Postingan

Medan (bukan) Kota Berbasis Hijau

Gambar
Medan (Bukan) Kota Berbasis Hijau Ilustrasi Oleh: M. Anwar Siregar Kota Surabaya sebagai salah satu pemenang Indonesian Region Award (IRA) 2011, dapat dijadikan contoh bagi kota Medan, bagaimana lingkungan yang hijau dibentuk melalui kegiatan dengan program berbasis komunitas/masyarakat. Selain meningkatkan sendiri luas RTHnya melalui pemba­ngunan/revitalisasi taman-taman kota. Pemerintah Kota Surabaya juga sadar bahwa peningkatan kualitas ling­kungan akan lebih mudah apabila memudahkan melibatkan peran serta masya­rakat. Program seperti “urban farming”, “Sura­baya green and clean”, “Surabaya ber­warna bunga” dan mengingatkan kembali implementasi 3R (rense, redue, recyle) dalam pengolahan sampah, dilakukan dalam rangka membentuk kota hijau yang sehat.

Mengimpikan Medan Kota Taman Raya

MENGIMPIKAN MEDAN KOTA TAMAN RAYA Oleh : M. Anwar Siregar Tantangan yang paling berat yang dihadapi kota Medan dalam menghadapi ancaman perubahan iklim global adalah mental perencanaan pembangunan dalam menegakkan aturan undang-undang atau peraturan daerah yang merusak lingkungan lalu menyebabkan terjadinya bencana pemanasan global dan perubahan iklim. Bencana yang sering terjadi di era sekarang, wujud dari cermin buruknya tata kelola ruang terbuka hijau, buruknya tata kelola ruang, buruknya tata ruang publik, buruknya sinergis antar elemen, menimbulkan banyak masalah di era sekarang. Sebuah gambaran susahnya kota Medan menjadi kota yang sejuk, indah dan bermartabat, sebuah impian yang sangat di dambakan warga kota dimanapun di dunia. Kota yang menghargai semua elemen, bisakah Kota Medan menjadi kota impian yang indah dan menyejukkan udaranya bagi semua? Kota yang sehat dengan sejuta taman rayanya?

Tantangan Presiden, Mitigasi Energi

TANTANGAN PRESIDEN, VISI MITIGASI ENERGI Oleh : M. Anwar Siregar Melihat hasil debat pilpres 2019, tentang pembahasan visi dan misi para kandidat presiden, yang tidak secara mendalam membahas permasalahan mitigasi dan merupakan salah satu duri dalam pembangunan, untuk mengamankan aset-aset penting nasional dan dapat menjadi kendala memenuhi “Janji Kampanye:. Para kandidat lebih fokus dalam pencapaian kemajuan pembangunan ekonomi, itu berarti mengeksploitasi sumber-sumber daya pembangunan. Namun dalam soal kemampuan pengamanan aset nasional visi presiden tidak satu pun memasukan unsur pembangunan mitigasi komprehensif, yang seharusnya melihat gambaran tantangan Indonesia ke depan dengan memperhitungkan faktor yang dapat “mengeliminasi” kondisi target ekonomi pembangunan.

Medan (Belum) Memiliki Peta Mitigasi Investasi

MEDAN (BELUM) MEMILIKI PETA MITIGASI INVESTASI (2) Oleh M. Anwar Siregar PETA INVESTASI GEMPA Selain peta mitigasi investasi dari bahaya erupsi gunungapi, pemerintah Kota Medan maupun kota lain di Sumatera Utara perlu juga menyusun peta sejarah gempa yaitu peta Mitigasi Investasi Rawan Gempa Bumi, dengan mengindentifikasi wilayah-wilayah yang rawan gempa merusak yang permah berlangsung di wilayah kota Medan dan sekitarnya. Menyusun peta mitigasi lintasan sesar aktif yang mengeliling wilayah Kota Medan dari wilayah Deli Serdang dan Tanah Karo. Peta mitigasi investasi gempa ini sangat penting, dalam mengetahui tingkat percepatan seismik batuan yang menyusun dasar tata ruang kota Medan ke permukaan bangunan dan infrastruktur jalan dan bendungan sungai. Lintasan sesar-sesar yang tertimbun di bawah tanah Medan yang berbatas dengan kota Deli Serdang dan Karo sudah harus diperhitungkan dimensi panjangnya dan kekuatan gempa yang pernah terjadi atau akan terjadi, lalu disusun rencana ...

Medan (Belum) Memiliki Peta Mitigasi Investasi

MEDAN (BELUM) MEMILIKI PETA MITIGASI INVESTASI Oleh M. Anwar Siregar Belajar dari kejadian bencana Kota Palu dan Donggala, Medan dipastikan tidak atau belum memiliki peta memperkirakan dampak bencana, peta-peta kerentanan geologis tinggi, belum memiliki target mitigasi, dan sesungguhnya Kota Medan adalah daerah yang paling rawan di Indonesia bersama Jakarta dan Bandung karena berada dalam zona ancaman bencana maut strategis dengan kepadatan penduduk yang sangat besar.

Hantu Karhutla Datang Lagi

Gambar
Hantu Karhutla Datang Lagi Oleh: M. Anwar Siregar.  Belum sebulan gempa Lombok berlalu, bayang-bayang kabut asap kini mulai menampakan diri. Pelan tapi pasti, dia ibarat hantu. Da­tang tidak kentara dan men­jelma bertahap-tahap menja­di hitam menyeramkan di siang bolong. Apalagi jika sudah masuk sore atau ma­lam, suasana bumi pertiwi di angkasa raya semakin seram. Kenapa titik panas (hot spot) mulai ber­munculan? Kenapa bisa terjadi? Bukan­kah pemerintah sudah ber­janji tidak akan berulang ka­but asap lagi?

Fenomena Darurat Iklim Global

TAJUK PALU EMAS GEOLOG 2 2 FENOMENA DUNIA DARURAT IKLIM Oleh M. Anwar Siregar Menulis di blog 'Weather Underground', Dr Jeff dan rekannya Bob Henson mengatakan, Februari adalah luar biasa karena ia lebih panas 1,35 derajat Celcius ketimbang rata-rata jangka panjang, sementara Juli hanya lebih panas 0,75 derajat Celcius dari rata-rata. Mungkin, yang bahkan lebih luar biasa adalah bahwa Februari 2015 mengalahkan rekor Februari sebelumnya [yang diatur selama puncak El Nino 1997-98] dengan kenaikan suhu 0,47 derajat Celcius besar," tulis mereka. Rekor sebelumnya adalah Januari tahun ini, yakni lebih panas 1,14 derajat Celcius ketimbang suhu rata-rata, yang memecahkan suhu Desember 2015 dengan catatan kenaikan 1,10 derajat Celcius.

Sumut Kaya Energi Lambat Aksi

SUMATERA UTARA KAYA EBT LAMBAT AKSI Oleh : M. Anwar Siregar Sumut saat ini sudah harus bangkit dan tidak bergantung pada energi fosil dalam mengatasi berbagai krisis energi listrik, memerlukan pembangunan jaringan listrik tegangan menegah untuk memenuhi kebutuhan energi di desa terpencil dan tidak boleh lambat dalam merealisasi kebutuhan energi agar dapat mengejar ketertinggalan pembangunan dan saat ini sumatera utara sudah terlewati oleh provinsi sumatera selatan dan sebentar lagi provinsi Riau. LAMBAT ENERGI Menjawab krisis energi listrik dan gas di Sumut dapat dilihat dari yang telah tersedia berupa potensi energi baru terbarukan, yang dapat memberikan sumbangan kesejahteraan yang lebih baik dari sekarang.