Museum Geologi Bandung
MUSEUM GEOLOGI BANDUNG
Oleh M. Anwar Siregar
Di beberapa sudut strategis di
halaman depan terpajang koleksi fosil kayu dan batuan sebagai ornamen dan
penciri wajah Museum Geologi. Salah satu ikon adalah Taman Siklus Batuan, taman
yang dibangun di halaman depan Museum Geologi yang dikemas sebagai tempat
istirahat sekaligus sarana belajar mengenal batuan. Disini dipajang berbagai
jenis batuan baik beku, sedimen maupun metamorf dalam susunan menurut siklus
batuan yang proses perubahannya digambarkan dengan arah anak panah. Di
sekitarnya dihiasi dengan tanaman fosil hidup jenis paku-pakuan dan kolam air
mancur.
Koleksi Batumulia (Gemstone), beberapa
diantaranya memiliki daya tarik tersendiri. Yang paling favorit diantaranya
adalah batu kecubung (amethyst) yang berwarna ungu mengkilap dan kristal
kuarsa yang berwarna putih berkilau
Foto 2 : Beberapa contoh koleksi batuan di Museum
Geologi Bandung (Dok Penulis)
FUNGSI MUSEUM GEOLOGI
Seiring perkembangan zaman dan
kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat, fungsi Museum Geologi pun ikut
berkembang. Sebagai sarana edukatif, Museum Geologi berfungsi memberikan edukasi
tentang geologi secara populer kepada masyarakat, apalagi 85% pengunjung museum
berasal dari kalangan pelajar. Sedangkan sebagai sarana informatif, Museum
berperan sebagai jendela sekaligus portal yang memberikan informasi seputar museum
dan geologi, baik di dunia nyata maupun maya. Lebih dari itu, Museum yang
menyimpan dan merawat puluhan ribu koleksi batuan dan fosil ini, juga berfungsi
sebagai sarana penelitian bagi para ahli dan mahasiswa. Selain itu, museum juga
memiliki fungsi kultural yang menyimpan data dan informasi sejarah perkembangan
Iptek di bidang kegeologian (sumber tulisan Geo Magz ESDM).
KOLEKSI FAVORIT
Dari sekitar 2000 koleksi yang
dipajang, beberapa diantaranya banyak diminati oleh pengunjung, yaitu fosil
gajah purba Stegodon trigonocephalus, gajah yang memiliki kepala
berbentuk trigonal, merupakan spesies khas yang hidup di pulau Jawa sejak Kala
Plistosen (1,8 juta tahun lalu). Begitu juga Fosil gajah purba, Stegodon
trigonocephalus, gajah yang memiliki kepala berbentuk trigonal. dengan fosil kerbau purba Bubalus
palaeokerabau, badak purba Rhinoceros sondaicus, kudanil
purba Hippopotamus sivalensis dan kura-kura raksasa Megalochelys
cf. sivalensis.
Foto 3 : Replika
Dinosaurus Tyrannosaurus rex
Replika Fosil Dinosaurus, Tyrannosaurus rex, tulang belulang hewan raksasa ini merupakan favorit anak-anak, karena popularitasnya sudah mendunia dengan sebutan “T-rex”. Hewan ini pernah hidup dan menguasai daratan pada 100-65 juta tahun yang lalu, jauh sebelum adanya manusia.
Foto 4 : Penulis
di depan Foto Replika Dinosaurus
Replika fosil dinosaurus, Tyrannosaurus
rex, tulang belulang hewan raksasa ini merupakan favorit anak-anak, karena popularitasnya
sudah mendunia dengan sebutan “T-rex”.
Foto 5 : Gajah Purbam Stegodon
trigonocephalus (Dok Penulis)
Hewan ini pernah hidup dan
menguasai daratan pada 100-65 juta tahun yang lalu, jauh sebelum adanya
manusia. Fosil gajah purba, Stegodon trigonocephalus, gajah yang memiliki
kepala berbentuk trigonal.
Ayo, ke museum geologi Bandung
yang berada di Jalan Pangeran Diponogoro no 57 Bandung. Untuk menambah
pengetahuan geologi dan menikmati kekayaan peninggalan zaman periode geologi
agar melek bencana.
M. Anwar Siregar
Geolog
Komentar
Posting Komentar