Sepak Pojok Gibol 6
THE UNDER DOG
Oleh M. Anwar Siregar
Kejutan demi kejutan dan semoga yang memfavoritkan
salah satu tidak terkejut dan tidak mengalami kejutan jantung, sebab sepak bola
itu kadang mengundang reaksi yang luar biasa dan membuat siapapun yang gemar
bola pasti tidak akan tahan melihat tim kebanggannya mengalami kegagalan dari
sebuah tim yang tidak di unggulkan alias tim under dog.
The Under dog memang sebuah tim yang sangat
menakutkan, mereka selalu tanpil tanpa beban, bermain lepas, dan membuat lawan
selalu kocar kacir sehingga jurus mereka yang mumpuni itu tidak bisa tampil
gemilang, jurus justrunya mendadak tumpul dan tidak mempan bagi si tim non
unggulan ini. dan sudah terlihat bagaimana sebuah tim raksasa harus angkat
koper lebih cepat dari sebuah turnamaen sekelas Copa America Centanario dan
sebentar lagi Rusia menyusul setelah dibekap oleh Slovakia 1 : 2.
UNDER DOG
Under dog sebuah sebutan bagi tim sekelas Haiti, Vanezuela
dan Peru, mampu menmgubah turnamen yang sedang berlangsung di Amerika Serikat
dan membuat suasana semakin panas, prediksi banyak meleset termasuk ramalan
saya, saya tidak menduga jika Jagoan saya Tim Brazil angkat koper lebih cepat,
gaya permainan Peru sudah seperti tim yang merasa kecil dihadapan tim yang
berjulukan Samba dengan seabrek prestasi yang belum ada tandingannya.
Disebut tim kelas under dog karena tidak diunggulkan,
dianya akan bermain seperti setan yang memberikan tenaga ekstra untuk meladeni
tim dengan segala jurus yang adiluhung, namun apa yang terjadi bagi sebuah Tim
yang bernama Samba Brazil, atau tim ini harus mengaubah sebutan nama mereka
menjadi tim sambal namun tidak pedas?
“Kau Under dog sangat menjengkelkan sekali”, pasti
ada yang melontarkan makian itu, kalau mau jujur penulis sebenar suka memilih
beberapa tim yang tidak diunggulkan karena disitulah faktor yang mengangkat
membuat sebuah turnamen semakin menarik dan mengundang para penonton untuk
melihat kehebatan tim ini sekaligus sebuah gambaran ironi.
Betapa tidak, bahwa tidak selamanya kita berjaya,
kadang suatu saat harus mongo untuk dilengserkan ke bawah disebabkan sebuah tim
under dog, the under dog adalah sebutan tim tidak mempunyai kehebatan. Seharusnya
kita berpikir kata under dog sebaiknya tidak perlu diucapkan dalam suatu turnamen
karena siapapun tahu bahwa tim-tim yang lolos dari kualifikasi penyisihan
seharus merupakan tim tangguh walau berada di posisi ke 2 dalam grup penyisihan,
dalam waktu tertentu akan dipersiapkan sambil mempelajari kekuatan lawan untuk
bangkit menjadi yang terbaik.
BAGAIMANA RASANYA?
Bagaimana rasanya dikalahkan tim yang tidak
dianggap unggulan? Saya tau rasanya ini, karena tim Indonesia pernah menjadi
tim pecundang ketika turnamen piala AFF untuk Asia Tenggara dari Tim Philipina,
Indonesia gagal melangkah ke fase berikutnya dan pahitnya ditaklukan dengan
angka telak.
Rasanya wajar jika ada yang marah-marah, jika
melihat penampilan tim seperti orang yang tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan
tim under dog itu seperti tim mendapatkan suntikan anderoid untuk tampil
kesetanan, dia tidak merasa minder, yang ada di benak mereka (para pemainnya)
adalah keluarkan segala kehebatan individu dan semangat juang tanding yang luar
biasa sehingga mereka bagaikan memiliki stamina yang luar biasa.
Dalam keadaan biasa, belum tentu mereka seperti
itu, sebaliknya tim unggulan selalu merasa dirinya merasa hebat, menganggap
remeh lawanya sehingga lupa bahwa tidak ada yang paling super selamanya, yang
under dog suatu saat mereka berada di atas atau bangkit kembali untuk meraih
superior atas prestasi masa lalu, dan hal itu telah di perlihatkan Denmark
dominasi atas Indonesia dan Korea di ajang Piala Thomas dan tampil sebagai
negara tangguh beregu putra saat ini karena sebelumnya mereka sering
berlangganan runner up dan seharusnya Indonesia mampu belajar dari kejadian ini
untuk bangkit lagi dan memprsiapkan atlet yang under dog untuk mengeluarkan
segalanya dan tidak ada yang perlu ditakuti.
Begitu juga bagi tim Brazil dan Uruguay di Copa
America, khususnya untuk Brazil, tim ini tidak sesuai dengan harapan pelatih yang
menganggap Brazil akan meningkat permainannya selaras dengan laju turnamen, namun
justrunya mengalami kemunduran permainan pada hari berikutnya, disebabkan Brazil
kini sedang mengalami penurunan kualitas permainan yang menjadi ciri khas
Brazil, yaitu bermain cantik dengan operan- operan akurat dan pendek disertai
permainan individu yang bertalenta tinggi.
Dan kita tahu Brazil itu gudangnya pemain
berbakat, namun tim ini banyak tidak memasukan pemain yang berkualitas
tersebut, Brazil selama pertandingan Copa America tidak menunjukan permainan kelas
teknik yang berkualitas dunia, yang ada pemain seperti tidak bersemangat dan
tidak memiliki pola tim sehingga susahnya membuka peluang gol ke gawang lawan
dan dapat dilihat ketika menghadapi Peru dan Ekuador, sebuah negeri kecil yang
sering mengalami gempa maut dengan kekuatan besar dan kekuatan bencana itu
telah membangkitkan semangat mereka untuk tampil prima menghadapi Brasil
sebagai tim negara besar.
Tetapi Under dog tidak berlaku bagi Italia, yang
sanggup mengalahkan Belgia dengan skor 2 : 0, yang merupakan tim unggulan dan
begitu juga bagi Rep. Irlandia sebagai tim under dog, mereka mampu menahan tim
Swedia dengan Zlatan Ibrahimovic sebagai motor tim dengan skor 1 ; 1.
Italia saya prediksi akan lolos di grup maut ini
dan karena mereka berusaha tampil tanpa beban. Yang pasti tim under dog akan
selalu memberikan tingkat kesulitan tinggi.
Rasanya akan sangat dinamis, pahit senang, marah
sedih dan kesal kalem dan semoga tidak menghasilkan bentrokan fisik. The Under
dog silahkan saksi juga filmnya bagaimana seorang, sebuah tim dan seekor
binatang bisa menjadi pahlawan untuk pelajaran bagi tim unggulan.
Selanjutnya mari buka tulisan berikut di pojok
gila bola (gibol) di blog ini selanjutnya? Baca selanjutnya Tendangan Pisang
Maut.
Komentar
Posting Komentar