Sepak Pojok Gibol 11 : Injury Time
WAKTU
NORMAL VS WAKTU TAMBAHAN
Oleh
M. Anwar Siregar
Mewaspadai tim yang bukan unggulan jika mereka sudah ketinggalan
akan sangat berbahaya, mereka akan mendapatkan suntikan obat steroid baru
dengan terus berjuang keras agar mampu dan dapat menekan kekalahan dan jika
perlu mereka membalikkan keadaan hingga menang, dan hal ini banyak di takuti
tim unggulan, dan terlihat dan sudah merasakan adalah Jerman, Rumania yang
kalah dari Albania yang berjuang terus mempertahankan skor kemenangan,
sebaliknya di ajang Copa America dapat dilihat dengan susah payah Chili
membekukan kemenangan tipis atas Panama. Begitu juga di rasakan Amerika Serikat sebelum membekukan kemenangan atas
Paraguay.
Suntikan lebih ganas lagi jika pertandingan itu
ada tambahan waktu maka daya gedor untuk menakan pertahanan lawan semakin keras
dengan segala cara akan digunakan, sebaliknya tim unggulan terasa seperti
mengalami kepanikan, hal itu dapat dilihat dari pencapaian yang dilakukan
Islandia terhadap Portugal atau Pirtugal vs Ceko, pertahanan adalah jawaban
untuk mempertahankan keunggulan agar meminimalisasikan gol dan menghindari
sekecil mungkin pelanggaran di kotak penalti.
WASPADA WAKTU NORMAL
Sudah berapa Tim yang terjungkal akibat waktu di
injuri time? Dan bagaimana sebenarnya waktu yang terbuang karena merasa sudah
yakin akan kemenangan? jangan pernah menganggap waktu yang tinggal semenit saja
tidak akan terjadi gol, karena selama bola itu bundar maka semuanya akan bisa
terjadi, lihat keunggulan Prancis yang mampu memburu kemenangan dari tim yang
tidak diunggulkan atas Albania, namun gol Dmitri Payet mampu membalikkan
keadaan di waktu terbatas dan tambahan waktu karena tim non unggulan seperti
Albania sudah yakin mendapat satu point. Dan hasilnya Prancis mencatat
kemenangan ke dua.
Jangan pernah membuang waktu selama waktu normal
dengan berpura-pura kesakitan, menendang bola jauh ke tribun penonton bagi tim
yang sudah unggul, begitu juga bagi tim yang ketinggalan berusaha juga agar
mendapat tambahan waktu dengan melakukan tipuan agar wasit melakukan
perhitungan kartu bagi pemain lawan, keunggulan waktu sangat penting untuk
dipertahankan permainan agar selalu mampu sedikit melakukan pelanggaran.
Karena saat ini, efektivitas waktu permainan bola
sudah semakin maju dengan kemampuan teknologi yang mampu mencatat terbuangnya
waktu akibat berbagai pelanggaran, sistim kominikasi telah tersematkan pada
tangan dan kepala serta earphone wasit dan bantuan di pinggir lapangan,
sehingga perhitungan waktu dapat terjaga.
Jadi percuma melakukan pelanggaran dan pembuangan
waktu karena hal itu justrunya dapat memberikan peluang kesempatan bagi lawan
untuk menguasai permainan. Jika sudah masuk waktu terbatas atau injuri time ada
baiknya terus menguasai permainan dengan terus melakukan pengawasan posisi
lawan baik dalam bentuk pergerakan tanpa bola maupun pergerakan dengan bola.
Perlu diwaspadai setiap tim, karena selama wasit belum meniup pluit panjang
akan ada terus tekanan, disini dibutuhkan konsentrasi tinggi agar tidak lengah
dan kemenangan bisa diraih dengan optimal.
Sudah banyak tim dalam Copa America dan Euro 2016
sudah merasakan hal itu, apalagi partai selanjutnya menggunakan sistim gugur,
jelas akan membutuhkan taktik dan konsentrasi yang jitu guna meredam kekalahan,
agar tidak terjadi penyesalan yang berkepanjangan sehingga mempengaruhi sistim
kerjasama tim karena hal ini telah menimbulkan gap komunikasi antar pemain dan
saling melempar tanggung jawab kesalahan. Menpengaruhi keindahan permainan
sehingga menimbulkan cemoohan dari para penonton.
TAMBAHAN WAKTU
Tambahan waktu merupakan akumulasi atas
terbuangnya waktu normal selama pertandingan, banyak pelanggaran di buat oleh
kedua tim, terutama tim yang tertinggal kadang banyak melakukan segala cara
agar ada penambahan waktu sambil terus mengintip kelemahan dan ketegangan pihak
lawan, gusar, cemas dan tertekan adalah gambaran psikologis yang dibutuhkan
bagi tim yang tertinggal karena tim tertinggal seperti tanpa beban terus
berjuang keras demi sebuah gol demi gol, dan kadang gol dapat tercipta pada dua
menit sekaligus membalikkan keadaan.
Sejarah seperti ini banyak tercatat dalam
pertandingan antar klub eropa dan Amerika, membutuhkan strategis yang matang
demi membekukan kemenangan seperti yang dialami Real Madrid atas Atletico
Madrid dalam final Liga Champian Eropa di Lisbon.
Waktu yang terbuang akan diakumulasi dengan jumlah
detik yang terbuang dan kadang banyak pemain berpura-pura kesakitan dan ada
pula mengadakan perang syarat demi mengganggu konsentrasi lawan dan kadang
wasit bisa terpengaruh jika ada pemain berguling-guling dilapangan menahan rasa
sakit.
Tipuan ini tidak elok lagi, karena kemampuan
teknologi bola semakin maju dan bisa mengambilkan ragam gambar dari berbagai
sudut untuk mengetahui pelanggaran, namun ada saja cara pemain untuk
mendapatkan tambahan waktu yang banyak karena mungkin dapat atau dianggap dapat
menghasilkan keberuntungan.
Pertandingan Inggris dengan Wales, Prancis dengan
Albania, AS dan Paraguay, Chili dengan Panama, mendapat tambahan waktu hingga
lima menit namun tidak memberikan keberuntungan bagi Uruguay, Brazil, dan
Portugal untuk mengejar ketertinggalan atau membekukan kemenangan.
Solusi agar tambahan waktu tidak melewati dua
menit adalah manfaatkan bola dengan penguasaan selama mungkin, lakukan operan
akurat, tekan rasa emosi, lakukan perang syarat dengan terus menekan lawan,
lakukan pertahanan dengan melihat peluang serang balik. Batasi melakukan
pelanggaran kepada lawan bagi tim yang sudah unggul, jangan terkecok dengan
lawan, buang waktu ketika pergantian pemain dengan tidak segera cepat keluar
lapangan itu mungkin efektif namun tidak menghasilkan hasil yang signifikan
karena akan tercatat akumulasi yang terbuang.
Waktu tambahan adalah dilema bagi kedua tim, jadi
bagaimana baiknya berpulang dari cara bermain dengan pola strategis yang sudah
diatur, miliki pemain yang mau menekan ego demi sebuah gol seperti yang
dilakukan pemain Chili dan Argentina, yang terus menekan dan menciptakan gol
nyaris mendekati setengah lusin pada ajang Copa America Centenario 2016, beda
di Euro, sampai sekarang gol yang tercipta banyak baru sebatas tri gol dan para
jagoan jebol gawang nyaris umumnya tumpul, karena rata-rata gol justrunya
dihasilkan oleh pemain gelandang serang dan pemain belakang.
Jadi bagaimana baiknya sekali lagi, maka adalah
lakukan strategi, pahami lawan, hilangkan rasa ego tinggi hanya mengejar
popularitas dan tekan pelanggaran dan bermain cantiklah namun sedikit keras dan
bersih dari pelanggaran.
Kalau ingin juara maka dapat melakukan pemahaman
tersebut diatas, saya sudah melihat dua kejuaraan bersamaan dan sangat kontras
perbedaan antara pemain dalam memberikan kemenangan bagi tim negaranya, di
Eropa sangat kental individunya untuk menjebol gawang, di Copa Amerika, yang
terlihat ego hanya terbatas pada tim non unggulan namun tim besar macam Argentina
dan Chili atau AS yang sudah lolos ke semifinal adalah tim yang memiliki
semangat kerjasama tim yang tinggi padahal mereka adalah sekumpulan bintang
yang ada pada Tim Argentina, Chili, dan Kolombia, sedangkan Amerika Serikat
hanya saya mengenal seorang Clint Demsey hingga tulisan ini saya buat 21 juni
2016 tengah malam.
Jadi mari saksikan semifinal Copa America antara
AS vs Aegentina dan Kolombia vs Chili, Tiga negara di luar USA adalah tim
sesuai prediksi saya yang lolos ke semifinal.
Ayo, mari begadang lagi dengan melanjutkan di
malam hari untuk EURO 2016.
Komentar
Posting Komentar