23 Jun 2016

Sepak Pojok Gibol 13 : Berikutnya Prancis Tumbang



SETELAH USA TUMBANG, BERIKUTNYA PRANCIS?
Oleh : M. Anwar Siregar

Setelah United State America alias Amerika Serikat tumbang dan gagal ke final Piala Copa America Centenario 2016 oleh Tim Tango Argentina, apakah animo bola menurun? Jawabnya mari begadang melihatnya setelah laju AS terhenti oleh magic seorang Lionel Messi dengan kalah telak 0 : 4, AS tidak bisa berkutik menghadapi Tim Argentina yang berkumpul pemain dan seniman bola yang berkelas dunia, talenta mereka telah mengantar klub-klub mereka juara di sejumlah kompetisi liga utama dunia yang termasuk liga terbaik dunia seperti La Liga Spanyol, Busdeliga Jerman,  Liga Seri A Italia, Liga Premier Inggris, Liga Utama Prancis dan Divisi Utama Belanda dan Liga Argentina dan Brazil serta Portugal.
Tidaklah mengherankan mereka atau Tim Argentina melaju kencang tanpa terbendung oleh Tim Tuan Rumah dengan dukungan penonton belum cukup untuk menghentikan Argentina dan Lionel Messi yang memiliki skill terbaik itu tak akan mampu dibendung AS, dan melajulah Argentina dan tundalah menangis dulu, mungkin final yang memberikan kejutan pahit atau manis? Jawabnya mari kita begadang Copa America dan Euro 2016.
Ukiran prestasi yang dibuat AS itu sudah termasuk fantastis, karena satu-satunya peserta di luar Amerika Selatan yang selama ini mendominasi Copa America Canmebol dan mampu ke semifinal dan adalah prestasi terbaik AS dalam ajang sepak bola setelah Piala Dunia dua tahun lalu yang gagal ke perempat final di Brazil 2014, belum tercapainya keinginan ke final itu akan tetap memberikan konstribusi terbaik bagi ketatnya persaingan Copa America di masa mendatang dan AS bersama Meksiko akan terus diperhitungkan dalam perhelatan berikutnya, prestasi lainnya adalah kemampuan Tim AS mampu mengalahkan beberapa Tim Amerika Latin yang terkenal gila bola, dan kadang dengan angka tipis maupun  telak, dan hebatnya salah satu tim yang mereka kalahkan termasuk langganan lolos final Piala Dunia.
Pagelaran Copa America Centenario adalah perhelatan yang telah berusia 100 tahun sejak pertama kali di mulai tahun 1916. Argentina dan Brazil adalah dua negara peserta yang selalu hadir dan silih berganti dalam memperebut Piala Canmebol atau Copa America lebih 15 kali dan Argentina saat ini akan mengukuhkan diri sebagai yang terbanyak dalam pengumpulan juara melebihi Brazil yang gagal ke fase gugur setelah tumbang oleh tim kemarin sore yang justrunya melaju ke Babak 8 Besar, Argentina memang dikenal sebagai Raja Copa America, tahun lalu hampir mereka juara dan apakah tahun ini kembali runner up ataukah sebagai kampiun Copa America 2016? Jawabnya mari kita begadang pada tanggal 27 Juni 2016 dengan menghadapi salah satu pemenang, yaitu apakah Kolombia ataukah Chili sebagai juara bertahan, kedua calon tim lawan Argentina juga bertaburan mega bintang, anda pasti kenal Alexis, James Rodrigues yang menjadi Top Skor Piala Dunia Brazil 2014. Yang pasti partai final akan lebih seru dan lebih sengit dan tidak gampang memprediksi siapa yang juara pada ajang tahun 2016 ini.
Harapan tadinya saya mau melihat AS tampil ke final untuk meraih sejarah yang paling mengejutkan dunia sepakbola, agar ada keseimbangan antara Utara dan Selatan dalam mendominasi kekuatan sepakbola di Benua Amerika, sedang bagian Tengah mungkin harus menunggu beberapa tahun lagi untuk menjaga persaingan lebih keras lagi dari sekarang, karena selama ini baru Meksiko yang memberikan “perlawanan ketat” terhadap Tango dan Samba dalam keikutsertaan mereka sebagai tamu America Selatan dan selain itu agar dapat melihat kegembiraan warga Amerika Serikat untuk menikmati juara pertama kali walau saya sebenarnya juga tidak mendukung tuan rumah lolos ke semifinal, cukup ke 8 besar, dan itulah si kulit bundar semua bisa saja terjadi termasuk pikiran saya, namun prestasi yang dibuat itu membuat saya harus meninjau ulang data-data saya dan baru tahu kalau kemampuan seorang Pelatih tim AS yaitu seorang Juergen Klinsmann mampu menyulap AS menjadi tim yang berbahaya sampai ke semifinal dan sayang sekali permainan AS sepertinya tertekan oleh gaya bermain tim Tango Argentina, penuh perhitungan dengan individu yang mumpuni, terbukti AS tidak mampu membalas gol balasan sekedar untuk menghibur diri, telak 0 : 4. Selamat untuk Argentina ke final.
Namun apa boleh buat, Argentina bukan tim kemarin sore, alias bukan tim yang mudah dikalahkan, mereka adalah penguasa Amerika Selatan dan mungkin sebentar lagi penguasa Benua Amerika, yang pasti pagelaran Copa America Centernario ini akan menghasilkan juara baru dalam versi yang lebih luas yaitu Penguasa Benua Amerika, Argentina memang bukan tim yang mudah digertak oleh Amerika Serikat walau mereka berhadapan langsung dengan tuan rumah dengan dukungan yang mengalir keras dari warganya. Amunisi Amerika Serikat di bidang sepakbola kaki ini tidak mempan bagi Argentina, beda sekali dengan amunisi AS di luar bola, dimana-mana tebaran amunisi sampai ke negara miskin dan kadang mengundang kecurigaan politik. Namun Argentina sepertinya tidak mau peduli, amunisi Amerika Seikat sepertinya tumpul dengan terbukti tidak sanggup membobol gawang Argentina dan melajulah Argentina ke final dan menunda mendengar lagu Don’t Cry Argentina.
Kalau mau mengalahkan Argentina, Amerika Serikat membutuhkan amunisi sejenis seorang Lionel Messi, Angel Di Maria atau pun Kun Aguero dan Gonzales Higuain, niscaya AS akan menjadi negara pemenang semua gelar turnamen sepak bola dunia, dan saya tidak perlu memasukan Indonesia seperti ini, karena percuma saja selama sistim pengurusan organisasi yang amburadul dan mafia skor bergentayangan dan mental kere yang terus menggeroti timnas karena banyak diantaranya tidak menginginkan Indonesia juara, seperti era masa lalu ketika Indonesia raja Bola Asia Tenggara dan macan Asia yang ditakuti, dan sekarang menjadi macam ompung dan kebangkitan itu membutuhkan waktu yang tidak pasti karena kisruh suasana PSSI yang manyomak sekali, dan Amerika Serikat sudah pasti belajar dari keberhasilan dan kegagalan ini dan masih ada gelar penghibur yang harus di rebut Paman Sam yaitu peringkat ketiga.
BERIKUTNYA PRANCIS
Setelah sukses menyelenggarakan Copa America, berikutnya presatsi bagus dan akan dikenang orang karena CAC 2016 untuk pertama kali diadakan diluar Amerika Selatan dan penggabungan semua negara di Benua Amerika dan teristimewa lagu kejuaraan CAC 2016 telah mencapai 100 tahun dan AS akan menjadi negara yang pertama menyelenggarakan dalam usia 100 tahun dan sekaligus yang pertama bagi penggabungan semua negara dalam satu turnamen antara negara dalam satu benua.
Sekarang mari kita pertanyakan selanjutnya, setelah AS gagal tampil sebagai juara di hadapan publiknya apakah juga Prancis akan mengikuti jejak AS gagal sebagai yang terbaik, keduanya memiliki perbedaan, Amerika Serikat sebagai tuan rumah tenang menghadapi kejuaraan Copa America tanpa kerusuhan, sedang Prancis menghadapi ancaman teror dan kerusuhan serta dilema harus juara Euro untuk melengkapi gelar mereka lagi setelah juara dunia tahun 1998 di negara sendiri. Kedua sama tuan rumah? Apakah tuan rumah satu ini ikut tumbang juga? Jawabnya mari begadang menunggu prancis tumbang ataukah melaju kencang, dan sangat ini Prancis sudah lulus ujian penyisihan grup dan selanjut menghadapi ujian kenaikan kelas ke kelas 8 jika mampu juara di kelas 16. Lawan Prancis rasanya bisa diatasi karena rangking 3 dikelas grupnya.
Jadi mungkin saja Prancis belum mengikuti AS, karena partai yang diikuti baru 16 besar, tetapi bisa saja tidak ada lagi tuan rumah yang mengadakan pesta bola dan cukupkah sebagai penonton dirumah sendiri dengan melihat tamunya berpesta bola?
Akankah prestasi Prancis seperti AS, sampai ke Semiifinal? Liku-liku perjalanan Prancis sebenar mudah jika dilihat dari Prediksi Diagram Alur Pertandingan, jadi ada cerita Prancis gagal pagi-pagi karena itu sangat memalukan dan jangan sampai mulut besar Didier Deschamp senyap dan pers Prancis jadi gaduh sekali dengan berbagaai deadline di Koran akan memberi judul tajam.
Untuk melihat apakah Prancis bagai saudar AS yang sama gagal juara mari kita begadang dengan melihat prediksi selanjutnya.

Sepak Pojok Gibol 12 : Pemain Hebat



SIAPA PEMAIN YANG TERHEBAT
Oleh M. Anwar Siregar

Diantara pemain sepak bola dunia yang pernah lahir atau masih hidup sekarang siapakah sebenarnya yang terhebat? Susah sekali menjawab pertanyaan ini karena masing masing mempunyai selera untuk memilih siapa yang terhebat sepanjang masa. Pemain yang ada sekarang agak melempeng dibandingkan para seniornya karena mereka bukan saja jago secara individu namun juga mampun membawa tim nasional sebagai kampiun juara dibandingkan hanya juara antara klub dunia.
Beberapa pilihan untuk memilih para jawara individu terbaik sepakbola saat ini banyak bertebaran mulai dari penghargaan sepatu emas untuk pencetak gol terbanyak dalam kompetisi liga, dan piala dunia dan piala eropa, piala asia, piala afrika dan piala concafat dan untuk ballon de or sebagai pemain terbaik dunia, namun belum satupun pemain pernah mengantar Negara juara dalam suatu bergengsi dunia seperti Piala Dunia.
Tragisnya, banyak pemain yang dianggap lebih hebat di bandingkan pemain masa lalu diera tahun 80-an merasa lebih baik dianggap baik oleh para pecinta bola di era sekarang. Padahal pemain yang difavoritkan itu belum maksimal bagi negaranya, banyak terlihat pada diri seorang pemain yang bernama Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Neymar dan Luiz Suare dan beberapa pemain yang pernah merenggut sebagai pemain terbaik dunia.
Beda sekali dengan pemain tersubur dalam suatu kompetisi klub mampu sebagai pemain tersubur dalam satu kompetisi kejuaraan antar Negara seperti Piala Eropa dan Piala Dunia, dia mampu merebut semuanya, tidak terpilih sebagai terbaik itu jika dilihat sebagai pemain hanya karena dia bukan pemain tersubur pada kompetisi liga terbaik dunia seperti Ronaldo, apalagi Messi dan orang-orang menyebutnya dialah yang terbaik sepanjang masa dalam satu dasawarsa rasanya banyak tidak adil.
MEREKA BUKAN TERBAIK
Apalagi pemain itu terus terpilih hanya sebuah klub tetapi tidak pernah merasakan bagaimana hebatnya dia berkompetisi di tampat lain, kita akan susah mengetahui kehebatanya, dan hanya sedikit pemain yang bisa membuktikan kualitas itu, sebagai pencetak gol terbaik di berbagai kompetisi Negara berbeda dan terlihat pada diri seorang Ibrahimovic dan Luis Suarez maupun kompetisi sebagai pemain terkuat dalam margin tertinggi tingkat kesulitan pada kompetisi liga terdapat diri seorang CR7.
Lantas bagaimana dengan Lionel Messi, orang menyebut sebagai pemain terhebat di muka bumi? Memimpin Argentina hanya di Copa America ini tapi belum lengkap dengan piala dunia, sudah seabrek pemain terbaik namun untuk tingkat skor pencetak gol terbanyak di berbagai klub lain belum teruji begitu juga untuk Copa America dan Piala Dunia belum pernah sebagai Top Skor hingga tulisan ini dibuat 22-06.
Saya tidaj percaya Lionel Messi permai terhebat di muka bumi, dia memang pemain hebat dalam mengejar sebagai pemain tersubur dalam liga Spanyol dan Liga Champions Eropa namun untuk tingkatan berbagai klub ada yang lebih baik dibanding dia seperti telah dikemukankan diatas.
Hanya segelintir pemain yang bisa memadukan keduanya baik kompetisi local, regional dan dunia, dia adalah Pele, Maradona, terus diantara mereka siapa yang terbaik, jika mengurut dengan prestasi yang di raih selama sebagai pemain maka saya pilih Pele, lalu Maradona, jika dipilih sebagai pemain merangkap pelatih namun tidak menghasilkan juara maka Maradona, namun jika pilihan itu mantan pemain yang meraih juara dunia dan sebagai pelatih yang melatih timnas negaranya maka sedikit pemain tercatat seperti ini yaitu Frank Bekkebaur, si kaisar milik Panser itu sudah membuatnya di tahun 1990 menang atas seorang Maradona ketika masih sebagai pemain.
Jadi, pemain yang digadang-gadang sebagai pemain terbaik sepanjang masa seperti Lionel Messi sebaik di “simpan” saja. Untuk menjadi terbaik adalah pemain itu pernah juara antar klub, juara liga local, juara tersubur dalam kompetisi berulang di Negara lain dan pada satu satu tempat yang sama, juara regional dan juara dunia dan mampu mencetak lebih dari seribu gol sepanjang karier sebagai pemain serta berkompetisi di berbagai liga Negara lain dengan top skor dan mengantar klub juar dunia dan juara lokal.
Gambaran prestasi seperti ini belum bisa dilakukan oleh seorang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, dua pesepakbola yang digadang sebagai terbaik dunia saat ini dalam 20 dasawarsa dan Lionel Messi menurut Maradona adalah titisannya sebagai pemain terbaik sepanjang masa, menurut saya bukan terbaik pemain sepanjang masa dan banyak kecap. Lionel Messi jika ingin disebut terbaik adalah antarkan Argentina juara dunia dan juara Copa America dalam dua tahun ini yaitu piala dunia 2018 di Rusia dan Juara Copa Amerika Centenario Tahun 2016 serta kalau bisa jadilah Top Skor Copa, Piala Dunia dan liga kompetisi di klub Negara lainnya.
DATA GAMBARAN
Thomas Muller sudah membuktikan sebagai Top Skor Liga Jerman, namun belum di luar klub Jerman, Top Skor Piala Dunia dan Eropa, Mengantarkan Jerman juara Dunia. Juara Liga Klub Eropa dan Dunia sudah diukir sebagai prestasi terbaik, belum juara Eropa antar negara dan belum Top skor pemain tersubur liga klub Eropa dan harus dibuktikan pada kompetisi liga klub Eropa dan EURO 2016 tahun ini.
Cristiano Ronaldo sudah membuktikan top skor liga Inggris dan Liga Spanyol dan Portugal serta juara antar klub, Top skor antar Klub, dan terpilih berulangkali sebagai peraih sepatu emas, belum sebagai terbaik karena belum juara dunia antar Negara, juara antar Negara Eropa, belum pernah top skor piala Eropa dan piala Dunia.
Zlatan Ibrahimovic, telah membuktikan kualitas sebagai top skor berbagai kompetisi liga ketat di Belanda, Italia, dan Prancis dan sekarang mencoba menjajal kemampuan di liga Inggris, prestasi yang membanggakan baginya adalah sebagai top skor liga diberbagai Negara, membawa klub juar liga di tiga Negara berbeda, prestasi yang belum adalah membawa Tim Swedia juara Eropa dan Piala Dunia maupun juara antar klub dan Top Skor antara kejuaraan Antar Negara Eropa dan Dunia.
Lionel Messi, Juara Klub dan top skor pada satu liga hampir seumur hidupnya bersama satu Klub yang membesarkannya sekarang, juara antar Klub dunia, Juara antar Klub Liga Eropa, Top Skor Liga antar Klub Eropa, Juara yang belum dipersembahkan untuk prestasinya adalah belum pernah Top Skor Piala Copa America, Belum Pernah Top Skor Piala Dunia, Belum pernah Juara antar Negara Piala Dunia, hingga tulisan ini di buat (22-6) belum pernah juara Copa Amerika antara negara.
Jadi, siapa yang terbaik? kenapa orang menyebut CR7 dan Lionel Messi pemain terbaik decade ini? Jika mereka belum pernah juara antara Negara yang dianggap paling bergensi dibandingkan hanya sebatas untuk diri sendiri?
Terserah pilihan anda, saya hanya ingin ada perbandingan prestasi dan yang membuat sebagian penasaran adalah kapan Lionel Messi membuktikan dia bisa juara di klub lain dan mampu sebagai Top Skor seperti dilakukan CR7 dan Zlatan Ibrahimovic atau tingkat lebih rendah lagi seperti yang telah dilakukan tim rekan klubnya yaitu Luis Suare. Si gigi kelinci ini mampu top skor di liga Belanda dan Inggris dan Spanyol dengan mengantarkan klubnya ada yang juara liga.
Berita akan melihat Lionel Messi berbaju klub lain selain Barcalona FC rasanya sangat lama dan mungkin saya tidak akan pernah melihatnya karena jarak umur saya dengan dia nyaris beda dua dasawarsa.
Jadi, mari kita menunggu berita beberapa pemain yang kini berlaga di Copa Amerika dan EUFA Euro 2016 untuk menambah koleksi gelar prestasi bagi diri dan negaranya. Mari begadang lagi sampai suntuk. Ole... Ole... gol.. gooooolllll.

Sepak Pojok Gibol 11 : Injury Time



WAKTU NORMAL VS WAKTU TAMBAHAN
Oleh M. Anwar Siregar

Mewaspadai tim yang bukan unggulan jika mereka sudah ketinggalan akan sangat berbahaya, mereka akan mendapatkan suntikan obat steroid baru dengan terus berjuang keras agar mampu dan dapat menekan kekalahan dan jika perlu mereka membalikkan keadaan hingga menang, dan hal ini banyak di takuti tim unggulan, dan terlihat dan sudah merasakan adalah Jerman, Rumania yang kalah dari Albania yang berjuang terus mempertahankan skor kemenangan, sebaliknya di ajang Copa America dapat dilihat dengan susah payah Chili membekukan kemenangan tipis atas Panama. Begitu juga di rasakan Amerika Serikat sebelum membekukan kemenangan atas Paraguay.
Suntikan lebih ganas lagi jika pertandingan itu ada tambahan waktu maka daya gedor untuk menakan pertahanan lawan semakin keras dengan segala cara akan digunakan, sebaliknya tim unggulan terasa seperti mengalami kepanikan, hal itu dapat dilihat dari pencapaian yang dilakukan Islandia terhadap Portugal atau Pirtugal vs Ceko, pertahanan adalah jawaban untuk mempertahankan keunggulan agar meminimalisasikan gol dan menghindari sekecil mungkin pelanggaran di kotak penalti.
WASPADA WAKTU NORMAL
Sudah berapa Tim yang terjungkal akibat waktu di injuri time? Dan bagaimana sebenarnya waktu yang terbuang karena merasa sudah yakin akan kemenangan? jangan pernah menganggap waktu yang tinggal semenit saja tidak akan terjadi gol, karena selama bola itu bundar maka semuanya akan bisa terjadi, lihat keunggulan Prancis yang mampu memburu kemenangan dari tim yang tidak diunggulkan atas Albania, namun gol Dmitri Payet mampu membalikkan keadaan di waktu terbatas dan tambahan waktu karena tim non unggulan seperti Albania sudah yakin mendapat satu point. Dan hasilnya Prancis mencatat kemenangan ke dua.
Jangan pernah membuang waktu selama waktu normal dengan berpura-pura kesakitan, menendang bola jauh ke tribun penonton bagi tim yang sudah unggul, begitu juga bagi tim yang ketinggalan berusaha juga agar mendapat tambahan waktu dengan melakukan tipuan agar wasit melakukan perhitungan kartu bagi pemain lawan, keunggulan waktu sangat penting untuk dipertahankan permainan agar selalu mampu sedikit melakukan pelanggaran.
Karena saat ini, efektivitas waktu permainan bola sudah semakin maju dengan kemampuan teknologi yang mampu mencatat terbuangnya waktu akibat berbagai pelanggaran, sistim kominikasi telah tersematkan pada tangan dan kepala serta earphone wasit dan bantuan di pinggir lapangan, sehingga perhitungan waktu dapat terjaga.
Jadi percuma melakukan pelanggaran dan pembuangan waktu karena hal itu justrunya dapat memberikan peluang kesempatan bagi lawan untuk menguasai permainan. Jika sudah masuk waktu terbatas atau injuri time ada baiknya terus menguasai permainan dengan terus melakukan pengawasan posisi lawan baik dalam bentuk pergerakan tanpa bola maupun pergerakan dengan bola. Perlu diwaspadai setiap tim, karena selama wasit belum meniup pluit panjang akan ada terus tekanan, disini dibutuhkan konsentrasi tinggi agar tidak lengah dan kemenangan bisa diraih dengan optimal.
Sudah banyak tim dalam Copa America dan Euro 2016 sudah merasakan hal itu, apalagi partai selanjutnya menggunakan sistim gugur, jelas akan membutuhkan taktik dan konsentrasi yang jitu guna meredam kekalahan, agar tidak terjadi penyesalan yang berkepanjangan sehingga mempengaruhi sistim kerjasama tim karena hal ini telah menimbulkan gap komunikasi antar pemain dan saling melempar tanggung jawab kesalahan. Menpengaruhi keindahan permainan sehingga menimbulkan cemoohan dari para penonton.
TAMBAHAN WAKTU
Tambahan waktu merupakan akumulasi atas terbuangnya waktu normal selama pertandingan, banyak pelanggaran di buat oleh kedua tim, terutama tim yang tertinggal kadang banyak melakukan segala cara agar ada penambahan waktu sambil terus mengintip kelemahan dan ketegangan pihak lawan, gusar, cemas dan tertekan adalah gambaran psikologis yang dibutuhkan bagi tim yang tertinggal karena tim tertinggal seperti tanpa beban terus berjuang keras demi sebuah gol demi gol, dan kadang gol dapat tercipta pada dua menit sekaligus membalikkan keadaan.
Sejarah seperti ini banyak tercatat dalam pertandingan antar klub eropa dan Amerika, membutuhkan strategis yang matang demi membekukan kemenangan seperti yang dialami Real Madrid atas Atletico Madrid dalam final Liga Champian Eropa di Lisbon.
Waktu yang terbuang akan diakumulasi dengan jumlah detik yang terbuang dan kadang banyak pemain berpura-pura kesakitan dan ada pula mengadakan perang syarat demi mengganggu konsentrasi lawan dan kadang wasit bisa terpengaruh jika ada pemain berguling-guling dilapangan menahan rasa sakit.
Tipuan ini tidak elok lagi, karena kemampuan teknologi bola semakin maju dan bisa mengambilkan ragam gambar dari berbagai sudut untuk mengetahui pelanggaran, namun ada saja cara pemain untuk mendapatkan tambahan waktu yang banyak karena mungkin dapat atau dianggap dapat menghasilkan keberuntungan.
Pertandingan Inggris dengan Wales, Prancis dengan Albania, AS dan Paraguay, Chili dengan Panama, mendapat tambahan waktu hingga lima menit namun tidak memberikan keberuntungan bagi Uruguay, Brazil, dan Portugal untuk mengejar ketertinggalan atau membekukan kemenangan.
Solusi agar tambahan waktu tidak melewati dua menit adalah manfaatkan bola dengan penguasaan selama mungkin, lakukan operan akurat, tekan rasa emosi, lakukan perang syarat dengan terus menekan lawan, lakukan pertahanan dengan melihat peluang serang balik. Batasi melakukan pelanggaran kepada lawan bagi tim yang sudah unggul, jangan terkecok dengan lawan, buang waktu ketika pergantian pemain dengan tidak segera cepat keluar lapangan itu mungkin efektif namun tidak menghasilkan hasil yang signifikan karena akan tercatat akumulasi yang terbuang.
Waktu tambahan adalah dilema bagi kedua tim, jadi bagaimana baiknya berpulang dari cara bermain dengan pola strategis yang sudah diatur, miliki pemain yang mau menekan ego demi sebuah gol seperti yang dilakukan pemain Chili dan Argentina, yang terus menekan dan menciptakan gol nyaris mendekati setengah lusin pada ajang Copa America Centenario 2016, beda di Euro, sampai sekarang gol yang tercipta banyak baru sebatas tri gol dan para jagoan jebol gawang nyaris umumnya tumpul, karena rata-rata gol justrunya dihasilkan oleh pemain gelandang serang dan pemain belakang.
Jadi bagaimana baiknya sekali lagi, maka adalah lakukan strategi, pahami lawan, hilangkan rasa ego tinggi hanya mengejar popularitas dan tekan pelanggaran dan bermain cantiklah namun sedikit keras dan bersih dari pelanggaran.
Kalau ingin juara maka dapat melakukan pemahaman tersebut diatas, saya sudah melihat dua kejuaraan bersamaan dan sangat kontras perbedaan antara pemain dalam memberikan kemenangan bagi tim negaranya, di Eropa sangat kental individunya untuk menjebol gawang, di Copa Amerika, yang terlihat ego hanya terbatas pada tim non unggulan namun tim besar macam Argentina dan Chili atau AS yang sudah lolos ke semifinal adalah tim yang memiliki semangat kerjasama tim yang tinggi padahal mereka adalah sekumpulan bintang yang ada pada Tim Argentina, Chili, dan Kolombia, sedangkan Amerika Serikat hanya saya mengenal seorang Clint Demsey hingga tulisan ini saya buat 21 juni 2016 tengah malam.
Jadi mari saksikan semifinal Copa America antara AS vs Aegentina dan Kolombia vs Chili, Tiga negara di luar USA adalah tim sesuai prediksi saya yang lolos ke semifinal.
Ayo, mari begadang lagi dengan melanjutkan di malam hari untuk EURO 2016.

21 Jun 2016

Sepak Pojok Gibol 10 : Aku Orang Gila Bola



SEBUT AKU ORANG GILA BOLA
Oleh M. Anwar Siregar
 Gaduh perhelatan UEFA EURO 2016 kini mulai riuh dengan ditahannya pendukung Inggiris, dan mulai memanasnya pertandingan antar tim dengan mulai munculnya calon tim yang bisa pulang kampung lebih cepat.
Pertandingan bola kadang membuat kita lupa pada urusan lainnya, pulang begadang lantas yang terpikirkan tidur sepuasnya dan baru sadar kalau si Bini marah-marah mengingatkan jika jam kerja sudah menjelang siang. dan kadang mereka yang gila bola itu menganggap sepele dan berakhir gaduh dalam rumah tangga dan begitu juga bagi pasangan yang masih lajang, ancaman pemutusan hubungan kekasih (PHK) menunggu di ujung bibir.
ORANG GILA BOLA
Karakter orang gila bola sangat mudah diketahui, yang biasanya mudah dikenal melalui kebiasaan jika nonton bareng maupun sendiri di rumah, akan mudah melihatnya, menganggap dirinya paling pintar jika seorang pemain gagal menembak ke gawang, akan tanpa wajah mereka seperti marah atau mau mengamuk.
Ada juga ekspresi mereka bertingkah seperti anak-anak yang dapat permen, lompat kegirangan. Ya, begitu juga jika sebuah gol tercipta maka mereka lupa diri kalau mereka orang dewasa lompat-lompat, berpelukan dan foto selfie tanpa peduli orang lain, apalagi jika mendapat sorotan maka semakin ramailah tingkat mereka.
Bila kalah, maka tingkat mereka semakin gila melebihi orang gila, seperti sudah kurang waras, apa saja bisa diamuk dan menimbulkan kerusuhan, sedih marah dan merusak fasilitas stadion. Dan jika tidak bisa menerima kekalahan maka dampak psikologis mereka semakin ganas, maka stadion dan kendaraan serta pihak lawan hingga pihak keamanan akan dilawan sebagai pelampiasan rasa kecewa yang sangat memuncak. Dan gambaran itu dapat dilihat pada akhir kejuaraan.
Lain juga tingkat seorang pelatih, kegirangan luarbiasa padahal umum sudah diatas kepala enam, lupa kalau tubuh mereka itu riskan mengalami hal vital namun  kegembiraan itu melebihi kegembiraan seorang kanak-kanak, coba anda perhatikan para pelatih itu jika timnya mengalami kemenangan atau mampu menciptakan gol-gol, lari-lari, lompat-lompat berpelukan kalau perlu dia juga seperti mau ke lapangan untuk memeluk para pemainnya dan kadang menciumnya seperti yang dilakukan oleh Diego Maradona, Juergen Klinsmann dan beberapa pelatih lainnya.
Tingkah laku seorang pecandu bola ada juga bertingkah laku tidak etis, mencoret wajah dengan aneka warna, ada juga bertingkah laku dengan mencoret badan dengan tanpa berpakaian selama pertandingan dan orang seperti ini adalah orang gila bola tingkat akut dan banyak ditemukan dalam stadion dan mudah memancing kerusuhan apalagi jika dibumbuinya dengan pola tingkah minum dengan alkohol walau kadar ringan namun tetap saja dapat mengundang gejolak untuk memanasi situasi dalam dan luar stadion.
Ingat beberapa tingkat laku para perusuh adalah orang gila bola yang kadang selalu overdosis dalam mendukung timnas negaranya ataupun klub kebanggaannya, salah satu faktor pemicu kerusuhan. Boleh saja orang gila bola tapi pakailah atribut yang sopan dengan tata kramat yang santun, nikmati pertandingan bola dengan penuh kegembiraan dengan menjaga toleransi dengan tim lawan, karena mereka manusia juga yang mudah tersinggung apalagi beban psikologis jika tim mengalami kegagalan, bersikap santun dengan mengajak mereka ikut bergembira serta menghibur mereka, dengan begitu bisa orang gila bola yang humanis.
JIKA ALKOHOL BERBICARA
Apa hubungan dengan alkohol dengan sebutan orang gila bola, alkohol dapat mempengaruhi syarat otak yang sensitif dan merangsang hilangnya keseimbangan atau kesadaran jika melebihi overdosis jika di minum, dan kadang alkohol dapat membahayakan bagi penggunanya yang dibawah umur. Namun jangankan dibawah umur, orang dewasa pun kadang kehilangan kontrol diri sehingga menimbulkan ketegangan yang berakhir dengan keributan.
Minum alkohol dan minuman keras lainnya serta benda yang dapat membahayakan keselamatan sebaiknya tidak diedarkan ditoko-toko yang berdekatan dengan stadion dan harus ketat jika ada pembelian dan tanya untuk apa mereka membeli? Agar pihak keamanan dapat mencegah lebih dini tindakan yang tidak diinginkan. Selain itu, ada juga yang dapat menyebabkan rusaknya keindahan permainan olahraga sepakbola di bumi ini yaitu membawa flare dan sinar ultra violet, karena keduanya bukan barang yang memikat permainan melainkan sebaliknya, sangat mengganggu ketenangan turnamen, dan perlu diingat juga kalau kita sudah jauh-jauh datang dari sebuah negara ke negara penyelenggara hanya untuk menyaksikan pertandingan bola kaki. Untuk itu mari kita patuhi aturan yang telah ditetapkan panitia agar kita puas walau tim kalah dan terlebih jika tim menang dan juara dan itu adalah sebuah keindahan yang tidak sia-sia menghabiskan dana yang tidak sedikit.
Sayang sekali, menjelang habisnya masa penyisikan grup Euro ini, banyak tingkah laku yang sangat mengerikan, bukan saja suporter Rusia dan Inggris yang membuat gaduh, ada juga pendukung Kroasia yang melemper flare dan pendukung lainnya mulai gerah dengan situasi tersebut, ini sudah sangat mengganggu yang ingin menikmati pertandingan dalam suasana riuh bersahabat, melebur dan bertingkah lucu yang menghibur.
ERA WANITA NONTON
Orang gila bola umumnya di dominasi remaja di atas 15 tahun hingga kakek-kakek dan nenek-nenek yang kadang tingkahnya bisa berubah menjadi lucu jika ada pekikan gol- gol dan adalah pembawa kegembiraan dan kesedihan dengan kontraproduktif tingkah laku anak manusia yang tampak jelas berbeda, mengingatkan pada masa kecil.
Pada era sepakbola memasuki  era tahun 1990 ke sekarang, dulu semasa era dibawah yahun 1990-an jarang kita melihat wanita nonton langsung ke lapangan stadion karena risih mendapat ciutan menggoda dari kaum pria dan merupakan tontonan sangat langka pada masa itu, namun setelah melewati era itu kini kita sering menyaksikan para kaum gadis-gadis dan opung-opung nonton langsung dan hebatnya mereka tidak kalah tingkah lakunya dan merupakan pemandangan yang menyegarkan selama pertandingan, apalgi jika dilihat itu para friend girl pemain bola yang rata-rata memiliki kecantikan seorang model dan para ratu kecantikan, menambah freshnya pertandingan bola dan lebih lucu dan unik lagi mereka tidak segan untuk mengolesi warna-warna di wajah cantik mereka sesuai tim favorit mereka, dan tingkah laku juga ada seperti kaum pria, berjingkrak penuh semangat untuk memberikan aplaus kepada tim kesayangannya.
Memang di era dulu, hanya segelintir saja mereka menyaksikan pertandingan langsung, namun sejak adanya turnamen khusus wanita, maka sejak itu secara global stadion mulai diserbu oleh kaum hawa ini. Wanita menurut saya adalah bagian yang dinamis dalam pertandingan bola, mereka adalah keseimbangan untuk menjaga agar turnamen itu sangat menarik dan menghasilkan sugesti bagi tim negaranya dan jika anda percaya, terserah. namun marilah begadang lagi untuk melihat tingkah laku para gila bola ini dan amati bagaimana pola mereka itu, dan memang pantaslah disebut gila dalam arti positif, buka gila sebenarnya, hanya meluapkan euforia kebahagiaan.
Jadi, jauhkanlah masalah agar kenikmatan prestasi dapat kita nonton dengan aplaus.
Dan mari baca selanjutnya sepak pojok gila bola pada edisi berikutnya.



Populer

Laut Indonesia darurat sampah

  LAUT INDONESIA DARURAT SAMPAH Oleh M. Anwar Siregar   Laut Indonesia banyak menyediakan banyak hal, bagi manusia terutama makanan ...