24 Agu 2016

Disintegrasi Bangsa



DISINTEGRASI, ETIKA DAN INTEGRASI BANGSA
Oleh : M. Anwar Siregar
 
Eskalasi politik Indonesia kini memasuki periode yang sangat menentukan bagi  kelangsungan pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid, demo dan unjuk kekuatan dan dibarengi intimidasi bagi anggota dewan telah melewati rasa toleransi yang pernah dimiliki bangsa ini menjadi sebuah teror yang sangat menakutkan bagi keselamatan bangsa ini.
Pergunjingan, pertikaian, perdebatan dan pemberontakan sepertinya tak sanggup diselesaikan oleh presiden Indonesia ini yang lebih senang bepergian ke luar negeri, rencana terakhirnya ia mau ke Australia walau sudah dilarang keras ia masa bodoh (dengan diucapkan dengan persetan dengan mereka, saya tetap kesana – Australia). Sedang masalah yang sangat mendesak seperti terus meningkat tajam bukannya menurunkan suhu yang sudah panas, negeri ini sepertinya tinggal didalam neraka dan diperparah lagi oleh para elite cuma banyak omong kosong.

Krisis Pemimpin dalam Perspektif Islam



KRISIS ETIKA PEMIMPIN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Oleh : M. Anwar Siregar

Banyak orang saat ini berambisi duduk di tampuk kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif, seperti kita lihat di pemerintahan Indonesia. Makna kekuasaan di Indonesia telah mengalami penyelewengan dan cenderung untuk kepentingan pribadi beserta kronik-kroniknya. Mengantarkan bangsa ini sebagai bangsa yang mudah diobok=obol oleh bangsa lain dan diperparah terjadinya bencana alam, yang turut memperparah keadaan bangsa Indonesia dalam pembangunannya.
Saat ini beberapa daerah di Indonesia sedang melaksanakan pemilihan langsung kepala daerah, dalam perjuangannya untuk mendapatkan sosok pemimpin yang kelak dituntut untuk mempertanggung jawabkan kepemimpinannya. Rakyat harus mencermati siapa yang layak untuk menjalankan amanah penderitaan rakyat, mampu menjalankan kekuasaan itu sebaik-baiknya, bukan mengumbar janji-janji. Karena sudah banyak sejarah memberikan pelajaran bagi suatu pemimpin bangsa bahwa kekuasaan itu tidak ada yang abadi, kadang-kadang dari kekuasaan itu dapat merusak akhlak seorang pemimpin, jika mempertahankan dengan kewenangan untuk kepentingan golongannya. Dalam sejarah kepemimpinan islam telah mengajarkan bagaimana hancurnya kekuasaan khalifah Usman dan pemerintahan Ali Ibnu Abi Thalib. Membuat kesalahan dengan menempatkan kawan dan keluarga (nepotisme) sebagai yang berhak untuk memimpin kekuasaan dengan integritas yag dimiliki oleh pemimpin sangat rendah dengan kualitas moral tidak tertanam dengan baik.

22 Agu 2016

Kekuasaan dalam Perspektif Islam



PENYELEWENGAN KEKUASAAN DIDALAM PERSPEKSTIF ISLAM
Oleh : M. Anwar Siregar

Kecenderungan pemimpin pada abad modern ini dalam mengendalikan kekuasaan cenderung menyelewengkan kepercayaan masyarakat dengan buktikan dengan munculnya korupsi yang marajelela dengan diiringi maraknya orang terdekat akan memimpin kekuasaan diberbagai lapisan sistim pemerintahan dari suatu Negara seperti yang kita lihat di Indonesia agar dominasi kekuasaan tetap berlanjut.
Dalam pemilihan kepala pemerintahan daerah baik walikota maupun bupati di Indonesia sering terdengar politik uang yang tergolong penyuapan yang sangat dilarang keras oleh hokum positif dan hokum agama. Korupsi-korupsi yang terjadi di Indonesia telah mengaburkan nilai-nilai kemanusian, hati nurani seperti sudah tertutup, korupsi termasuk dalam perbuatan penipuan terhadap rakyat dan memanipulasi aspirasi rakyat, pencurian terhadap hak-hak rakyat dan mengkhinati amanah rakyat.
Dalam hadist Rasulullah yang diriwayatkan kepada Bukhari dan Muslim “seorang hamba yang dianugerahi Allah jabatan kepemimpinan, lalu dia menipu rakyatnya, maka Allah mengharamkannya masuk surga”.

Sport Tradisi Emas Kembali



TRADISI EMAS TELAH KEMBALI, KEJAYAAN BERLANJUT
Oleh : M. Anwar Siregar

Kegagalan pada olimpiade London pada tahun 2012, itu menjadi pelajaran bagi Owi-Butet dalam menuntaskan kemenangan mereka pada ajang Olimpiade berikutnya di negeri Neymar, pada tahun 2016 dengan merebut medali emas bulutangkis.
Sepanjang tahun 2016 ini, Pasangan ganda campuran Indonesia ini belum menunjukkan grafik permainan yang bagus, sering gagal dibabak awal berbagai turnamen dan diprediksi beberapa pengamat bulutangkis mereka dianggap sudah habis, apalagi disaat yang bersamaan, Junior mereka Praven-Debby terus menunjukkan kualitas mereka dengan merebut turnamen All England 2016, Tontowi Ahmad-Lilyana Natsir itu sering terjegal oleh pasangan yang bukan unggulan, apalagi kondisi fisik Butet tidak menunjukkan kehebatan seorang pengatur serangan di depan net dan sering salah langkah dan mengantisipasi serangan balik lawan sepanjang turnamen mereka ikuti sebelum Olimpiade Rio De Janeiro 2016.
Namun yang mengejutkan saya ketika menyaksikan siarang langsung TV, nampak jelas, variasi serangan yang mematikan yang ditujukan oleh keduanya, sejak babak penyisihan sudah duga ganda campuran Indonesia diprediksi minimal lolos ke semifinal karena mereka akan menghadapi ganda campuran tangguh Tiongkok yang merupakan unggulan teratas ZhangNan/Zhan Yunlei.
BUKTI INDONESIA TANGGUH
Tantangan Bulutangkis sepanjang peride tahun 2016 sangat menantang untuk membuktikan kualitas atlet bulutangkis kita, bahwa kita masih ada, namun memang belum mampu merebut kejayaan seperti diera 15 tahun lalu. Namun langkah merebut medali emas sudah mengingatkan kepada publik bulutangkis dunia bahwa Indonesia akan terus berjuang untuk mendapatkan tradisi mereka sebagai kekuatan bulutangkis dunia.
Sepanjang tahun ini, Indonesia memang hanya kadang membawa satu atau dua gelar, namun hal itu sudah cukup untuk mengingatkan kita bahwa Indonesia hanya berhitung hari untuk merebut kembali kejayaan itu. Kegagalan dalam merebut Piala Thomas 2016 lalu harus dijadikan sebagai pelajaran untuk mempersiapkan segala-galanya agar kita terbuai oleh kenangan masa lalu, bangkit dan bekerja keras adalah motto yang harus ditanam pada jiwa atlet mudah kita bahwa kita mampu untuk bersaing sekeras apapun tantangan yang ada.
Tradisi emas berlanjut kembali karena upaya keras atlet dan pelatih untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan tanah air apalagi bersamaan dengan HUT Kemerdekaan ke 71 RI, sebuah kenangan yang sangat manis bagi pasangan ganda campuran ini. Sebuah kado istimewa dari atlet yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.
Medali Emas ganda campuran merupakan gelar pertama bagi Indonesia di ajang Olimpiade dan medali emas ke tujuh bagi Indonesia. Sebuah hal yang sangat istimewa karena akan mendorong setiap jiwa atlet muda yang membela bangsa akan mnejadi motivasi tak terhingga seperti kita yang ingin terus menghadirkan lambang supremasi beregu putra (piala Thomas) dan beregu putri (piala Uber) serta beregu campuran dunia (piala Sudirman Cup). Semua lambang supremasi beregu dunia sudah kita renggut dan sangatnya kita bangkit untuk merebut kembali. Lupakan kegagalan piala Thomas dan Uber 2016, mari kita berseru untuk bersatu kembali untuk mewujudkan visi ke era kedepan.
Japan Open Superseries, Indonesia Tanpa Tontowi/Liliyana 
Pasangan sejoli Emas Ganda Campuran yang memberikan kebanggaan bagi Bangsa di HUT RI ke 71
Sumber Foto : Analisa
EMAS KE TUJUH
Catatan sejarah bulutangkis Indonesia terus berlanjut, kita tidak boleh pantang menyerah untuk merebut kejayaan itu, siklus kehidupan memang kadang menunjukkan bahwa tidak ada yang abadi, namun kita tidak boleh tenggelam dalam euphoria kenangan masa lalu, kita harus terus menumbuh kembangkan semangat untuk terus berjuang.
Diantara prestasi kita saat ini, memang prestasi bulutangkis penuh warna abu-abu, tidak tenggelam dan tidak juga terang, namun tradisi emas itu tetap mengingatkan generasi penerus bulutangkis bahwa indonesia tidak akan tenggelam. Akan selalu muncul atlet untuk menerus tongkat estafet dalam mengisi prestasi bangsa Indonesia di ajang bulungkis dunia, seperti layaknya kita terus mengisi kemerdekaan Bangsa Indonesia dengan prestasi gemilang dan menjaga utuh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dibawah ini saya sertakan catatan tinta emas kejayaan bulutangkis olimpiade yang diikuti Indonesia yang dicatat di buku dan disari dari berbagai sumber sebagai berikut :
Tahun              Olimpiade       Medali                                    Nama Atlet                             Keterangan
1992                Barcalona         Tunggal Putra               Allan Budi Kusumah                 Emas 1
                                                Tunggal Putri                Susi Susanti                              Emas 2
                                                Tunggal Putra               Ardi BW                                  Perak
                                                Tunggal Putra               Hermawan Susanto                   Perunggu
                                                Ganda Putra                 Eddy Hartono/Gunawan           Perak
1996                Atlanta             Ganda Putra                 Rexy Mainaki/Ricky S  Emas 3
                                                Tunggal Putri                Mia Audina                              Perunggu
                                                Tunggal Putri                Susi Susanti                              Perunggu
2000                Sydney            Ganda Putra                 Tony Gunawan/Candra W        Emas 4
2004                Athena             Tunggal Putra               Taufik Hidayat                          Emas 5
2008                Beijing              Ganda Putra                Hendra S/Markis Kido             Emas 6
                                                Tunggal Putri                Maria F K                                Perunggu
2016                Rio de Janeiro Ganda Campuran          Tontowi A/Lilyana N                 Emas 7
Keberhasilan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir telah membaya  kegagalan mereka di Olimpiade London dengan kalungan emas dan memungkin lagu Indonesia Raya berkumandangn walau sebiji emas namun di pastikan akan tetap membangkitkan semangat atlet Indonesia dalam menyambut olimpiade 2020 di Jepang. Negeri matahari terbit itu akan terus di bidik negeri zmrud kahatulistiawa ini untuk mempertahankan tradisi emas walau sebiji dibawa tetap akan di kenang oleh rakyat Indonesia, bagi kami Indonesia Raya harus bergema di Olimpiade.
SETELAH OLIMPIADE
Setelah sukses olimpiade sudah saatnya PBSI harus mengevaluasi bagi sektor lainnya, karena pasangan Ganda Putra Moh Akhsan/Hnedra Setiawan gagal melangkah ke fase semifinal, harus dievaluasi faktor mengapa mereka sering kalah menang dan mengapa ganda putri terbaik Indonesia Gressia Polii/Nitya Krishinda mengatasi pasangan Tiongkok, begitu juga Tommy Sugiarto, yang sudah berlatih khusus di Singapura serta Tungga Putri Lindaweni Fanetri yang gagal terus di berbagai turnamen bulutangkis internasional.
Evaluasi sangat penting untuk menghadapi tantangan berikutnya pada SEA Games 2017, Indonesia tidak boleh gagal hanya mengatasi lawan-lawan yang sudah jelas. Untuk Tontowi Ahkmad/Lilyana Natsir terus lah menjaga kebugaran fisik demi terus berprestasi apalagi khusus untuk Butet adalah olimpiade terakhir karena telah berekapala “tiga” dan PBSI perlu mencari “istri baru” untuk Tantowi dengan jodoh yang tepat. Agar tradisi ganda campuran dalam kurun hampir delapan tahun ini terus menjaga marwah Bulutangkis Indonesia padahal pada tahun-tahun lalu sekitar 15 tahun lalu ganda campuran dianggap tidak bergengsi dan pemain yang bermain dianggap sisa atau buangan namun kini tidak lagi perlu memikirkan hal yang tabu bagi ganda campuran. Tradisi emas justrunya mereka yang menyelamat muka Indonesia untuk ke sekian kali lagi.
Buat Praven Jordan/Debby Susanto, kalian adalah calon penerus dan jangan anggap beban besar, pelajari semua kelamahan lawan, variasi serangan fokus utama selain memperkuat daya serang pukulan yang lebih baik, kegagalan terlihat pada beban mental dan tekanan pertahanan yang sering seperti mati langkah.
Selamat sekali lagi buat Owi/Butet, anda adalah rakyat yang sangat mengagumkan bagi bangsa, kami semua bangga atas perjuang kalian termasuk atlet bulutangkis lainnya dan tentu juga untuk atlet peraih medali perak angkat besi bagi Sri Mulyani dan Eko Yuli. Teruslah berprestasi, raih mimpi setinggi bintang untuk Asian Games 2018 di Indonesia. Selamat bahagia, Merdeka Indonesia ku selama-lamanya.

M. Anwar Siregar
Geolog, Penggemar Sport Bulutangkis, Sepakbola dan Adventure Geologi

18 Agu 2016

Kabinet Tambal Sulam : Geopol



SEMANGAT KABINET TAMBAL SULAM
Oleh : M. Anwar Siregar

Semangat reformasi yang dicetuskan oleh mahasiswa mampu menumbangkan pemerintahan orba dalam waktu 2 tahun, namun hasil yang diinginkan belum juga mampu menghasilkan perubahan signifikan terutama dalam menegakkan supremasi hukum, mengadilkan para korupsi dan juga meningkatkan kesejahteraan rakyat yang semakin terpuruk akibat krisis ekonomi yang multidimensi lalu diwariskan kepada pemerintahan reformasi.
Dan belum genap dua tahun memimpin pemerintahan, kabinet nasional yang digawangi oleh Gus Dur, perekonomian belum juga menghasilkan perubahan yang signifikan tetapi malah menghasilkan taraf hidup masyarakat semakin merosot, konflik elite belum juga berakhir malah semakin panas selama empat bulan terakhir ini dengan diiringi dengan munculnya apa yang disebut pasukan berani mati (PBM) dan jihad dari pendukung Gus Dur, membuat perekonomian semakin sakit melebihi penyakit kanker dan sekarang Presiden ribut-ribut dengan ancaman dekrit.

Disintegrasi Baqngsa di Antara Presiden



DISINTEGRASI BANGSA DIANTARA PERGANTIAN PRESIDEN
Oleh : M. Anwar Siregar

Indonesia sejak merdeka telah memiliki empat Presiden dan lebih setengah kumlah wakil presiden ternyata belum juga sanggup membangun demokrasi yang adil dan bersih dari intrik-intrik kotor politik, setelah lepas dari cengkeraman Belanda bangsa ini ternyata mengalami cengkeraman baru berupa geliat politik kotor dengan dalih kepentingan rakyat, namun kenyataan yang kita lihat adalah pembantaian lawan politik, penangkapan yang bernuansa politik maupun juga dengan cara melakukan penyumbatan kran demokrasi agar genggaman kekuasaan tetap berlanjut entah kapan akan berakhir.
Semua presiden di Indonesia telah menunjukkan masing-masing semangat demokrasi mereka menurut versi dan arahan yang mereka inginkan. Ke empat presiden RI ini telah mencoba mempratikan semangat dan kemampuan demokrasi kepada rakyat. Ir.  Soekarno terkenal dengan semangat demokrasi “terpimpin”, setelah beliau dilengserkan dengan surat sakti yang sampai sekarang belum ketahuan juntrungannya oleh Soeharto dengan memperkenalkan semangat demokrasi Pancasila bagi seluruh rakyat Indonesia maupun juga kepada partai-partai politik bila tidak ingin di cap “komunis”, berganti kemudian dari pemerintah orba berlanjut kepemerintahan transisi reformasi dibawah pimpinan anak “emasnya”. Dalam waktu singkat BJ Habibie meneruskan dan memperkentalkan demokrasi sang suhu dengan demokrasi pancasila yang lebih democrat dengan membuka dan mempersilahkan partai-partai dibentuk tanpa batas-batas. Namun ia pun terjungkal ditangan para reformis (yang dianggap dirinya begitu) dengan terpilihnya Gus Dur dengan semangat baru untuk membentuk Indonesia baru beserta demokrasi paling moderen namun dibarengi sikap yang controversial.

17 Agu 2016

Bencana Besar Kegempaan



INDONESIA MASIH DALAM ANCAMAN BENCANA BESAR KEGEMPAAN
Oleh : M. Anwaw Siregar
Bencana gempa tsunami seharusnya dijadikan refleksi untuk perencanaan pembangunan kawasan hunian perencanaan pembangunan tata ruang detail wilayah bagi kota-kota di Indonesia. Dengan bantuan informasi geologi sebagai ujung tombak pembangunan keruangan wilayah dengan berbasis kegempaan lokal, baik dari gempa tektonik maupun dari gempa vulkanik yang dapat dilakukan dengan bantuan penelitian peta dasar geologi dan topografi serta GPS.
Kenyataan saat ini, ancaman bencana alam geologi di Indonesia sejak awal tahun 2006 semakin jelas dengan adanya banjir akibat pembalakan hutan-hutan tropis, gempa tektonik akibat pembenturan Lempeng Benua dengan Lempeng Pulau Di Maluku dan Sulawesi telah menghasilkan kerusakan dan bersamaan juga meningkatnya aktivitas dapur magma di 12 gunung berapi di Indonesia berubah status aman menjadi waspada dan 2 gunung api dalam status siaga yang menghasilkan gempa vulkanik yang tinggi di Kawasan Barat dan Timur Indonesia yang dapat menghasilkan bencana yang lebih besar dari yang terdahulu?Siapkah Indonesia mengahadapinya?
Dengan kondisi bangsa yang masih dalam keadaan krisis dan setiap ada masalah timbul tenggelam dan menguap begitu saja tanpa ada realisasi yang pasti dalam memecahkan persoalan keadaan lingkungan, potensi pulau-pulau terdepan dan sumber-sumber daya alam yang seharusnya diolah dengan kemampuan sendiri untuk kesejahteraan rakyatnya. Yang pada akhirnya dapat digunakan untuk pembangunan mitigasi yang komprehensif (yang luas dan menyeluruh) untuk mengamankan wilayah dan mengurangi jumlah korban bencana di Indonesia.
SIKLUS BENCANA STRATEGIS
Bahwa siklus bencana itu selalu kembali pada daerah yang sama dengan intensitas yang berbeda dan lempeng bumi masih dalam proses menuju keseimbangan tetap. Selama proses itu belum tetap maka akan selalu terjadi pembenturan, penghancuran, pergeseran dan pemisahan antar lempeng yang menyebabkan terjadinya bencana seperti gempa dan tsunami.
Gempa di Iran pada tahun 2000 hanya berselang 6 tahun dengan gempa yang terjadi lagi pada bulan Februari 2006 dengan kekuatan 6.4 Skala Richter (SR) dengan korban 1000 jiwa. Melihat waktu terjadinya begitu singkat, maka dapat diprediksi bahwa ada bencana yang berlangsung dalam periode waktu (pelepasan energi ketegangan) selama 10-20 tahun, 100-200 tahun, 300-400 tahun dan ada dalam periode singkat seperti yang terjadi di Iran disebabkan struktur geologi yang sangat rentan bencana. Untuk Indonesia terdapat dikawasan Pantai Barat Sumatera, lihatlah gempa Aceh-Simeulue 2001, 2002, ,2005 dan Nias 2004-2005. Bengkulu, 2000, 2002, 2005.
Semua pusat gempa terletak dilautan yang dapat menghasilkan gempa strategis besar bagi wilayah Indonesia yang belum pernah terjadi dengan meliputi areal yang sangat luas berupa gempa tsunami dengan diiringi gempa vulkanik di daratan. Hal ini dapat dikondisikan oleh beberapa faktor yang menempatkan wilayah Indonesia dalam ancaman bencana besar gempa strategis.
Dapat terjadi melalui bencana di Pantai Pesisir Barat dan Timur Indonesia yang menjangkau wilayah yang luas di Asia Tenggara serta terdapatnyalebih dari 15 pusat gempa-gempa besar dengan tiga pergerakan lempeng besar benuadengan terjadinya gempa kuat di Utara Pulau Sumatera melalui patahan pada lempeng kecil Burma (micro plate Burma) yang menyebabkan gempa strategis dan penghancuran lempeng pada Paparan Sahul oleh Lempeng Carolina Pasifik dengan Lempeng Indo-Australia serta tertekannya Lempeng Philipina dengan adanya retakan diperbatasan lempeng dimana terdapat Palung Laut Dalam Mindanau.
Faktor tersebut adalah Pertama, faktor waktu. Kedua, faktor geologi daerah tertentu. Ketiga, faktor geografis kegempaan (daerah pertemuaan kegempaan).
WAKTU
Faktor ancaman bencana dimulai dari Faktor waktu sudah disebutkan dengan pola pengulangan siklus berupa masa pelepasan energi. Dilihat oleh pertemuaan lempeng bumi yang akan mengakumulasi energi pada ruas perbatasan/pinggir lempeng dalam puluhan, ratusan hingga ribuan tahun yang dapat memunculkan gempa-gempa pada kawasan tertentu pada waktuwaktu tertentu diakibatkan oleh pembenturan dan pemisahan antar lempeng yang terus menerus dalam ratusan tahun. Bila energi itu sudah diambang kritis karena batuan tidak bisa terus menerus menahan tekanan akan mengalami pematahan, yang akan keluar berupa gelombang seismik dan dikenla sebagai goncangan gempa. Saat ini, akumulasi energi gempa terpusatkan pada daerah Kepulauan Mentawai di Pantai Barat Sumatera dan diketahui telah melewati masa siklus kegempaan selama lebih 100 tahun sejak tahun 1883. Adanya gempa-gempa ddaratan Sumatera Barat dalam kurun 6 bulan terakhir ini dapat memicu gempa besar disekitarnya karena faktor struktur geologi.
Faktor Struktur Geologi, yaitu tatanan geologi yang membentuk wilayah secara lokal maupun hubungan secara regional seperti jenis batuan dan struktur sesar (patahan) aktif lokal yang membentuk kondisi geologi disekitarnya seperti adanya zona penunjaman yang menghasilkan gempa bumi di masa mendatang. Faktor ini telah terlihat dengan terjadinya gempa di Kawasan Timur Indonesia seperti gempa Ambon, gempa Palu.
Sedangkan gempa yang melanda tanah Karo dan Tapanuli merupakan pendesakan Lempeng Samudera terhadap Lempeng Sunda yang bagian dari sub Lempeng Benua dan merupakan gema yang sangat berbahaya karena terdapat struktur geologi lokal yang sangat rumit di SUMUT yang dapat memicu gempa vulkanik dan tektonik yaitu diwilayah Tumor (puncak) Batak dan Patahan Semangko. Tumor Batak itu sendiri merupakan sisa letusan gunungapi Toba Purba yang mesti diwaspadai tingkat kerentanannya. Masa siklusnya sudah semakin dekat.
Faktor Geografis sebagai sumber gempa bumi besar yang dapat mengancam kota-kota di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara yaitu, pertama, ancaman bencana besar terletak pada gugusan Kepulauan Mentawai sebagai sumber penyimpanan energi gempa yang besar dan berupa ancaman strategis di cekungan muka busur Sumatera (Pantai Barat Sumatera), seperti yang telah dialami oleh Meksiko mealui gempa-gempa strategis di Pantai Barat Amerika yang berjarak 400 km dari pusat gempa yang menghancurkan kota Meksiko yang bukan daerah kegempaan dengan 8.0 SR. Dan selama lima bulan terakhir ini gempa di sekitar blok Mentawai-Enggano sering terjadi ”goyangan” dengan intensitas 5.8-6.4 SR. Ini mengingatkan kita kepada gempa-gempa di Utara Sumatera di Aceh selalu diawali oleh gempagempa skala sedang hingga puncaknya pada 2004 di Aceh-Nias.
Kedua, ancaman besar lainnya di Kawasan Barat Indonesia dengan terjadinya penurunan dan penghancuran permukaan di Palung Laut Jawa yang sepanjang patahan regional Pantai Barat Indonesia dengan adanya gempa gunung vulkanik di bawah laut yang masih aktif. Ketiga, terjadi pematahan lempeng kecil dengan pusat gempa di wilayah Kepulauan Andaman dan Palung Laut Dalam di Nikobar hingga menuju ke Utara Sumatera yang terdesak oleh lempeng Indo-Australia di Burma. Keempat, terjadi perubahan batimetri atau topografi kelautan di Pantai Timur Sumatera akibat pengangkatan dan penurunan permukaan oleh gempa-gempa di kawasan tersebut sebagai sarana jalan tanpa hambatan bagi ”air bah” ke daratan Sumatera dan Semenanjung Malaya.
Kelima, ancaman bencana strategis yang menghancurkan sebagian wilayah Kawasan Timur Indonesia berasal dari kehancuran lempeng di Paparan Sahul oleh dua lempeng besar yaitu Lempeng Australia dan Lempeng Carolina-Pasifik dan pemakaran dan peretakan lempeng di Patahan Sulawesi dan Banda Neira (Provinsi Maluku dan Maluku Utara) oleh tekanan Lempeng Philipina- Pasifik dengan terjadinya berulangkali pelepasan energi kegempaan di kawasan tersebut.
Gempa yang terjadi pada tanggal 29 Januari 2006 dan Maret 2006 di Kepulauan Maluku masih berhubungan dangan patahan regional Pasifik. Patahan yang baru sepanjang 3 kilometer di Pantai Timur Pulau Ambon (Analisa, 12 Februari 2006) masih berhubungan langsung dengan patahan lokal di Patahan Makian-Toledo di Halmahera sebagai batas patahan regional Lempeng Pasifik yang melingkar berbentuk mangkok dapat menghancurkan sebagian permukaan lempeng di Kepulauan Halmahera dan Pulau Ambon yang memang rentan gempa. Terakhir terjadi gempa di sekitar Pulau Buru dengan skala 5.8 SR tanggal 14 Maret 2006. Masa siklus kegempaan besar didaerah ii sebenarnya sudah lewat yakni sekitar tahun 1888 lalu pernah terjadi bencana di sekitar Pulau Buru (Kepulauan Banda Neira) dengan magnitudo di atas 8.0 SR.
Keenam, termasuk kumpulan titik-titik lemah bola bumi yaitu daerah pertemuan, perbatasan serta pusat subduksi kegempaan besar antara perbatasan patahan regional Pantai Barat Indonesia dengan lautan di Kawasan Pantai Timur Indonesia serta dengan Laut Philipina terdapat palung laut dalam dan beberapa gunung berapi/vulkanik yang masik aktif dibawah laut di Utara Irianjaya Barat yang dapat memicu pusat-pusat gempa di tiga kawasan tersebut. Sebagian pulau yang ada terbentuk oleh sebagian material vulkanik disekitar Laut Banda dan dapat menghasilkan tsunamis. Efek guncangan akan terasa hingga ke Benua Amerika Selatan.
Semua bencana strategis tersebut diatas merupakan ancaman bencana seri kedua bagi Indonesia diabad ke 21.
PERLUNYA KESIAPAN MITIGASI
Kota besar di Indonesia yang berada di pesisir pantai Samudera Hindia dan Pasifik sudah harus mempersiapkan sistem pengaman bencana strategis dari ancaman dari dua arah patahan di Utara Pantai Barat Indonesia di Pulau Sumatera dan di Selatan Kawasan Timur Indonesia di sekitar Kepulauan Maluku dan Irianjaya Barat yang telah memunculkan gempa-gempa kekuatan sedang dibawah 6.0 SR dalam kurun enem buulan terakhir ini sebagai peringatan bagi kita untuk mewaspadainya.
Gempa Aceh sebagai pelajaran berharga telah mengingatkan kita sebelum bencana itu terjadi sudah ada gempa yang sangat merusak hingga puncaknya di Bulan Desember 2004 dan Maret 2005. Maka diperlukan penelitian geologi kegempaan lokal dalam pengembangan tata ruang wilayah daerah setiap kota di Indonesia dalam mempersiapkan kondisi kehiduapan terhadap ancaman bencana secara dini selain teknologi peringatan dini. Jangan setelah terjadi bencana, baru dipersiaplam semua.
Hancurnya sebuah kota dalam menghadapi ”serangan fajar” dapat ditimbulkan oleh perencanaan pembangunan infrastruktur dan sistem pengaman bencana yang tidak memperhatikan beberapa aspek informasi kerentanan geologis yaitu Pertama, Pembangunan lokasi sarana fisik tidak berbasis informasi geologi keteknikan gempa, yang mencakup studi kelayakan yang komprehensif pada areal konstruksi.
Kedua, Pembangunan ruangan wilayah tidak memperhitungkan dan tidak bertumpuk pada resiko bencana gempa yang mungkin atau akan terjadi. Ketiga, tidak memperhitungkan ketinggian dan kekuatan tanah dalam menghadapi gerakan tanah untuk pembangunan infrastruktur.
Diketahui rata-rata ketinggian tata ruang permukaan topografi kota-kota di Indonesia sebagai lahan infrastruktur untuk kehidupan masyarakat, pemerintahan serta swasta umumnya pada kawasan yang morfologinya (bentangalam) rendah ke laut, sangat rentan terhadap ancaman tsunami dari Pantai Barat dan Timur Sumatera karena ketinggian topografinya antara 10-20 meter dari permukaan air laur, tinggi gelombang tsunami dapat mencapai sekitar 30 meter dan rata-rata 15 meter mencapai ke daratan. Contohnya tsunami di Aceh dengan ketinggian 15 meter dengan ketinggian daratan pantainya sekitar 7 meter, hasilnya Kota Banda Aceh hancur.
Keempat, hancurnya sistem ekologis alamiah pantai yang terpenting bagi pengaman bencana tsunami seperti mangrove dan terumbu karang. Ini banyak terlihat di Pulau Batam dan Kepri dan diperparah pergerusan pasir laut yang menyebabkan Pulau Nipah hampir tenggelam. Pelajaran berharga untuk tidak merusak ekosistem alam.
Oleh karena itu, Kota di Indonesia sudah harus mengupayakan sistem bencana dini untuk mengatisipasi ancaman yang sudah dibahas didepan. Setiap perencanaan pembangunan di segala sektor sudah harus memahami siklus bencana. Maka untuk mengurangi dampak bencana ada baiknya memperhitungkan segala risiko. Bahwa setiap kota bukan saja ada bangunan infrastruktur fisik, tetapi harus ada kehadiran sistem pengaman bencana dengan berlandaskan pada pembangunan berbasis kegempaan lokal yaitu Pertama, mutlak memperhitungkan dengan cermat daerah kerentanan geologis terhadap kawasan hunian kehidupan dalam kerangka ruang dan waktu bukan disaat tidak adannya bencana. Untuk mencegah kehancuran yang lebih parah.
Kedua, perlunya standarisasi pembangunan kawasan dengan melakukan pemetaan kegempaan mikro untuk meminimalisasikan risiko gempa strategis, berfungsi sebagai arahan petunjuk pembangunan (code building) yang berdasarkan peta kegempaan lokal. Tujuannya dapat mengembangkan pembangunan fisik yang berkelanjutan tanpa menguras dana pembangunan dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan teknologi dini yang lenig baik. Ketiga, Mempersiapkan masyarakat yang siap menghadapi ancaman bencana dan membangun tata ruang wilayah yang minimal tahan menghadapi bencana dalam jangka waktu cukup lama.
Diharapkan Pemerintah Propinsi di seluruh Indonesia sudah mempersiapkan pembangunan berbasis kegempaan untuk mengurangi dampak kerugian dan korban jiwa. Karena kehancuran sebuah kota, akan menambah beban pembangunan dan tumpukan utang-utang kepada generasi yang belum lahir.

Diterbitkan Surat Kabar Harian ”ANALISA” Medan, tanggal 4 April 2006

Populer

Laut Indonesia darurat sampah

  LAUT INDONESIA DARURAT SAMPAH Oleh M. Anwar Siregar   Laut Indonesia banyak menyediakan banyak hal, bagi manusia terutama makanan ...