19 Jun 2016

Sepak Pojok Gibol 9 : Tendangan Pisang



TENDANGAN PISANG MAUT
Oleh M. Anwar Siregar

Teknik sepakbola sekarang semakin maju, berbagai talenta lahir di muka bumi, berbagai trik bisa dilihat dan diperagakan oleh berbagai pemain. Muncul pemain dengan teknik drible yang tinggi, muncul pemain dengan jagoan tendengan bebas jauh dan muncul pemain dengan tendangan pisang yang melengkung indah baik jarak menangah maupun jarak jauh dan kadang juga muncul kiper yang mampu jungkir balik secara mengagumkan menangkap bola yang peluangnya sudah dianggap100 persen masuk gawang.
Fenomena tendangan pisang sempat menjadi trade mark tim-tim Amerika Latin di era tahun 60-an hingga menjelang awal 90-an. Tim-tim dari Benua Eropa menampilkan permainan cepat dengan bola-bola lambung yang indah dengan sepakan keras melambung masuk gawang dan gol. pekikan gol berlanjut dengan rasa kecewa karena muncul kiper yang mampu berjibaku dengan menghempang laju bola dari lawan, yang diperlihatkan oleh Tim kiper Almarhum Uni Soviet, namun tradisi ini tidak berlanjut ke keturunannya yaitu Rusia, yang sebentar lagi angkat koper hingga tulisan ini dibuat 19-6 dan itu bagus bagi panitia dan keamanan Euro karena kegaduhan yang ditimbulkan bersama si Inggris. Dan kabarnya boss perusuh sudah dideportasi ke Rusia.
Brazil adalah negara yang paling banyak memproduksi pemain dengan tendangan pisang maut dan namun negara penghasil dan sebutan negara pisang justrunya tidak pernah menghasilkan pemain tendangan pisang seperti Jamaika dan Afrika Selatan termasuk Indonesia juga, kalau pun ada setengah mirip dan belum termasuk kelas dunia.
Fenomena tendangan pisang itu kadang membuat tim lawan tidak berdaya dan hal inilah mengantarkan Brazil mampu mendominasi piala dunia di era tahun 60-70 bersama legenda Bola Brazil yaitu Pele, Socrates, Zico dan lain-lain.
CERITA PISANG
“Ya..ampun begitu besarnya“. Gila laki-laki itu bisik seorang wanita sama kawannya ketika dua biji mata melotot tidah tahu apa yang dilihatnya. Yang pasti membuat mereka kaget. Jangan macam-macam dulu, yang dimaksudnya adalah makan buah pisang yang besar macam pisang ambon, atau pisang raja yang memang panjang dan besar hanya saja cara memakan buah itu langsung ketelan secara rakus.
Jangan berpikir buah pisang itu dimasukan ke dalam saku celana dan tampil berjalan dengan celana ketat yang menonjolkan si jagoan itu yang banyak di dagelankan dalam berbagai humor dan film seperti warkop DKI, untuk menarik perhatian si hawa atau juga membuat mereka terpekik atau juga mungkin membuat mereka malu-malu kucing dan juga ada yang marah padahal mungkin juga butuh karena jagoan pasangan rasanya segitu aja atau memang ada yang butuh karena bosan yang segitunya.
Pisang itu memang kadang di anekdotkan bagi para dagelan untuk mengundang tawa, tetapi dalam sepak bola mengundang aplaus dan kesediahan bagi tim lawan jika tendangan model pisang itu membawa kemenangan maupun menghindari kekalahan yang seperti dialami Inggris melalui tendangan lengkung indah David Beckham pada Piala Dunia di Korea-Jepang 2002.
Hati-hati bernain dengan pisang, kadang membuat bisa menang dan bisa juga kalah, terlihat keunikan pada pertandingan Bulutangkis beregu Piala Thomas 2016 yang lalu, terlihat beberapa pemain memakan pisang namun tidak tahu apakah memberi sugesti atau tidak, atau pemain itu terlihat lapar selama pertandingan, saya tidak tahu karena hal ini baru kali ini saya melihat pemain memakan buah pisang selama berlangsungnya piala Thomas yang kebetulan di eskpos media eletronik dan pemain itu bukan sembarang pemain, dia termasuk pemain kelas dunia dan akhirnya mengakui kegagalan dirinya dan Timnya ketika duel dengan Korea, begitu juga dialami Tim India berhadapan dengan Indonesia, salah satu pemain India juga mernikmati buah pisang selama ada jeda waktu untuk mendapatkan gambaran taktik baru dari pelatih namun dianya mengalami kekalahan, begitu juga dialami pemain Malaysia ketika berhadapan dengan Denmark, tidak tahu kenapa mereka umumnya kalah. Dan uniknya lagi tidak berlaku bagi pemain Denmark ketika duel final dengan Indonesia, salah satu pemain gandanya ada menikmati si banana dengan cuek namun secara individu ia gagal namun secara tim memenangkan final piala Thomas.
Jauh sebelum final juga ada pemain Thailand dan Hongkong makan pisang, mungkinkah pisang itu memberi efek kekalahan? rasanya tidak atau ya, saya tidak punya data ilmiah, namun dalam sepakbola jika ada pemain makan pisang tidak masalah yang penting bisa melakukan tendangan pisang.
TENDANGAN MAUT
Sejak era tahun 1960 hingga ke era tahun 2002, saya tidak pernah lagi melihat tendangan lengkung indah yang mematikan, membuat kiper terkecoh, tendangan itu memerlukan akurasi dan kecepatan yang tepat dan bersih dan memerlukan latihan yang kontinu yang hanya bisa dilakukan oleh beberapa pemain dengan talenta tinggi seperti Pele, Carlos Dunga, Ronaldo da Lima, Ronaldinho (Brazil), David Beckham (Inggris), Maradona, Lionel Messi (Argentina), Zidane (Prancis), Andreas Brehme (Jerman), Cristiano Ronaldo (Portugal), hanya segelintir pemain pernah saya lihat di layar Televisi melakukan tendangan pisang.
Tendangan pisang banyak mengantarkan Brazil memenangkan duel mereka dengan tim mana saja mulai era Pele, Socrates hingga ke era Ronaldo, Rivaldo, Ronaldinho dan Roberto Carlos yang terkenal juga terkenal juga dengan setengah clurit, senjata yang biasanya dipakai Pak Sakerah dari Madura yang juga terkenal kumis tebalnya.
Sejak piala Dunia 2010 dan Euro 2012, Sudah jarang ditemukan  pemain yang melakukan tendangan maut pisang, hingga tulisan saya (19-6) buat untuk EURO 2016 ini belum ada satupun pemain yang melakukan tendangan pisang maut termasuk seorang bernama CR7 dan Lionel Messi di Copa America. Keduanya seperti lebih banyak menghasilkan gol dari bola mentah, jarang sekali menghasilkan gol dengan keindahan yang sangat menghibur bagai seorang penghibur sejati.
Kualitas mereka seperti sudah hampir ke puncak, penurunan akselaerasi dan kecepatan mungkin telah mempengaruhi kemampuan mereka bersamaan dengan umur yang terus bertambah, adakah diantara calon bintang yang mampu melakukannya? Diantara beberapa gol yang tercipta sekarang di Euro baru gol Dmitri Payet yang mendekati tendangan maut itu dan Gareth Bale. Siapa berikutnya? Dengan tendangan pisang maut itu bisa mengantarkan tim menang karena hampir terlihat permainan tim sekarang yang membutuhkan lebih banyak dari tengah kotak penalti dan jarang dilakukan tendang langsung dengan melengkung indah dari samping gawang di luar kota penalti.
Siapakah yang akan menjadi yang terhebat dan menjadi Bintang dengan teknik tendang pisang maut dengan mengantarkan timnas negaranya menjadi juara? Jawabnya mari begadang selanjutnya.
Ya, mari begadang nonton semifinal Copa America antara Argentina vs Amerikat Serikat, dan Chili vs Meksiko.
Prediksi saya meleset lagi, yang lolos semifinal adalah Argentina, Chili dan Meksiko, cuma Paman Sam yang tidak diunggulkan lolos, selamat berjuang dan mari begadang sekali lagi.
Bagaimana berikut tulisan ini di pojok gila bola (gibol) di blog ini selanjutnya? Tunggu saja beritanya, yang pasti selama masi ada Copa America dan Euro akan ada tulisan Gila Bola di Blog Paluemasgeolog.


Sepak Pojok Gibol 8 : Gara Bola Ribut



GARA BOLA AKU RIBUT
Oleh M. Anwar Siregar

Brazil sudah pulang ke kampung yang lagi dilanda serangan virus Zika yang sangat menakutkan dan tak kalah menakutkanya dengan penyakit Flu Burung, adakah Tim Samba atau mungkin Tim Sambal sekarang karena dua turnamen besar Brazil gagal total dengan dua pelatih yang berbeda terganggu oleh kejadian politik di negeri Brazil? Dan bagaimana pula Uruguay yang pada pertandingan ketiganya menang 3 : 0 atau Jamaika? ada pemecatan pelatih yang menganggap tim  nya layak juara Copa America namun menjadi tim pulang kampung lebih cepat?
Keduanya menghadapi hari-hari yang menyedihkan, gara-gara Copa America ini kedua pelatih itu harus merasakan pahitnya kegagalan padahal tim bermaterikan pemain berkualitan prima namun tampil bagaikan anak yang baru belajar main bola dan penuh emosional. Ya itu lah sikulit bundar, prediksi kadang meleset dan membuat jengkel para pecandu bola.
Pertandingan bola memang kadang menjengkelkan, kenapa tidak, coba lihat kebiasaan pasangan anda, apa sering memperhatikan anda jika matanya sudah melotot melihat tim jagoan atau pemain favaoritnya menggiring dan mengendalikan permainan dan jika berakhir gol akan ada reaksi meluap dan kadang tingkatnya kekanakan, melepaskan salam love dari mulut untuk tim dan jagoannya, dan tentu anda sebagai pasangannya pasti kadang keki dan sebal apalagi jika pertandingan itu hingga larut malam dan mengubah rutinitas tidak seperti biasanya, maka bom waktu lah yang berbicara... ha..ha.. terdengar lah suara gaduh disalah satu rumah, disalah satu taman, disalah sudut kota ini atau di HP anda sendiri, ya kan? Pasti Anda yang membaca ini pernah melihat atau setidaknya mendengarnya atau mungkin juga mengalaminya he.. he.,.siapa jagoanmu?
PERANG MULUT
Kalau perang fisik antara negara itu sering penulis melihatnya di layar TV, bioskop dan video, namun perang ini juga berawal dari perang mulut karena perbedaan pandangan politik, yang membahayakan keselamatan dunia, banyak korban jiwa dan nyawa yang tak berdosa sebagai timbal dari perbedaan pandangan politik di panggung dunia. Ikut campur urusan orang lain adalah sangat berbahaya, begitu juga jika urusan pandangan antara dua anak manusia yang berbeda kelamin, dan berawal dari perang kata-kata dari mulut yang ujungnya berakhir dengan dampratan dan makian yang berterbangan yang kadang menyakiti perasaan atau menyakiti secara psikis. istilahnya juga, mulutmu harimaumu
Perang pendukung sekarang masih ada yang berlangsung, bagaimana dengan perang mulut antara dua pasang anak manusia yang berbeda kelamin tentang jadwal nonton Copa America dan UEFA EURO 2016? Apakah anda salah satu merasakan kurang senang dengan kebiasaan pasangan? Rutinitas nonton kini menjadi kewajiban para pasangan yang gibol, janganlah marah kepada mereka, menunggu momen kejadian ini termasuk langka, karena harus menunggu 4 tahun sekali bagi EURO, beda dengan Copa America Centanario yang hampir tiap tahun dan namun sekarang mungkin diadakan 3 tahun sekali agar kerinduan penggemarnya dapat memuncak dan memeluk malam dan pagi dengan bercumbu melalui tontonan layar kaca, dan semoga rasa iri, merasakan tidak diperhatikan. tidak menimbulkan kemarahan pasangan sehingga tontonan ini semakin menarik, yang tidak kalah dengan Euro dan World Cup.
Gara-gara bola aku ribut, gara-gara bola aku begadang, gara-gara bola aku memilih kekasih baru, gara-gara-bola aku untuk sementara tidak membutuhkanmu mama sayang dan gara-gara bola cintaku datang sekali empat tahun untuk mengobati kerinduan ku karena lama tidak bersua dengan mu. oh bola oh bola...ole..ole. gol..goooolll.
BAGAIMANA BAIKNYA?
Ya, bagaimana baiknya untuk mengatur jadwal padat agar rutinitas nonton tidak mengganggu rutinitas untuk urusan hati dan buah hati? Terserah anda membagi waktu anda, yang pasti tidak sama dengan saya, jadwal saya sudah saya program dan uji coba berulang kali selama ada turnamen Copa America, Euro dan Dunia, dan mungkin tidak berlaku uji coba ini bagi orang lain, ola lala gak kacian deh loe.
Jadwal pagi ke kantor 7. 00 dengan berjalan kaki untuk menjaga stamina sejauh 700 meter ke kantor, tiba jam 7.15. istirahat sebentar untuk minum aqua, lalu siapkan konsep kerja dan atau mengerjakan tugas yang akan dikerjakan jika ada, jika tidak ada buat rencana kerja, atau siapkan bahan untuk tulisan, jika pertandingan ada pagi seperti jadwal Copa America sekitar jam 7.15 maka saya hanya 30 menit menyaksikan babak pertama dan sisa tuntas pada babak ke dua yang waktunya selesai sebelum jam 9. Jam kerja sudah pastikan saya mulai ketika jeda antar babak maka pekerjaan saya kerjakan secara tuntas habis semua pertandingan selama tidak ada tugas dinas luar namun ini sedapat mungkin diatur jam keberangkatannya.
Istirahat siang setelah sholat Dhuhur, saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur di ruang kerja dan tidak pulang ke rumah untuk makan siang, dan tepat jam 1.45. Aktivitas sudah dimulai baik dalam bentuk menulis atau mengerjakan tugas kantor jika masih ada dengan jeda sebentar untuk shalat ashar, pulang jam 5.00 sore. Isitirahat dari pulang kantor saya kadang melanjutkan tidur jika tabungan tulisan sudah selesai atau juga menulis jika belum tuntas ide mendadak datang atau berolahraga badminton sebentar selama 1 jam. Pukul 6.15 bersihkan diri dan bersiap untuk sholat magrib dan keluar untuk bersantap malam dengan doi atau bagi sudah berkeluarga. Sekitar jam 7.00. istrirahat di rumah bagi telah berkeluarga dan shalat Isya jam 7.50, sebelumnya lebih banyak keluyuran selama masih bujang, lalu sekitar jam 9.00 tepat pulang. Jam 8.30 lalu istirahat atau jam 9.30 selama masih bujang. Bangun jam 11.00 dan siap begadang jika jadwal Euro malam hingga dini hari sampai jam 4.00 wib, karena sering jadwal EURO dan piala dunia sering beda waktu di Indonesia akan selalu malam pertandingan berlangsung. Lalu Sahur jika pertandingan di Bulan Ramadhan di lokasi Nobar sebelum pulang ke rumah selama 15 menit ini selama masih bujangan dan jam 4.15 tiba di rumah, isitirahat sampai menunaikan sholat Shubuh jam 5.05 dan kemudian baca alquran satu atau dua surat dan jam 5.30 lalu tidur dan terjaga sekitar jam 6.45 sesuai program jam beker.
Ketika anda sudah menikah, jadwal sahur langsung dirumah saja, tidak kemana-mana, urusan ruang berukuran 4x3 bisa diatur karena ada waktu lama 3 jam sebelum begadang di mulai. he... hee... oh bola sebut aku gila bola yang belum pernah merasakan hadiah tebak kuis bola yang berhadiah mobil.
Bagaimana rasanya? Nikmat sekali sayang mari begadang., mari begadang, boleh saja asal tahu waktu dan silahkan putar lagu Rhoma Irama, mari begadang.
Bagaimana berikut tulisan ini di pojok gila bola (gibol) di blog ini selanjutnya? Baca selanjutnya Tendangan Pisang Maut.

17 Jun 2016

Sepak Pojok Gibol 7



KEJUTAN COPA , KETATNYA EURO
oleh M. Anwar Siregar

Luar biasa permainan Wales pada babak 1 penyisihan grup B ketika menghadapi Inggris, setelah pertandingan pertama mampu mencetak kemenangan bersejarah pertama dalam keikutsertaan mereka di ajang piala Eropa, Wales masih mampu melakukan perjuangan itu jika mampu mengatasi Rusia, akan ada sejarah lagi dibuat dengan (jika) lolos ke fase 16 besar. Dan itu harus dilakukan agar dapat membuktikan kemampuan mereka dalam ajang EURO, sekaligus memilih siapa yang terbaik di Inggris raya.
Inggris yang dikenal sebagai bapak sepak bola modern itu nyaris dipermalukan oleh seorang yang bernama Gareth Bale, gol tendangan bebas Bale itu mampu menggetarkan gawang Inggris yang dijaga Joe Hart. Tendangan spesialis jarak jauh adalah kredit point bagi Bale sekaligus sebagai peringatan bagi semua lawan Wales.
TRADISI KETAT
Jalannya pertandingan antara Wales dan Inggris saat seru untuk di saksikan, operan panjang yang menjadi karakter permainan sepak bola di Inggris Raya itu kadang disertai juga dengan tackling keras namun dianggap wajar oleh sang pengadil lapangan alias wasit, telah membuat suasana pertandingan semakin seru dengan dominasi Inggris menguasai bola namun dalam soal bidikan langsung ke gawang Wales nyaris unggul dan hampir menghasilkan gol. Sebaliknya Inggris hampir mencetak gol pertama ketika pertandingan baru berlangsung di bawah 5 menit, namun tendangan Raheem Sterling melempeng ke samping gawang, sejak itu kendali permainan silih berganti.
Grup B yang di huni Inggris, Rusia, Wales dan Slovakia menghadir persaingan yang ketat dan juga hadir kejutan dengan takluknya Rusia 0 : 2 dari Slovakia sekaligus membuka peluang mereka untuk lolos. Di grup ini belum ada yang memastikan lolos, masing masing berpeluang untuk mencetak kemenangan antara Rusia vs Wales, Inggris vs Slovakia dalam pertandingan berikutnya. Dan adalah Wales yang berusaha mencetak sejarah dan adakah aturan yang tidak tertulis atau perjanjian tak tertulis yang berisikan untuk menyikirkan Negara pembuat onar alias perusuh di ajang EURO 2016 dengan takluknya Rusia atas Slovakia. Terlihatnya bagaimana ketatnya persaingan grup ini dan harapan secepatnya Negara dianggap biang kerok EURO harus dipaksa angkat koper lebih cepat, namun itu belum berlaku bagi Inggris.
Bagi pihak penyelenggara mungkin dapat mengurangi beban mereka, lebih cepat lebih baik agar mereka tidak kelabakan menghadapi para perusuh namun jangan terlalu mengharapkan bagi Inggris yang selalu tampil mengkilap di penyisihan kualifikasi EURO dengan tidak terkalahkan dan salah satu yang lolos pertama ke final EURO 2016, dan walau saya tidak menganggapnya salah satu favorit yang lolos penyisihan final grup B, sebab utama adalah tradisi inggris di berbagai turnamen dalam kurun 20 tahun.
Memang masih pagi menyebut Inggris dan Rusia angkat koper, menurut saya kedua tim masih berpeluang lolos, resikonya prediksi saya mungkin meleset lagi karena yang saya jagokan lolos adalah Rusia dan Wales. Dalam bayangan saya tadi malam berharap Wales menjadi raja di wilayah Inggris Raya dengan menjungkalkan Inggris setelah unggul di babak pertama, dan gol Jamie Vardi menurut beberapa pengamat itu sebenarnya dianggap offside namun hakim garis menganggapnya lain. Jika andaikan Inggris kalah itu membuktikan tradisi berulang lagi karena setiap ajang Euro sejak tahun 1998 Inggris jarang berprestasi maksimal dan jarang mencapai puncak, selalu gagal di fase penyisihan dan sempat tidak ikut ajang Euro dan adalah Wales hadir dengan sosok seorang Gareth Bale yang memberi suasana lain di Tim Wales.
GARETH BALE
Siapa yang tidak kenal Garet Bale? Mantan pemain Totteham Hostpur ini adalah pengatur serangan Wales yang sangat menakut bagi semua lawanya, baik di klub yang sekarang Real Madrid maupun di Timnas Wales tampil luar biasa dengan 2 gol yang telah diciptakannya dalam 2 pertandingan membuka mata kita bahwa Gareth Bale adalah jantung bagi Wales, yang harus diawasi dengan ketat, jangan pernah membiarkan pemain Wales dimatikan dengan tackling disekitar areal terlarang kotak penalti.
Karena seorang Gareth Bale akan sangat haus gol melalui tendangan bebas, spesialisasi GB memang terkenal tendangan bebas dan kecepatan lari sangat kencang dengan teknik drible yang hebat, 2-3 lawan sanggup dilewati. Itu telah diperlihatkan dalam duel antara Wales dengan Slovakia dan Wales dengan Inggris, semua gol timnya di cetak melalui tendangan bebas jarak jauh yang indah.
Dapat dipahami bagaimana pahitnya Joe Hart harus memungut bola dari gawang sendiri karena dia tahu Bale adalah produk hebat dari kompetisi liga terbaik dunia, Gareth Bale paham akan permainan Inggris karena dia pernah ”mengasah kakinya” di salah satu klub liga utama Inggris dan termasuk terbaik di dunia Liga Primer Inggris (EPL) dan sekarang semakin ganas di La Liga Spanyol yang juga liga terbaik dunia.
Inggris seharusnya hanya mampu bermain sama kuat andaikan gol Jamie Vardi dibatalkan, namun itulah si kulit bundar semua akan ada selalu kejutan yang seperti diperlihatkan oleh kemampuan Polandia menahan si Panser Jerman dan Amerika Serikat terus melaju dengan menang tipis oleh Ekuador dengan skor 2 : 1 dengan bonus 2 kartu merah untuk masing-masing tim dalam ajang Copa America Centenario 2016.
KEJUTAN COPA-EURO
Memasuki perempat final Copa America hingga tulisan ini dibuat pagi tanggal 17 Juni 2016, telah memunculkan tim pertama lolos ke semifinal adalah Amerika Serikat. Kejutan Amerika Serikat lolos ke semifinal adalah hasil kerja yang bagus dari seorang pelatih Juergen Klismann, mantan pelatih dan pemain Jerman ini adalah pelatih telah membuat Amerika Serikat selalu membuat kejutan prestasi, namun ada pertanyaan apakah hanya harus sebatas kejutan sampai ke semifinal? Bisakah melangkah lebih jauh ke final dan akhirnya juara dan itulah kejutan sejati dan bonus sebagai hasil kerja keras sebagai tuan rumah, dan mematahkan dominasi Argentina, Brazil dan Chili sebagai negara yang sering juara ketika masih atas nama Copa Cannabol.
Prediksi saya sudah meleset dengan tidak mengunggulkan tuan rumah ke semifinal, karena saya tidak tahu lawan AS di babak 8 besar. Saya tidak kecewa tetapi malah senang saja melihat Paman Sam lolos, bukan apa-apa, senang saja melihat animo pendukung AS di stadion karena biasanya sepakbola ini tidak terkenal di Amerika Serikat.
Bagaimana dengan pertandingan dengan Jerman vs Polandia, Jerman sepertinya akan mengikuti tradisi yang berulang pada sejarah perhelatan Euro 2008 dengan gagal mengalahkan Polandia, akankah ada kejutan lagi terjadi? Prediksi saya jangan meleset lagi karena kedua negara ini saya prediksikan lolos ke babak 16 besar, dan jika bisa Jerman harus memperbaiki kualitas permainan lagi. Ada sejarah sudah memperlihatkan hal itu sama mereka dan jangan di ulang lagi, sejarah itu menyebutkan Jerman tidak Juara Euro tetapi si matador yang terhebat, karena permainan yang tidak konsisten dan lucunya berkumpul tim yang hampir sama dalam satu grup seperti sekarang.
Jerman harus membebaskan diri kalau mau lolos dari penyisihan grup  C ini agar bisa  mengatasi Rep. Irlandia yang pada pertandingan kedua mampu mengatasi Ukraina  dengan 2 : 0 sekaligus mengantarkan Ukraina masuk kotak dan membutuhkan kemenangan hiburan jika mampu mengalahkan Polandia, jadi ketat dan semakin membuktikan kualitas Euro memang turnamen bergengsi sepakbola setelah Piala Dunia, selalu ketat dan ada kejutan. Siapa yang terkejut lagi? Karena di grup  C ini belum ada yang berpeluang lolos dan 3 tim itu Jerman, Polandia dan Rep. Irlandia masih membuka peluang mereka lolos ke 16 Besar, apakah tradisi 2008 itu berlaku bagi Tim Panser? Kita lihat saja pada pertandingan terakhir mereka karena Rep.Irlandia adalah tim yang merepotkan dalam babak kualifikasi Euro dan mari kita begadang lagi menunggu hasil semuanya.

Sepak Pojok Gibol 6



THE UNDER DOG
Oleh M. Anwar Siregar

Kejutan demi kejutan dan semoga yang memfavoritkan salah satu tidak terkejut dan tidak mengalami kejutan jantung, sebab sepak bola itu kadang mengundang reaksi yang luar biasa dan membuat siapapun yang gemar bola pasti tidak akan tahan melihat tim kebanggannya mengalami kegagalan dari sebuah tim yang tidak di unggulkan alias tim under dog.
The Under dog memang sebuah tim yang sangat menakutkan, mereka selalu tanpil tanpa beban, bermain lepas, dan membuat lawan selalu kocar kacir sehingga jurus mereka yang mumpuni itu tidak bisa tampil gemilang, jurus justrunya mendadak tumpul dan tidak mempan bagi si tim non unggulan ini. dan sudah terlihat bagaimana sebuah tim raksasa harus angkat koper lebih cepat dari sebuah turnamaen sekelas Copa America Centanario dan sebentar lagi Rusia menyusul setelah dibekap oleh Slovakia 1 : 2.
UNDER DOG
Under dog sebuah sebutan bagi tim sekelas Haiti, Vanezuela dan Peru, mampu menmgubah turnamen yang sedang berlangsung di Amerika Serikat dan membuat suasana semakin panas, prediksi banyak meleset termasuk ramalan saya, saya tidak menduga jika Jagoan saya Tim Brazil angkat koper lebih cepat, gaya permainan Peru sudah seperti tim yang merasa kecil dihadapan tim yang berjulukan Samba dengan seabrek prestasi yang belum ada tandingannya.
Disebut tim kelas under dog karena tidak diunggulkan, dianya akan bermain seperti setan yang memberikan tenaga ekstra untuk meladeni tim dengan segala jurus yang adiluhung, namun apa yang terjadi bagi sebuah Tim yang bernama Samba Brazil, atau tim ini harus mengaubah sebutan nama mereka menjadi tim sambal namun tidak pedas?
“Kau Under dog sangat menjengkelkan sekali”, pasti ada yang melontarkan makian itu, kalau mau jujur penulis sebenar suka memilih beberapa tim yang tidak diunggulkan karena disitulah faktor yang mengangkat membuat sebuah turnamen semakin menarik dan mengundang para penonton untuk melihat kehebatan tim ini sekaligus sebuah gambaran ironi.
Betapa tidak, bahwa tidak selamanya kita berjaya, kadang suatu saat harus mongo untuk dilengserkan ke bawah disebabkan sebuah tim under dog, the under dog adalah sebutan tim tidak mempunyai kehebatan. Seharusnya kita berpikir kata under dog sebaiknya tidak perlu diucapkan dalam suatu turnamen karena siapapun tahu bahwa tim-tim yang lolos dari kualifikasi penyisihan seharus merupakan tim tangguh walau berada di posisi ke 2 dalam grup penyisihan, dalam waktu tertentu akan dipersiapkan sambil mempelajari kekuatan lawan untuk bangkit menjadi yang terbaik.
BAGAIMANA RASANYA?
Bagaimana rasanya dikalahkan tim yang tidak dianggap unggulan? Saya tau rasanya ini, karena tim Indonesia pernah menjadi tim pecundang ketika turnamen piala AFF untuk Asia Tenggara dari Tim Philipina, Indonesia gagal melangkah ke fase berikutnya dan pahitnya ditaklukan dengan angka telak.
Rasanya wajar jika ada yang marah-marah, jika melihat penampilan tim seperti orang yang tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan tim under dog itu seperti tim mendapatkan suntikan anderoid untuk tampil kesetanan, dia tidak merasa minder, yang ada di benak mereka (para pemainnya) adalah keluarkan segala kehebatan individu dan semangat juang tanding yang luar biasa sehingga mereka bagaikan memiliki stamina yang luar biasa.
Dalam keadaan biasa, belum tentu mereka seperti itu, sebaliknya tim unggulan selalu merasa dirinya merasa hebat, menganggap remeh lawanya sehingga lupa bahwa tidak ada yang paling super selamanya, yang under dog suatu saat mereka berada di atas atau bangkit kembali untuk meraih superior atas prestasi masa lalu, dan hal itu telah di perlihatkan Denmark dominasi atas Indonesia dan Korea di ajang Piala Thomas dan tampil sebagai negara tangguh beregu putra saat ini karena sebelumnya mereka sering berlangganan runner up dan seharusnya Indonesia mampu belajar dari kejadian ini untuk bangkit lagi dan memprsiapkan atlet yang under dog untuk mengeluarkan segalanya dan tidak ada yang perlu ditakuti.
Begitu juga bagi tim Brazil dan Uruguay di Copa America, khususnya untuk Brazil, tim ini tidak sesuai dengan harapan pelatih yang menganggap Brazil akan meningkat permainannya selaras dengan laju turnamen, namun justrunya mengalami kemunduran permainan pada hari berikutnya, disebabkan Brazil kini sedang mengalami penurunan kualitas permainan yang menjadi ciri khas Brazil, yaitu bermain cantik dengan operan- operan akurat dan pendek disertai permainan individu yang bertalenta tinggi.
Dan kita tahu Brazil itu gudangnya pemain berbakat, namun tim ini banyak tidak memasukan pemain yang berkualitas tersebut, Brazil selama pertandingan Copa America tidak menunjukan permainan kelas teknik yang berkualitas dunia, yang ada pemain seperti tidak bersemangat dan tidak memiliki pola tim sehingga susahnya membuka peluang gol ke gawang lawan dan dapat dilihat ketika menghadapi Peru dan Ekuador, sebuah negeri kecil yang sering mengalami gempa maut dengan kekuatan besar dan kekuatan bencana itu telah membangkitkan semangat mereka untuk tampil prima menghadapi Brasil sebagai tim negara besar.
Tetapi Under dog tidak berlaku bagi Italia, yang sanggup mengalahkan Belgia dengan skor 2 : 0, yang merupakan tim unggulan dan begitu juga bagi Rep. Irlandia sebagai tim under dog, mereka mampu menahan tim Swedia dengan Zlatan Ibrahimovic sebagai motor tim dengan skor 1 ; 1.
Italia saya prediksi akan lolos di grup maut ini dan karena mereka berusaha tampil tanpa beban. Yang pasti tim under dog akan selalu memberikan tingkat kesulitan tinggi.
Rasanya akan sangat dinamis, pahit senang, marah sedih dan kesal kalem dan semoga tidak menghasilkan bentrokan fisik. The Under dog silahkan saksi juga filmnya bagaimana seorang, sebuah tim dan seekor binatang bisa menjadi pahlawan untuk pelajaran bagi tim unggulan.
Selanjutnya mari buka tulisan berikut di pojok gila bola (gibol) di blog ini selanjutnya? Baca selanjutnya Tendangan Pisang Maut.

Populer

Laut Indonesia darurat sampah

  LAUT INDONESIA DARURAT SAMPAH Oleh M. Anwar Siregar   Laut Indonesia banyak menyediakan banyak hal, bagi manusia terutama makanan ...