Islam dalam Benturan Peradaban
ISLAM
DALAM BENTURAN PERADABAN
Oleh :
M. Anwar Siregar
Statemen AS terhadap Islam disebut terorisme akibat propaganda yang salah
dari berbagai massa media barat yang selalu menyudutkan islam tanpa opini yang
adil dan berimbang. Hal itu juga dapat diketahui dari sikap politik masyarakat
barat sudah lama terbentuk oleh opini dan citra tentang Islam sebagai penuh
kekerasan. Media Barat dan para pemikir barat yang lebih dikenal orientalisme
barat selalu memutar balikkan fakta-fakta tentang Islam dengan mengkonstruksikan
citra dengan kekerasan.
Sekarang pertanyaan kepada mereka, siapa yang melakukan tindak kekerasan
di Timur Tengah terutama di Suriah? Kenapa masih ada peperangan di sana? Penghancuran
lingkungan dan sumber-sumber pengetahuan warisan peradaban dunia di Irak, dan
siapa dalang dalam pembentukan ISIS? Kalau mau jujur buatlah opini yang adil
dan beradab. Karena ada pembantaian kemanusian di Myamar dan Tiongkok namun
Barat hanya berteriak “seperlunya”.
Kalau bukan karena Islam telah memelihara warisan peradaban dunia
sebelumnya, menyelamatkan dari kepunahan kebudayaan yang ada di Eropa dan
belahan dunia lainnya dan mengembangkan penemuan dan perterjamahkan karya-karya
Yunani, India, Persia, Mesir, yang digerakkan oleh pengetahuan sikap pribadi
muslim dibawah bimbingan oleh Al Quran dipastikan dunia masih dalam kegelapan
dan peradaban material Eropa tak akan pernah ada dan bangkit seperti sekarang.
BENTURAN
PERADABAN
Peradaban Barat lahir dari hubungan Barat dengan Peradaban Islam melalui
perguruan-perguruan Arab di Andalusia (Spanyol) dan wilayah-wilayah Islam
lainnya melalui apa yang disebut dengan Orientalisme Barat (yang mempelajari
kajian Islam dengan memutar balikkan fakta-fakta ilmu Islam dan kandungan Al
Quran). Pertentangan antara gereja dan ilmu berlangsung cukup lama sampai
kemenangan ilmu dengan bukti para ilmuwan mengalami penyiksaan, pemenjaraan dan
pengkafiran seperti yang dialami Galileo yang mati di pancung gereja
Standar ganda dalam pemburuan terorisme dilakukan dengan melakukan
penggalangan dan pembentukan opini terhadap Islam sebagai teroris sudah tidak
pada tempatnya di era globalisasi saat ini. Islam sekarang adalah Islam yang
masih tetap menjaga toleransi dan perdamaian. Hasutan orientalisme sudah
saatnya meninjau ulang tesis yang dibuat terhadap perspekstif dunia Islam,
penghancuran negara mayoritas Islam adalah tindakan biadab yang dilakukan para
pemimpin Barat termasuk Rusia sekalipun dengan terus mengirim mesin perang ke
Suriah, Palestina dan Irak serta Libya.
Islam sendiri bertentangan dengan terorisme, manusia khususnya di negeri
yang berperadaban barat, telah kehilangan rasa nikmat dari kemajuan yang
dicapai peradaban itu dengan kehilangan keindahan dan kemuliaan telah
menimbulkan keresahan yang muncul sebelum perang dunia I tetapi juga dari
suasana-suasana kejiwaan pada peradaban modern yang diwakili Peradaban Barat
saat ini.
Reduksi peradaban adalah sikap yang lebih obyetif dari media internasional
dan masyarakat Barat bahwa Islam tersebut identik kekerasan adalah salah.
Orang-orang Islam memiliki tanggung jawab besar terhadap tamunya. Masalah
timbulnya benturan peradaban terutama unsur dialogis peradaban disebabkan
adanya standar ganda politik Barat terhadap Islam, bukti itu masih sangat
kentara pada era saat ini, standar ganda terhadap Palestina adalah salah satu
contoh sebagai destrukti benturan oleh barat bersama zionisme. Selain itu,
menyebabkan terorisme ikut bermain yang menimbulkan faktor tekanan psikologis
dan menjadi hambatan yang dampaknya kita lihat di dalam persoalan lingkungan
hidup manusia di era sekarang.
Penyerangan terhadap warga muslim boleh jadi bakal memicu apa yang
disebut benturan peradaban. Menurut Samuel P Huntington dalam dunia baru,
hubungan-hubungan antara negara dengan peradaban menjadi semakin sulit dan tidak
jarang menunjukkan kecenderungan antar gonistik. Beberapa hubungan antara
peradaban lebih mengarah kepada konflik daripada bentuk-bentuk hubungan lain
seperti Islam berbenturan dengan peradaban Barat, Tesis Huntington adalah
terlalu memojokkan Islam dengan dalih AS perlu ruang untuk menekan islam
setelah tidak adanya perang dunia dan menjadi Islam sebagai simbol benturan peradaban
yang kini sangat jelas di Timur Tengah.
Seperti upaya pelibatan agama dengan tindakan terorisme yang sangat jelas
melawan peradaban karena transformasi masyarakat beragama khususnya di negara
muslim di seluruh dunia sangat konsent terhadap perdamaian dan anti terhadap
aksi kekerasan dan penjajahan. Benturan peradaban juga disebabkan adanya
perbedaan agama yang menjadi destruksi peradaban, dengan diabaikannya upaya
kerjasama antar pemeluk agama akan berdampak kemungkinan hancurnya peradaban
pada destruksi sosial dan budaya, destruksi sosial dan budaya memungkinkan
hancurnya peradaban khususnya tipisnya kerjasama antara agama. Yang secara
langsung dapat menimbulkan saling penghancuran.
Salah satunya adalah hilangnya sikap toleransi dimiliki orang Barat
karena menurunnya kadar ketuhanan yang murni, menyebabkan tingginya tingkat
kesengsaraan yang ditimpahkan Peradaban Barat karena sesungguhnya peradaban
barat telah kehilangan kemuliaan dan keindahan jiwa, merosotnya moralisme, rasa
fitri yang menyebabkan banyak terjadi benturan antara kedua peradaban, seperti
yang kita lihat dan dilakukan oleh Amerika Serikat beserta sekutunya terhadap
muslim yang berusaha bangkit dari ketertindasan seperti yang terjadi diwilayah
Palestina dan Kashmir serta Checnya yang telah mengambil ribuan nyawa yang tak
berdosa.
Azas peradaban barat adalah azas material yang jauh dari rohaniah agama
yang menyebabkan AS terbentuk oleh paham rasionalitas yang dulunya Katolik dan
lama kelamaan hilang dengan dipisahkannya lembaga agama (Gereja) dengan
kehidupan politik dan pemerintahan dengan lahirnya sebuah “agama sipil” di AS.
Agama sedikit demi sedikit kehilangan otoritasnya dari orang-orang Barat mengakibatkan
faktor psikologis dari rasa frustasi akibat ketidakpuasan terhadap pemerintah
sendiri.
PERADABAN ISLAM
Peradaban Barat merupakan refleksi material yang paling maju yang pernah
dicapai manusia dan juga penghancuran peradaban dengan pembunuhan oleh Yahudi. Karena
itu harus ada peradaban yang baru, yang mampu menyempurnakan kemajuan material
yang berkesinambungan didalamnya kepada kehidupan spritual yang maju agar ada
keseimbangan antara dua kehidupan dan tidak membiarkan yang lain. Dunia Barat
tidak mampu menjalankan keduanya dengan peradaban materialnya di era sekarang.
Dari sinilah terjadinya pembenturan peradaban akibat faktor
psikologis/jiwa yang yang mengalami keresahan, keguncangan dan dekadensi moral
yang telah mencemaskan orang-orang Barat. Benturan peradaban akan terjadi bila
tidak singkapi dengan rahmat Allah dengan sikap realitas terutama dalam
pengendalian hawa nafsu. Maka Islam selama ini dituduh sebagai teroris
sebenarnya hadir sebagai rahmat bagi alam semesta.
Salah satu karakteristik peradaban Islam sebagai agama samawi adalah
peradaban Islam berpijak pada azas ketunggalan yang mutlak dalam aqidah dimana
menyerukan bahwa Allah itu satu dan tidak mempunyai sekutunya dalam kekuasaan
dan KerajaanNya. Islam sebagai agama samawi (agama langit) merupakan agama yang
melimpahkan kadar ketenangan jiwa dan spritual yang dapat meringankan beban
penderitaan hidup manusia serta mengekang hawa nafsu yang pernah diperbuat
Islam pada puncak kejayaan peradaban Arab dan perluasan wilayahnya.
Islam itu bersifat rahmatan lil alamin yang dapat mewujudkan kondisi
komunikasi peradaban bukan benturan peradaban (class of civilisation) seperti
yang ditesiskan oleh Samuel P Huntington dalam bukunya ”The Clash of
Civilization of the World Order (1991), yang sebagian mengatakan bahwa setelah
hancurnya Uni Soviet, musuh AS berikutnya adalah dari peradaban Islam, terlihat
dalam penghancuran Afghanistan dan Irak hanyak memburu satu terorisme dan
sebagai pembalasan terhadap WTC, dan secara langsung AS menjadikan refleksi
dari konflik dua peradaban yang tidak akan pernah bertemu yaitu antara
peradaban Barat dan peradaban Muslim.
M. Anwar Siregar
Geologist, Pemerhati Tata Ruang
Lingkungan dan Energi Geosfer, Spirit Islam
Komentar
Posting Komentar