Postingan

Integrasi Laut Perbatasan

Gambar
INTEGRASI LAUT PERBATASAN Oleh : M. Anwar Siregar Dengan datangnya bencana bertubi-tubi di daratan dan gagal seluruh pembangunan yang berorientasi daratan seharusnya pemerintah pusat dan daerah yang memiliki pulau-pulau terluar diperbatasan mengalihkan dan mengubah paradigma perencanaan pembangunan ketataruangan kewilayahan dengan fokus pada peningkatan pembangunan sarana dan prasarana di daerah kepulauan dan pulau-pulau terluar, dapat dilakukan dengan meningkatkan dana anggaran pembangunan dengan persentase besarannya untuk pembangunan infrastruktur yaitu Tanah (daratan) sebesar 35 persen dari total dana pembangunan yang dialokasi dari APBN-APBD, sisanya untuk pembangunan Air (laut) di kepulauan perbatasan sehingga kompleksitas permasalahan pembangunan perbatasan teratasi dan laut tidak dianggap pemisah antara pulau tetapi dijadikan sebagai perekat secara geografis dan historis.

Waspada Megathrust Halmahera

SETELAH PALU, WASPADA MEGATHRUST HALMAHERA Oleh M. Anwar Siregar Secara khusus, di kawasan Halmahera telah mengisyaratkan sebuah kondisi batuan semakin matang untuk memudahkan melepaskan energi seismik bergerak dengan kecepatan tingi ke permukaan bumi. Megathrust Halmahera kini dalam hitungan puluhan, untuk berpotensi serupa dengan tsunami Palu dan Donggala. MEGATHRUST HALMAHERA Dalam dua bulan ini, kawasan timur Indonesia terus silih berganti mengalami guncangan gempa bumi. Puncaknya, terjadi gempa tsunami di Palu-Donggala dengan kekuatan mencapai 7.4 SR. Ini berarti akan ada pergeseran patahan sepanjang Palu-Koro-Mayu hingga Ransiki-Sorong di Papua. Dan dampaknya akan menekan lantai dasar samudera di wilayah Pasifik-Philipina. Potensi megathrust gempa Halmahera dapat saja terjadi, mengingat lajur gempa dapat dilihat dari daratan Sulawesi dengan titik patahan Palu-Koro tempat terjadinya pergeseran deformasi batuan yang menyebabkan terjadi gempa dan tsunami Palu-Donggal...

Bencana Banjir akibat Manusia 2

Gambar
  BENCANA BANJIR, SEBAB AKIBAT MANUSIA (2) Oleh M. Anwar Siregar SEBAB AKIBAT Sebab akibat manusia dalam sembarangan merusak lingkungan itu jauh sebelum era modern melalui perluasan emperium kekuasaan dengan membangun benteng pertahanan di era teknologi modern ini, maka efek global sudah terasa sangat nyata di era sekarang terutama di wilayah Indonesia. Gambar : Dampak Banjir Bandang, akibat aktivitas manusia (Dokumen Foto Penulis) Faktor sebab yang berakibat bagi manusia dari hasil perbuatan manusia adalah terjadinya faktor perubahan sistim ketidakteraturan hujan atau hujan salah musim, maka banjir yang sering terjadi di Madina, Langkat, dan Sibolga, Manado, Bandung dan kota lainnya ketika terjadi curah hujan tinggi, melanda wilayah tersebut mengakibatkan terjadi longsor, longsor dampak alih fungsi lahan, sedangkan hujan tinggi tidak teratur dampak perubahan di hulu. alih fungsi lingkungan hutan di hulu pegunungan atau tata ruang tidak lagi seimbang, tidak terk...

Bencana Banjir : Sebab Akibat Manusia (1)

Gambar
BENCANA BANJIR, SEBAB AKIBAT MANUSIA (1) Oleh : M. Anwar Siregar Gambar : Longsor akibat hujan deras menyebabkan banjir dan longsor di Jalimsun Tapsel (Foto Penulis) Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam penyebab bencana banjir di era sekarang, salah satu adalah faktor sebab akibat oleh manusia yaitu mulai dari faktor ekonomi, sosial budaya, hingga faktor lingkungan. Faktor lingkungan menjadi salah satu faktor yang paling penting untuk diperhatikan penyebab banjir dan longsor yang melanda berbagai kota di Indonesia, sebab pembangunan suatu kota merupakan idealisme dari manusia itu, apakah sudah membutuhkan analisis yang mendalam pada ketersediaan sumber daya alam dan dampak lingkungan yang akan terjadi pada sebuah tata ruang yang menyebabkan banjir dan longsor, contoh kanal banjir di Medan belum efektif dalam mengendalikan banjir dan di daerah itu tadinya banyak kawasan hijau yang mampu memberikan keseimbangan kodisi suhu udara yang tidak sepanas di era sekarang....

Gempa Bali

Gambar
BALI MENANTI GEMPA BESAR Oleh M. Anwar Siregar Kawasan aktivitas gempa di Indonesia teraktif di dunia yang terbentang disepanjang Jawa-Sunda, merambat ke bagian barat dan selatan Indonesia sampai ke Pulau Papua Nugini. Luas kawasan ini mencapai sepertiga daerah rawan gempa di dunia, dan Bali merupakan daerah yang diapit oleh semua daerah subduksi, memang sangat berpotensi akan terjadi gempa maut, dan hal inilah mengapa terjadi gempa kuat yang sering terjadi dikawasan selatan dan utara Bali, termasuk gempa Flores tahun 2016 dan Gempa Lombok 2018 yang berulang terjadi tiga kali dalam tiga pekan dengan kekuatan 6,4 SR, 7,0 SR dan 6,5 SR sebagai pembuka jalan ke Bali, dan Bali sepertinya menunggu hitungan waktu kapan gempa besar terjadi.

Geopark Toba dan Energi PON 2024

Gambar
Geopark Danau Toba dan Energi PON 2024 Oleh: M. Anwar Siregar GUBERNUR  Sumatera Utara yang baru akan menghadapi berbagai persoalan da­lam kurun lima tahun ke depan, perlu se­buah visi dan misi da­lam membangun Sumatera Utara yang me­nyentuh segala aspek kehidupan ma­sya­rakat dan industri guna menjaga ke­sinambungan pembangunan. Apapun latar belakang gubernur baru mereka akan menghadapi berbagai permasala­han mulai dari kondisi lingkungan, ben­cana banjir, tata ruang, energi dan kon­disi existing demografis dan sosial eko­nomi serta pariwisata strategis mau­pun sarana pemba­ngunan infrastruktur. Melihat kondisi Sumatera Utara saat ini, maka gubernur sekarang akan menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah.   Gambar : Peta Kawasan Danau Toba (Sumber : dari berbgai sumber) Tantangan Gubsu

Introspeksi Tata Ruang Gempa Lombok

Gambar
INTROSPEKSI TATA RUANG GEMPA LOMBOK Oleh M. Anwar Siregar (Harian WASPADA)     Gempa Lombok berulang kembali hanya dalam seminggu terjadi lagi gempa lebih besar dengan skala 7,0 SR, dan ini sebagai introspeksi bagi kota-kota di Indonesia, karena sekitar 80 persen terletak di daerah pesisir, 25 persen di wilayah rawan gempa bumi, dan 28 persen wilayah rawan tsunami, 49 persen daerah yang terpapar gerakan tanah dengan zona kerentanan sangat tinggi serta 82 persen masyarakat tinggal didaerah rawan bencana dari berbagai elemen bencana. Maka perlunya membangun kota waspada bencana merupakan sebuah keharusan seperti yang dibangun dikota-kota besar di Jepang. Gambar : Peta Pulau Florest (sumber dari berbagai sumber) Mengingat wilayah Indonesia khusus daratan Nusa Tenggara dan Sumatera rawan terjadi gempa lagi perlu suatu perencanaan dan budaya yang memahami lingkungan tempat beraktivitas hidup dengan membangun dan mengelola kerentanan bencana sebagai pengur...

Gejala Kegagalan Geopark Danau Toba

Gambar
GEOPARK DANAU TOBA, GEJALA KEGAGALAN Analisa/ferdy GEOPARK TOBA: Sejumlah personal dari Basarnas melakukan persiapan guna pencarian korban KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Tigaras, Simalungun, Sumut, Selasa (27/6). Peristiwa tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun bisa saja berdampak akan cita-cita pemerintahan Sumut untuk menjadikan Danau Toba masuk dalam Geopark Global Networking (GGN) pada September 2018 oleh tim asesor UNESCO. Oleh M. ANWAR SIREGAR Sungguh ironis. Danau Toba kembali menelan kor­ban jiwa untuk kesekian ka­linya. Apakah ini salah satu tanda kegagalan sebagai Geo­park Global Networking (GGN) September 2018? April tahun 2018 Danau To­ba juga gagal terpi­lih sebagai geopark terselip oleh Geo­park Ciletuh dan Rinjani. Tim asesor dari UNESCO akan kembali lagi me­ninjau kesiapan untuk melihat syarat yang ditetapkan GGN. Ba­nyak faktor yang menyebab­kan mengapa Danau Toba (DT) yang sangat indah itu gagal. Ada be...