Sepak Pojok Gibol 23 : Prediksi Juara EURO
PREDIKSI EURO : MIMPI KOSTUM BIRU YANG JUARA
Oleh M. Anwar Siregar
Selamat buat Prancis yang menjungkir balikan
prediksi gibol blog ini, Jerman kalah secara tidak adil menurut saya, lewat
hukuman penalti, dalam tayangan ulang nampak jelas handsball kapten jerman itu
tidak ada maksud menyentuh bola, sebaliknya wasit seringkali membuat kesalahan
tidak memberikan hukuman penalti buat Jerman atas pelanggaran di wilayah kotak
penalti Prancis.
Kekalahan ini terus memperpanjang rekor Jerman
atas Prancis, setelah Italia adalah Prancis tim kedua yang susah yang
dikalahkan Jerman selain juga Belanda dan Inggris dalam ajang Eropa. Mitos
terpecahkan namun tercipta mitos baru lagi, Jerman sering kali mengalami
kegagalan jika sudah melewati fase penalti. Dan Prancis adalah tim yang
beruntung mendapatkan hadiah penalti untuk menjegal Jerman.
Keberuntungan Jerman sebenarnya sudah habis karena
telah tertolong penghapusan mitos atas Italia, Jerman tidak perlu lagi takut
menghadapi Italia jika bertemu lagi diberbagai turnamen besar, dipastikan akan
selalu tampil ganas, dan mitos atas Prancis adalah Jerman belum mampu mengatasi
Prancis jika Tuan Rumah diadakan di Prancis, baik dalam bentuk turnamen maupun
dalam bentuk laga persahabatan.
Terus apa hubungan dengan kostum biru? Kekalahan
Jerman sudah saya rasakan firasat itu ketika Jerman melawan Italia yang
kebetulan berkostum biru, namun tetap saja Jerman diprediksi untuk juara karena
gibol ini memang sangat fanatik yang berbau Jerman. Mimpi itu selalu warna
biru, harusnya saya lebih peka seperti ketika Jerman Juara Dunia 2014, namun
karena sudah fanatik sejak tahun 1982, maka tidak dipedulikan, sekarang ada
renungan apakah mimpi si baju berwarna biru itu yang juara? Ini cuma mimpi,
mimpi tinggal mimpi, tidak usah dipikirkan.
KOSTUM BIRU
Terus bagaimana prediksi sebelumnya? Tepat
Portugal satu-satunya tim yang dijagokan blog palu emas geolog yang lolos ke
final, namun Prancis menjungkir balikan prediksi untuk Jerman yang seharusnya
beradu kuat dengan Portugal dan menggunggulkan Jerman sebagai Juara Eropa,
namun karena kepemimpinan wasit yang sedikit berpihak kepada tuan rumah maka
mitos Jerman semakin susah mengalahkan Prancis jika bertanding di Prancis terus
berlanjut dan Prancis mampu mematahkan kutukan mereka atas Jerman jika ada penalti.
Sebuah Ironi, Jerman menang penalti atas Italia
dan keinginan Balotelli yang mengunggulkan Prancis menang terpenuhi dan
sebaliknya Jerman kalah karena sebuah penalti atas Prancis dan Prancis selama
ini juga sering terjegal atas drama adu penalti atas Jerman, bolak balik
diantara tiga negara, dan selamat buat Prancis lolos ke final dan beruntung
lagi karena yang dihadapi adalah kuda hitam dengan joki terhebat dikendalikan
oleh seorang Ronaldo.
Terus siapakah yang berkostum biru yang
dimaksudkan? adalah tuan rumah Prancis yang memang berkostum biru, benarkah
Prancis akan juara? Logika blog ini lebih suka dipakai dibandingkan mimpi yang
menghantui dua hari terakhir ini, sebab lebih suka melihat data kalau Portugal
terus meningkat permainannya dan tidak membutuhkan waktu tambahan dan
perpanjang waktu untuk lolos ke final dari fase sebelumnya. Dan dua pemain
Portugal dalam kondisi puncak untuk mencetak prestasi puncak kenikmatan.
Ronaldo adalah pemain yang harus diwaspadai oleh
semua pemain Prancis selain Luis Nani dan seabrek pemain Portugal lainnya yang
memiliki kualitas mumpuni dan merata.
Portugal tidak akan terus mengandalkan seorang
CR7, namun banyak pemain Portugal yang kadang lebih berbahaya dibandingkan
Ronaldo. Dan Pertahanan Prancis tidak begitu kuat, hanya sebuh keberutungan saja
yang menyelamatkan mereka, dan akankah keberuntungan yang menyelamatkan mereka
menjadi juara? Jawabnya mari begadang pada tanggal 11 Juli pukul 1.15 dinihari WIB.
Biru mungkin saja yang berpesta memeluk piala itu
selama 4 tahun setelah si Matador
melepaskan dan adalah Kuda Hitam yang penuh gairah berusaha mendapatkan
kehangatan si Piala itu jika si kostum biru belum juga mengubah kebiasaan
mengandalkan Griezzman dan membangku cadangkan Patric Evra jika masih saja
membuat kesalahan kecil. Bagaimana dengan Paul Pogba? Pogba apakah mampu memberikan
konstribusi bagi kemenangan Prancis? Melihat permainannya pada semifinal dengan
Jerman, dan tidak terlalu memakau permainannya dan hanya kebetulan Prancis
mendapat penalti dan keberuntungan Jerman sudah habis pada laga delapan besar
dengan Italia. Akahkah Prancis berikutnya?
Jika Prancis ingin menang maka perhatikan dampak
bagi Ronaldo, selama ini CR& itu mampu melesatkan dua gol melalui sundulan
kepala yang cukup tajam sejauh lebih 10 meter yang menghasilkan gol brilian
untuk kemenangan Tim Portugal, selain itu Ronaldo jangan dibiarkan bebas
berkeliaran di areal Penalti, dua golnya berhasil dilesatkan karena bebas
memdapatkan bola yang menghasilkan dua gol. Pastikan si kostum biru Prancis
memiliki pemain yang memiliki kemampuan berduel bola-bola atas dan mampu
menjaganya untuk tidak bebas memainkan dribel bola yang bisa menghasil assit
dan gol.
PESTA PRANCIS
Prancis di prediksi banyak orang akan menjadi
juara, Prediksi Prancis juara karena dukungan penonton, pemain sedikit
akumulasi kartu kuning, dan mampu mengalahkan para juara Eropa dan Dunia, dan
Prancis memiliki tradisi yang bagus bagi keberlangsungan cita rasa juara jika
diadakan di Prancis, semua juara kebanggaan Prancis karena faktor Jago Kandang
alias Jago di Rumah Sendiri, Jarang Prancis juara di luar negara mereka dan
lebih banyak menjadi pecundang.
Agaknya inilah yang memprediksi blog ini
tidak terlalu mengunggulkan Prancis menjadi juara, dan Portugal bukan tim sembarang untuk bisa
dikalahkan, dan jika mampu mengatasi 2 dari 4 pemain berbahaya Portugal maka
luluslah Prancis menjadi juara dan tidak perlu mengikuti Jejak USA yang tumbang
di semifinal dan langkah Prancis lebih bagus dibandingkan Prediksi sebelumnya
karena terpikir mengikuti USA tumbang dan tidak pernah di unggulkan di blog ini.
Portugal sudah menjukkan grafik permainan yang
semakin tajam. Sebaliknya Jerman seperti kehabisan tenaga, Lantas si tuan rumah
seperti sedang mengatur tenaga agar tampil semakin membumi di final setelah mereka
tahu dampak psikologis penalti atas Jerman.
Jadi Prancislah yang akan menjamu dan menikmati
pesta bagi pelosok negeri sesuai prediksi pilih 3 pada edisi gibol 21. yang
melangkah ke final untuk juara?
SUGESTI JERMANKU
Untuk Jerman, terus lah melaju, jangan patah
semangat, terus pacu si Panser agar terus mengasah amunisi yang lebih tajam
karena di tubuhmu sudah muncul gambaran pemain inti yang berusia muda yang akan
matang sebelum perhelatan di Piala Dunia Rusia 2018, regenerasi yang
menyegarkan bagi si Panser, fokus untuk mempersiapkan dan mempertajamkan lini
permainan dengan mengamati semua pola taktik lawan dalam dua tahun ini agar
Piala PD itu dapat dipertahankan dan tetap jaga stamina mental yang
menginginkan selalu tercipta sejarah baru yaitu memecahkan rekor juara dunia
dua kali berturut-turut setelah era Brazil dan lanjut ke perhelatan EURO 2020
berikutnya dengan memecahkan rekor yang ada ditangan si Matador.
Selamat menikmati puncak Final EURO dan adalah
tradisi terpecahkan bagi si blog ini mungkin untuk pertama kali tidak akan
menyaksikan begadang terakhir karena jadwal berbenturan dengan waktu masuk
kantor dari liburan yang panjang di hari raya Muslim. Mitos selalu nonton dari
awal sampai akhir tak akan (mungkin) terpenuhi. Tidak ada ruang untuk bolos,
tidak ada izin cuti karena memang tidak pernah mengajukan cuti pribadi dan tahun
ini dilarang keras pemerintah untuk cuti demi kepentingan rakyat.
Apa boleh buat, demi kelangsungan hidup keluarga
maka pekerjaan tetap prioritas utama. Dan tim dijagokan blog ini tidak ada, namun
rasanya tim yang mengalahkan Jerman tidak juara, diprediksi juara adalah lawannya karena Jerman gagal ke final (beda kalau tidak gagal) dan malam nanti tidak
bisa menyaksikan pertandingan langsung. Jerman adalah Jerman untuk kita semua.
Horas..
Komentar
Posting Komentar