Evolusi Sinabung : Geologi Disaster
BELAJAR DARI SINABUNG UNTUK
SIBUAL-BUALI DIABAD SEKARANG
Oleh : M. Anwar Siregar
Setelah Sinabung di Tanah Karo menujukkan ekspose kedigdayaan sebuah gunung
yang naik kelas, serta merupakan gambaran tipikal gunung api yang wajib
dipelajari, bahwa gunung api yang pernah masuk kategori kelas type B yaitu
gunung api yang tidak bererupsi selama lebih 400 tahun suatu saat akan naik
kelas ke type A, dan gunung Sibual-buali itu memiliki potensi seperti Sinabung.
Hal ini diketahui dari kedudukan erupsi gunung Sibual-buali yang terletak
dijalur titik lemah bumi Pulau Sumatera antara lain sumber lokasi zona patahan
gempa, dapat merasakan atau terasa kontak efek goncangan berganda akibat
tumbukan lempeng dan berada di zona benioff antara tumbukan Pulau Sumatera.
Hari Gunungapi di Bulan Desember sebagai implementasi yang perlu direnungkan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kaki gunungapi untuk mewaspadai.
DAERAH PERTEMUAN BENIOFF
Pergerakan lempeng erat kaitannya antara tektonik dan vulkanisme (gejala
penerobosan magma ke permukaan bumi) yang akan menentukan kemunculan gunungapi,
ternyata lingkungan gunungapi Sibuali-buali tersebut dipengaruhi oleh tatanan
tektonik daerah yang bersangkutan seperti lokasi pertemuan antara sabuk
kegempaan dan kegunungapian yang umumnya berada di wilayah Sumatera Utara.
Pergerakan lempeng-lempeng yang tegar yang saling bergerak dengan sifat
yang berbeda. Apabila dua Lempeng Samudera (Hindia dan Pasifik) akan ditekuk
kebawah Lempeng Benua sepanjang jalur miring hingga jauh ke dalam lapisan
astenosfera, sepanjang jalur miring inilah terdapat jalur beniof atau pusat
jalur gempa, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik. Dan Pulau Sumatera
terdapat jalur Benioff dengan sudut 45o, bersinggungan dengan
sesar-sesar di Pantai Barat dan daratan Sumatera yang membentuk pola tegangan
searah memanjang Pulau Sumatera.
Posisi Sibuali-buali yang berada di wilayah Tapanuli Selatan, begitu juga
Sorik Merapi di Madina itu berada dalam persinggungan zona patahan Semangko
yang berarah sepanjang Pulau Sumatera, diapit zona patahan kiri dan kanan yang
dapat membentuk SMS alias Send Mensage Seismitic singkat namun kontinu bila pergerakan
di daerah pemisahan patahan sebagai pembangkit energi vulkanik dan tektonik sehingga
Sibuali-buali memiliki batas kemampuan untuk meredam efek guncangan dalam
periode waktu geologi tertentu, seperti yang telah diperlihatkan oleh Sinabung,
berada dalam jalur patahan Karo dan Lingkungan Gunung super Toba Purba, bangkit
untuk melakukan deformasi dan evolusi sebuah gunung api yang lama istirahat.
EFEK GUNCANGAN BERGANDA
Yang perlu disimak dari kejadian tersebut, antara hubungan (georrafis)
vulkanisme modern dari kawasan terjadinya gempa bumi diwilayah struktur kerak
bumi Sumatera. Harus ditegaskan, disekitar wilayahh Sumatera terdapat zona
penekukan dikawasan batas kontinen (Benua) dengan Samudera. Disekitar wilayah
ini gempa bumi masih ”hidup” menyebabkan tetap adanya mobilitas pembentukan kerak bumi. (Studi kasus banyak
diperlihat oleh gunungapi di Kawasan Timur di Sulawesi Utara dan NTT).
Meningkatnya aktivitas beberapa gunungapi di kawasan Sumatera, karena
adanya keterkaitan antara gempa tersebut di Pantai Barat Sumatera dengan
aktivitas gunungapi. Peningkatan gangguan pada dapur magma karena mengalami
desakan lempeng (yang mengubah gerakan) menjadi terganggu karana adanya getaran
seismik yang kuat yang menyebabkan peningkatan aktivitas pada dapur magma yang
masih kosong mengalami pengisian yang penuh. Selain itu, posisi Sibual-buali
sangat dekat dengan zona penunjaman atau jalur miring bergempa (benioff) dari
tempat terbentuknya gunungapi, yang menimbulkan pergerakan magma bergerak terus
dari waktu ke waktu sampai ratusan tahun yang berakhir dengan letusan.
Gempa bumi dan gunungapi yang terjadi di Indonesia bersifat lokal dan
terbatas pada lempeng tertentu. Tidak ada hubungan gempa yang berlangsung di
Aceh dan Nias (2004 dan 2005), apalagi dengan hubungan dengan ring of fire Pasifik.
Karena gunungapi yang ada di Kepulauan Maluku tidak mengalami gangguan
keseimbangan magma ketika berlangsung gempa bumi Nias, namun untuk
Sibuali-buali adalah sebuah ”deposito bergerak seismik” dalam waktu periode
tertentu.
Yang akan memunculkan suatu gangguan guncangan letusan gunungapi suatu saat
nanti dengan beberapa penyebab tambahan antara lain : posisi tata ruang
aktivitas yang merusak keseimbangan termo fisik disekitar kawah Sibual-buali,
ledakan pemanfaatan lahan hijau oleh laju kepadatan penduduk, lihat pelajaran
berharga dari tata ruang disekitar Sinabung dan Sibayak di Tanah Karo.
ROBEKAN PANJANG SUMETERA
Gubungapi Sibual-buali muncul ditengah jalur arah memanjang tubuh Pulau Sumatera, yang merupakan relik perpisahan rangkaian pegunungan Bukit Barisan Sumatera dari sebelah Barat dan Timur dan gunungapi ini juga duduk di permotongan jalur sesar arah Sumatera ke Utara dan Selatan ke arah sesar Sunda. Gunungapi Subual-buali di Tapsel itu dan seperti semua gunungapi lainnya di Sumatera duduk di atas Sesa Sumatera.Semangko
Tempat kedudukan pada sesar sumatera merupakan zone robekan panjang 1600 km, yang membelah Pulau Sumatera, demikian juga halnya geomorfologi di wilayah Tapanuli bagian Selatan itu terdapat robekan sepanjang hampur 420 km dengan berbagai ruang-ruang penerobosan magma dan pusat-pusat energi seismik di beberapa segment patahan yang dapat mentransfer energi seismik diatas kekuatan 7.9 Skala Richter, gunung Sibual-buali ada hubungan korelasi tatanan geologi yang dekat erat kaitannya dengan terjadinya letusan gunungapi di sekitar Toba Purba dimasa lalu. Kondisi ini cukup untuk membangunkan gunungapi Sibual-buali dari rangkaian tidur yang panjang. Dan lagi-lagi Gunungapi Sinabung sebagai contoh pelajaran yang berharga.
Gambar : Geologi citra foto Gunungapi Sibual-buali dan perpotongan
patahan sumatera Sumber : Dari berbagai sumber dan Internet map google
BERITA SIBUAL-BUALI
Kabupaten Tanah Karo kini sering
diguncang letusan gunung api, merupakan aktivitas tektonik yang terjadi
disepanjang pantai barat dan daratan Sumatera akibat pengumpulan energi yang
terus menerus secara kontinu dan bertahun-tahun, pada suatu saat dapat
menimbulkan guncangan termodinamika perut bumi, apa yang terjadi dari Tanah
Karo dan Aceh-Simeulue dapat juga terjadi di wilayah Tabagsel di mana gunung
Sibual-buali itu berdiri kukuh bersama “saudaranya” Sorik Merapi dapat tertekan
hingga sekarang merupakan rangkaian aktivitas tektonik berumur ratusan tahun
dan kapan meletusnya bisa dalam hitungan detik, bisa dekat, bisa jauh.
Dan kita sudah melihat kondisi itu bagaimana keadaan
Sinabung di era modern, dalam era sebelum modern, gunung api Sinabung pernah
meledak, dan lalu tertidur dalam 400 tahun, hingga naik kelas menjadi gunung
api aktif di era modern, maka Sibual-buali dengan tatanan geologi yang hampir
sama dengan gunung Sinabung.
Yang sangat
membahayakan kondisi Gunung Sibuali-buali yang berada dalam tatanan patahan
Sumatera yaitu adanya gangguan dan pendesakan yang sangat kuat, dan karena
berhubungan dengan kondisi bumi yang tidak mengalami pemekaran atau pembesaran
maka akan terbentuk pergerakan penumbukan antara keduanya sehingga letusan yang
maha luar biasa suatu saat dapat terjadi.
Jadi, bagaimana kabar Sibual-buali di abad sekarang? Melihat betapa
dahsyatnya dan teobeknya perut bumi Sumatera oleh ledakan super gunungapi Toba
Purba dan banyaknya terbentuk gunung-gunungapi di Sumatera Utara di masa lalu
telah meledakan kerobekan tubuh pulau Sumatera di era pra sejarah hingga ke era
modern serta gempa-gempa skala medium masih berlangsung sepanjang Pantai Barat
Sumatera dan Selat Sunda itu, maka suatu saat dapat mengganggu ketenangan Sibual
buali karena pendesakan yang kuat di Samudera Hindia oleh pergerakan Lempeng
Indo-Australia, yang membentuk pola-pola subduksi sesar naik atau membentuk
rangkaian pegunungan bawah laut sehingga memerlukan ruang untuk muncul ke
permukaan.
Tulisan ini bukan untuk memprediksi akan terjadi
sebuah bencana gunung api baru yang di awaki oleh Sibuali-buali untuk mengikuti
jejak Sinabung namun memberikan refleksi sekaligus mengingatkan kondisi
keduanya hampir sama, derap kemajuan pembangunan dan laju kerusakan lingkungan
sedang mengancam di sekitar Sibuali-buali dalam masa lima tahun kedepan, dan kita wajib tetap waspada serta tetap belajar memahami
segala evolusi yang telah tercipta oleh pengetahuan kehidupan dan tempat
tinggal Sinabung dan Sibual-buali.
M. Anwar Siregar
Enviromental Geologist, Pemerhati Masalah Tata Ruang Lingkungan dan
Energi-Geosfer
Geology Disaster: Learning Volcano
TO LEARN FROM SINABUNG
FOR SIBUAL-BUALI CENTURY NOW
By: M. Anwar Siregar
After Sinabung in Karo showed exposes the superiority of a mountain grade,
as well as a description of a typical volcano that must be learned, that volcanoes
ever to enter class category type B is a volcano that was not erupting for over
400 years will someday grade to type A, and mountain Sibual-Buali it has
potential as Sinabung.
It is known from the position of eruptions Sibual-Buali located belt weak
point of the earth's Sumatra Island, among others, the source location of the
earthquake fault zone, can sense or feel the contact effects of multiple shocks
due plate collision and was in Benioff zone between the collision of Sumatra
Island.
Volcano day in December as the implementation that need to be contemplated
for the people living around the foot of volcanoes to be aware of.
REGIONAL MEETING Benioff
Plate movement is closely related between tectonics and volcanism (symptoms
breach of magma to the surface of the earth) which will determine the
appearance of volcanoes, turns environments volcano Sibuali-Buali are
influenced by the order of tectonic region concerned as the location of a
meeting between the belt of seismicity and the volcano are generally located in
Sumatra North.
The movement of the rigid plates that are moving with different properties.
When two plates are Ocean (Indian and Pacific) will be bent downward sloping
continental plate along the track until deep into the layers astenosfera, along
the path there is this skewed beniof lane or the center-point earthquake, the
tectonic and volcanic earthquakes. And Sumatra are Benioff track at an angle of
45 °, intersect with fault-fault on the West Coast and mainland Sumatra,
which form a voltage pattern elongated in the direction of the island of
Sumatra.
Position Sibuali-Buali in the area of South
Tapanuli, as well Sorik Merapi in Madina that are in the intersection of the
fault zone Semangko trending along Sumatra island, flanked fault zone left and
right that can form SMS alias Send Mensage Seismitic brief but continuous when
moving in separation zone fault as energy generation volcanic and tectonic so
Sibuali-Buali has a limited ability to absorb the shocks in periods of geologic
time certain, as has been shown by Sinabung, located in the fault lines Karo
and the Environment Mount super Toba Purba, rose to deformation and the
evolution of a volcano long break.
EFFECTS OF DOUBLE Shocks
Who need to be listened to from the incident, the relationship (georrafis)
modern volcanism of the area of the earthquake region of Sumatra crust
structure. It should be stated, there are around wilayahh Sumatra bending zone
limit of the continental region (Continental) with the ocean. The region around
the earthquake still "alive" cause permanent mobility formation of the earth's crust. (A case study
much diperlihat by volcanoes in the Eastern Region in North Sulawesi and NTT).
Increased activity of some volcanoes in Sumatra region, because there is a
correlation between the earthquake on the West Coast of Sumatra with volcanic
activity. Increased disturbance in the magma chamber due to the insistence of
the plates (which converts the movement) becomes disturbed paddock presence of
strong seismic vibrations that lead to increased activity in the magma chamber
is empty experiencing a full charge. In addition, position-Buali Sibual very
close to the subduction zone or oblique lines bergempa (Benioff) of a volcanic
formation, which cause the movement of magma moving steadily from time to time
until hundreds of years ended with the eruption.
Earthquakes and volcanoes occurring in Indonesia are local and limited to a
particular plate. There is no relationship earthquake that took place in Aceh and
Nias (2004 and 2005), especially with the relationship with the Pacific ring of
fire. Because the volcano is in the Maluku Islands are not impaired during a
magma balance Nias earthquake, but to Sibuali-Buali is a "moving seismic
deposits" within a certain period of time.
Which would lead to a disruption shaking volcanic eruption sometime in the
future with some additional cause, among others: the position of spatial
activities that undermine the balance of thermo physical around the crater
Sibual-Buali, explosion utilization of green land by the rate of population
density, see the valuable lessons of spatial around Sinabung and Sibayak in
Tanah Karo.
RIPS LONG Sumatera
Volcano Sibual-Buali appear in the middle lane of the body lengthwise
direction of Sumatra island, which is a relic separation Sumatra Bukit Barisan
mountain range on the west and east and volcanoes also sits on the fault lines
permotongan direction to North and South Sumatra towards the Sunda fault.
Subual volcano-Buali in Tapsel it and like all other volcanoes in Sumatra
sitting on Sesa Sumatera.Semangko
Domicile at fault Sumatran a zone rips length 1600 km, which divides the
island of Sumatra, as well as geomorphology in the region Tapanuli southern
part of it there is a tear along hampur 420 km with various spaces breach magma
and centers of seismic energy in some segments fault which can transfer seismic
energy on the strength of 7.9 on the Richter Scale, mountain-Buali Sibual no
correlation geological structure near the closely associated with the
occurrence of volcanic eruptions around Toba Purba past. This condition is
sufficient to awaken volcanoes Sibual-Buali of a series of long sleep. And
again Sinabung Volcano as an example of valuable lessons.
L picture photo image of Volcanic Geology Sibual-Buali and the intersection
of the Sumatran fault, (Source: From various sources and Internet map google)
News SIBUAL-SIBUALI
Tanah Karo now often rocked by
a volcanic eruption, a tectonic activity that occurs along the west coast and
mainland Sumatra due to the collection of continuous energy continuously and
for many years, at one time can cause shocks thermodynamics bowels of the earth,
what happens from Tanah Karo and Aceh and Simeulue can also occur in the region
Tabagsel where mountain Sibual-Buali it stand strong together
"brother" Sorik Merapi can be depressed until now is a series of
tectonic activity hundreds of years old and when the eruption could be in a
matter of seconds, can close, can be much.
And we've seen that condition how the
state Sinabung in the modern era, in the era before the modern, volcano
Sinabung never explode, and then fell asleep in 400 years, until the grade
becomes active volcanoes in the modern era, then Sibual-Buali with the order
geology almost the same as Mount Sinabung.
Which is very dangerous condition of Mount Sibuali-Buali
which are in the order of fault Sumatra namely the disruption and displacement
are very strong, and due to the condition of the earth who did not undergo
expansion or enlargement it will form a movement pulverization between the two
so that the eruption is most remarkable one time can occur.
So, how are Sibual-Buali in the present century?
Seeing how powerful and teobeknya earth Sumatra by the explosion of a super
volcano Toba Purba and many formed a mountain-volcano in North Sumatra in the
past have detonates tearing of the body of the island of Sumatra in the era of
pre-history up to the modern era and earthquakes scale medium is still going
along the coast West Sumatra and Sunda Strait, then a time may unsettle Sibual
Buali because displacement is strong in the Indian Ocean by the movement of the
Indo-Australian Plate, which form the patterns of the subduction fault ride or
form a mountain range under the sea that require space for surfacing ,
This paper is not to predict there will be
a catastrophic volcano new at manned by Sibuali-Buali to follow Sinabung but it
gives a reflection at the same time reminding the condition of both is almost
the same, clattering progress of development and the rate of environmental
degradation is threatening around Sibuali-Buali within five years ahead, and we must remain vigilant and continue to learn to
understand all the evolution that has been created by the knowledge of life and
residence Sinabung and Sibual-Buali.
M. Anwar Siregar
Environmental Geologist, Observer Spatial Issues
Environmental and Energy-Geosphere
Komentar
Posting Komentar