Gempa Meksiko, Bagai Leher Tercekik
GEMPA
MEKSIKO, BAGAI LEHER TERCEKIK
Oleh
: M. Anwar Siregar
Meksiko diguncang gempa bumi, berkekuatan
8.4, Skala Richter (sumber USGS), kekuatan gempa ini merupakan gempa bumi terkuat dialami
Meksiko pada abad 21 ini dan dalam sejarahnya termasuk gempa kuat selama 85 tahun
terakhir, sebelumnya Meksko pernah mengalami gempa bumi strategis dari jarak
400 km dari pusat gempa di Pasifik dan menghancurkan Meksko dengan menelan
korban gempa mencapai 10.000 jiwa pada tahun 1985.
Gempa pada hari Jumat, 07/09/16 banyak meruntuhkan
bangunan dan menewaskan lebih dari 61 orang hingga tulisan ini dibuat (10/09),
serta ribuan orang mengungsi di tempat penampungan sementara. Jika di tahun
1985 Meksiko diguncang gempa strategis dari lautan akibat subduksi lempeng, maka
sekarang ini Meksiko juga diguncang akibat penumbukan tekanan Lempeng Cocos
terhadap Lempeng Amerika Utara yang menimbulkan tsunami setinggi 3 meter dapat
mencapai wilayah utara ke Pasifik hingga ke Jepang dan Vietnam, dan dampak bagi
Indonesia tidak terasa karena pusat gempa cukup jauh untuk menerjang wilayah
Indonesia dan kedalaman gempa mencapi 30 km dan sangat berbeda dengan gempa Aceh
pada tahun 2004 yang mencapai kekuatan 9.4 Skala Richter, gelombang seismik
menjalar di permukaan bumi sejauh 2000 km.
Mengapa Meksiko sering mengalami gempa
dahsyat seperti Indonesia, Jepang dan Tiongkok? Kita harus melihat kondisi
tatanan geologi gempa Meksiko. Jika melihat peta atlas bumi dan peta penyebaran
lempeng-lempeng bumi dan kondisi fisik tatanan geologi Meksiko, tidak mengherankan
mengapa Meksiko sering mengalami gempa besar dan malah mendapat ”kiriman gempa
maut” yang cukup jauh dari wilayah mereka seperti pada kejadian gempa di tahun
1985.
ZONA TERTEKAN
Wilayah Amerika Utara terdiri dari Kanada,
Amerika Serikat dan Meksiko, posisi Meksiko diibaratkan seperti leher manusia, tepat ditengah di antara dua benua
yang berukuran besar yaitu Utara dan Selatan, dan beberapa negara tetangganya
termasuk daerah dengan tatanan geologi gempa yang sangat rumit yang sering
mengalami dan menghasilkan sejarah gempa besar seperti Guatemala, terdapat
patahan utama yaitu Patahan Motagua dan komplek patahan Chixov-Polochic yang
terletak di selatannya dan juga terdapat Lempeng Amerika Selatan serta tekanan
kuat yang kadang juga membuat Haiti mengalami gempa di kawasan Karibia untuk
memberikan respon tekanan di kawasan ruas terkunci di jantung Meksiko.
Dan di sebelah utara Meksiko terdapat
Amerika Serikat dengan zona patahan San Andreas di daratan, menekan wilayah
daratan Meksiko dan begitu juga di Kanada terdapat patahan Cascadia, maupun
Lempeng Juan De Fuca dan Lempeng Amerika Utara, sehingga pergerakan lempeng di
sekitarnya ini membuat gerakan tertekan, seperti benda yang tersangkut di
tenggorakan dalam leher dan memerlukan tekanan untuk mengeluarkannya secara
”paksa” dan di sebelah timur terdapat Lempeng Karibia dan di sebelah barat
terdapat Lempeng Cocos dan Lempeng Nazca yang bergerak ke utara untuk menekan Lempeng
Amerika Utara.
Gambar : gempa Meksiko berkekuatan 8.1 SR di pantai selatan Meksiko (sumber BBC)
Sepanjang Pantai Selatan Meksiko terdapat
segmen-segmen patahan lokal berdimensi sangat panjang yang nyaris membelah
kawasan tengah ke selatan Benua Amerika, sepanjang garis patahan di pantai
selatan Meksiko itu menimbulkan kegentingan energi gempa setiap saat lepas
dalam kekuatan yang sangat besar dan menghasilkan deformasi kerak bumi yang semakin
kompleks.
Zona subduksi antara lempeng banyak terdapat
dikawasan Pasifik dan Atlantik dan bentangan pegunungan berapi tepat berada di tengah
sepanjang lantai samudera dan subduksi yang menghasilkan gempa Meksiko
berkekuatan 8.4 SR berada di zona penunjaman di Palung Amerika Tengah (middle
American Trench), yang menghasilkan deformasi kerak bumi yang memicu gempa bumi
sekarang.
Disisi sebelah timur ini terdapat subduksi
divergen antara Lempeng Eurasia ke utara dengan Lempeng Afrika ke selatan untuk
membentuk Palung Atlantik Tengah (Mid-Atlantic Ridge). Semakin tertekannya
wilayah Meksko termasuk juga Guatemala dengan pergerakan Lempeng Cocos yang sebagian
tubuhnya masih berada di Selatan, yang masih
berbatas dengan Lempeng Nazca sehingga menekan lempeng yang kecil di kawasan
Karibia untuk memberikan respon patahan daratan di Palung Cayman dan Patahan
Motagua yang melewati wilayah Guatemala ke utara wilayah Meksiko melalui
pergerakan sentripugal.
Kawasan pantai di Meksiko merupakan tempat
pertemuan triple junction plate, pertemuan tiga kempeng yang saling bertemu
untuk memberikan tekanan gempa pada kawasan Tengah Amerika dan menghasilkan
gempa daratan yang besar bagi Meksiko dan Guatemala maupun di kawasan Karibia
seperti Kuba dan EL Salvador. Blok patahan Chortis di Karibia yang menyebar
sepanjang pantai Amerika Utara-Karibia akan bergerak ke barat ke Tengah Amerika
dalam hal ini Meksiko, lalu tekanan kuat Lempeng Juan De Juan ke selatan dan Lempeng
Nazca menekan Lempeng Amerika Selatan sehingga membentuk pergeseran koridor diujung
lempengan untuk membentuk busur vulkanik di kawasan Tengah Amerika yang
berjarak sekitar 50 km dari palung Tengah Amerika di lepas pantai selatan
Meksiko dan Guatemala. Zona subduksi ini adalah penghasil pulau vulkanik di
sepanjang cekungan busur vulkanik Amerika Tengah dan menghasilkan sumber
pembentukan zona patahan regional di Semenanjung Meksiko ke arah selatan
Amerika Tengah.
RAWAN GEMPA
Zona getaran gempa 8.4 SR ini terasa
sejauh 1.000 km ke utara Meksiko akibat proses pembentukan palung timur dan
barat di pantai daratan bagian selatan Meksiko dan juga akibat pemekaran lantai
samudera yang terus bergeser serta penyebaran patahan hampir merata di kawasan
Amerika Tengah yang membagi dua setting tektonik lempengan di kawasan Benua
Amerika yaitu, yang menghubungkan Amerika Utara dan Amerika Selatan.
Bagian utara Meksiko juga termasuk sangat
rawan hantaman gempa dan menghasilkan gempa daratan di Semenanjung Meksiko
hingga ke wilayah Amerika Serikat karena terbentuk dipinggiran lempengan yang
aktif bergerak 70 mm per tahun yang diwakili Lempeng Cocos dan Lempeng Nazca dengan
mekanisme penumbukan antar lempeng. Wilayah Meksiko berada di atas lima lempeng
tektonik, yang menjadikannya sebagai salah satu negara paling rawan gempa di
dunia.
Tahun 1985, tanggal 19 september pagi waktu Meksiko, dilanda gempa besar, dengan kekuatan 8.0 skala richter dengan korban
mencapai sekitar 10.000 orang dan menyebabkan kerusakan besar di Ibukota Mexico
City dan sekitarnya. Meksiko bisa mengalami kerawanan gempa karena wilayahnya
berada di ruas terkunci antara lempeng samudera dan ruas-ruas patahan daratan,
dengan kata lainnya Meksiko telah dipagari oleh zona subduksi dan
sesar-sesar/patahan gempa dari disegala penjuru daratan dengan mekanisme gempa
baik pergerakan slab fault maupun divergen ataupun sepritional fault yang
kompleks, kadang disertai tsunami menerjang jauh dari pusat kejadian gempa.
PELAJARAN MEKSIKO
Indonesia termasuk daerah rawan gempa
terbesar di muka bumi, seperti halnya negara-negara rawan gempa seperti Jepang,
Selandia Baru, Italia dan Nepal, tatanan geologi gempa daerah ini hampir ada
diwilayah Indonesia, Indonesia harus mengambil pelajaran berharga dari bencana
gempa Meksiko.
Sebabnya, sejak mengalami gempa tahun 1985
dan serangan gempa strategis sejauh 400 km Meksiko mengeluarkan peraturan yang
ketat tentang pengaturan dan pembangunan bangunan gedung bertingkat yang harus
mengikuti standar building code gempa.
Selain dikenal daerah rawan gempa, Meksiko
dikenal juga daerah rawan longsor, karena tanahnya tidak jauh beda dengan di
Indonesia diendapkan di danau purba seperti di beberapa kota di Indonesia
misalnya cekungan kota Bandung dan endapan transisi alluvial di kota Medan yang
menghasilkan tatanan daerah banjir sehingga percepatan seismik ke permukaan semakin kencang.
Maka mitigasi bencana merupakan faktor
yang harus diperhatikan dalam membangun gedung bertingkat dan wajib dijalankan
di daerah rawan gempa, longsor dan banjir untuk menghasilkan tata ruang yang
tangguh bencana.
M. Anwar Siregar
Pemerhati Tata Ruang Lingkungan dan Energi Geosfer.
Sudah di Publikasi di harian ANALISA MEDAN, 14 September 2017
Komentar
Posting Komentar