Tsunamis maut
GEMPA TEKTONIK DAN TSUNAMIS
MAUT
Oleh : M. ANWAR SIREGAR
Suatu gelombang merupakan suatu gangguan
(disturbance), akibat dari gangguan ini bukanlah suatu gerak air ke depan
langsung tetapi lebih mendekat gerak naik turun. Gangguan dari gerak air
kedepan dilakukan oleh angin yang bertiup. Karena lautan yang amat luas ini dan tidak tenang
mempunyai suatu sistim peredaran kompleks, yang terdiri dari atas
bermacam-macam arus gerakan horiontalngan berbagai jurusan dan dapat
berubah-ubah secara tetap dan juga dapat berubah dengan mendadak dari satu arah
yang berlawanan, dan apabila terjadi gangguan didasar laut dapat menimbulkan
gelombang besar.
Gelombang tsunami selalu berhubungan dengan gempa
bumi tektonik dan gempa vulkanis di atas maupun di bwah permukaan laut. Bencana
tsunamis yang melanda Aceh dan Asia Selatan serta Afrika bagian Timur masih
berhubungan dengan pergerakan lempeng yang menimbulkan gempa tektonik dahsyat
pada abad 21 ini adalah termasuk gempa yang terbesar. Pergerakan dan peruntuhan
lempeng yang menimbulkan getaran sejauh ribuan kilometer ini telah berdampak
pada kenaikan permukaan pantai di beberapa wilayah di pantai barat Sumatera dan
telah terakumulasinya ko-seismik pada sesar-sesar lokal di bagian selatan
pantai Barat Sumatera. Peristiwa tsunami di Aceh secarra seiklas
disebabkan oleh terjadinya gempa di dasar laut. Akibat dari pergerakan
lempeng samudera sehingga akan menimbulkan ruang kosong didasar samudera yang
menyebabkan air tiba-tiba surut. Gambar 2, deformasi tektonik pada sesar geser
menghasilkan devormasi vertikal.
DEFORMASI SESAR GESER
Gelombang seismik dapat terjadi oleh gangguan
vulkanisme dan gempa tektonik yang
disebbabkan oleh pergeseran dasar laut secara vertikal. Ketika sebuah lempeng bergeseran terhadap satu
sama lain, maka terbentuk sebuah sesar geser. Karena air itu tidak dapat
dipadatkan. Maka seluruh air, dari dasar sanmpai kepermukaan, bergerak berarak
dari daerah seismik. Di Samudera terbuka, gelombang-gelombang air membentuk
ketinggian tidak lebih dari 60 inchi. Bila
energi potensia gelombang semakin bertambah, maka semakin cepat gelombang itu
berarak secara teratur, karena kecepatan gelombang sama dengan akar kwadrat
hasil percepatan dan kedalaman.
Tsunami terjadi
bila rretakan pada batuan kerak atas menyebabkan dasar laut turun dengan
cepat sekali (sesar turun). Permukaan air laut diatasnya juga turun, yang
menyebabkan gelombang laut mengalami gangguan di daerah seismik lalu bergulung
dengan cepat. Karena air yang digerakkan oleh kegiatan tektonik yang memuat
seluruh gerakan air didalam perputaran air lalu didorong keatas. Karena ennergi
Kenetik dari perputaran air gelombang akan terbagi merata keseluruh
kedalamannya ketika mencapai daratan, maka semakin tinggi gelombang akan
mengubah energi kenetik tadi menjadi energi potensial. Sebab pantai yang
bentuknya curam akan mengalami perubahan yang maksimal, karena tidak ada
gelombang yang melemah sehingga kekuatannya menjadi berlipat ganda. Untuk
daerah lepas pantai, panjang gelombang tsunami bisa mencapai puluhan sampai
ratusan kilometer, namun tinggi rendahnya gelombang tergantung pada energi
skala magnitudonya yang dihasilkan oleh gempa tektonik, gambar 1-2
Sesar ini menandakan tempat dimana Samudera Pasifik dan Samudera Hindia bergerak
ke utara dan timur terhadap daratan yang diam. Contoh sesar geser ini adalah
Patahan San Andreas dan Sesar Pantai Barat Sumatera.
Tekanan tektonik yang tak henti-hentinya berarti
batuan itu terus menerus bertutar tempat dengan laut. Tetapi hal ini
menyebabkan agak sulit meramalkan perubahan laut dimasa mendatang. Bentuk dasar
samudera yang berubah-ubah juga ikut bergeser. Beberapa gerakan tanah di lautan
telah menambah tekanan untuk menimbulkan tekanan air pasang yang meningkat dan
gerakan lainnya mengimbangi. Lonngsoran
tanah di dasar laut yang tiba-tiba dapat secara tajam menurunkn
permukaan laut yang biasanya 3
meter menjadi 12 meter dalam satu abad.
GELOMBANG TSUNAMI
Secara mendasar menurut ahli geologi dan
geofisika, tsunami berbeda dengan gelombang pasang yang di gerakkan oleh angin
dan mempunyai hubungan efek gravitasi bumi dan bulan. Gelombang Tsunami berarti
gempa laut atau gelombang seismik, yangdisebabkan oleh gangguan tektonik
dibawak dasar samudera yang menimbulkan gelombang-gelombang yang menjalarkan
keluar dengan cepat sekali. Gelombang ini sering tinggi, gelombang ini dapat
juga disebabkan oleh letusan gunung berapi, tanah laut yang longsor. Kestabilan
air laut akan terganggu akibat perpindahan massa air oleh runtuhan, ungkitan
atau longsoran tebing di dasar laut secara serantak, sehingga terjadinya
gelombang laut yang berkelanjutan denngan gelombang pasang dan bersifat
tiba-tiba dilepaskan oleh gempa bumi dan
erupsi gunungapi yang meletus didasar laut.
Kecepatan tsunami hanya 39 mil/jam di kedalaman 60
kaki tatapi melebihi 600 mil/jam di kedalaman 30.000 kaki. Bahaya yang
ditimbulkan bila tsunami itu berada
diperputaran terakhir ke pantai sempit saat energinya terpusat. Kehadiran
tsunami menjadi menara air yang nampak menakutkan lalu memecah di panntai
dengan tinggi sampai 100 kaki.
Jelaslah bahwa jika gangguan seismik besar-besaran
yang terjadi dekat atau dibawah laut dan
samudera bukan hanya getaran yang terasa dibawah tanah yang menyebabkan
gelombang air pasang. Ini lebih dapat menyebabkan timbulnya suatu seishe yaitu
gerak ritmis, bolak-balik, turun naik dan maju mundur, dimana goyangan air yang
berirama sehingga sering mempengaruhi wadah air yang terdekat seperti Teluk,
menaikkan gelombang-gelombang yang tidak lebih 5 meter tingginya. Banyak
terdapat didaerah sekitar Pulau Irian, Pulau Timor dan Jepang
Gambar : Tsunami sebelum menuju pantai (sumber : beritalink).
MORFOLOGI PANTAI
Daerah yang terparah dalam mengalami tsunami
adalah wilayah Pasifik yang memiliki lempeng tipis antara 30-70 km. Dengan ketipisan ini menyebabkan terjadinya longsoran dan
patahan pada dasar laut. Didaerah
Pasifik terdapat lebih banyak palung-palung samudera dalam, paling sedikit
diwilayah ini satu gempa bawah laut dapat terjadi dalam tiap tahhun sejak 1800.
Dan tsunami di Pasifik yang paling mengerikan itu dapat terjadi setiap 10
tahun.
Indonesia termasuk salah satu negara di dunia ini
daerah rawan tsunami sepanjang tahun, bahwa kepulauan Indoesia diapit oleh
beberapa lempeng-lemoeng benua dan lempeng-lempeng samudera yang sangat aktif,Yaitu
Lempeng Carolina/Pasifik di sebelah barat dan Lempeng Laut Philipina di barat
daya, Lempeng Eurasia di utara serta
Lempeng samudera Hinda-Aaustralia di selatan
dan LempengSamudera Atlantik-Afrika di sebelah timur.
Bencana tsunami yang sering melanda Indonesia
memiliki karakteristik selalu berhubungan dengan pergerakan sesar-sesar geser dilautan Indonesia. Ini dapat dilihat
pada bencana tsunami di flores dan
Aceh-Sumut, yang mempunyai banyak patahan lokal-lokal disekitar Laut Flores dan
Laut Timor sebagai pembatas dari patahan
regional pantai barat Sumatera. Patahan daerah ini berhubungan denggan
kedalaman fokus gempa dangkal yang dapat
menghhasilkan tsunami dahsyat.
Bentuk morfologi (bentang alam) pantai umunya
berbentuk kerucut menyempit dan menjorok kedalam, permukaan pulau
berbentuk landai dan berlekuk memanjang
yang memudahkan tsunami dapatt mencapai pantai. Menurut para ahli geologi kelautan, pulau-pulau berbentuk
kerucut biasanya mampu ”menangkap”” gelombang yang tetap, karena pecahan
gelombang dan gelombang tersebut terperanngkap. Ini disebabkan panjangnya sama
dengan panjang pulau. Sedangka kecepatan tsunami antara 500-700 km/per jam
menuju kedaratan dalam waktu antara 5-10 menit,dan tinggi gelombang rata-rata
yang tercatat maksimum 12 meter di laut
dalam dan membesar puluhan meter saat mendekati garis pantai. Sedangkan tinggi
tsunami yang mencapai garis pantai (run up), ditentukan oleh besar kecilnya
magnitudo gempa,morfologis ((bentang alam) dasar pantai dengan kedalaman curam
dan bentuk garis pantai dan tidak ada pelindung pemecah gelombang seperti
terumbu karrang dan tumbuhan mangurove (pohon bakau). Maka tsunami dengan mudah mencapai ke daratan dan
menghancurkan apa saja, seperti yang sudah terrjadi di Aceh dan Nias.
Palu emas geolog.
Gambar : Morfologi kawasan Pantai Aceh yang landai, memudahkan gelombang air tsunami
jauh mencapai ke daratan, memporandahkan bangunan yang ada. (sumber : Liputan.com)
Dalam kurun 100 tahun terakhir ini sejak 1901-2005
tercatat 75 tsunami terjadi di Indonesia. Sebanyak 85 persen bencana tsunami mengalami
bencana maut dan sekitar 64 peristiwanya berlangsuung di wilayah timur
Indonesia. Maka diperlukan sistem peringatan dini terhadap bencana gempa dan
tsunami di hampir wilayah Indonesia yang menghadap ke Samudera Pasifikdan
Samudera Hindia. Harga peralatan teknologi ini memang mahal, akan tetapi masih
lebih baik dari kehancuran yang akan dialami karena membutuhkan harga yang
lebih maha dahhsyat untuk melakukan
rekontruksi dan rehabilitas infrastruktur.Palu emas geolog.
terimakasih infonya sangat membantu, dan jangan lupa kunjungi web kami http://bit.ly/2KFWNkJ
BalasHapus