Postingan

Ayo Wisata Ke Kawasan Danau Toba

Gambar
AYO WISATA KAWASAN DANAU TOBA Oleh : M. An-war Siregar Ada banyak cara untuk menikmati keindahan danau Toba, baik dalam acara festival maupun dalam rangka mengisi liburan sekolah atau juga menikmati Mudik hari raya sekalian juga bertamasya untuk menikmati salah satu keindahan destinasi Unggulan Indonesia, misalnya mengikuti liburan dalam rangka Tahunan Festival Danau Toba, atau juga festival Karnaval Kemerdekaan di Danau Toba, atau even lainnya, Disini saya sertakan beberapa lokasi yang memiliki pesona keindahan danau purba yang dari berbagai literatur foto yang disunting telah mewakili berbagai objek manakjubkan dan juga telah saya kunjungi bisa dinikmati, dan kepada fotografer dan penulisnya saya ucapkan salut atas kemampuannya mengambil sudut gambar yang bagus dan indah. Salah satu sudut foto terindah di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara. Sumber : indonesiaituindah.com Ayo wisata ke kawasan Danau Toba sekitar di Sumatra Utara, jangan lupa kunjungi kawasan ...

Dua Puluh Negara Ironi Gempa

Gambar
DUA PULUH NEGARA IRONI GEMPA Oleh : M. Anwar Siregar Sept e mber ceria tidak berlaku bagi Meksiko, bulan september ternyata bulan duka gempa, dan bukan yang pertama dialami Meksiko, sebelumnya juga pada bulan yang sama Meksiko juga mengalami gempa dengan kekuatan mencapai 8.1 SR di tahun 1985 dan estafet kegempaan Meksiko belum berakhir, beberapa hari lalu, masih di bulan September Meksiko mengalami gempa dahsyat dengan kekuatan gempa mencapai 8.4 SR, dan sekarang Meksiko (20/9/17) mengalami gempa tepat di kota Puebla selatan kota Meksiko City, yang telah mengalami korban mencapai 138 jiwa (20/9) dan merusak ribuan bangunan.   Gambar L gempa Meksiko 20-9-2017, yang menelan korban jiwa lebih 138 jiwa akibat tekanan ruas gempa terjunci (sumber gambar : Reuter, Pikiran Rakyat) Mengapa bisa terjadi gempa secara beruntun dalam relatif singkat dalam periode mingguan dengan pusat gempa berpindah dan bukan dalam hitungan bulan atau tahunan? Seperti sudah dijelaskan pada tulisa...

Gempa Meksiko, Bagai Leher Tercekik

Gambar
GEMPA MEKSIKO, BAGAI LEHER TERCEKIK Oleh : M. Anwar Siregar Meksiko diguncang gempa bumi, berkekuatan 8.4, Skala Richter (sumber USGS), kekuatan gempa ini merupakan gempa bumi terkuat dialami Meksiko pada abad 21 ini dan dalam sejarahnya termasuk gempa kuat selama 85 tahun terakhir, sebelumnya Meksko pernah mengalami gempa bumi strategis dari jarak 400 km dari pusat gempa di Pasifik dan menghancurkan Meksko dengan menelan korban gempa mencapai 10.000 jiwa pada tahun 1985. Gempa pada hari Jumat, 07/09/16 banyak meruntuhkan bangunan dan menewaskan lebih dari 61 orang hingga tulisan ini dibuat (10/09), serta ribuan orang mengungsi di tempat penampungan sementara. Jika di tahun 1985 Meksiko diguncang gempa strategis dari lautan akibat subduksi lempeng, maka sekarang ini Meksiko juga diguncang akibat penumbukan tekanan Lempeng Cocos terhadap Lempeng Amerika Utara yang menimbulkan tsunami setinggi 3 meter dapat mencapai wilayah utara ke Pasifik hingga   ke Jepang dan Vietnam, d...

Banjir, Penurunan Daya Dukung Lingkungan

Gambar
BANJIR , PENURUNAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN Oleh M. Anwar Siregar Banjir terjadi lagi disertai dengan bencana longsor, merupakan fenomena dalam dua bulan di tahun ini, dampak dari pembangunan yang mengabaikan dan melebihi daya dukung alam hanya akan membawa kehancuran pada kehidupan manusia saat ini dan generasi mendatang. Terlihat banjir di Sumatera Barat, yang memutuskan lintasan jalan ke Riau, selain itu Ibukota Jakarta dan sekitarnya juga mengalami musibah banjir kiriman, Bogor dan Bandung serta beberapa kota lainnya di Jawa  dan Sumatera  â€ťmenikmati musibah banjir”. Fenomena ini dampak dari pembangunan yang hanya menitikberatkan pada ekonomi semata sudah ketinggalan zaman. Paradigma pembangunan sekarang ini justru harus bergerak maju dengan mengutamakan pembangunan sosial dan ekologi, sebab saat ini kondisi ekologi di hulu hutan di pegunungan telah mengalami penurunan daya dukung lingkungan.   Analisa/ferdy. BAHAYA BANJIR: Hujan yang berkepanjangan pada ...

Menanti Geopark ketiga Indonesia

Gambar
MENANTI GEOPARK KETIGA INDONESIA Oleh M. Anwar Siregar   Landasan regulasi untuk geokonservasi di Indonesia adalah UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dengan aturan di bawahnya, yaitu Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Dalam regulasi tersebut diatur tentang kawasan lindung geologi yang salah satu bentuknya adalah Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG). Pelaksanaan KCAG, jelas, merupakan modal dasar untuk pengembangan geopark. Sebaliknya, pengembangan geopark di suatu kawasan idealnya telah pula didahului oleh penetapan kawasan tersebut sebagai KCAG. Saat ini Indonesia telah memiliki geopark kedua yaitu geopark (taman bumi) Gunung Sewu di Jawa Timur yang memanjang dari Barat ke Timur Pulau Jawa dan terkenal sebagai rangkaian pegunungan Karts. Geopark pertama Indonesia untuk dunia adalah geopark Gunung Batur di Pulau Bali.

Melihat Sistim Perusak Lingkungan Danau Toba

Gambar
MELIHAT SISTIM PERUSAK LINGKUNGAN DANAU TOBA Oleh : M. Anwar Siregar Untuk sekian kali penulis datang lagi ke Danau Toba, kondisi fisik Danau Toba tidak banyak berubah ketika berlibur di Parapat hingga Tomok, lalu dilanjutkan ke daratan tinggi Tanah Karo untuk menikmati keindahan air terjun Sipiso-piso, namun apa yang dilihat sungguh membuat miris, banyak ditemukan sampah dan kondisi perparkiran sedikit semrawut karena memang jalan sempit dan lahan terbatas, namun sebaliknya perkembangan perumahan dan permukiman justrunya yang sangat pesat dan sepertinya kurang terkendali dan tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan konsep pembangunan yang berkelanjutan berbasis lingkungan hijau dan apalagi Danau Toba sudah dimasukkan sebagai kawasan wisata strategis nasional, mengakibatkan banyak kawasan-kawasan rendah yang semula berfungsi sebagai tempat parkir air (retarding pond) dan bantaran sungai telah berubah menjadi daerah permukiman yang dihuni penduduk.

Kabut Asap Lagi

KABUT ASAP LAGI Oleh : M. Anwar Siregar   ”waduh, panas sekali Medan ini” keluh seorang pengendara motor perempuan ketika melintas ke wilayah Amplas pagi hari jelang sekitar jam 8-an (26-27/7) , penulis juga merasakan panas pada hari itu bukan jaket penulis tetapi memang panas, panas yang lebih terik dari hari biasanya jika penulis melewati fly over amplas menuju Tanjung Sari atau Padang Bulan. Panas kota Medan benar-benar membuat saya harus menguras tiga botol aqua disebabkan kondisi jalan di Medan sudah hampir botak pohon nya bukan akibat kebakaran. ”ya, begitulah medan rumah kita” celetuk kawannya bercanda mengutip jargon yang kebetulan ada pamplef yang masih tersisa di sebuah pohon, dan penulis mendengar lalu menimpali ”koq, bu, bisa botak ya?” sembari menunjukkan jalan-jalan yang sedang dibangun itu tidak ada peneduh yang menyejukan. ”ya, namanya juga ini medan, bung” jawabnya bercanda rupanya menghilangkan rasa sebal melihat jalan yang semakin macet menambah injeksi...

Tapsel-Padang Sidimpuan diatas Patahan Gempa Maut

TAPSEL-PADANG SIDIMPUAN DIATAS PATAHAN GEMPA MAUT Oleh : M. Anwar Siregar Dalam selang dua hari berturut wilayah Propinsi Sumatera Utara terus mengalami gempa cukup kuat, di mulai dari gempa Samosir dengan kekuatan 5.2 Skala Richter dengan kedalaman 8 km hingga ke gempa Padangsidimpuan-Tapsel dengan kekua­tan gempa 5.5 SR, dengan kedalaman 10 km yang berada tepat diatas patahan Angkola dan terlihat ada peningkatan kekuatan gempa di wilayah Propinsi Sumatera Utara, dan diketahui selama ini pusat gempa biasanya berlangsung diwilayah Mandai­ling Natal ke batas wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan. Namun pada kejadian gempa yang terjadi Jumat 14 Juli 2017, gempa berlangsung pada zona Patahan Angkola Padang Sidimpuan-Sipirok, yang tepatnya pada jalur lanjutan patahan Aek Latong ke barat daya Angkola Barat (Tapsel) melengkung menyudut tajam ke Angkola Julu yang secara kasat mata, dapat tergambarkan oleh zona patahan geologi berupa graben-graben kecil dengan jurang tajam...