Sepak Pojok Gibol 13 : Berikutnya Prancis Tumbang
SETELAH USA TUMBANG, BERIKUTNYA PRANCIS?
Oleh : M. Anwar Siregar
Setelah United State America alias Amerika Serikat
tumbang dan gagal ke final Piala Copa America Centenario 2016 oleh Tim Tango
Argentina, apakah animo bola menurun? Jawabnya mari begadang melihatnya setelah
laju AS terhenti oleh magic seorang Lionel Messi dengan kalah telak 0 : 4, AS
tidak bisa berkutik menghadapi Tim Argentina yang berkumpul pemain dan seniman
bola yang berkelas dunia, talenta mereka telah mengantar klub-klub mereka juara
di sejumlah kompetisi liga utama dunia yang termasuk liga terbaik dunia seperti
La Liga Spanyol, Busdeliga Jerman, Liga
Seri A Italia, Liga Premier Inggris, Liga Utama Prancis dan Divisi Utama
Belanda dan Liga Argentina dan Brazil serta Portugal.
Tidaklah mengherankan mereka atau Tim Argentina
melaju kencang tanpa terbendung oleh Tim Tuan Rumah dengan dukungan penonton
belum cukup untuk menghentikan Argentina dan Lionel Messi yang memiliki skill
terbaik itu tak akan mampu dibendung AS, dan melajulah Argentina dan tundalah
menangis dulu, mungkin final yang memberikan kejutan pahit atau manis? Jawabnya
mari kita begadang Copa America dan Euro 2016.
Ukiran prestasi yang dibuat AS itu sudah termasuk
fantastis, karena satu-satunya peserta di luar Amerika Selatan yang selama ini
mendominasi Copa America Canmebol dan mampu ke semifinal dan adalah prestasi
terbaik AS dalam ajang sepak bola setelah Piala Dunia dua tahun lalu yang gagal
ke perempat final di Brazil 2014, belum tercapainya keinginan ke final itu akan
tetap memberikan konstribusi terbaik bagi ketatnya persaingan Copa America di
masa mendatang dan AS bersama Meksiko akan terus diperhitungkan dalam
perhelatan berikutnya, prestasi lainnya adalah kemampuan Tim AS mampu
mengalahkan beberapa Tim Amerika Latin yang terkenal gila bola, dan kadang
dengan angka tipis maupun telak, dan
hebatnya salah satu tim yang mereka kalahkan termasuk langganan lolos final
Piala Dunia.
Pagelaran Copa America Centenario adalah
perhelatan yang telah berusia 100 tahun sejak pertama kali di mulai tahun 1916.
Argentina dan Brazil adalah dua negara peserta yang selalu hadir dan silih
berganti dalam memperebut Piala Canmebol atau Copa America lebih 15 kali dan
Argentina saat ini akan mengukuhkan diri sebagai yang terbanyak dalam pengumpulan
juara melebihi Brazil yang gagal ke fase gugur setelah tumbang oleh tim kemarin
sore yang justrunya melaju ke Babak 8 Besar, Argentina memang dikenal sebagai
Raja Copa America, tahun lalu hampir mereka juara dan apakah tahun ini kembali
runner up ataukah sebagai kampiun Copa America 2016? Jawabnya mari kita
begadang pada tanggal 27 Juni 2016 dengan menghadapi salah satu pemenang, yaitu
apakah Kolombia ataukah Chili sebagai juara bertahan, kedua calon tim lawan
Argentina juga bertaburan mega bintang, anda pasti kenal Alexis, James
Rodrigues yang menjadi Top Skor Piala Dunia Brazil 2014. Yang pasti partai
final akan lebih seru dan lebih sengit dan tidak gampang memprediksi siapa yang
juara pada ajang tahun 2016 ini.
Harapan tadinya saya mau melihat AS tampil ke
final untuk meraih sejarah yang paling mengejutkan dunia sepakbola, agar ada
keseimbangan antara Utara dan Selatan dalam mendominasi kekuatan sepakbola di
Benua Amerika, sedang bagian Tengah mungkin harus menunggu beberapa tahun lagi
untuk menjaga persaingan lebih keras lagi dari sekarang, karena selama ini baru
Meksiko yang memberikan “perlawanan ketat” terhadap Tango dan Samba dalam
keikutsertaan mereka sebagai tamu America Selatan dan selain itu agar dapat
melihat kegembiraan warga Amerika Serikat untuk menikmati juara pertama kali
walau saya sebenarnya juga tidak mendukung tuan rumah lolos ke semifinal, cukup
ke 8 besar, dan itulah si kulit bundar semua bisa saja terjadi termasuk pikiran
saya, namun prestasi yang dibuat itu membuat saya harus meninjau ulang
data-data saya dan baru tahu kalau kemampuan seorang Pelatih tim AS yaitu
seorang Juergen Klinsmann mampu menyulap AS menjadi tim yang berbahaya sampai
ke semifinal dan sayang sekali permainan AS sepertinya tertekan oleh gaya
bermain tim Tango Argentina, penuh perhitungan dengan individu yang mumpuni,
terbukti AS tidak mampu membalas gol balasan sekedar untuk menghibur diri, telak
0 : 4. Selamat untuk Argentina ke final.
Namun apa boleh buat, Argentina bukan tim kemarin
sore, alias bukan tim yang mudah dikalahkan, mereka adalah penguasa Amerika
Selatan dan mungkin sebentar lagi penguasa Benua Amerika, yang pasti pagelaran Copa
America Centernario ini akan menghasilkan juara baru dalam versi yang lebih
luas yaitu Penguasa Benua Amerika, Argentina memang bukan tim yang mudah
digertak oleh Amerika Serikat walau mereka berhadapan langsung dengan tuan
rumah dengan dukungan yang mengalir keras dari warganya. Amunisi Amerika
Serikat di bidang sepakbola kaki ini tidak mempan bagi Argentina, beda sekali
dengan amunisi AS di luar bola, dimana-mana tebaran amunisi sampai ke negara miskin
dan kadang mengundang kecurigaan politik. Namun Argentina sepertinya tidak mau
peduli, amunisi Amerika Seikat sepertinya tumpul dengan terbukti tidak sanggup
membobol gawang Argentina dan melajulah Argentina ke final dan menunda
mendengar lagu Don’t Cry Argentina.
Kalau mau mengalahkan Argentina, Amerika Serikat
membutuhkan amunisi sejenis seorang Lionel Messi, Angel Di Maria atau pun Kun
Aguero dan Gonzales Higuain, niscaya AS akan menjadi negara pemenang semua
gelar turnamen sepak bola dunia, dan saya tidak perlu memasukan Indonesia
seperti ini, karena percuma saja selama sistim pengurusan organisasi yang
amburadul dan mafia skor bergentayangan dan mental kere yang terus menggeroti
timnas karena banyak diantaranya tidak menginginkan Indonesia juara, seperti
era masa lalu ketika Indonesia raja Bola Asia Tenggara dan macan Asia yang
ditakuti, dan sekarang menjadi macam ompung dan kebangkitan itu membutuhkan
waktu yang tidak pasti karena kisruh suasana PSSI yang manyomak sekali, dan
Amerika Serikat sudah pasti belajar dari keberhasilan dan kegagalan ini dan
masih ada gelar penghibur yang harus di rebut Paman Sam yaitu peringkat ketiga.
BERIKUTNYA PRANCIS
Setelah sukses menyelenggarakan Copa America,
berikutnya presatsi bagus dan akan dikenang orang karena CAC 2016 untuk pertama
kali diadakan diluar Amerika Selatan dan penggabungan semua negara di Benua
Amerika dan teristimewa lagu kejuaraan CAC 2016 telah mencapai 100 tahun dan AS
akan menjadi negara yang pertama menyelenggarakan dalam usia 100 tahun dan
sekaligus yang pertama bagi penggabungan semua negara dalam satu turnamen
antara negara dalam satu benua.
Sekarang mari kita pertanyakan selanjutnya,
setelah AS gagal tampil sebagai juara di hadapan publiknya apakah juga Prancis
akan mengikuti jejak AS gagal sebagai yang terbaik, keduanya memiliki perbedaan,
Amerika Serikat sebagai tuan rumah tenang menghadapi kejuaraan Copa America
tanpa kerusuhan, sedang Prancis menghadapi ancaman teror dan kerusuhan serta
dilema harus juara Euro untuk melengkapi gelar mereka lagi setelah juara dunia
tahun 1998 di negara sendiri. Kedua sama tuan rumah? Apakah tuan rumah satu ini
ikut tumbang juga? Jawabnya mari begadang menunggu prancis tumbang ataukah
melaju kencang, dan sangat ini Prancis sudah lulus ujian penyisihan grup dan
selanjut menghadapi ujian kenaikan kelas ke kelas 8 jika mampu juara di kelas
16. Lawan Prancis rasanya bisa diatasi karena rangking 3 dikelas grupnya.
Jadi mungkin saja Prancis belum mengikuti AS,
karena partai yang diikuti baru 16 besar, tetapi bisa saja tidak ada lagi tuan
rumah yang mengadakan pesta bola dan cukupkah sebagai penonton dirumah sendiri
dengan melihat tamunya berpesta bola?
Akankah prestasi Prancis seperti AS, sampai ke Semiifinal? Liku-liku
perjalanan Prancis sebenar mudah jika dilihat dari Prediksi Diagram Alur
Pertandingan, jadi ada cerita Prancis gagal pagi-pagi karena itu sangat
memalukan dan jangan sampai mulut besar Didier Deschamp senyap dan pers Prancis
jadi gaduh sekali dengan berbagaai deadline di Koran akan memberi judul tajam.
Untuk melihat apakah Prancis bagai saudar AS yang sama gagal juara
mari kita begadang dengan melihat prediksi selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar