Belajar Memahami Bahaya Gerakan Tanah
MEMAHAMI GERAKAN TANAH (BAGIAN 1)
Oleh M. Anwar Siregar
Tanah longsor adalah
perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah,
atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar leleng. Proses
terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut;
Air yang meresap
ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai
tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelinciar, maka tanah menjadi
licin dan tanah pelapukan diatasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar
lereng.
Longsoran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu longsoran rotasional dan
longsoran planar/translational. Longsoran rotasional inilah yang umum
dijumpai, longsoran bergerak melalui bidang rotasional yang sumbunya
sejajar dengan lereng batuan. Pada keadaan tidak terjadi longsor (gambar
2.1.a), maka akan terjadi keseimbangan antara driving force terhadap
resisting force. Jika driving force lebih besar dari resisting force
maka terjadilah longsor dan bila longsor terjadi, maka bagian kepala
(head of slide pada gambar 2.1.b) akan turun dan pada bagian toe akan
terangkat (gambar 2.1.b). Setelah terjadi longsor pada kepala terbentuk
cekungan, air terakumulasi padanya dan air tersebut meresap ke dalamnya
sehingga kepala menjadi tidak stabil. Di samping itu, di atas kepala
longsoran meninggalkan tebing yang lebih curam dibanding sebelum longsor
dan hal inilah yang menyebabkan longsoran berulang kembali di tempat
yang sama. (Subagyo, 2003)

Gambar 2.1. Analisis Stabilitas Lereng Pada Longsoran Rotasional (a)Sebelum Terjadi Longsor (b) Setelah Terjadi Longsor
Longsoran translasional terjadi pada bidang yang lemah seperti bidang sesar/patahan, bidang kekar, lapisan yang kaya akan lempung, atau terjadi pada batuan keras berada di atas batuan yang lunak.
1. Longsoran Translasi

Longsoran translasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai. (ESDM)
2. Longsoran Rotasi

Longsoran rotasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung. Jenis longsoran translasi dan rotasi paling banyak terjadi di Indonesia.

Gambar 2.1. Analisis Stabilitas Lereng Pada Longsoran Rotasional (a)Sebelum Terjadi Longsor (b) Setelah Terjadi Longsor
Longsoran translasional terjadi pada bidang yang lemah seperti bidang sesar/patahan, bidang kekar, lapisan yang kaya akan lempung, atau terjadi pada batuan keras berada di atas batuan yang lunak.
1. Longsoran Translasi

Longsoran translasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai. (ESDM)
2. Longsoran Rotasi

Longsoran rotasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung. Jenis longsoran translasi dan rotasi paling banyak terjadi di Indonesia.
Sumber: Yulianingrum, Dita. 2011. Skripsi: Pemetaan Resistivitas Area
Rawan Longsor dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner
(Studi Kasus di Desa Joho Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung).
Malang: Universitas Negeri Malang.
Komentar
Posting Komentar