Belajar Gunungapi : Lava Gunungapi Paluemasgeolog
Lava adalah cairan larutan magma pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi melalui kawah gunung berapi atau melalui celah (patahan) yang kemudian membeku menjadi batuan yang bentuknya bermacam-macam.
Bila cairan tersebut encer akan meleleh jauh dari sumbernya membentuk aliran seperti sungai melalui lembah dan membeku menjadi batuan seperti lava ropi atau lava blok (umumnya di Indonesia membentuk lava blok). Bila agak kental, akan mengalir tidak jauh dari sumbernya membentuk kubah lava dan pada bagian pinggirnya membeku membentuk blok-blok lava tetapi suhunya masih tinggi, bila
posisinya tidak stabil akan mengalir membentuk awan panas guguran dari lava (Sumber WIKIPEDIA)
Aliran lava (“lava flow”): adalah magma yang
keluar dari permukaan dan mengalir dipermukaan, bisa di darat, bisa di
dasar laut. Ini adalah betul-betul material magma (cairan silikat)
bersuhu tinggi, bisa mencapai 1300C. Hasil endapannya adalah batuan
ekstrusif yang masif atau brecciated. Jadi yang sering terlihat sebagai
aliran berpijar dari kepundan (crater) pada waktu malam saat terjadi
letusan gunungapi adalah ALIRAN LAVA dan BUKAN lahar panas.
Istilah GUGURAN LAVA sudah sangat umum dipakai di bidang volkanologi, yaitu adalah identik dengan ROCK FALL tetapi khusus terjadi pada puncak gunungapi, terjadinya adalah sbb.: lava yang sudah mendingin menjadi batuan volkanik (misalnya andesit) di puncak gunungapi membentuk “sumbat lava” (“volcanic plug”) yang bisa menutupi seluruh atau sebagian lubang kepundan, tergantung bentuknya, bisa berupa kubah ataupun tiang. Biasanya terjadinya guguran lava dalam skala yang besar mengindikasikan akan terjadi erupsi, karena adanya peningkatan desakan magma dan tekanan gas dari bawah, mengakibatkan sumbat lava ini mengalami deformasi, terangkat, retak-2 dan akhirnya rontok membentuk guguran lava. Jadi BUKAN lava pijar yang gugur.(berbagai sumber dan Hand Book Vulkanologi)
Istilah GUGURAN LAVA sudah sangat umum dipakai di bidang volkanologi, yaitu adalah identik dengan ROCK FALL tetapi khusus terjadi pada puncak gunungapi, terjadinya adalah sbb.: lava yang sudah mendingin menjadi batuan volkanik (misalnya andesit) di puncak gunungapi membentuk “sumbat lava” (“volcanic plug”) yang bisa menutupi seluruh atau sebagian lubang kepundan, tergantung bentuknya, bisa berupa kubah ataupun tiang. Biasanya terjadinya guguran lava dalam skala yang besar mengindikasikan akan terjadi erupsi, karena adanya peningkatan desakan magma dan tekanan gas dari bawah, mengakibatkan sumbat lava ini mengalami deformasi, terangkat, retak-2 dan akhirnya rontok membentuk guguran lava. Jadi BUKAN lava pijar yang gugur.(berbagai sumber dan Hand Book Vulkanologi)
Gambar : Lava pijar disertai kepulan awan panas mengalir dari puncak Gunung
Sinabung ketika terjadi guguran kubah lava erupsi Gunung Sinabung di
Karo, Sumatera Utara, Jumat (19/6/15) malam. Sejumlah desa di lingkar
Gunung Sibanung dan wilayah Berastagi diselimuti debu vulkanik yang
cukup tebal akibat kejadian tersebut. (Sumber : ANTARA FOTO/Rony
Muharrman/Rei/aww/15)
Contoh Gunungapi yang terdekat yang masih melelhkan lava yang kini menjadi pemandangan bagi wisatawan adalah lelehanatau leleran lava Gunung Sinabung di Tanah Karo Propinsi Sumatera Utara.
Lebih dua tahun sejak September 2013 Gunung Sinabung menyemburkan lava pijar dan debu vulkanisnya. Kini, masyarakat sekitar tidak
lagi meratapi derita yang mendera. Namun, mereka mulai beradaptasi dan
mencari peluang di balik bencana letusan gunung api tersebut.
Geliat bisnis pariwisata di kKota Berastagi, sekitar 15 kilometer
sebelah timur Gunung Sinabung, sempat terganggu. Hunian hotel anjlok
lebih 60 persen di awal letusan. Kendati demikian, masyarakat pelaku
pariwisata di kota wisata, Dataran Tinggi Karo itu tidak mau pasrah (Sumber : Republic Co.Id, Jakarta)
Sumber Video : dari berbagai sumber dan Badan Geologi
Komentar
Posting Komentar