Badai dan cirinya
BADAI. CIRI DAN MACAM-MACAMNYA
Posted by Devia Apriana Safitri on Monday, September 26, 2016
Badai adalah
cuaca yang ekstrem, mulai dari hujan es dan badai salju sampai badai pasir dan
debu.Badai disebut juga siklon tropis oleh meteorolog, berasal dari samudera
yang hangat.Badai bergerak di atas laut mengikuti arah angin dengan kecepatan sekitar
20 km/jam. Badai bukan angin ribut biasa. Kekuatan anginnya dapat mencabut
pohon besar dari akarnya, meruntuhkan jembatan, dan menerbangkan atap bangunan
dengan mudah. Tiga hal yang paling berbahaya dari badai adalah sambaran petir,
banjir bandang, dan angin kencang. Terdapat berbagai macam badai, seperti badai
hujan, badai guntur, dan badai salju. Badai paling merusak adalah badai topan (hurricane), yang dikenal sebagai angin
siklon (cyclone) di Samudera Hindia
atau topan (typhoon) di Samudera
Pasifik
Penyebab badai
adalah tingginya suhu permukaan laut. Perubahan di dalam energi atmosfer mengakibatkan
petir dan badai. Badai tropis ini berpusar dan bergerak dengan cepat
mengelilingi suatu pusat, yang sumbernya berada di daerah tropis. Pada saat
terjadi angin ribut ini, tekanan udara sangat rendah disertai angin kencang
dengan kecepatan bisa mencapai 250 km/jam. Hal ini bisa terjadi di Indonesia
maupun negara-negara lain. Di dunia, ada tiga tempat pusat badai, yaitu di
Samudera Atlantik, Samudera Hindia, dan Samudera Pasifik.
Badai dapat
terjadi jika faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya badai terpenuhi. Sumber
utama energi penggerak badai berasal dari proses kondensasi yaitu proses
mengembunnya konsentrasi uap air pada udara yang lembab yang kemudian bergerak
naik ke atmosfir yang dingin. Pada proses ini, konsentrasi uap air akan
melepaskan energi panasnya. Energi panas yang terkumpul inilah kemudian menjadi
energi penggerak badai.
Faktor-Faktor
penyebab tejadinya siklon tropis atau badai adalah sebagai berikut:
1.
Suhu permukaan laut
sekurang-kurangnya 26.5 C hingga ke kedalaman 60 meter.
2.
Kondisi atmosfer yang
tidak stabil yang memungkinkan terbentuknya awan Cumulonimbus. Awan-awan ini,
yang merupakan awan-awan guntur, dan merupakan penanda wilayah konvektif kuat,
adalah penting dalam perkembangan siklon tropis.
3.
Atmosfer yang relatif
lembab di ketinggian sekitar 5 km. Ketinggian ini merupakan atmosfer paras
menengah, yang apabila dalam keadaan kering tidak dapat mendukung bagi
perkembangan aktivitas badai guntur di dalam siklon.
4. Berada pada jarak
setidaknya sekitar 500 km dari katulistiwa. Meskipun memungkinkan, siklon
jarang terbentuk di dekat ekuator.
5. Gangguan atmosfer di
dekat permukaan bumi berupa angin yang berpusar yang disertai dengan pumpunan
angin.
6.
Perubahan kondisi
angin terhadap ketinggian tidak terlalu besar. Perubahan kondisi angin yang
besar akan mengacaukan proses perkembangan badai guntur
CIRI-CIRI
Sebuah siklon tropis kuat
mempunyai struktur sebagai berikut .
a.
Tekanan Udara
Permukaan Rendah;
Siklon
tropis berputar di sekitar daerah bertekanan udara permukaan rendah. Dari
seluruh tekanan udara pada ketinggian permukaaan air laut yang terukur maka
tekanan udara di daerah siklon tropis merupakan yang terendah.
b.
Inti hangat;
Uap
air yang naik ke atmosfir yang dingin akan mengembun dan melepaskan panas.
Panas buangan tersebut didistribusikan secara vertikal pada bagian inti siklon
tropis yang menyebabkannya terasa hangat.
c.
CDO (Central Dense
Overcast)
CDO
merupakan daerah menyerupai pita melingkar di sekitar inti yang padat akan
awan, hujan dan badai petir. Pada siklon tropis lemah, CDO menutupi pusat
sirkulasi sehingga mata tidak terlihat.
d.
Mata
Siklon
tropis kuat seperti Hurricane memiliki mata yang berbentuk lubang melingkar di
pusat sirkulasinya. Cuaca pada mata umumnya tenang dan tidak berawan. Diameter
wilayah mata berkisar dari 8 hingga 200 Km.
e.
Dinding mata
Dinding
mata menyerupai pita melingkar di sekitar mata yang memiliki intensitas angin
dan konveksi panas paling tinggi. Pada siklon tropis, kondisi pada dinding
matalah yang paling berbahaya.
f.
Aliran keluar (outflow)
Pada bagian
atas siklon tropis, angin bergerak keluar dari pusat badai tropis dengan arah
putaran berlawanan dengan siklon, sedangkan pada bagian bawah angin berputar
kuat, melemah seiring dengan pergerakan naik dan akhirnya berbalik arah
MACAM-MACAM
BADAI
1.
TORNADO
Tornado adalah
kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan
cumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus dengan
permukaan tanah. Tornado muncul dalam banyak ukuran namun umumnya berbentuk
corong kondensasi yang terlihat jelas yang ujungnya yang menyentuh bumi
menyempit dan sering dikelilingi oleh awan yang membawa puing - puing.
Umumnya tornado
memiliki kecepatan angin 177 km / jam atau lebih dengan rata - rata jangkauan
75 m dan menempuh beberapa kilometer sebelum menghilang. Beberapa tornado yang
mencapai kecepatan angin lebih dari 300 - 480 km / jam memiliki lebar lebih
dari satu mil ( 1.6 km ) dan dapat bertahan di permukaan dengan lebih dari 100
km.
Tornado lebih
sering terjadi di Amerika Serikat. Tornado juga umumnya terjadi di Kanada
bagian selatan, selatan - tengah dan timur Asia, timur - tengah Amerika Latin,
Afrika Selatan, barat laut dan tengah Eropa, Italia, barat dan selatan
Australia, dan Selandia Baru.
Dampak yang
ditimbulkan akibat angin puting beliung atau tornado dapat menghancurkan area
seluas 5 km dan tidak ada lagi angin puting beliung atau tornado susulan. Rumah
akan hancur dan tanaman akan tumbang diterjang angin puting beliung, mahluk
hidup bisa sampai mati karena terlempar atau terbentur benda keras lainnya yang
ikut masuk pusaran angin. Jaringan telepon,internet, dan listrik akan terganggu
akibat angin putting beliung atau tornado, dan dapat merusak infrastruktur
daerah atau kota.
Tornado selain
membawa kehancuran juga memiliki beberapa manfaat, sepeti menjaga suhu daerah yang dilalui tornado, agar daerah
tersebut tidak terlalu dingin atau panas, karena tornado membwa angin dari
daerah lain yang biasannya dari daerah lebih dingin, lebih panas dari daerah
yang diterjang angin.
Jika tidak ada
tornado, banyak daerah yang menjadi gurun
dan padang es. Contohnya, banyak
Negara seperti Amerika Latin yang menjadi gurun akibat tidak ada tornado,
banyak Negara seperti Amerika Serikat menjadi padang es karena tidak ada
tornado.
TORNADO
Tornado adalah kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan cumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus dengan permukaan tanah. Tornado muncul dalam banyak ukuran namun umumnya berbentuk corong kondensasi yang terlihat jelas yang ujungnya yang menyentuh bumi menyempit dan sering dikelilingi oleh awan yang membawa puing - puing.
Umumnya tornado memiliki kecepatan angin 177 km / jam atau lebih dengan rata - rata jangkauan 75 m dan menempuh beberapa kilometer sebelum menghilang. Beberapa tornado yang mencapai kecepatan angin lebih dari 300 - 480 km / jam memiliki lebar lebih dari satu mil ( 1.6 km ) dan dapat bertahan di permukaan dengan lebih dari 100 km.
Tornado lebih sering terjadi di Amerika Serikat. Tornado juga umumnya terjadi di Kanada bagian selatan, selatan - tengah dan timur Asia, timur - tengah Amerika Latin, Afrika Selatan, barat laut dan tengah Eropa, Italia, barat dan selatan Australia, dan Selandia Baru.
TORNADO
Tornado adalah kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan cumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus dengan permukaan tanah. Tornado muncul dalam banyak ukuran namun umumnya berbentuk corong kondensasi yang terlihat jelas yang ujungnya yang menyentuh bumi menyempit dan sering dikelilingi oleh awan yang membawa puing - puing.
Umumnya tornado memiliki kecepatan angin 177 km / jam atau lebih dengan rata - rata jangkauan 75 m dan menempuh beberapa kilometer sebelum menghilang. Beberapa tornado yang mencapai kecepatan angin lebih dari 300 - 480 km / jam memiliki lebar lebih dari satu mil ( 1.6 km ) dan dapat bertahan di permukaan dengan lebih dari 100 km.
Tornado lebih sering terjadi di Amerika Serikat. Tornado juga umumnya terjadi di Kanada bagian selatan, selatan - tengah dan timur Asia, timur - tengah Amerika Latin, Afrika Selatan, barat laut dan tengah Eropa, Italia, barat dan selatan Australia, dan Selandia Baru.
2.
BADAI
PASIR
Badai pasir
adalah fenomena meteorologi yang umum di wilayah arid dan semi - arid. Badai
pasir antara lain disebabkan oleh meningkatnya kecepatan angin dalam suatu
wilayah yang luas. Badai pasir umumnya terjadi pada tanah yang kering.
Badai pasir
dapat memindahkan keseluruhan bukit pasir dan membawa pasir dalam jumlah besar
sehingga tepi badai dapat menyerupai dinding pasir setinggi 1,6 km. Badai pasir
di gurun Sahara dalam bahasa setempat dikenal dengan simoom atau simoon (sîmum,
sîmun). Haboob (hubub) adalah badai pasir di wilayah Sudan sekitar Khartoum.
Ada dua hal
yang mengakibatkan terjadinya badai pasir atau debu, yaitu arus udara atau
angin yang kuat atau kencang dan sumber pasir atau debu yang kering dan
terbuka. Tetapi yang lebih banyak terjadi adalah badai pasir disebabkan oleh
angin kencang yang meniup tanah halus atau pasir, dan karena saking banyaknya
materi yang berterbangan mengakibatkan pandangan agak terganggu/menurun. Di
daerah gurun biasa terjadi beberapa kali dalam setahun, badai pasir akan makin
banyak terjadi karena hawa panas diatas gurun yang menyebabkan atmosfir bawah
menjadi tidak stabil. Ketidak stabilan udara ini bercampur dengan udara di
tengah troposphir (lapisan terbawah) bergerak kebawah, dan membuat angin
kencang di permukaan.
Sebelum badai
pasir muncul biasanya terdapat tanda-tanda yaitu keadaan kecepatan angin yang
naik serta tekanan udara disekitarnya turun. Penyebab lain badai pasir adalah
adanya kekuatan angin besar yang melewati partikel yang melonggar. Pertama-tama
partikel tersebut bergetar, lalu terlempar atau melompat. Ketika
partikel-partikel tersebut berulang kali mencapai tanah, partikel tersebut
melepaskan partikel yang lebih kecil lagi yang kemudian bergerak mengikuti
suspensi (campuran). Penelitian terbaru menemukan bahwa partikel debu tersebut
melompat dikarenakan adanya induksi medan listrik statis oleh gesekan. Lompatan
debu-debu tersebut memperoleh muatan negative terhadap tanah yang mengakibat
kan partikel pasir lain ikut terbawa.
Partikel yang
melonggar tersebut ada dikarenakan kondisi yang kering dan angin, antara lain
arus udara yang dingin bergerak ke udara yang kering dan tidak menghasilkan
curah hujan. Gejala tersebut adalah jenis badai debu umum di Amerika. Sedangkan
di daerah gurun, debu dan badai pasir paling sering disebabkan oleh arus badai
atau tekana kuat yang menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah yang
luas. Badai pasir dapat mengangkat debu hingga ketinggian 6.100 meter.
Badai pasir
bisa membawa ribuan hingga jutaan ton pasir, semakin kecil partikel pasir yang
dibawa, semakin besar pula jarak yang akan ditempuh dan partikel pasir yang
terberatlah yang akan terjatuh menuju tanah lebih cepat dibandingkan partikel
pasir yang lebih ringan. Salah satu tempat yang paling sering terjadi badai
pasir adalah gurun sahara dengan badai pasirnya yang disebut simoom.
Dikarenakan kecepatan badai pasir dapat menembus 150 km/jam badai ini dapat
membawa segala macam benda serta mematikan beberapa fasilitas san menyebabkan
kematian. Salah satunya menyebabkan jarak pandang menjadi berkurang karena
terhalang oleh debu atau pasir.
Arus udara atau
angin yang kencang sebagai salah satu syarat penyebab terjadinya badai pasir
atau debu merupakan kekuatan alam, dan manusia tak mampu lebih jauh untuk
banyak berdaya dihadapannya. Akan tetapi padang pasir sebagai syarat lain
penyebab badai pasir dan debu dapat ditanggulangi dalam batas-batas tertentu
oleh manusia. Misalnya memperbaiki kondisi permukaan tanah untuk mencegah
penggurunan tanah, membenahi tanah tandus, dalam rangka mengurangi frekwensi
dan intensitas terjadinya badai pasir dan debu.
Dampak Badai
Pasir yang terjadi, terkadang memberikan dampak negative yang akan kita
rasakan, selain faktor kesehatan, fasilitas umum yang terganggu serta akses
publik yang akan tertutup oleh debu dari Badai Pasir. Efek bagi kesehatan untuk
masyarakat lokal pada umunya mengalami berbagai macam keluhan yang telah
ditimbulkan dari badai pasir ini diantara lain yaitu batuk, pilek, keluhan
mengi (suara nafas yang menyempit), serangan asma akut, iritasi mata, sakit
kepala, nyeri badan, gangguan tidur Dan gangguan psikologis.
Tidak hanya itu
dampak negative disektor publik pun semakin terasa, sperti beberapa Bandara
International yang terhambat di setiap penerbangan yang menuju kawasan yang
dilanda Badai Pasir tersebut.
3.
BADAI
SALJU
Badai salju
terjadi saat udara yang hangat dan basah bertemu dengan udara yang dingin.
Massa udara yang hangat dan basah dan massa udara yang dingin tersebut dapat
mencapai diameter 1000 km atau lebih. Badai salju yang mempengaruhi Amerika
Serikat Timur Laut sering mendapatkan uap air dari udara yang berpindah ke
utara dari Teluk Meksiko dan udara yang dingin dari massa udara yang datang
dari Arktik.
Di Amerika
Serikat Barat Laut, udara yang hangat dan basah dari Samudera Pasifik mendingin
saat didorong ke atas oleh pegunungan. Banyak hal yang berbeda dapat
memengaruhi gerakan, isi uap, dan suhu massa udara. Semua perbedaan tersebut
memengaruhi jenis dan keparahan badai salju.
Bakteri,
makhluk hidup yang bertebaran di udara, ternyata menjadi elemen penting untuk
terjadinya hujan, salju, bahkan badai es. Alexander Michaud dari Montana State
University di Bozeman mengatakan, ia menemukan bakteri dalam jumlah besar pada
pusat badai es.
Para peneliti
sebelumnya percaya bahwa senyawa kimia atau bahan mineral lainnya yang berada
di awan menjadi penyebab terjadinya hujan, salju, atau badai es. Namun,
penelitian terbaru membuktikan bahwa bakteri, bahkan jamur, diatom, dan
ganggang, juga bisa menjadi pemicu terjadinya hujan. Studi yang mempelajari
fenomena ini disebut bioprecipitation. Mineral sebelumnya diyakini sebagai zat
utama di atmosfer untuk memicu terjadinya hujan. Tapi nyatanya, mineral tidak
seaktif bakteri.
Agar mineral
membentuk ice nuclei, kristal es di sekitar awan, dibutuhkan partikel air yang
lebih dingin dari biasanya di awan, kata Christner kepada LiveScience. Bakteri
dan makhluk hidup lainnya yang berada di sekitar awan juga bisa menjadi bahan
pemicu terjadinya hujan, salju, atau badai es.
Michaud sempat
mengambil batu es sebesar bola golf setelah terjadi badai es hebat yang
menerjang Montana pada Juni tahun lalu. Ia kemudian membelah es itu menjadi
empat bagian. Secara mengejutkan, ia menemukan bahwa jumlah bakteri terbanyak
terdapat pada inti batu es tersebut. Bakteri ditemukan dalam biang es sebelum
es itu membesar menjadi badai dan ini membuktikan bahwa pemicu terbentuknya es
adalah bakteri atau partikel biologi lainnya.
Dengan
menentukan suhu ketika badai es terbentuk, tim peneliti menemukan bahwa bakteri
menyebabkan terbentuknya es pada suhu yang lebih hangat ketimbang biasanya. Sebelumnya,
tim yang dipimpin oleh Christner menemukan bahwa bakteri patogen Pseudomonas
syringae memegang peran penting dalam pembentukan salju di seluruh dunia,
termasuk di Antartika. Patogen diketahui sangat bagus dalam membentuk es pada
temperatur di bawah normal maupun titik beku air.
Bakteri
dilengkapi zat khusus yang mampu mengikat molekul air. Selanjutnya, bakteri
dengan mudah membentuk partikel es. Ketika di darat, bakteri menggunakan es ini
untuk merusak pohon. Akibatnya, kulit pohon dan selnya terbuka dan bakteri
dengan mudah masuk ke dalam pohon
4.
BADAI
API
Badai api yang
sering juga disebut setan api atau tornado api, merupakan fenomena alam yang
jarang terjadi. Badai api biasanya terjadi dalam kondisi suhu dan arus udara
memungkinkan untuk membentuk gerakan vertikal yang berputar layaknya badai
tornado biasa namun yang unik dalam badai api, pusaran ini akan terbentuk dari api
yang dapat terpisah langsung dari sumber api yang terbakar sehingga memungkin
pusaran badai api ini bergerak menjauhi sumber api dan membakar area disekitarnya
hingga menjadi abu. Pasalnya temperatur di pusat inti tornado api ini bisa
mencapai lebih dari 1000 derajat celsius.
Fenomena
tornado api ini terjadi pada daratan kering dan cuaca panas yang dapat
menimbulkan kebakaran. Misalnya di padang rumput atau hutan yang mengalami
kekeringan panjang atau sedang terbakar.
Proses
terjadinya tornado api adalah udara diatas lahan yang terbakar ini akan memanas
dan bergerak keatas, udara yang lebih dingin dari daerah disekitarnya berebut
masuk mengisi udara yang kosong. Sementara angin yang panas terus-menerus di
daur ulang sambil terus bergerak keatas dalam kecepatan yang mengagumkan. Angin
yang menuju ke atas dapat mencapai suatu titil pemicu yang dapat memunculkan
badai api. Pada titik ini api yang terbakar didaratan akan tersedot ke atas.
Setelah
terbentuk, tornado api akan sulit untuk dipadamkan. Satu-satunya cara hanyalah
menunggu semua udara habi tersedot dan sampai pada akhirnya tornado api padam
dan menciptakan hujan hitam.
5.
BADAI
PETIR
Sebuah badai
petir, juga disebut badai listrik, badai guntur atau badai-p, merupakan bentuk
cuaca yang dikenali dari munculnya guntur dan petir
Badai petir
bisa terjadi di seluruh dunia, bahkan di wilayah kutub sekalipun, dengan
frekuensi terkuat di daerah hutan hujan tropis, dimana mereka terjadi setiap
hari. Kampala dan Tororo di Uganda telah dianggap sebagai tempat paling banyak
petir di Bumi, gelar ini juga diberikan pada Bogor di Jawa, Indonesia atau
Singapura.
Badai petir
terjadi karena adanya persebaran listrik dan kilat yang muncul di akibatkan
oleh banyaknya awan kumulonimbus. Petir terjadi akibat adanya tegangan listrik
yang terbentuk didalam badai berkaitan dengan
pergerakan butir-butir air yang diterbangkan oleh angin. Badai ini kerap
diikuti hujan yang amat deras, hujan es dan tornado. Para peniliti menemukan
tiga sebab yang menjelaskan mengapa badai begitu sering muncul diperkotaan,
sebab pertama karena kota-kota menghasilkan temperature suhu yang lebih panas
antara dua hingga lima derajat Fahrenheit daripada tanah tanpa bangunan. Panas
tambahan ini rupanya menjadi bahan bakar bagi petir tersebut. Penyebab yang
kedua adalah, karena banyaknya gedung pencakar langit, gedung tersebut ternyata
berpengaruh sebagai penahan laju gerak
angin, yang menghalangi gerak bebas angin. Akibatnya, udara menjadi semakin
hangat lalu semakin banyak mengikat air ditambah curah hujan yang semakin
tinggi. Dan penyebab yang terakhir Sebab terakhir adalah erosol. Atau polusi
udara, pertikel-partikel dari polusi udara ini jelas lebih tinggi hingga
menyebabkan bertambahnya permukaan suhu udara serta mempercepat kilat
menyambar.
Beberapa badai
petir terkuat dan berbahaya terjadi di Amerika Serikat terutama di Midwest dan
negara bagian selatan. Badai tersebut dapat membuat sebuah tornado. Setiap
musim semi, pemburu badai pergi ke Great Plains Amerika Serikat dan Canadian
Prairies untuk menjelajah aspek visual dan ilmiah badai dan tornado.
6.
BADAI
METEOR (HUJAN METEOR)
Hujan meteor
adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika sejumlah meteor terlihat bersinar
pada langit malam. Meteor ini terjadi karena adanya serpihan benda luar angkasa
yang dinamakan meteoroid, yang memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi.
Ukuran meteor
umumnya hanya sebesar sebutir pasir, dan hampir semuanya hancur sebelum
mencapai permukaan Bumi. Serpihan yang mencapai permukaan Bumi disebut
meteorit. Hujan meteor umumnya terjadi ketika Bumi melintasi dekat orbit sebuah
komet dan melalui serpihannya.
Penyebab
terjadinya hujan meteor ini adalah diakibatkan adanya pertemuan lintasan orbit
komet dan lintasan orbit bumi. Dimana hal ini terjadi karena lintasan orbit
membentuk konsep elips, yang memungkinkan adanya pertemuan waktu kedua orbit
saling berdekatan. Pada saat berdekatan itulah muncul energi yang bisa
menyebabkan gesekan.
Pada saat
berdekatan itulah, volume meteor yang masuk ke atmosfir bumi mengalami
peningkatan secara pesat. Dengan meningkatnya volume secara mendadak itulah,
meteor menjadi kehilangan daya untuk mempertahankan tetap berada pada satu
lintasan orbit sehingga pada akhirnya menyebabkan terjadinya hujan meteor
disebagian wilayah bumi.
Hujan meteor
bisa diprediksi kapan akan terjadi dan kemungkinan akan terjadi di belahan
bumi. Untuk menentukan kapan akan terjadinya hujan meteor, bukanlah sebuah
perhitungan yang sangat rumit. Pada dasarnya penentuan terjadinya hujan meteor
mengacu kepada dua keadaan yaitu perhitungan lintasan orbit bumi dan komet.
Dari perhitungan lintas orbit bumi dan komet inilah akan ditemukan satu saat
dimana lintasan orbit bumi dan komet membentuk elips dan saling mendekat.
Seperti
diketahui pada saat terjadinya pertemuan kedua perlintasan antara orbit bumi
dan komet itulah yang menyebabkan munculnya perubahan volume komet secara
mendadak dan dalam jumlah yang besar. Perubahan
volume ini yang menyebabkan komet berjatuhan ke atmosfir bumi. Secara umum
menurut perhitungan, pertemuan lintasan orbit bumi dan komet itu terjadi antara tanggal 1
oktober sampai dengan 1 desember. Pada rentang waktu
tersebut merupakan saat dimana terjadinyaperistiwa orbit bumi dan komet saling
berdekatan bahkan ada yang sampai saling bertemu. Dengan demikian pada rentang
waktu itu pula bisa diprediksikan akan terjadinya peristiwa hujan meteor.
Sementara pada
tanggal 1 januari sampai 1 april, biasanya interval hujan meteor sangat jarang
terjadi. Kondisi ini terjadi karena pada rentang waktu tersebut, lintasan orbit
bumi dan komet dalam posisi yang saling berjauhan. Sehingga kecil kemungkinan
akan terjadinya peningkatan volume meteor secara mendadak yang menjadi salah
satu sebab terjadinya hujan meteor.
Sekalipun hujan
meteor tidak membahayakan penduduk bumi, namun sebagai fenomena alam yang
terjadi secara periodik, tetap saja harus diwaspadai terutama karena sulit
sekali para ahli menentukan besaran masing masing meteor. Bahkan dengan
menggunakan hukum gesekan yang menyebabkan meteor terpecah belah ketika masuk
atmosfir bumi, tidak secara pasti pula bisa ditentukan sebesar apa pecahan
terkecil meteor yang bisa sampai ke bumi.
7.
BADAI
MAGNETIK (BADAI MATAHARI)
Badai
Matahari yaitu ledakan menakutkan yang
terjadi di matahari, serta mengirim jutaan sampai milyaran ton material yang
tidak bermuatan yang juga disebut plasma, ke luar angkasa dengan kecepatan kian
lebih satu juta mil per jam. Awan plasma membawa bidang magnetik yang kuat,
waktu awan bermagnet itu meraih bumi 1 hari atau tiga hari, sebanyak dayanya
terendapkan didalam magnetosfir bumi.
Wajarnya,
magnetosfir bumi menahan angin matahari yang mengakibatkan kerusakan dan
melindungi lingkungan. Tetapi badai matahari punya potensi menjadikan masalah
untuk dampak pelindung ini dan membuahkan lebih dari satu cuaca luar angkasa,
yang efeknya dapat mengakibatkan kerusakan susunan luas sistem teknologi,
terhitung satelit operasi, komunikasi, navigasi dan jaringan listrik.Sebagai
pusat peredaran planet-planet di tata surya, matahari merupakan sumber energi
bagi makhluk di bumi. Energi itu dihasilkan dari reaksi termonuklir untuk
mengubah hidrogen menjadi helium yang terjadi di dekat inti matahari. Suhu di
bagian pusat matahari yang terdiri dari gas berkerapatan 100 kali kerapatan air
di bumi itu, mencapai 15 juta derajat Celsius.
Di dalam perut
matahari terjadi rotasi dan aliran massa atau konveksi yang memengaruhi gaya
magnetnya. Pada aktivitas tinggi, gaya magnet ini bisa terpelintir atau berpusar
hingga menembus permukaan matahari membentuk kaki-kaki, yang tampak bagai
bintik hitam.
Bintik hitam
matahari memiliki diameter sekitar 32.000 kilometer, umumnya terdiri dari dua
bagian, yaitu bagian dalam yang disebut umbra, berdiameter 13.000 km atau seukuran
diameter rata-rata bumi dan bagian luar disebut penumbra yang garis tengahnya
kurang lebih 19.000 km. Suhu penumbra lebih panas dan warnanya lebih cerah
dibanding umbra.
Suhu gas yang
terbentuk di lapisan fotosfer dan kromosfer di atas kelompok bintik hitam itu
naik sekitar 800º Celsius di atas suhu normalnya. Akibatnya, gas ini
memancarkan sinar lebih besar dibandingkan dengan gas di sekelilingnya.
Badai matahari
bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke
bumi, pancarannya akan memengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak
pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan
daya listrik. Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11
tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013.
Berdasarkan
prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah
strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya
daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat
modern masa kini.
Badai matahari
pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu
berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik.
8.
BADAI
KATRINA
Badai Katrina
(juga Topan Katrina atau Hurikan Katrina) adalah sebuah siklon tropis besar
yang melanda wilayah tenggara Amerika Serikat pada 24–31 Agustus 2005 dan
menyebabkan kerusakan yang besar. Lebih dari 200.000 km² (seukuran Britania
Raya) wilayah tenggara AS terpengaruh badai ini, termasuk Louisiana,
Mississippi, Alabama, Florida, dan Georgia. Awalnya terbentuk pada 24 Agustus
2005, Katrina mempunyai tekanan pusat minimum sebesar 918 mb, sehingga merupakan
sistem bertekanan tertinggi ketiga dalam sejarah Amerika Serikat.
Kerusakan yang
diakibatkannya—hingga kini terhitung dapat mencapai US$200 miliar—diperkirakan
menjadikannya badai Atlantik termahal dalam sejarah AS. Hurikan ini menyebabkan
mati listrik yang memengaruhi sekitar 1 juta jiwa di Louisiana, Mississippi and
Alabama, dan banjir besar di wilayah New Orleans. Hingga 3 September,
diperkirakan setidaknya 1289 orang telah meninggal dunia; 1029 orang secara
langsung dan 260 lainnya secara tidak langsung. Jumlah ini diyakini akan terus
meningkat.
Akibat bencana
ini, terjadi penjarahan dan penodongan di berbagai tempat. Sekitar
25.000–60.000 warga New Orleans awalnya dievakuasi ke stadion Superdome. Saat
mereka sedang dipindahkan dari Superdome ke Astrodome di Houston, Texas karena
keadaan di Superdome yang sudah tidak layak ditinggali lagi, helikopter yang
direncanakan membawa para warga untuk evakuasi sempat ditembaki orang-orang tak
dikenal. Pemerintah Federal Amerika Serikat akhirnya mengerahkan 25.000
prajurit dan para veteran dari Irak untuk menjaga keamanan di New Orleans dan
sekitarnya.
Selain itu,
produksi minyak mentah AS di Teluk Meksiko juga hampir terhenti seluruhnya,
sehingga harga minyak sempat mencapai rekor tertinggi pada US$70. Secara tidak
langsung, mata uang Indonesia, rupiah, yang sedang berada dalam posisi lemah
saat itu, juga sempat makin terpuruk akibat naiknya harga minyak ini.
9.
BADAI
EL NINO DAN LA NINA
El Nino
merupakan suatu fenomena perubahan iklim yang secara global yang diakibatkan
karena memasnasnya suhu di permukaan air laut Pasifik bagian timur. terjadinya
El Nino ini dapat diketahui secara kasat mata oleh orang- orang. Orang yang
paling sering melihat peristiwa El Nino ini terjjadi adalah para nelayan dari
Peru ataupun Ekuador. Biasanya peristiwa seperti ini akan berlangsung menjelang
bulan Desember.
Dalam bahasa
latin La Nina berarti "gadis cilik". La Nina merupakan suatu kondisi
dimana terjadi penurunan suhu muka laut di kawasan Timur equator di Lautan
Pasifik, La Nina tidak dapat dilihat secara fisik, periodenya pun tidak tetap. Pada
saat terjadi La Nina angin passat timur yang bertiup di sepanjang Samudra
Pasifik menguat (Sirkulasi Walker bergeser ke arah Barat). Sehingga massa air
hangat yang terbawa semakin banyak ke arah Pasifik Barat. Akibatnya massa air
dingin di Pasifik Timur bergerak ke atas dan menggantikan massa air hangat yang
berpindah tersebut, hal ini biasa disebut upwelling. Dengan pergantian massa
air itulah suhu permukaan laut mengalami penurunan dari nilai normalnya. La
Nina umumnya terjadi pada musim dingin di Belahan Bumi Utara Khatulistiwa.
El Nino ini
akan terjadi jika suhu yang berada di perairan di pasifik tengah dan timur
menjadi lebih panas. Biasanya El Nino ini akan terjadi pada bulan Desember.
Rata- rata, El Nino ini akan terjadi sekitar empat tahun satu kali. Hingga saat
ini, El Nino tercatat sudah terjadi selama 23 kali.
Sedangkan La Nina ini terjadi dalam waktu yang sulit untuk diperkirakan, tidak seperti El Nino. Tidak seperti El Nino yang rata- rata teradi selama empat tahun sekali, La Nina ini masa terjadinya lebih lama yakni antara enam higga tujuh tahun sekali. Hingga saat ini tercatat La Nina terjadi sebanyak 15 kali.
Badai: Pengertian, Penyebab, dan Macam- macamnya
Sponsors Link
Pengertian BadaiKita mulai saja dari pengertian badai. badai yang disebut juga dengan angin siklon tropis oleh para meteorolog, merupakan keadaan cuaca ekstrim, yang dimulai dari hujan es dan badai salju hingga pasir dan debu. Badai berasal dari samudera (baca: samudera di dunia) yang hangat. Badai bergerak di atas macam- macam laut dengan mengikuti arah angin yang mempunyai kecepatan hingga 20 km/ jam. Badai biasanya kita jumpai dengan kekuatan yang luar biasa. Karena kekuatannya inilah badai bukan angin ribut biasa. Kekuatan badai bisa mencabut akar pohon yang besar dari tanah, mematahkan jembatan, serta dengan mudah menerbangkan atap rumah. Selain mempunyai kekuatan yang bisa mengakibatkan hal- hal tersebut, badai biasanya dapat mendatangkan hal lain yang juga sangat berbahaya. perlu kita waspadai bahwa ada tiga hal yang ditakuti dari badai, yakni sambaran petir, banjir bandang serta kehadiran angin yang sangat kencang.
Penyebab Terjadinya Badai Banyak sekali peristiwa alam yang terjadi di Bumi kita. terjadinya berbagai macam peristiwa alam tersebut bukanlah tanpa sebab. Peristiwa- perostiwa alam terjadi karena diakibatkan oleh berbagai hal. Seperti halnya bencana alam. Beragam bencana alam yang terjadi di Bumi pasti disebabkan oleh berbagai macam sebab. Hal ini termasuk juga dengan badai. Badai yang kita kenal dengan angin yang kekuatannya sangat besar terjadi karena berbagai macam hal atau sebab. Berikut ini merupakan beberapa sebab terjadinya badai.
- Tingginya suhu permukaan air laut
- Perubahan yang terjadi di atmosfer bumi
Nah, itulah kedua rangkaian penyebab terjadinya badai. Apabila kita telaah lebih jauh, badai lebih sering terjadi di lautan daripada di daratan (baca: ekosistem darat). Hal ini memang benar adanya bahwa badai disebabkan oleh adanya suhu udara yang tinggi yang dimiliki oleh permukaan air laut. Selain penyebab terjadinya badai, agaknya kita juga perlu mempelajari mengenai proses terjadinya badai supaya kita lebih mengetahui lebih dalam mengenai badai ini.
Proses Terjadinya Badai
Mungkin dar kita sudah sering kali mendengar atau sudah familiar mengenai proses terjadinya awan, proses terjadinya pelangi, atau proses terjadinya hujan. Namun akan lebih unik dan kaya ilmu apabila kita juga mempelari mengenai proses terjadinya beberapa peristiwa alam, seperti proses terjadinya badai ini. Yuk, kita intip bagaimana proses terjadinya badai.
Badai dapat terbentuk menjadi badai yang besar ketika melewati beberapa tahapan terjadinya badai, yakni sebagai berikut:
- Kondensasi udara lembab
- Munculnya energi penggerak badai di atmosfer
- Terjadinya angin kencang
Itulah beberapa tahapan atau proses tentang terjadinya badai atau angin siklon yang umumnya terjadi di daerah iklim tropis. Namun hingga saat ini, mengenai proses terjadinya badai masing dikaji oleh para ahli sehingga belum mencapai hasil final mengenai proses terjadinya badai ini.
Faktor- faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Badai
Proses terjadinya badai yang berangkai juga dipengaruhi oleh beberapa hal yang akan mempengaruhinya. Beberapa hal atau fator yang mempengaruhi terjadinya badai antara lain adalah sebagai berikut:
- Suhu air laut yang tinggi
- Suhu atmosfer yang menurun drastis
- Kelembaban udara yang tinggi pada atmosfer
- Jarak minimum 500 km dari khatulistiwa
- Angin bergerak naik vertikal secara perlahan
Nah, itulah beberapa hal yang akan mempengaruhi proses terjadinya pembentukan badai, khususnya badai yang sering terjadi di daerah tropis. Adanya hal- hal tersebut akan mempangaruhi berhasil atau tidakkah tidaknya badai akan terbentuk. Badai ini ternyata tidak hanya terjadi di tengah lautan dan pada wilayah yang tropis juga. Beberapa macam badai terjadi di wilayah yang tidak mempunyai iklim tropis. Kita akan membicarakan mangenai jenis- jenis atau macam- macam badai dalam artikel ini.
Macam- macam Badai
Ada beberapa jenis bencana alam dimana bencana alam tersebut dibagi menjadi beberapa jenis lagi. Seperti halnya gempa bumi yang mempunyai jenis- jenis gempa bumi, gunung meletus yang mempunyai jenis letusan gunung, atau banjir yang mempunyai jenis- jenis banjir, maka badai pun juga demikian. Badai dibagi menjadi beberapa jenis badai atau macam- macam badai. macam- macam badai antara lain adalah:
- – Badai siklon tropis
- – Badai api
- – Badai salju
- – Badai debu
- – Badai pasir
Badai pasir dapat memindahkan keseluruhan bukit pasir dan membawa pasir dalam jumlah besar sehingga di tepi badai akan membentuk dinding pasir yang tingginya mencapai 1,6 km. di Gurun Sahara, badai pasir dikenal dengan naman Simoom atau Simoon. Dan badai pasir di wilayah Sudan dikenal dengan nama Haboob.
- – Badai tornado
Badai tornado atau di Indonesia dikenal dengan angin puting beliung ini merupakan angin badai yang paling kejam di Bumi. Hal ini karena badai tornado berpotensi menyebabkan kerusakan yang sangat serius. Badai trornado biasanya diikuti dengan awan badai dan juga hujan yang disertai petir. Awan badai ini merupakan kumpulan energi yang sangat banyak sehingga menimbulkan gaya dorong ke dalam awan.
- – Badai petir
- – Badai Meteor
- – Badai magnetik
Nah, itulah kira- kira beberapa jenis badai yang ada di Bumi. Badai- badai tersebut sungguh luar biasa mengerikan dan membuat kita harus semakin waspada.
Penanggulangan Badai
Sebenarnya terjadinya badai tidak dapat dicegah karena merupakan kejadian alam. Namun sebagai manusia yang hidup di Bumi kita bisa melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi supaya kerusakan yang terjadi tidak banyak dan tidak menimbulkan banyak korban jiwa. Beberapa hal yang dapat kita lakukan adalah:
- Membangun bangunan yang strukturya memenuhi syarat teknis untuk mempu bertahan terhadap gaya angin.
- Perlunya penerapan aturan standar bangunan yang memperhitungkan beban angin, khususnya di daerah yang rawan akan terjadinya badai.
- Menempatkan lokasi pembangunan fasilitas yang penting pada daerah yang terlindungi dari serangan angin dan juga badai.
- Melakukan penghijauan di bagaian atas arah angin untuk dapat meredam gaya angin.
- Membangun bangunan yang cukup luas agar dapat digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi bagi manusia maupun benda- benda ketika terjadi serangan angin badai.
- Membangun rumah yang tahan akan angin
- Mengamankan bagian- bagian rumah yang mudah diterbangkan angin dan dapat membahayakan jiwa manusia.
- Melakukan sosialisasi cara menyelamatkan diri ketika teradi badai.
Peristiwa Terjadinya Badai dalam Sejarah
Badai memag merupakan bencana alam yang banyak terjadi di belahan Bumi. Badai ini bisa memakan sangat banyak korban jiwa dan juga menimbulkan kerusakan yang jumlahnya sangat banyak. Berikut ini merupakan beberapa badai terdasyat yang pernah terjadi di Dunia.
- Siklon Bhola (1970)
- Topan Nina (1975)
- Badai Pauline (1997)
- Badai Katrina (2005)
- Topan Haiyan (2013)
Itulah beberapa topan terdasyat yang pernah terjadi sepanjang sejarah. Topan- topan ini telah meluluhlantakkan daerah yang dilauinya dan juga menyebabkan banyak sekali korban meninggal. Topan- topan ini menjadi bencana alam terdasyat di dunia.
Ketahui 3 Jenis Badai Tornado Paling Mematikan di Dunia
Pergerakan
semua elemen alam yang dinamis dan unik terkadang memang bisa memicu
munculnya fenomena alam yang berbahaya bagi kehidupan manusia. Bahkan
dalam berbagai contoh kasus, fenomena alam yang terjadi karena
bertemunya elemen cuaca, atmosfer, angin, dan suhu air laut bisa
membentuk gejala angin besar yang berputar sangat kencang, seringkali
dinamakan angin topan, atau angin puting beliung, atau badai tornado.
Dalam
perjalanan sejarah kebencanaan dunia, banyak badai tornado yang
memiliki nama unik dan menarik untuk diperbincangkan. Skala kerusakan
dan kematian yang disebabkan oleh badai tornado
di bawah ini tak seseram nama atau julukan yang diberikan kepadanya.
Berikut adalah 5 jenis badai tornado paling mematikan di dunia.
- Badai Tornado Ivan
Terakhir
kali badai Ivan tercatat menghancurkan wilayah pesisir Bridgetown,
Barbados, Kepulauan Karibia pada tahun 2004 silam. Badai tornado yang
mencapai kecepatan maksimal 190 km/jam ini terbentuk dari pergerakan
badai siklon di sekitar timur Pasifik. Karena perubahan tekanan udara
yang cukup tinggi akhinya badai berkembang menjadi badai tornado level
5. Badai Ivan menyapu habis Pulau Granada di bagian tenggara Kepulauan
Karibia.
- Badai Isabel
Isabel
adalah nama yang diberikan pada badai tornado yang terbentuk karena
gerakan angin siklon di Samudera Atlantik. Badai Isabel menjadi satu
kejadian badai siklon paling mematikan di perairan timur Amerika dan
Barat Eropa. Menurut catatan kejadiannya Badai Isabel terbentuk dari
sebuah gelombang tropis pada tanggal 6 September 2003 di lautan
Atlantik. Kemudian Isabel ini bergerak ke barat laut dan terus berputar
membesar mencapai kecepatan maksimal 265 km/jam. Akhirnya badai Isabel
meluluhlantakkan kawasan di North Carolina, Amerika Serikat.
- Badai Katrina
Seringkali
disebut juga sebagai topan Katrina. Bagi penduduk dunia mungkin nama
badai katrina adalah nama sebuah badai siklon tropis yang paling
terkenal di dunia. Pasalnya, kala itu pada tahun 2005 Badai Katrina
telah mengahancurkan wilayah yang sangat besar di Amerika Serikat.
Wikipedia mencatat lebih dari 200.000 km persegi wilayah tenggara
Amerika Serikat terkena dampak dari badai katrina ini. Termasuk wilayah
Lousiana, Mississipi, Alabama, Florida, dan Georgia. Kala itu, badai
Katrina yang bertiup sangat ganas dan berdampak mematikan karena
melewati daratan yang sangat luas. Hingga hari ini, Amerika Serikat
mencatat kerugian akibat badai Katrina ini mencapai US$ 200 miliar.
Badai Katrina yang terbentuk di Samudera Atlantik ini sedikitnya telah
menewaskan lebih dari 1289 jiwa.
(CAL)
img : sky7weather.files.wordpress.com
(Disari dari berbagai sumber : Posted by Devia Apriana Safitri, http://www.repastrepost.com/2016/09/badai-ciri-dan-macam-macamnya.html) dan https://ilmugeografi.com/bencana-alam/badai
Badai Irma
Kategori 5 major badai (SSHWS/NWS) | |
Badai Irma pada intensitas puncak dekat Kepulauan Virgin Amerika Serikat pada 6 September
|
|
Terbentuk | 30 Agustus 2017 |
---|---|
Menghilang | 12 September 2017 |
Kecepatan angin tertinggi | 1 menit berturut-turut: 185 mph (295 km/jam) |
Tekanan terendah | 914 mbar (hPa); 26.99 inHg |
Korban jiwa | Total 55 (per 12 September) |
Kerusakan | > $30 miliar (USD 2017) (Badai paling merugikan ke-4 atau ke-5 dalam catatan secara tidak resmi) |
Area terdampak | Kepulauan Leeward (terutama Barbuda, Saint-Barthélemy, Saint Martin, dan Kepulauan Virgin), Antillen Besar, Kepulauan Turks dan Caicos, Bahama, Amerika Serikat Tenggara |
Bagian dari Musim badai Atlantik 2017 |
Irma terbentuk pada 30 Agustus 2017 di dekat Kepulauan Tanjung Verde dari sebuah gelombang tropis yang telah bergerak dari lepas pantai Afrika barat tiga hari sebelumnya.[1][2][3] Di bawah kondisi yang mendukung, Irma dengan cepat menghebat tidak lama setelah pembentukan, menjadi badai Kategori 2 pada skala Saffir-Simpson hanya dalam waktu 24 jam.
Skala Saffir-Simpson
Skala Saffir-Simpson | |
---|---|
Kategori | Kecepatan angin |
Lima | ≥70 m/d, ≥137 knot ≥157 mpj, ≥252 km/jam |
Empat | 58–70 m/d, 113–136 knot 130–156 mpj, 209–251 km/jam |
Tiga | 50–58 m/d, 96–112 knot 111–129 mpj, 178–208 km/jam |
Dua | 43–49 m/d, 83–95 knot 96–110 mpj, 154–177 km/jam |
Satu | 33–42 m/d, 64–82 knot 74–95 mpj, 119–153 km/jam |
Klasifikasi tambahan | |
Badai tropis |
18–32 m/d, 35–63 knot 39–73 mpj, 63–118 km/jam |
Depresi Tropis |
<17 m/d, <34 knot <38 mpj, <62 km/jam |
Skala badai mulanya dikembangkan Saffir pada tahun 1969 saat ia menyadari sulitnya menyatakan besarnya dampak badai. Saffir kemudian menggolongkan badai dalam lima kategori berdasarkan kecepatan. Simpson kemudian menambahkan faktor banjir dan gelombang badai dalam klasifikasi.
Pada tahun 2009, sedikit perubahan dilakukan pada SSHS. Skala tidak memperhitungkan faktor banjir, lokasi dan curah hujan, hanya memperhitungkan kecepatan angin. Skala ini kemudian disebut Saffir Simpson Hurricane Wind Scale (SSHWS).
Infrormasi NHC, skala SSHWS mulai efektif 15 Mei 2010. Namun, pada tahun 2012, sedikit perubahan kembali dilakukan. Rentang dalam kategori 4 diperluas 1 mil per jam ke atas dan bawah.
Siklon tropis
Dalam meteorologi, siklon tropis (atau hurikan, angin puyuh, badai tropis, taifun, atau angin ribut tergantung pada daerah dan kekuatannya) adalah sebuah jenis sistem tekanan udara rendah yang terbentuk secara umum di daerah tropis.
Sementara angin sejenisnya bisa bersifat sangat merusak atau destruktif
tinggi, siklon tropis adalah bagian penting dari sistem sirkulasi
atmosfer, yang memindahkan panas dari daerah khatulistiwa menuju garis lintang yang lebih tinggi.
Hurikan Ivan dilihat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, September 2004.
Daerah pertumbuhan siklon tropis paling subur di dunia adalah Samudra Hindia dan perairan barat Australia.
Sebagaimana dijelaskan Biro Meteorologi Australia, pertumbuhan siklon
di kawasan tersebut mencapai rerata 10 kali per tahun. Siklon tropis
selain menghancurkan daerah yang dilewati, juga menyebabkan banjir. Australia telah mengembangkan peringatan dini untuk mengurangi tingkat risiko ancaman siklon tropis sejak era 1960-an.
Gumpalan mesin bara
Berdasarkan strukturnya, siklon tropis adalah daerah raksasa aktivitas awan, angin, dan badai petir yang berkisar. Sumber energi primer sebuah siklon tropis adalah pelepasan panas kondensasi/pengembunan dari uap air yang mengembun pada ketinggian. Oleh sebab itu, siklon tropis bisa ditafsirkan sebagai mesin bara cacak raksasa.
Unsur-unsur dari siklon tropis meliputi kecaburan cuaca yang telah
ada, samudra tropis hangat, lengas (uap lembap), dan angin ringan tinggi
relatif. Jika kondisi yang tepat berkuat cukup lama, mereka dapat
bertautan untuk menghasilkan angin sengit, ombak luar biasa, hujan amat
deras, dan banjir berdampingan dengan fenomena ini.
Penggunaan kondensasi ini sebagai sebuah tenaga pendorong adalah
furak primer yang membedakan siklon tropis dari fenomena meteorologis
lainnya. Siklon garis lintang tengah, misalnya, menggambarkan energi
mereka sebagian besar dari naik turunnya suhu di atmosfer yang telah
ada. Dalam rangka meneruskan untuk mendorong mesin baranya, siklon
tropis harus tetap di atas air hangat, yang menyajikan kelembapan
atmosfer yang dibutuhkan. Penguapan lengas ini dipacu oleh angin tinggi
dan tekanan atmosfer yang dikurangi yang hadir di badainya,
mengakibatkan siklus berlarut-larut. Sebagai hasilnya, saat sebuah
siklon tropis melewati atas daratan, kekuatannya akan menipis dengan
pesat.
Klasifikasi dan terminologi
Badai Catarina
Siklon tropis digolongkan ke dalam tiga kelompok utama: depresi
tropis, badai tropis, dan kelompok ketiga yang namanya tergantung pada
daerah.
Depresi tropis adalah sistem terjuntrung awan dan badai petir
dengan sirkulasi dan angin berlarut maksimum permukaan terarasi kurang
dari 17 meter per detik (33 knot, 38 m/j, atau 62 km/j). Ia tidak
mempunyai mata, dan tidak khas dengan bentuk berpilin dari badai-badai
yang lebih kuat. Ia sudah menjadi sistem tekanan rendah, namun,
karenanya bernama "depresi".
Badai tropis adalah sistem terjuntrung dari badai petir kuat
dengan sirkulasi dan angin berlarut maksimum permukaan terarasi di
antara 17 dan 33 meter per detik (34-63 knot, 39–73 m/j, atau
62–117 km/j). Pada waktu ini, bentuk siklon tersendiri mulai terbina,
walau matanya biasanya tak muncul.
Pengistilahan yang digunakan untuk mendeskripsikan siklon tropis
dengan angin berlarut maksimal yang melampaui 33 meter per sekon (63
knot, 73 m/j, atau 117 km/j) bervariasi tergantung daerah asalnya,
misalnya sebagai berikut:
- Hurikan di Samudra Atlantik Utara, Samudra Pasifik sebelah timur batas penanggalan internasional, dan Samudra Pasifik Selatan sebelah timur 160°BT
- Taifun di Samudra Pasifik Barat Daya sebelah barat garis penanggalan
- Siklon tropis gawat di Samudra Pasifik Barat Daya sebelah barat 160°BT atau Samudra Hindia Timur Laut sebelah timur 90°BT
- Badai siklon gawat di Samudra Hindia Utara
- Siklon tropis di Samudra Hindia Barat Daya
Di tempat lain di dunia, hurikan telah dikenal sebagai Bagyo di Filipina, Chubasco di Meksiko, dan Taino di Haiti.
Bagian tengah badai siklon tropis yang disebut mata merupakan lingkaran
berdiameter antara 10 hingga 100 kilometer, paling sering dilaporkan
sekitar 40 meter. Kecepatan angin bagian ini lebih rendah bahkan
berlangit cerah. Mata dikelilingi dinding awan padat setingi 16
kilometer dengan angin dan hujan yang hebat.
Etimologi
- Kata taifun berasal dari frasa Tionghoa tái fēng atau dalam bahasa Jepang "dai fuun"(颱風)yang berarti "angin besar". Pengejaan Indonesia juga mengusulkan hubungan dengan kata Persia, طوفان Taufân, berkaitan dengan kata Yunani, Typhon.
- Kata hurikan diturunkan dari nama dewa badai pribumi Amerindian Karibia, Huracan.
- Kata siklon berasal dari kata Yunani kyklos = "lingkaran", "roda."
Banjir pantai
Sebagai
banjir dikaitkan dengan terjadinya badai tropis (juga disebut angin
puyuh laut atau taifun). Banjir yang membawa bencana dari luapan air
hujan sering makin parah akibat badai yang dipicu oleh angin kencang
sepanjang pantai. Air garam membanjiri daratan akibat satu atau
perpaduan dampak gelombang pasang, badai, atau tsunami
(gelombang pasang). Sama seperti banjir luapan sungai, hujan lebat yang
jatuh di kawasan geografis luas akan menghasilkan banjir besar di lembah-lembah pesisir yang mendekati muara sungai.
Kejadian siklon tropis atau badai
Kerusakan yang diakibatkan Badai Andrew, siklon tropis terburuk dalam sejarah Amerika Serikat.
Tanda-tanda kelahiran suatu badai tropis bisa diperkirakan.
Keberadaan dan pergerakannya pun bisa diamati dengan teknologi. Hanya
kadang-kadang, tanda-tanda badai bisa diamati, dirasakan dan
dibandingkan.
- Badai Fiona: Tanggal 6 Februari 2003 badai siklon tropis Fiona berada di 300 mil lepas pantai selatan Jawa. Diperkirakan angin di pusat badai berkecepatan 104 mil per jam dan ekor badai mencapai 84 mil per jam.
- Siklon Ivy tanggal 27 Februari 2004, dengan terbentuknya pusat tekanan rendah yang memusat dan memutar. Hal ini terjadi di Samudra Pasifik di sebelah tenggara Papua dan di Samudra Hindia dekat Australia. Siklon di Samudra Pasifik ini dinamakan Tropical Cyclone Ivy dan di sebelah Barat Australia dinamakan Tropical Cyclone Monty. Pengaruh Siklon Ivy saat itu lebih dominan, ia menarik awan-awan yang ada di Indonesia ke arah pusat siklon (sebelah tenggara Papua). Akibatnya sebagian besar wilayah Indonesia berpeluang cerah hingga berawan sejenak setelah sebelumnya dilanda hujan berhari-hari. Hanya wilayah Papua yang berpeluang kuat hujan lebat karena lebih dekat dengan pusat siklon Ivy.
- Badai siklon tropis Fay di laut Timor tanggal 17 Maret 2004 pukul 9:30 waktu setempat, bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan gerak 6 kilometer per jam. Publikasi semacam ini terus diperbaharui dan diwartakan badan meteorologi Indonesia dan Australia sebagai peringatan awal pada penduduknya. Harian KOMPAS pada hari yang sama memperingatkan adanya gelombang 1,5 hingga 2,5 meter di Samudra Hindia yang berbahaya bagi kapal-kapal nelayan, tongkang dan feri.
- Ancaman badai yang menimpa Yogyakarta baru-baru ini. Badai ini mengancam kawasan pantai selatan Yogyakarta, antara tanggal 9 Februari sampai 11 Februari 2005. Pemprov menyediakan 5 unit alarm dan posko-posko sebagai antisipasi dari badai yang akhirnya tidak kunjung datang ini. Siklon tropis di Selatan Indonesia ini, selalu muncul setiap tahun pada Januari-Maret. Penyebabnya adalah tingginya suhu muka laut di timur laut Australia. Wilayah Indonesia tak dilalui pusat badai tropis, hanya terkena imbas dari ekor badai tersebut. Imbasnya berupa angin kencang, hujan deras, dan tingginya gelombang laut. Pemunculan siklon diawali pusat tekanan rendah di barat laut Australia dan bergerak menuju barat daya. Efek yang biasa diterima pantai selatan Indonesia biasaya pengaruh dari ekor siklon, bukan akibat pusat badai tropis.
Disari dari Wikipedia Indonesia
Fakta Menarik tentang Nama-nama Badai di Dunia

Badai Irma di AS (Foto: Netherlands Ministry of Defence/Handout via REUTERS)
Dalam beberapa pekan terakhir, bencana demi bencana menghantam wilayah benua Amerika. Setelah sebelumnya Texas diporak-porandakan topan Harvey, kini badai Irma menerjang wilayah Karibia dan Florida.
Dalam waktu dekat badai Jose juga mengancam benua Amerika. Randy Bresnik, astronot NASA yang sedang bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional menunjukkan foto pergerakan badai Jose yang ia lihat dari luar angkasa.
Badai Jose bukanlah badai yang terakhir. Setelah badai Jose, akan menyusul pula badai Katia, Lee, Maria, dan badai-badai lainnya.
Jika huruf pertama masing-masing badai tersebut diperhatikan, kamu mungkin akan menyadari bahwa nama-nama badai itu dibuat berdasarkan urutan alfabet. Tapi sebenarnya bagaimana nama-nama badai itu ditentukan? Siapa yang membuat nama-nama badai di dunia ini?
Dikutip dari laman Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), badai-badai di dunia dinamai berbeda-beda berdasarkan wilayah terjadinya badai-badai tersebut. Adapun badai-badai yang menghantam benua Amerika dalam dua pekan terakhir ini, yakni Harvey dan Irma, adalah termasuk kategori badai-badai yang berada di wilayah Atlantik.

Dampak dari Badai Irma. (Foto: Reuters)
Pusat Badai Nasional (NHC) Amerika Serikat (AS) menyatakan sejak tahun 1953 setiap badai tropis Atlantik yang muncul dinamai dari daftar nama yang berasal dari usulan mereka. Nama-nama badai ini dibuat dalam urutan abjad dan merupakan nama-nama perempuan dan laki-laki secara bergantian.
Nama-nama badai ini kemudian dipelihara dan diperbarui melalui prosedur yang ketat oleh komite internasional WMO.

Keenam daftar nama badai di atas selanjutnya akan digunakan secara berulang setiap enam tahun. Jadi, daftar nama badai tahun 2017 akan digunakan lagi pada tahun 2023.
Adapun jika dalam satu tahun ada lebih dari 21 badai yang muncul di wilayah Atlantik, badai tambahan akan dinamai dengan mengambil nama dari alfabet Yunani, yakni Alpha, Beta, dan lain sebagainya.
Perubahan nama badai di luar keenam daftar di atas dimungkinkan apabila ada badai yang sangat mematikan sehingga penggunaan kembali nama badai tersebut di masa depan pada badai yang berbeda dianggap tidak sesuai karena alasan sensitivitas.
Jika hal semacam itu terjadi, pada pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh komite WMO, nama-nama badai yang sudah dianggap terlalu sensitif untuk digunakan lagi itu kemudian digantikan dengan nama-nama yang baru. Sejak tahun 1953 sudah ada puluhan nama badai di wilayah Atlantik yang dipensiunkan.

Jika nama-nama badai yang dipensiunkan di atas diperhatikan dengan seksama, kamu akan melihat bahwa hingga tahun 1978, nama-nama badai Atlantik yang dipensiunkan adalah nama-nama yang terkesan berjenis kelamin perempuan.
Hal itu bukanlah sesuatu yang mengherankan. Sebab, selama Perang Dunia Kedua, para pelaut AS menamai badai-badai di Atlantik dengan nama istri dan anak perempuan mereka. Praktik ini kemudian diteruskan oleh pemerintah AS yang selalu menamai badai dengan nama perempuan.
Namun karena karena pada 1970-an metode penamaan badai dengan nama perempuan ini dianggap seksis, maka mulai 1979 metode yang memperempuankan badai itu pun diubah. Nama-nama badai kemudian diambil dari nama perempuan dan laki-laki secara bergantian seperti dalam keenam daftar di atas.

Badai Irma di AS (Foto: Dok. NOAA National Weather Service National Hurricane Center/Handout via REUTERS)
Bagaimana dengan nama-nama badai di wilayah lainnya?
Seperti badai-badai di wilayah Atlantik, nama badai-badai di wilayah lainnya juga ditentukan berdasarkan persetujuan WMO. Hanya saja, dengan cara yang berbeda-beda.
Misalnya untuk nama-nama badai yang berada di wilayah Pasifik Utara bagian barat, pada tahun 2000 masing-masing dari 14 negara di wilayah Pasifik Utara mengajukan10 nama kandidat --boleh nama hewan, tanaman, tanda astrologi, tokoh mitologi atau nama pribadi apa pun itu-- sehingga terkumpul daftar nama yang berjumlah total 140 nama.
Daftar nama itu kemudian dikaji oleh komite WMO sebelum akhirnya disetujui untuk dipakai bersama dalam laporan cuaca nasional masing-masing negara.

Penampakan Badai Irma dari Luar Angkasa (Foto: Instagram @nasa)
Apakah ada nama badai yang diajukan yang kemudian ditolak oleh komite WMO?
Dikutip dari Antara, badai tropis tidaklah boleh dinamai dengan nama pembunuh atau mengesankan penjahat. Jika hal itu dilakukan, WMO yang berada di bawa PBB, akan memvetonya.
Disari dari berbagai sumber
Berbentuk Seperti Ombak Kala Badai di Lautan, Ini Jenis Awan Baru
Liputan6.com, Jenewa -
Jika Anda melihat ke atas, memperhatikan awan, mungkin Anda sedang
membayangkan tengah berada di bawah badai dengan ombak yang menggulung.
Seperti di lautan.
Jangan khawatir, itu adalah sebuah fenomena baru meteorologi. Pada 23
Maret, dunia merayakan Hari Meteorologi, di mana pada hari itu, Badan
Internasional Meteorologi memberi nama baru pada awan yang sedikit
mengerikan yaitu Awan Asperitas.
Baca Juga
Badan Internasional Meteorologi adalah lembaga istimewa di PBB yang dibentuk pada 1950.International Cloud Atlas mendeskripsikan awan tersebut,
"Asperitas itu seperti ada gelombang di dasarnya. Entah itu halus atau
kasar, penampilannya kadang kecil-kecil namun terkadang gelombangnya
seperti tengah bergulung tajam. Dari bawah, kita seperti tengah
memandang permukaan lautan yang berombak."
Asperitas diambil dari bahasa Latin yang berarti 'kekasaran'.
Pada 2006, Cloud Appreciation Society (CAS), sebuah grup pemerhati
cuaca amatir yang berasal dari Inggris, menerima gambar awan itu dari
Cedar Rapids, Iowa, AS.
Beberapa tahun kemudian, kelompok itu meminta agar awan bergelombang tersebut dimasukkan ke dalam atlas.
Permintaan dari kelompok amatir itu dianggap "sebagai kudeta" karena
atlas digunakan secara luas khusus para ahli meterologi saja.
International Cloud Atlas membuat atlas pemetaaan awan pada abad ke-19.
Mereka menambahkan tipe awan baru adalah hal langka. World
Meteorological Organization tidak pernah memperbarui atlas selama 30
tahun, hingga saat ini.
Namun, kelompok amatir itu mengatakan, "Ini adalah contoh klasik ilmu
pengetahuan citizen, yang kerap melakukan mengobservasi alam di
sekitarnya. Apalagi sekarang sudah zaman canggih ada ponsel cerdas dan
internet. Kami termasuk yang mempengaruhi perkembangan sistem resmi."
"Saya juga tak terlalu berharap klasifikasi awan baru akan terdaftar
oleh WMO, namun yang penting kami telah menemukan awan-awan ini di
berbagai belahan dunia juga," kata pendiri CAS, Gavin Pretor-Pinney.
Selain Asperitas, ada jenis-jenis awan lain yang dimasukkan dalam
kategori edisi baru. Mereka adalah awan volutus atau awan bergulung, contrail awan yang terbentuk oleh pesawat terbang. Lalu ada awan flumen yang berbentuk seperti "ekor berang-berang".
Ada juga awan istimewa dengan nama seperti "cataractagenitus",
"flammagenitus", "homogenitus" and "silvagenitus". Total ada 11 awan
baru yang dimasukkan dalam atlas.
Menurut ilmuan meteorologi, David Keating mengatakan, "awan penting
karena terkait dengan cuaca yang selama ini kita rasakan. Namun, kita
belum tahu bagaimana perilaku awan akan mengubah atmosfer Bumi berubah
jadi hangat. Peneliti berharap dengan data baru yang dimasukkan ke dalam
Atlas akan memperkaya pengetahuan bagaimana awan-awan itu berubah dalam
lima hingga 10 tahun mendatang."
Disari dari http://global.liputan6.com/read/2897387/berbentuk-seperti-ombak-kala-badai-di-lautan-ini-jenis-awan-baru
Komentar
Posting Komentar