri telah memicu ketidakseimbangan tata ekologi lingkungan terutama perubahan kondisi sirkulasi udara-“degradasi” lapisan ozon di atmosf...

Gempa Mentawai Masih Ancam Padang : Geologi Gempa

Gambar
GEMPA MENTAWAI MASIH ANCAM PADANG  Oleh M. Anwar Siregar  Gempa Sumatera Barat 30 September 2009 dan Gempa Mentawai Oktober 2010, merupakan gempa dengan titik bidik yang lebih kuat di tujukan ke tata ruang kota-kota besar di Pulau Sumatera terutama Padang yang memiliki kontur topografi yang rendah dimasa mendatang. Dalam rentang dua tahun kejadian gempa, ancaman gempa Mentawai belumlah final, melainkan masih dalam taraf pemanasan, diperkirakan sebelum tahun 2033, siklus pelepasan energi yang hebat sebenarnya menunggu waktu, dalam rentang waktu itu pemerintah Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Bengkulu maupun NAD sebaiknya mempersiapkan tata ruang pesisir yang berbasis kegempaan lokal.  Banyak faktor yang membuktikan hal tersebut bisa saja terjadi dengan tsunami maut terjadi lagi di Pantai Barat Sumatera dalam jangka waktu yang belum dipastikan dengan berbagai asumsi ilmiah yaitu asumsi pertama menyebutkan terlebih dahulu terjadi pematahan kulit bumi Palung Laut Ja...

Tata Ruang Dinamis : Geologi Mitigasi

TATA RUANG SUMUT : DINAMIS DAN SINERGIS LINGKUNGAN  Oleh : M. Anwar Siregar  Memasuki milenium ketiga abad ke 21, Indonesia semakin rentan bencana geologi dan klimatologi, rakyat Indonesia dituntut untuk memahami semua kejadian bencana tersebut. Salah satu upaya perlu dilakukan rakyat terhadap pemerintah adalah menekan pemerintah untuk menata ruang kota yang berwawasan lingkungan bencana geologi dan klimatologi.  RUANG GEOMORFOLOGI   Pembangunan tata ruang detail wilayah di Sumut seharusnya mengikuti aturan zonasi kerawanan dengan mengidentifikasi bahaya dan risiko serta membagi zona-zona kerentanan sesuai karakteristik lingkungan tektonik dan geomorfologi tempat keberadaan suatu lokasi perencanaan tata ruang kota.  Penataan ruang lingkungan bagi kota-kota di Sumatera Utara (Sumut) yang telah berkembang harus memperhitungkan jangka pemakaian dan penggunaan lahan lingkungan tektonik-geomorfologi dengan metode fleksibilitas geologi terhadap kawasan ra...

Tata Lingkungan Medan : Geologi Mitigasi

TATA LINGKUNGAN MEDAN BERKETAHANAN MITIGASI  Oleh M. Anwar Siregar  Kota Medan dan Indonesia secara umum hidup dan berada di daerah rawan bencana, harus mengubah sikap dan pola berpikir bahwa bencana geologi dan klimatologi merupakan faktor yang sudah sangat jelas mengancam kehidupan. Pola pikir dalam membangun sarana infrastruktur dalam suatu tata ruang di daerah yang telah diidentifikasi kerawanannya sudah harus dihilangkan dalam rangka meminimalisasi kerentanan dan bahaya lingkungan geologi. Dan perencanaan pembangunan lingkungan dalam tata ruang kota Medan belum mampu memberikan rasa aman dari potensi ancaman bencana di masa mendatang, seperti pada kejadian bencana banjir yang lalu.  PERENCANAAN MITIGASI  Medan belum siap menghadapi bencana dahsyat (Analisa, 24/2/2011), dilatar belakangi oleh banyaknya terjadi bencana banjir dan kota Medan memerlukan mitigasi sebagai langkah awal yang sangat mendesak, mengingat pada kejadian banjir besar telah pernah ...

Binatang Manusia : Geologi Lingkungan

BINATANG “JANGAN HANCURKAN HUTAN BUMI, MANUSIA”  Oleh : M. Anwar Siregar  Coba kita bayangkan bagaimana bila si Binatang mampu berbicara di acara seremonial hari lingkungan, hari bumi dan hari hutan, mungkin salah satu akan terucapkan “kalian, dengarkanlah keluhan kami, ini bukan obrolan, bukan juga gosip yang diharamkan oleh MUI kalian”, berikut ini petikan titah si Binatang (tulisan miring adalah masalah aktual hingga sekarang dilakukan berulang oleh manusia) :  KESERAKAHAN “Bumi cukup persedian untuk memenuhi kebutuhan perut dan otakmu, Manusia” terdengar suara keras auman dari si Binatang Buas, si Raja Hutan dengan mata mendelik, Galak!, setelah si Raja Hutan itu memergoki anak Adam yang berkeliaran bagaikan “binatang liar” di hutan dengan ganas menebang pohon-pohon muda sehingga marahlah si Raja Hutan itu. “tetapi tidak cukup memenuhi keserakahan kalian, sehingga rumahku (hutan) juga kalian hancurkan tanpa peduli akibat yang terjadi”, lanjutnya.  M...

Efek Emisi Kendaraan : Geologi Lingkungan

EFEK EMISI GAS KENDARAAN KE LINGKUNGAN   Oleh M. Anwar Siregar   Apa yang Anda lihat diatas langit kota Anda seperti Medan, Jakarta, atau juga Surabaya di saat Anda santai memandang kolong langit ini, apakah lebih banyak warna putih, biru atau hitam? Medan dan kota besar lainnya di Indonesia saat ini, jumlah transportasi kini perbandingannya 1 : 6, maksudnya, jumlah panjang jalan raya 1 kilometer terdapat 6 mobil berbagai jenis, dan diantara 6 mobil tersebut terdapat 2 atau 3 kendaraan yang telah berumur lebih 10 sampai 15 tahun, dimana kondisi pembakaran mesin telah mengalami penurunan dan barang tentu secara langsung menambah jumlah beribu-ribu polutan di udara bersama dengan zat-zat kimia lainnya.  Kota-kota besar di dunia, sangat ini mengalami berbagai macama masalah emisi gas-gas buangan yang berasal dari kendaraan transportasi, terutama transportasi kendaraan darat yaitu motor dan mobil yang sangat ini jumlahnya telah hampir setengah panjang jalan ray...