Energi Byar Pet
TAJUK PALUEMASGEOLOG 11
IRONI KEMANDIRIAN ENERGI BYAR PET
Oleh : M. Anwar
Siregar
Dalam beberapa
hari belakangan dan ke depan, pemadaman listrik telah menimbulkan berbagai
persoalan ditengah masyarakat, pemadaman listrik yang berulang dan bergilir
merupakan gambaran betapa bobroknya negeri ini dalam mengoptimalkan potensi-potensi
energinya dan sumber-sumber dayanya yang masih terbungkus oleh kepentingan
kapitalisme sehingga bangsa ini terus mengalami defenisif energi dan
menimbulkan berbagai cerita yang tidak sedap dan menimbulkan sebuah ironi yang
lagi-lagi menjadi bahan tertawaan berbagai masyarakat internasional, sudah kaya
energi kenapa menghasilkan berbagai kemiskinan dan pembodohan berbagai potensi
sumber daya manusia sehingga bangsa ini selalu starnya lambat, tertinggal jauh
dari negara tetangga, ada negara tetangga yang baru ”selesai misi perang” mampu
melaju kencang ke depan untuk tampil calon macan asia berikutnya, sedang negeri
ini masih terkotak-kotak para elitenya dalam memburu berbagai proyek yang
menghasilkan korupsi, memunculkan cerita yang silih berganti tiada henti dari bencana
yang datang berganti dengan korupsi yang menggurtita hingga pelempengan
berbagai amanat kekuasaan, meninmbulkan berbagai persoalan baru dan masalah
rakyat dari hari ke hari semakin terpinggirkan dan adalah pesoalan energi kita
yang belum juga memuaskan untuk memberikan daya saing industri ke depan karena
pemadaman sering berulang, menimbulkan darurat listrik.
BUKTI KEGAGALAN
Aktivtas pemadaman listrik ini
sangat mengganggu usaha masyarakat serta industri dan juga para
pelajar/mahasiswa yang pada minggu-minggu ini menghadapi berbagai ujian
kemampuan mereka, menghambat kemajuan daya saing bangsa dalam mengejar ketertinggalan
segala bidang, yang menjadi pertanyaan kenapa sering berulang pemadaman sampai
menimbulkan krisis listrik di berbagai daerah dan yang paling parah di alami
Nias hingga darurat listrik? Menimbulkan rasa tidak suka masyarakat
dengan berunjuk rasa ke PLN dengan membawa seribu lilin, yang menunjukan bukti
bahwa pemerintah telah gagal dalam mengoptimalkan pembauran energi, baik dalam
jangka pendek apalagi gambaran kebutuhan jangka panjang, sangat lambat dan banyak
sekali aturan regulasi yang menekan kemajuan sumber daya di bidang
ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Dan dalam beberapa minggu ini,
peristiwa mati lampu dialami berbagai kota seperti di Medan, Nias dan
Padangsidimpuan serta beberapa kota di Lampung dan Indonesia Timur merupakan
peristiwa pemadaman listrik terburuk karena hampir serentak terjadi serta
gambaran penilaian yang sangat buruk bagi pemerintah dalam memberikan pelayanan
ke masyarakat serta belum mampu dalam mengupayakan pemodernisasi dan memperkuat
sistem pengembangan energi yang menimbulkan ironis, karena kaya SDM yang telah
mampu menciptakan peralatan teknologi dan kaya SDA namun rakyatnya tetap banyak
miskin dan akhirnya padam, byar pet.
IRONI KETERGANTUNGAN
Dan Indonesia
termasuk negara yang paling boros dalam penggunaan energi, sebagai negara
dengan konsumsi energi terbesar ke 6 di dunia, seharusnya telah menemukan cara
untuk menghilangkan pasokan energi konvensional dan memodernisasi sistim
distribusi energi secara massal tanpa terus bergantung dengan penggunaan energi
konvensional dari bahan bakar fosil yang semakin terbatas di Indonesia.
Pertimbangan
yang perlu dipikirkan adalah bagaimana Indonesia harus menghilangkan
ketergantungan terhadap penggunaan energi konvensional yang banyak digunakan
PLN dalam melayani kebutukan listrik di tanah air karena hal ini menjadikan
Indonesia sebagai negara importir besar di bidang energi karena mengimporkan
lebih 10 persen pada tahun 2008, lalu meningkat tajam menjadi 40 persen di
tahun 2012 karena masih bergantung pada energi fosil karen belum memiliki
strategi energi jangka panjang, terutama penggunaan energi alternatif khususnya
dalam pemanfaatan energi dari bioenergi yang belum ditempatkan sebagai faktor
utama energi masa depan.
Pemadaman
listrik di berbagai kota di Indonesai sudah sering berulang kali, dan paling
parah adalah sepanjang tahun 2016 karena durasi waktu pemadaman sangat panjang
yaitu dapat mencapat 12 jam dan menjangkau areal geografis sangat luas, bukti
itu dapat dilihat di Sumatera Utara dan Lampung serta berbagai kota di kawasan
Indonesia Timur yang telah menimbulkan gangguan berbagai sektor perdagangan, ekonomi
dan pendidikan, terlihat bagaimana para generasi penerus bangsa ketika
menghadapi Ujian Akhir atau Ujian Nasional, mereka mengalami gangguan server
akibat pemadaman listrik, ini dapat menimbulkan stres, begitu juga dialami oleh
pedagang yang mengandalkan listrik, belum lagi kondisi cuaca yang sangat panas
di berbagai kota di Sumatera Utara yang membutuhkan penggunaan AC karena suhu
sudah berada di atas 32oC dan ini seharusnya sudah menjadi pelajaran
bagi pemerintah dalam mengupayakan bioenergi dan enegi terbarukan lainnya untuk
menjadi tantangan utama dalam mengoptimalkan penggunaan energi tanpa harus
terdengar cerita klasik byar pet.
Untuk
menghilangkan ironi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) diperlukan
kerja keras, dan pemerintah dapat belajar dari sejarah pengalihan penggunan
minyak tanah ke bahan bakar gas elpiji, harus dilakukan dengan meningkatkan
penggunaan energi bauran bagi PLN dengan tingkatan sudah harus mencapai 50
persen dari tingkat bauran sekarang mencapai 5%, harus dibalik dari penggunaan
BBM yang mencapai 50 % menjadi dibawah 40% dalam jangka panjang.
Sebabnya,
Indonesia kaya energi terbarukan, dan jangan membuat negeri ini terlihat
semakin miskin di mata masyarakat dunia, optimalkan energi yang ada karena SDM
kita telah banyak menemukan energi-energi alternatif terbarukan dan seharusnya
menjadi perioritas untuk membangun ketahanan energi.
IRONI KETAHANAN
Jika pemerintah ingin melaju kencang dalam pertumbuhan
ekonomi diatas 6 persen per tahun maka sudah seharusnya meninggalkan cerita
ironi pemadaman, dengan memperkuat ketahanan energi dengan meningkatkan
pembauran energi alternatif dengan pemanfaatan yang lebih efisien karena di
perkirakan pada tahun 2020 konsumsi energi per kapita akan mencapai dua kali
lipat dari yang sekarang. Indonesia membutuhkan energi yang lebih banyak tanpa
bergantung dengan sumber daya energi konvensional.
Ironisnya, blue print ketahanan energi itu belum
memberikan harapan bagi kesejahteraan rakyat karena masih terdapat 20 %
masyarakat dan wilayah di Indonesia belum terjangkiti aliran listrik dari
negara. Sehingga distribusi energi merupakan persoalan utama bagi
keberlangsungan energi listrik di Indonesia, jadi ketahanan energi Indonesia
masih memprihatinkan dan perlu upaya konservasi energi secara keras untuk
menekan semua kalangan agar dapat memanfaatkan enegi hijau serta menekan
tingkat kehilangan energi akibat pencurian listrik dan tidak menekankan beban
keuangan negara
Energi konvensional di Indonesia seperti penggunaan
energi BBM dan Batu bara sangat ini menghadapi tantangan dan masalah yang
sangat besar, yaitu kapasitas cadangan, semakin terbatas, dan membutuhkan waktu
pemulihan sumber daya sangat panjang. Efek iklim global, sangat ini kondisi
iklim global dunia sangat panas dan suhu diatas rata-rata 32oC dan salah satu faktor penyebab
pemanasan global. Mahal dan boros, efisiensi penggunaannya di Indonesia sangat
boros, sangat mahal dan membebankan keuangan negara karena sebagian sangat ini
kapasitas BBM yang digunakan oleh PLN dan berbagai kalangan industri adalah
hasil impor Pertamina dari negara lain, sebuah ironi, negeri yang sebelumnya
pengekspor minyak menjadi negeri miskin BBM. Terakhir distribusi yang
membutuhkan kekuatan logistik dan pengawasan yang ketat karena kondisi geografis
yang rumit dan sulit dijangkau ke daerah-daerah terpencil.
Dengan gambaran berbagai
permasalahan energi yang dihadapi Indonesia untuk menjadi negeri yang mandiri
energi dan agar cerita pemadaman tidak menimbulkan ironi, ada baiknya
pemerintah melihat hasil riset putra-putri bangsa yang berhasil menemukan bahan
bakar energi alternatif dengan memberikan bantuan untuk pengembangan agar dapat
di produksi secara luas sesuai dengan kondisi logistik geografis untuk
meningkatkan daya saing ekonomi global Indonesia di mata dunia.
Saat ini kondisi energi sepanjang tahun 2016 saat memprihatin, perlu revolusi energi dalam pembangunan energi, agar cerita ironi di tengah masyarakat tidak berulang, cerita ironi seperti kaya energi tetapi miskin, kaya sumber daya alam kenapa antri untuk energi, sudah saatnya diubah menjadi cerita yang menyejukkan dengan mendorong Pemerintah harus bisa membangun energi
masa depan mulai saat ini, baik dari energi nuklir, energi panas bumi dan
energi laut, karena dapat memberikan energi dalam jumlah yang sangat besar dan
menekan efek emisi karbon untuk membatasi pertumbuhan emisi gas rumah kaca.
Paluemasgeolog, Mei 2016
Komentar
Posting Komentar