Gempa Selandia Baru Ancaman Bagi Australia-Pasifik
Gelombang tertinggi sempat terlihat mendekat wilayah
North Canterbury di South Island, menunjukan betapa rumitnya wilayah itu dengan
lepasan energi gempa akan mengubah tatanan geologi tektonik wilayah dipatahan
Hikurangi yang masih berkorelasi dengan berbagai zona subduksi yang berada di
selatan Lempeng Pasifik. Pusat gempa juga saat dekat dengan lokasi gempa-gempa
terdahulu yang sering melanda kota Christchurch, kota terbesar kedua di
Selandia Baru berjarak sekitar 91 kilometer.
GEOLOGI GEMPA
Selandia Baru (New Zealand-NZ), adalah sebuah
negara kepulauan yang terkenal dengan bentang alam yang Indah seperti
Indonesia. Negara ini berada di bagian barat daya Samudera Pasifik dan berada
di sebelah Tenggara Australia, NZ memiliki dua buah mainland yaitu Pulau Utara
(North Island) dan Pulau Selatan (South Island) dan beberapa pulau kecil
disekitarnya. Pulau Utara merupakan pulau tempat beradanya ibu kota Selandia
Baru yaitu Wellington. Hampir 76 persen penduduk Selandia Baru tinggal di Pulau
Utara (disari dari berbagai sumber).
Tatanan geologi
gempa NZ merupakan geologi yang paling rumit dari lima belas negara yang
berbentuk pulau vulkanik dan terbentuk oleh proses pembenturan dipinggiran
lempeng dan sebagian juga akibat yang terbentuk oleh efek vulkanisme di dasar
laut. Kondisinya juga disebabkan oleh fisik bumi yang tidak akan pernah
mengalami pemekaran sehingga ada gejala penerobosan magma di tengah pematang
samudera, benturan-benturan lempeng itu dapat mengakibatkan kondisi batuan dan
tanah menjadi hiperlabil.
NZ terbentuk
akibat proses pembenturan Lempeng Pasifik dengan Lempeng Australia dan
mengalami tekanan dari lempeng Nazca serta Lempeng Cocos. Tekanan ini memungkinkan
NZ banyak terdapat titik panas bumi sebagai sumber energi dan merupakan salah
satu investasi sumber devisa bagi Selandia Baru dan menjadi negeri Kiwi ini
menjadi paling banyak menggunakan energi panas bumi setelah Islandia, sebab
lainnya adalah tatanan geologi Selandia Baru terdapat ruas terkunci bergerigi
yang menunjukkan rumitnya pergerakan lempeng dan pusat pembentukan rangkaian
pegunungan api yang melingkari tata ruang yang membelah New Zealand dan pusat
terbentuknya lajuan lantai pemekaran samudera, tempat munculnya pergeseran
lantai samudaera akibat daur ulang oleh hot spot di dalam kulit bumi,
memunculkan gunung-gunung api baru, terbentuk patahan besar dan pergeseran
lempeng yang aktif bergerak bisa mencapai 37 cm per tahun yang diwakili Lempeng
Pasifik terutama di bagian Selatan
Geologi Batuan
NZ diidentifikasi berumur masih muda sekitar 500 juta tahun dan sering
mengalami perubahan fisik, NZ merupakan bagian daratan benua Gondwanaland.
Benua super besar ini mulai terbelah sekitar 185 milyar tahun lalu dan Selandia
baru terpisah dari benua tersebut membutuhkan waktu sekitar 1 (satu) milyar.
Fisik batuan ini terus mengalami pergeseran dan pergesekan karena tata ruang
Selandia Baru terletak diatas dua Lempeng Tektonik yaitu Pasifik dan Australia.
Pulau Utara dan sebagian Pulau Selatan terletak dipunggungan Lempeng Australia
yang berbaris di bagian tengah yang di dominasi Volcanic Plateau, gunung berapi
aktif dan sumber panas bumi, dan sebagian lagi Pulau Selatan terletak di atas
dan pinggiran Lempeng Pasifik yang membentuk hamparan dataran yang luas dan
rendah, sehingga jelas mengapa Selandia Baru sering mengalami gempa terutama di
kawasan Pulau Selatan.
NZ diyakini
sebagian besar telah tenggelam oleh 23 milyar yang lalu dan muncul kembali
tatanan geologis baru-baru ini disebabkan oleh perubahan dalam pergerakan
Lempeng Pasifik dalam kaitannya dengan lempeng Indo-Australia sekitar 1 (satu)
myl, yang bertugas untuk mengangkat bagian Selandia Baru. Pada awalnya, subduksi Lempeng Pasifik berada di bawah Lempeng Australia. Patahan Hikurangi
yang melintasi Pulau Selatan saat terjadi patahan transformasi yang berada
dibatas pergesekan antara lempeng, sedangkan batas lempeng konvergen dari Pulau Utara adalah zona subduksi yang disebut zona subduksi Kermadec-Tonga.
Rangkaian vulkanik yang terkait dengan zona subduksi yang berasal dari patahan
Kermadec dan Kepulauan Tonga sepanjang zona robekan bumi mencapai
118.000 mil persegi dan sebagian lagi zona subduksi sepanjang 103.000 mil
berada di wilayah Selandia Baru dan sekitar Kepulauan Hawaii. Wilayah
pembenturan lempeng di Selandia Baru berada dalam lingkaran pembenturan seluas 1,4 juta
mil persegi dari batas landas kontinen.
MASIH MENGANCAM
Serangkaian gempa kuat dalam kurun dua tahun ke depan
masih mengancam wilayah Selandia Baru. Hasil penelitian pakar sains dari GNS
Science atau Badan Geologinya Selandia Baru menyebutkan posisi tatanan geologi
Selandia Baru masih memungkinkan melepaskan energi lebih besar karena yang
terjadi sekarang baru terlepas 23 persen sehingga dalam dua tahun ke depan Selandia
Baru masih ada kegempaan besar ke Australia dan negara-negara di Samudera
Pasifik hingga ke pantai Barat Amerika Selatan.
Fakta yang mendukung keberlanjutan gempa kuat
mengancam samudera antara lain bahwa Selandia Baru terletak di kawasan
cincin api yang membuat negara tersebut kerap dilanda gempa. Bahkan pada
Februari 2011 lalu, pernah terjadi gempa 6.3 SR paling mengerikan di kota
Christchurch yang menewaskan 185 orang. Gempa lima tahun lalu tersebut
menghancurkan sejumlah kawasan di Negeri Kiwi. Kemudian pada 14 Februari 2016,
gempa 6.7 SR juga kembali melanda Christchurch tetapi saat itu tak ada korban
jiwa dan juga kerusakan serius.
Fakta kedua,
bahwa mekanisme gempa bulan November 2016 ini menunjukan gempa sangat dangkal
menurut sumber USGS, dengan terjadi gempa berupa mekanisme sesar naik (trust
fault) yang diduga kuat dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng pada jalur
Hikurangi Trough, yaitu zona paling selatan dari sistim subduksi
Kermadec-Tonga. Di zona ini subduksi Lempeng Pasifik melaju dengan kecepatan 37
mm/tahun menunjam ke arah barat di bawah Lempeng Australia dan gempa yang
terjadi merupakan gempa kedua dalam enam bulan terakhir di
Christchurch. Pada September 2016, gempa mencapai kekuatan 7,1 SR juga
menyisakan sejumlah kerusakan fisik.
Fakta ketiga bagi ancaman negara di sekitar ring Pasifik Utara
adalah bahwa rentang plate Selandia Baru yang retak mencapai luasan 1.4 juta
persegi, mencapai kepulauan Tonga, Hawaii, Fuji dan sebagian Australia dan
wilayah Cantebury sudah mengalami ribuan getaran gempa kecil akibat ada
akumulasi dalam puluhan ribu tahun tidak aktif, patahan menjadi bergerak kencang
sepanjang November dan energi itu membutuhkan keseimbangan waktu periode
teredam dalam waktu 12 bulan ke depan. Itu berarti masih ada ancaman gempa kuat
seperti pada kejadian gempa Sumatera Barat tahun 2009 di Indonesia yang terus
menggetarkan patahan besar di wilayah Mentawai. Gempa Italia saja yang terjadi
bulan lalu masih disusul gempa kuat berikutnya pada bulan Oktober 2016 dengan
kekuatan gempa yang kuat.
Selandia Baru merupakan negara maju di bidang geologi energi
panas bumi dan banyak putra terbaik bangsa ber”guru” di negeri kiwi ini, dan
juga negara berpendapatan tinggi dan Indonesia harus belajar dari musibah
ancaman bencana gempa ini bagi kawasan di pantai Barat Sumatera di Mentawai dan di timur
Kepulauan Maluku, sebab efek penjalaran gempa besar telah membuktikan dapat menjangkau daerah yang luas dengan
membangun mitigasi yang komprehensif di berbagai lapisan.
M. Anwar Siregar
Geologist. Pemerhati Tata Ruang Lingkungan.Saat ini bertugas di Medan-Sumatera Utara
Tulisan ini sudah dipublikasi di HARIAN ANALISA MEDAN, Tgl 21 November 2016
Tulisan ini sudah dipublikasi di HARIAN ANALISA MEDAN, Tgl 21 November 2016
Komentar
Posting Komentar