Postingan

Kabut Asap Bukan Budaya Indonesia : Geologi Lingkungan

Gambar
KABUT ASAP, BUKAN BUDAYA INDONESIA Oleh M. Anwar Siregar Persoalan dalam penanggulangan bencana asap yang muncul lagi di permukaan adalah merupakan sosial budaya masyarakat, bencana kabut asap tidak boleh dijadikan budaya, karena itu faktor sosial budaya perlu ditanamkan untuk menanggulangi bencana yang kerap terjadi di Hutan Riau dan Kalimantan. Perlindungan hutan harus menjadi bagian budaya manusia Indonesia untuk mencegah bencana global yang semakin meningkat tajam, upaya perlindungan hutan dari aksi illegal logging juga perlu ditingkatkan sehingga mencegah dampak yang lebih luas, terutama ruang untuk melakukan perusakan hutan di kawasan Tamanh Hutan Bumi seperti geopark, atau geobiodiversity yang banyak tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Budaya membangun hutan dapat dimulai dari diri sendiri dengan memproteksikan kesadaran diri yang holistik dengan dasar fundemental yang kuat dengan fokus menganggap hutan merupakan sumber kehidupan dengan mengembalikan marwah hutan...

Kekuatan Pemuda di Perbatasan : Geologi Kelautan

KEKUATAN PEMUDA DI PERBATAAN Oleh M. Anwar Siregar Indonesia merupakan negara kepulaun terbesar di dunia, negara raksasa yang masih tidur, memiliki faktor ruang laut yang sangat berpotensi sebagai pemersatu kekuatan pemuda bangsa dalam menghadapi serbuan liberalisasi sumber-sumber kekuatan bangsa, yang memiliki berbagai potensi kekuatan strategis dengan 10 negara tetangga yang berbatasan di lautan maupun di daratan. Di laut Indonesia berbatasan dengan India, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Palau, Australia, Timor Leste dan Papua New Guninea.  Di darat Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Timor Leste dan Papua New Guinea. Kawasan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga tersebar di 12 propinsi yaitu NAD, SUMUT, Riau, Kepri, KalBar, KalTim, SULUT, Maluku, Maluku Utara, NTT, Papua dan Papua Barat dengan 38 wilayah Kabupaten/Kota di kawasan perbatasan yang secara geografis dan demografis berbatasan langsung dengan negara tetangga merupakan bagian strategis...

Bumi dalam Al Quran : Geologi Mitigasi

Gambar
BUMI DI DALAM AL QURAN Oleh : M. ANWAR SIREGAR Bumi merupakan salah satu planet yang terbentuk dijagat raya ini, selanjutnya dalam perjalanan sejarah bumi, manusia berusaha menggali dan memahami proses bumi dimasa lalu hingga sekarang. Al Quran telah menerangkan dengan jelas beberapa pengetahuan tentang bumi yang bersumber dari Firman Allah AWT. HUKUM ALAM DALAM AL QURAN Allah SWT menjelaskan dalam firman   tentang hukum-hukum alam yang mengatur kehidupan di bumi, tidak ada satupun yang mampu   mengendalikan ciptaan Allah di alam jagat   raya ini   serta hubungan manusia sebagai khalifah di atas bumi. Firman Allah “Dia menundukkan bahtera untukmu supaya berlayar dilautan dengan kehendak-Nya. Dia menundukkan sungai-sungai untukmu. Dia menundukkan matahari dan bulanmu yang terus-menerus beredar. Dan Dia menundukkan malam dan siang untukmu” (QS Ibrahim: 32-33). Ayat Al Quran tersebut telah menjelaskan tentang hukum-hukum yang mengatur alam/ planet di...

Fly Over, Solusi Macet Jalan Ke KNIA : Geologi Mitigasi

Gambar
FLY OVER SOLUSI MACET JALAN KE KNIA Oleh M. Anwar Siregar Sejak beroperasinya Bandara Kuala Namu, tingkat kemacetan transportasi semakin memuncak di perbatasan kota dengan kota sub urban, hingga menimbulkan antrean panjang bisa mencapai 2 km. Perlu dipertanyakan kenapa hal itu bisa terjadi? Bukankah Bandara KNIA itu sudah di siapkan bersatu dengan pembangunan jaringan transportasi lain? Sehingga ada tata ruang tidak seimbang dengan pembangunan dipinggiran. Begitu juga kemacetan menuju ke inti kota. MANAJEMEN TATA RUANG Faktor prasarana jalan penghubung ke KNIA disebut-sebut sebagai faktor biang keladi dari kemacetan dimana-mana di wilayah Medan seperti terlihat kemacetan hingga saat ini sebenarnya bagian dari keterlambatan antisipasi sejak Kuala Namu mulai dibangun. Kalau mau cari akar permasalahan kemacetan di kota Medan dapat dilihat dari kualitas manajemen perencanaan jalan jembatan atau transportasi, manajemen penataan ruang lingkungan ekologi, manaejemen tata ruang ...

Medan Belajar Bencana Banjir Jakarta : Geologi Mitigasi

MEDAN BELAJAR BENCANA BANJIR JAKARTA Oleh : M. Anwar Siregar Hari-hari belakangan ini kita disibukkan oleh berbagai bencana banjir dan angin puting beliung yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, bencana diakibatkan oleh berbagai kondisi fisik pembangunan yang terjadi dan lebih fokus pada orientasi kemajuan ekonomi dengan mengabaikan berbagai faktor bencana alamiah. Pembangunan fisik Jakarta harus merupakan pelajaran berharga bagi kemajuan pembangunan fisik di Medan dengan mempertimbangkan berbagai aspek kajian bahaya geologi dan risiko lingkungan, aspek pertimbangan bahaya dari berbagai mega proyek pretisius, dan seleksi kajian prioritas pembangunan secara seksama dalam tata ruang, khususnya dalam pengendalian bahaya bencana banjir. Belajar dari bencana banjir Jakarta dan di Asia Tenggara merupakan upaya m itigasi dalam pengurangan risiko (disaster risk reduction management). Tujuan utamanya untuk mengurangi dan/atau meniadakan korban dan kerugian yang mungkin tim...