POHONKU, RIWAYATMU
KINI TUMBANG
Oleh M. Anwar
Siregar
Sudah banyak cara
untuk menjaga sistim ekologis bumi tetap terjaga, salah satunya adalah kampanye
go green earth, atau kampanye mari menanam pohon semilyar, yang jatuh pada tgl 21 November, berperan untuk
menumbuhkan satu tunas pohon untuk masa depan bumi yang lebih baik dan berbagai
program hijau yang kadang menimbulkan sebuah ironi yang tragis.
Program
pembangunan lingkungan yang dilaksanakan saat ini, harus diorientasikan kepada
upaya pelestarian taman hutan dan taman lingkungan hidup di perkotaan dan desa
urban untuk mampu menunjang pembangunan, melalui gerakan penanaman pohon setiap
tahun. Yang hasilnya cukup signifikan untuk mengurangi pencemaran lingkungan
dan pemanasan global.
Namun untuk perawatannya,
berbanding terbalik. Dengan banyaknya pohon dihancurkan, dibiarkan merana
hingga pohon itu menjadi “berbicara” dengan menelan korban dan harta benda bagi
manusia itu sendiri. Buktinya, lihatlah berita-berita di surat kabar di kota
Anda atau mungkin anda sudah mengalaminya seperti penulis alami nyaris bikin
copot jantung ketika melintas di sepanjang jalan terpanjang di Medan, jalan
Sisingamangaraja menuju ke Tanjung Morawa ketika Medan di guyur hujan deras dan
angin kencang menyebar maut. Pohon-pohon tanpa akar kuat nyaris menghantam
kendaraan yang lewat.
BAGAI TUBUH
MANUSIA
Pohon seharusnya
berfungsi sebagai pelindung dari panas ternyata kini sebagai pembawa “maut”,
banyak pohon kini telah mengalami malapetaka akibat tumbang karena faktor “usia
lanjut”. Namun pohon seperti manusia bisa “tumbang” karena faktor kekuatan
fisik yang semakin lemah karena di makan usia tua. Pohon-pohon yang ada
dibeberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Makassar, Semarang, Bandung
dan juga Bekasi telah meminta upeti korban, baik dalam bentuk harta berupa
hancurnya sebuah mobil ketika lewat atau parkir, rumah mengalami korlesting
listrik dan terbakar maupun jiwa raga karena korban mengalami “nasib tak
beruntung” ketika melintas dengan kendaraan atau tertimpa pohon yang tumbang
akibat hujan deras dan angin kencang. Tumbang dulu memakan korban baru menjadi
pusat perhatian untuk perawatan, dan itulah yang terjadi dan menjadi cerita
tragis di tanah bencana seperti di kota-kota besar di Indonesia.
Pohon bisa tumbang
karena banyak faktor, jika diibaratkan pohon itu seperti tubuh manusia, yang
mengalami degradasi fisik karena kehausan, karena tidak adanya air, kurang
oksigen karena sumpet. Pohon seperti tubuh kita, jika mengalami penyumbatan
akar oleh “arsitektur keramik” made in manusia maka pohon itu juga ikut
merasakan ketidakadaan penyuplai “vitamin” bagi akarnya untuk menyimpan air
sebagai “tenaga udara hidup”, maka akar pohon kadang mampu membelah dan
membentuk undukan dipermukaan aspal jalanan seperti yang penulis lihat
sepanjang jalan kota di Kampung Baru, terus ke Padang Bulan hingga lewat Kampus
USU, akan terlihat akar dan kadang badan jalan itu telah membentuk kubangan
kecil yang dapat membahayakan pengendaraan lalu lintas, jangan menganggap remeh
lubang kecil ini, kadang kecil dapat membawa maut bagi manusia. Dan harus sudah
menjadi perhatian dari instansi terkait.
BIOPORI
TERSUMBAT
Ketersumbatan akar
dibawah aspal atau semenisasi ruas-ruas koridor jalan yang menjadi taman kota tanpa
sistim biopori dapat mempercepat kerusakan dan kerapuhan batang tubuh pohon
menjadi layu lalu rapuh, patah dan tumbang. Dapat menyebabkan terjadi proses
hidrogeologis air menjadi pelumas material tanah menjadi sebuah gerakan a-seismik
bagi model gerakan tanah longsoran kecil untuk melemahkan pondasi kesatuan
antar akar, terjadinya pengosongan sekitar tubuh pohon lalu ketika hujan deras
datang maka ruang rongga (kosong) di tubuh bawah pohon menjadi “lunak” lalu air
itu mudah “lulus”, mempercepat laju air kepermukaan yang menyebabkan banjir dan
akar pohon tidak mampu menyerap lagi air ke dalam tubuhnya, mendapat tekanan
frontal di bawah tanah dan diatas permukaan oleh angin, maka pohon itu menunggu
waktu untuk menjadi tumbang.
Untuk mengetahui
gejala pohon tumbang, masyarakat bisa memperhatikan kondisi fisik batang pohon
yang tertanam di koridor jalan antara lain : terjadinya pembengkahan aspal
menjadi terbelah, dinding taman koridor jalan banyak mengalami peretakan selain
memang kualitas pembuatan sudah jelek, karena pohon tidak ditanam mendalam, banyak
ditemukan pengikatan tali-tali dan kawat ketat serta paku-paku “iklan” pedagang
dan tertusuk “Spanduk Jual Janji Caleg”
ketika musim kampanye pilkada tiba, banyak tukang tempel ban membakar dibawah
pohon, dapat mempercepat pohon tumbang akibat ketatnya dan tersumbat “urat
nadi” pohon akibat gangguan tangan manusia, tidak ada biopori khusus untuk
saluran air ke akar pohon, banyak pohon sudah berusia lanjut sejak zaman
Belanda dan tidak terawat teratur, belum pernah diregenerasi secara menyeluruh.
Yang utama dari semua
kondisi penyebab pohon tumbang adalah kurang perawatan, pembiaran terhadap
“kesakitan” tubuh pohon pada hari tertentu. Lucunya sekaligus ironis bagi
pohon, si pohon itu juga ada merayakan hari raya tertentu untuk mereka sebagai
renungan bagi manusia, malah sering tertusuk benda tajam iklan kampanye hari hijau,
apa tidak tahu atau pura-pura tidak tahu kalau tindakan tersebut merusak tubuh
dan keindahan pohon? Kasus ini di banyak terlihat di jalan-jalan di semua kota
di Indonesia.
Gambar : POHON TUMBANG: Sejumlah pengguna jalan mengurangi laju kendaraannya saat terhalang pohon tumbang di Jalan Stasiun Medan, beberapa waktu lalu. Minimnya perawatan, dan faktor alam merupakan penyebab terjadi nya pohon tumbang.(Sumber : Analisa/qodrat al-qadri)
POHONKU
Pada zaman Belanda
dulu, riwayat menanam pohon disesuaikan dengan kondisi fisik tanah agar
pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang sehat serta kuat
pengakarannya dan bentuk tanah dan topografi juga disesuaikan guna menyerap air
lebih cepat dan menjaga keseimbangan struktur lapisan tanah dengan akar jenis
tanaman pohon yang ditanam, tidak asal sembarangan jenis pohon yang akan
ditanam.
Bagi daerah yang
panas menyengat dapat ditanam jenis pohon yang rindang namun tidak besar, akar
pohon tidak cepat menyembul kepermukaan tanah, menyerap hawa panas, begitu juga
tanam pohon di daerah sekitar rawa dan sempadan sungai maupun koridor jalan,
antisipasi utama adalah bagaimana agar akar pohon itu mendapat suplai oksigen
(air) jika ada semenisasi disuatu saat nanti, perlu diberikan ruang khusus
berupa lubang-lubang seperi biopori.
Semua manusia
tahu, bahwa pohon merupakan salah satu investasi bagi manusia untuk pelestarian
air, kehidupan rantai makanan, mencegah pemanasan global dan perlu tindakan
nyata untuk memahami tubuh pohon agar tidak dilakukan tindakan anarkis seperti
tersebut diatas, di paku, di ikat ketat dengan kawat besi, di bakar pelan-pelan
tempel ban masak, memasang slogan spanduk dan tidak bebas dari model rabat
beton sehingga suplai oksigen pohon tersumbat serta akan membahayakan pohon dan
manusia itu sendiri.
Karena itu, kita perlu
memahami dulu beberapa fakta tentang jiwa pohon bagi kehidupan di bumi antara
lain : Pertama, konstribusi bahan baku, pohon menghasilkan pekerjaan dan
memberikan konstribusi bahan baku untuk bangunan, surat kabar, buku dan lebih
dari 15.000 produk hutan lainnnya. Pohon juga dapat diperbaharui, dapat terurai
secara biologi dan dapat didaur ulang. Kayu pohon dapat diolah lebih lanjut
untuk menjadi produk olahan seperti vitamin, plastik, film fotografi, pasta
gigi dan obat-obatan. Jadi kita harus menjaga regenerasinya dengan tidak
mengganggu pertumbuhannya.
Kedua, investasi
propertis rumah, jika anda menanam tiga atau lebih pohon di tempat yang tepat
disekitar bangunan rumah dapat menghemat biaya AC sampai 50 persen. Pohon
meningkatkan nilai properti rumah yang dikelilingi oleh pohon bisa terjual
18-25 persen lebih tinggi dari rumah tanpa pohon. Jika rumah anda terdapat
halaman depan samping atau belakang dengan lebar 2 x 3 meter atau lebih
manfaatkan untuk menanam pohon dan pastikan tidak membiarkan pihak luar untuk
menempelkan sesuatu ditubuh pohon.
Ketiga, oksigen
bagi bumi, dengan mengikuti kegiatan program hijau atau kampanye perlindungan
lingkungan, misalnya dengan penanaman 20.000.000 pohon dalam satu provinsi akan
tersedia 260.000.000 ton suplai oksigen bagi bumi dan makhluk hidup di atasnya
terutama sangat penting bagi manusia itu sendiri. Pohon sebanyak itu akan
menghapuskan 10 juta ton CO2.
Dan dalam satu masa hidupnya sebuah pohon besar dapat menyerap 1 ton
karbon dioksida. Keempat, fungsi akar, setelah dewasa, pohon akan lebih banyak
tumbuh ke bawah, bukan ke atas. Akarnya lah yang akan semakin menjalar untuk
mencari ruang-ruang oksigen dan menyerap air. Jadi, seperti itulah yang terjadi
kenapa beberapa pohon tumbang di beberapa kota di Indonesia.
M. Anwar Siregar
Enviromental Geologist,
Pemerhati Masalah Tata Ruang Lingkungan dan Energi Geosfer
Di Publikasi Harian ANALISA Medan. Tgl 21 Februari 2016
24 Nov 2015
My tree, your history
beetle NOW
By M. Anwar Siregar
There have been many ways to keep the system
of ecological earth is maintained, one of which was a campaign go green earth,
or campaigns let planting a billion, which falls on the date November 21 role
is to foster a sapling for the future of the earth a better and a variety of
green programs which sometimes causes a tragic irony.
Program development environment that is
currently implemented, must be oriented to the preservation efforts of forest
parks and gardens in the urban environment and urban village to be able to
support the development, through the planting of trees every year. The results
are significant enough to reduce environmental pollution and global warming.
However for maintenance, inversely. With so
many trees were destroyed, trees were left to languish until it becomes
"talking" with casualties and property for the man himself. The
proof, look at the news in the newspapers in your town or maybe you've
experienced as natural writer almost make dislodged heart when passing along
the longest street in Medan, the Singamangaraja heading to Tanjung Morawa when
Medan flush heavy rain and strong winds spread death , Trees without strong
roots almost hit a passing vehicle.
LIKE A HUMAN BODY
Trees should serve as protectors of the heat
carrier was now a "death", many trees have now been experiencing a
catastrophic collapse because of "old age". However, trees like
humans could "collapse" because of the physical strength weakened
because eating old age. The trees that exist in several big cities in Indonesia
such as Jakarta, Medan, Makassar, Semarang, Bandung and Bekasi had requested
tribute victim, either in the form of assets in the form of the destruction of
a car when passing or parking, the house suffered korlesting electricity and
burning and soul because the victims suffered "unfortunate fate" when
passing by vehicles or crushed by a fallen tree due to heavy rain and strong
winds. First casualties tumbles into the limelight recently for treatment, and
that is what happened and into the tragic story of the disaster on the ground
as in the big cities in Indonesia.
Trees can be uprooted because of many
factors, if likened to the tree like a human body, which undergoes physical
degradation due to thirst, because of the lack of water, lack of oxygen because
of sumpet. Trees such as our body, if you have a blockage of roots by
"architectural ceramics" made in human then the tree also felt the
absence of supply "vitamin" for the roots to store water as
"power living air", the root of the tree is sometimes able to divide
and form undukan surface asphalt road as the author saw along the city streets
in Kampung Baru, continue to Padang Bulan up through the USU campus, will be
visible roots and sometimes the road it has formed a puddle small that may
endanger driving traffic, do not underestimate the small hole is, sometimes
small can be deadly to humans. And must have attracted the attention of the
relevant agencies.
Biopori clogged
Ketersumbatan roots under the asphalt or
semenisasi segments of the road corridor into a city park without biopori
system can accelerate the decay and fragility torso trees wither and brittle,
broken and uprooted. May lead to a process of hydrogeological water into the
lubricant material ground into a motion a-seismic for the model of ground
motion small avalanches to weaken the foundations of unity among the roots, the
occurrence of discharge around the body of the tree and when the heavy rains
come in the space voids (empty) in the body under the tree becomes
"soft" and the water was easily "pass", accelerate the pace
of the water surface which causes flooding and tree roots can not absorb more
water into his body, under pressure frontal underground and on the surface by
the wind, the tree was waiting for the time to be uprooted ,
To know the symptoms of fallen trees, people
can pay attention to the physical condition of trees planted in the road
corridor, among others: the occurrence of pembengkahan asphalt becomes split,
the walls of the park road corridors undergone many cracking apart was the
quality of making already bad, because the trees are not planted deep, many
found the binding ropes and wire tight and nails "ad" of traders and
impaled "Banner Sell Promise candidates" when the campaign season
election arrives, many builders outboard tire burning under a tree, can speed
up the fallen trees due to tight and stuffy "lifeblood" of trees due
disruption of human hands, no special biopori to channel water to the roots of
trees, many trees are elderly since the Dutch era and not maintained regularly,
has never been thoroughly regenerated.
The main cause of all the conditions of
fallen trees is less maintenance, the omission of the "pain" trees
body on certain days. The funny thing is at once ironic for a tree, the tree
was also there to celebrate certain feast days for them as an afterthought to
humans, even often pierced by sharp objects advertisement campaign green day,
what do not know or pretend not to know that such actions damage the body and
the beauty of the tree? In many cases seen in the streets of all the cities in
Indonesia.
My tree
In the days of the Dutch first, a history of
planting trees adapted to the physical condition of the soil so that the trees
planted can grow and develop healthy and strong their root and form soil and
topography are also adjusted in order to absorb water more quickly and maintain
the balance of the structure of a layer of soil with the roots of plant species
of trees planted, not the origin of indiscriminate types of trees to be
planted.
For areas that summer heat can be planted
species of trees that shade but not large, tree roots do not quickly swell
surface of the soil, absorbing the heat, as well as planting trees in the area
around the swamps and river banks and road corridors, anticipation main is how
to keep the roots of the tree They are supplied with oxygen (air) if there
semenisasi at some point later on, should be given a special space in the form
of holes are like biopori.
All humans know that the tree is one of the
investment for a human to the preservation of water, the life of the food
chain, to prevent global warming and the need for action to grasp the body of
the tree so that no action anarchists as mentioned above, in a nail, tied tight
with iron wire, in burn slowly outboard tire cooking, put the slogan banners
and not free from the concrete rebate models so that the oxygen supply of trees
clogged and would harm the tree and the man himself.
Therefore, we need to first understand a few
facts about the life of trees for life on Earth, among others: First, the
contribution of raw materials, a tree generates employment and contributes to
building materials, newspapers, books and more than 15,000 other woods forest
products. Trees are also renewable, biologically degradable and recyclable.
Wood can be processed further to become refined products such as vitamins,
plastics, photographic film, toothpaste and medicines. So we have to keep
regeneration does not interfere with its growth.
Second, investment properties house, if you
plant three or more trees in the right places around the houses can save air
conditioning costs up to 50 percent. Trees increase property values house surrounded by trees can be sold 18-25
percent higher than a home without a tree. If your house there is a front yard
or rear side with a width of 2 x 3 meters or more use to plant trees and make
sure not to allow outsiders to attach something tree body.
Third, the oxygen for the earth, following
the green program or campaign activities of environmental protection, for
example by planting 20 million trees in one province will be available 260
million tons of oxygen supply to the earth and living creatures on it
especially important for the man himself. As many trees as it will eliminate 10
million tons of CO 2. And in the lifetimes of a large tree can absorb one ton
of carbon dioxide. Fourth, root function, as an adult, more trees will grow
downward, not upward. Roots who will increasingly spread to seek spaces absorb
oxygen and water. So, as that was the case why some fallen trees in several
cities in Indonesia.
M. Anwar Siregar
Environmental Geologist, Observer Spatial
Issues Environmental and Energy Geosphere
Komentar
Posting Komentar