Sepak Pojok Gibol 7
KEJUTAN COPA ,
KETATNYA EURO
oleh M. Anwar Siregar
Luar biasa
permainan Wales pada babak 1 penyisihan grup B ketika menghadapi Inggris,
setelah pertandingan pertama mampu mencetak kemenangan bersejarah pertama dalam
keikutsertaan mereka di ajang piala Eropa, Wales masih mampu melakukan
perjuangan itu jika mampu mengatasi Rusia, akan ada sejarah lagi dibuat dengan
(jika) lolos ke fase 16 besar. Dan itu harus dilakukan agar dapat membuktikan
kemampuan mereka dalam ajang EURO, sekaligus memilih siapa yang terbaik di
Inggris raya.
Inggris yang
dikenal sebagai bapak sepak bola modern itu nyaris dipermalukan oleh seorang
yang bernama Gareth Bale, gol tendangan bebas Bale itu mampu menggetarkan
gawang Inggris yang dijaga Joe Hart. Tendangan spesialis jarak jauh adalah
kredit point bagi Bale sekaligus sebagai peringatan bagi semua lawan Wales.
TRADISI KETAT
Jalannya pertandingan
antara Wales dan Inggris saat seru untuk di saksikan, operan panjang yang
menjadi karakter permainan sepak bola di Inggris Raya itu kadang disertai juga
dengan tackling keras namun dianggap wajar oleh sang pengadil lapangan alias
wasit, telah membuat suasana pertandingan semakin seru dengan dominasi Inggris
menguasai bola namun dalam soal bidikan langsung ke gawang Wales nyaris unggul
dan hampir menghasilkan gol. Sebaliknya Inggris hampir mencetak gol pertama
ketika pertandingan baru berlangsung di bawah 5 menit, namun tendangan Raheem Sterling
melempeng ke samping gawang, sejak itu kendali permainan silih berganti.
Grup B yang di
huni Inggris, Rusia, Wales
dan Slovakia menghadir
persaingan yang ketat dan juga hadir kejutan dengan takluknya Rusia 0 : 2 dari Slovakia
sekaligus membuka peluang mereka untuk lolos. Di grup ini belum ada yang
memastikan lolos, masing masing berpeluang untuk mencetak kemenangan antara
Rusia vs Wales, Inggris vs Slovakia dalam
pertandingan berikutnya. Dan adalah Wales
yang berusaha mencetak sejarah dan adakah aturan yang tidak tertulis atau
perjanjian tak tertulis yang berisikan untuk menyikirkan Negara pembuat onar
alias perusuh di ajang EURO 2016 dengan takluknya Rusia atas Slovakia.
Terlihatnya bagaimana ketatnya persaingan grup ini dan harapan secepatnya
Negara dianggap biang kerok EURO harus dipaksa angkat koper lebih cepat, namun
itu belum berlaku bagi Inggris.
Bagi pihak penyelenggara
mungkin dapat mengurangi beban mereka, lebih cepat lebih baik agar mereka tidak
kelabakan menghadapi para perusuh namun jangan terlalu mengharapkan bagi Inggris
yang selalu tampil mengkilap di penyisihan kualifikasi EURO dengan tidak
terkalahkan dan salah satu yang lolos pertama ke final EURO 2016, dan walau
saya tidak menganggapnya salah satu favorit yang lolos penyisihan final grup B,
sebab utama adalah tradisi inggris di berbagai turnamen dalam kurun 20 tahun.
Memang masih
pagi menyebut Inggris dan Rusia angkat koper, menurut saya kedua tim masih
berpeluang lolos, resikonya prediksi saya mungkin meleset lagi karena yang saya
jagokan lolos adalah Rusia dan Wales.
Dalam bayangan saya tadi malam berharap Wales menjadi raja di wilayah Inggris
Raya dengan menjungkalkan Inggris setelah unggul di babak pertama, dan gol
Jamie Vardi menurut beberapa pengamat itu sebenarnya dianggap offside namun
hakim garis menganggapnya lain. Jika andaikan Inggris kalah itu membuktikan
tradisi berulang lagi karena setiap ajang Euro sejak tahun 1998 Inggris jarang
berprestasi maksimal dan jarang mencapai puncak, selalu gagal di fase
penyisihan dan sempat tidak ikut ajang Euro dan adalah Wales hadir dengan sosok
seorang Gareth Bale yang memberi suasana lain di Tim Wales.
GARETH BALE
Siapa yang tidak kenal Garet Bale? Mantan pemain
Totteham Hostpur ini adalah pengatur serangan Wales yang sangat menakut bagi
semua lawanya, baik di klub yang sekarang Real Madrid maupun di Timnas Wales
tampil luar biasa dengan 2 gol yang telah diciptakannya dalam 2 pertandingan
membuka mata kita bahwa Gareth Bale adalah jantung bagi Wales, yang harus
diawasi dengan ketat, jangan pernah membiarkan pemain Wales dimatikan dengan
tackling disekitar areal terlarang kotak penalti.
Karena seorang Gareth Bale akan sangat haus gol
melalui tendangan bebas, spesialisasi GB memang terkenal tendangan bebas dan
kecepatan lari sangat kencang dengan teknik drible yang hebat, 2-3 lawan
sanggup dilewati. Itu telah diperlihatkan dalam duel antara Wales dengan Slovakia
dan Wales dengan Inggris, semua gol timnya di cetak melalui tendangan bebas
jarak jauh yang indah.
Dapat dipahami bagaimana pahitnya Joe Hart harus
memungut bola dari gawang sendiri karena dia tahu Bale adalah produk hebat dari
kompetisi liga terbaik dunia, Gareth Bale paham akan permainan Inggris karena
dia pernah ”mengasah kakinya” di salah satu klub liga utama Inggris dan
termasuk terbaik di dunia Liga Primer Inggris (EPL) dan sekarang semakin ganas
di La Liga Spanyol yang juga liga terbaik dunia.
Inggris seharusnya hanya mampu bermain sama kuat
andaikan gol Jamie Vardi dibatalkan, namun itulah si kulit bundar semua akan
ada selalu kejutan yang seperti diperlihatkan oleh kemampuan Polandia menahan
si Panser Jerman dan Amerika Serikat terus melaju dengan menang tipis oleh
Ekuador dengan skor 2 : 1 dengan bonus 2 kartu merah untuk masing-masing tim
dalam ajang Copa America Centenario 2016.
KEJUTAN COPA-EURO
Memasuki perempat final Copa America hingga
tulisan ini dibuat pagi tanggal 17 Juni 2016, telah memunculkan tim pertama
lolos ke semifinal adalah Amerika Serikat. Kejutan Amerika Serikat lolos ke
semifinal adalah hasil kerja yang bagus dari seorang pelatih Juergen Klismann,
mantan pelatih dan pemain Jerman ini adalah pelatih telah membuat Amerika Serikat
selalu membuat kejutan prestasi, namun ada pertanyaan apakah hanya harus
sebatas kejutan sampai ke semifinal? Bisakah melangkah lebih jauh ke final dan
akhirnya juara dan itulah kejutan sejati dan bonus sebagai hasil kerja keras
sebagai tuan rumah, dan mematahkan dominasi Argentina, Brazil dan Chili sebagai
negara yang sering juara ketika masih atas nama Copa Cannabol.
Prediksi saya sudah meleset dengan tidak
mengunggulkan tuan rumah ke semifinal, karena saya tidak tahu lawan AS di babak
8 besar. Saya tidak kecewa tetapi malah senang saja melihat Paman Sam lolos,
bukan apa-apa, senang saja melihat animo pendukung AS di stadion karena
biasanya sepakbola ini tidak terkenal di Amerika Serikat.
Bagaimana dengan pertandingan dengan Jerman vs
Polandia, Jerman sepertinya akan mengikuti tradisi yang berulang pada sejarah
perhelatan Euro 2008 dengan gagal mengalahkan Polandia, akankah ada kejutan
lagi terjadi? Prediksi saya jangan meleset lagi karena kedua negara ini saya
prediksikan lolos ke babak 16 besar, dan jika bisa Jerman harus memperbaiki
kualitas permainan lagi. Ada sejarah sudah memperlihatkan hal itu sama mereka
dan jangan di ulang lagi, sejarah itu menyebutkan Jerman tidak Juara Euro tetapi
si matador yang terhebat, karena permainan yang tidak konsisten dan lucunya berkumpul
tim yang hampir sama dalam satu grup seperti sekarang.
Jerman harus membebaskan diri kalau mau
lolos dari penyisihan grup C ini agar
bisa mengatasi Rep. Irlandia yang pada
pertandingan kedua mampu mengatasi Ukraina
dengan 2 : 0 sekaligus mengantarkan Ukraina masuk kotak dan membutuhkan
kemenangan hiburan jika mampu mengalahkan Polandia, jadi ketat dan semakin
membuktikan kualitas Euro memang turnamen bergengsi sepakbola setelah Piala
Dunia, selalu ketat dan ada kejutan. Siapa yang terkejut lagi? Karena di grup C ini belum ada yang berpeluang lolos dan 3
tim itu Jerman, Polandia dan Rep. Irlandia masih membuka peluang mereka lolos
ke 16 Besar, apakah tradisi 2008 itu berlaku bagi Tim Panser? Kita lihat saja
pada pertandingan terakhir mereka karena Rep.Irlandia adalah tim yang merepotkan
dalam babak kualifikasi Euro dan mari kita begadang lagi menunggu hasil
semuanya.
Komentar
Posting Komentar