Medan (Belum) Memiliki Peta Mitigasi Investasi
MEDAN (BELUM) MEMILIKI PETA MITIGASI INVESTASI (2)
Oleh M. Anwar Siregar
PETA INVESTASI GEMPA
Selain peta mitigasi investasi
dari bahaya erupsi gunungapi, pemerintah Kota Medan maupun kota lain di
Sumatera Utara perlu juga menyusun peta sejarah gempa yaitu peta Mitigasi
Investasi Rawan Gempa Bumi, dengan mengindentifikasi wilayah-wilayah yang rawan
gempa merusak yang permah berlangsung di wilayah kota Medan dan sekitarnya.
Menyusun peta mitigasi lintasan sesar aktif yang mengeliling wilayah Kota Medan
dari wilayah Deli Serdang dan Tanah Karo.
Peta mitigasi investasi gempa ini
sangat penting, dalam mengetahui tingkat percepatan seismik batuan yang
menyusun dasar tata ruang kota Medan ke permukaan bangunan dan infrastruktur
jalan dan bendungan sungai. Lintasan sesar-sesar yang tertimbun di bawah tanah
Medan yang berbatas dengan kota Deli Serdang dan Karo sudah harus diperhitungkan
dimensi panjangnya dan kekuatan gempa yang pernah terjadi atau akan terjadi,
lalu disusun rencana tata ruang wilayah dengan tingkat kerentanan tertentu.
Berguna sebagai pedoman untuk ruang investasi dan tingkat beban maksimun
bangunan diatasnya, dan kita tahu Kota Medan memiliki laju pembangunan pesat
sehingga memerlukan sebuah “rem” agar tidak bolong alias peta mitigasi
kerentanan tinggi, agar Medan masih memiliki ruang yang bisa dihuni secara
humanis dengan lingkungan.
PETA KERETANAN TINGGI LIKUIFAKSI
Dalam Peta Mitigasi kerentanan
geologis tinggi, akan mencakup beberapa model peta, salah satunya adalah Peta
Zona Kerentaan Gerakan Tanah (tanah longsor) dimana untuk wilayah Medan, dapat
dimodifikasi ke Peta Kerantanan Likuifaksi, wilayah Medan tercakup 70 persen
tanah sedimen dan sisanya tanah vulkanik. Untuk Wilayah Medan terdapat 15 persen
alur lintasan sungai yang membelah kawasan kota yang terhubung langsung ke tepi
Pantai atau Laut di utara Medan dan bisa menjadi jalur lintasan bagi masuknya
air bah tsunami untuk menghasilkan likuifaksi dan penyusunan peta-peta rawan
bencana geologis seperti Peta Mitigasi Lintasan Tsunami sangat penting bagi
Kota Medan sehingga diharapkan semua wilayah di Medan terutama yang rentan
terhadap bencana alam geologi memiliki informasi yang memadai.
PERMASALAHAN
Permasalahan
lainnya bagi investasi sumber daya tata ruang di Medan dalam menghadapi ancaman
bahaya yang akan menghasilkan bencana tata ruang adalah bagaimana menghadapi
ketidakpastian erupsi gunungapi Sinabung, jarang dibuat pembuatan infrastruktur
fisik mitigasi karena ketidakadaan data erupsi sehingga Medan belum dianggap
daerah tangguh bencana gunungapi apalagi gempa bumi serta diperparah oleh sikap
masyarakat beranggapan wilayah ini tidak akan dilinasi zona gempa besar.
Sebagai contoh lain, pada waktu penyusunan rencana
tata ruang mungkin tidak pernah terpikirkan akan datang investor skala besar
yang ingin membangun sebuah kawasan industri, sementara di rencana tata ruang
tidak mengakomodir hal tersebut, tetapi berupa industri skala menengah, kecil
dan mikro atau rumah tangga, diidentifkasi daerah itu misalnya lintasan
tsunami, daerah strageis gempa dan susun perlapisan batuan adalah sedimen, ini
berarti tingkat bahaya sangat tinggi dan dapat menyebabkan korban mencapai 45
persen dari total jumlah penduduk yang mendiami suatu kota.
Disini peranan peta mitigasi investasi untuk tata
ruang yang berbasis informasi geologi tata lingkungan, namun memang harus diakui bahwa bagi banyak pihak, informasi
geologi tata lingkungan ini masih terasa asing. itu menjadi sangat penting
untuk memperkenalkan kepada masyarakat dan memasyarakatkan peta-peta mitigasi
yang berbasis informasi geologi tata lingkungan kepada para perencana penataan
ruang, misalnya BAPPENAS, BAPPEDA, dan instansi terkait lainnya, serta
masyarakat luas.
Inilah tujuan tulisan ini dibuat
agar sosialisasi informasi tata lingkungan geologi dapat diketahui masyarakat
luas maupun kepada berbagai pihak termasuk pemerintah daerah untuk menggunakan
peta geologi tata lingkungan dalam perencanaan wilayah. Pembangunan pemukiman,
sentra bisnis dan infrastruktur lainnya akan jauh lebih aman apabila dalam
perencanaannya sudah memasukkan informasi geologi tata lingkungan. Masyarakat
juga tidak perlu panik apabila terjadi bencana alam geologi karena sudah
diperkirakan jalur-jalur yang potensial terkena dampak bencana.
Keberadaan dan produksi ruang publik tidak boleh
dilepaskan kepada pasar, harus ada intervensi pemerintah dengan jelas dan tegas yang sudah tersusun dalam Peta Tata Ruang Wilayah
Detail Kota.. Dan selama ini kajian informasi geologi tata
lingkungan hanya bersifat informasi permukaan dan bukan melalui kajian detail
yang tersusun dalam konsep dasar yaitu pemetaan seismotektonik lokal dan peta
informasi kerentanan geologis. Kebutuhan peta mitigasi investasi sangat urgen
bagi kota Medan dan kota-kota linnya di Sumatera Utara untuk mengantisipasi
kehancuran tata ruang.
M. Anwar Siregar
Geolog, ANS Pemprov Sumatera Utara (AM-WM)
Komentar
Posting Komentar