Potensi SDM Terabaikan
TAJUK PALUEMASGEOLOG 2
POTENSI SDA DAN SDM TERABAIKAN
Masuk
periode bulan November tahun 2015 ini, kita dihadapi berbagai persoalan bangsa
Indonesia, mulai dari utang-utang luar negeri yang menggunung, musibah berbagai
jenis bencana alam dan bencana kemanusiaan, serta peningkatan kemiskinan dan
pengangguran terus meningkat dan kriminalisasi menjadi berita setiap hari.
Pertumbuhan
ekonomi yang melambat sekitar 4.3 persen imbas dari gejolak ekonomi global
serta semakin rendahnya daya saing industri dan diperparah oleh situasi dalam
negeri antara lain bencana alam geologi dan ekologi serta kemanusiaan dampak
dari kebijakan pemerintah yang memprioritaskan pencapaian ekonomi setinggi
mungkin sehingga banyak potensi lain masih terabaikan.
Potensi-potensi
ini dapat mengembalikan kedaulatan Indonesia yang berasal dari pemanfaatan
sumber-sumber kekayaan alam Indonesia antara lain sumber daya bahan tambang dan
panas bumi sumber daya energi kelautan dan sumber daya hutan serta potensi
sumber daya kelautan berupa potensi energi kelautan dan investasi wisata bahari
dan perikanan serta pengembangan teknologi maritim
Potensi
sumber daya ini masih terabaikan, sehingga potensi ini masih dikuasai negara
asing. Indonesia harus bangkit untuk menguasai kekayaan alamnya. Potensi
panasbumi yang cukup besar perlu dimanfaatkan secepatnya dengan menerapkan feed
in tariff diwilayah yang sulit di jangkau oleh jaringan PLN atau yang
diperkirakan masih lama akan terjangkau oleh jaringan PLN. Dapat dipertimbangkan
pembatasan waktu berlajutnya FIT bagi rekanan kontraktor semisalnya masa
operasi 20 tahun.
Begitu
juga Energi Laut, begitu luas dan panjangnya laut Indonesia namun potensinya
baru dimanfaarkan dibawah 12 persen. Tidak salah jika kementerian ESDM
mengusulkan lebih keras agar pemanfaatan sumber daya energi kelautan dapat
dioptimalkan mengingat potensi ini dapat menghasilkan energi listrik sebesar
727.000 MW.
Begitu juga di Prov Sumatera Utara. Potensi
energi terbarukan di sumut cukup banyak seperti, Energi panas bumi, air, surya,
biomassa dan biogas. Potensi panas bumi Sumut nomor dua terbesar di Indonesia
dengan potensi sekitar 5000 MW, dan tenaga air bisa dikembangkan mencapai
sekitar 3.100 MW.
Energi biomassa yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi alternatif anatara lain, tandan kosong kelapa sawit. Sumut memiliki 1.045.713,28 ha lahan kelapa sawit, dengan produksi tandan kosong kelapa sawit 3.159.784 ton.
Pertimbangan yang perlu dipikirkan adalah Indonesia telah menjadi negara importir besar di bidang energi. sebagai pembanding bahwa India dan China dikatakan mungkin hanya akan mengimpor dibawah 10 persen, tetapi Indonesia pada 2008, diprediksi sudah mencapai 40 persen. ”Energi kita masih sangat tergantung pada energi fosil sehingga makin membumbungnya subsidi,” katanya. Ini terjadi karena belum dimilikinya kebijakan dan strategi energi jangka panjang. Ditambah lagi penelitian energi alternatif khususnya bioenergi belum ditempatkan sebagai faktor utama energi masa depan.
Energi biomassa yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi alternatif anatara lain, tandan kosong kelapa sawit. Sumut memiliki 1.045.713,28 ha lahan kelapa sawit, dengan produksi tandan kosong kelapa sawit 3.159.784 ton.
Pertimbangan yang perlu dipikirkan adalah Indonesia telah menjadi negara importir besar di bidang energi. sebagai pembanding bahwa India dan China dikatakan mungkin hanya akan mengimpor dibawah 10 persen, tetapi Indonesia pada 2008, diprediksi sudah mencapai 40 persen. ”Energi kita masih sangat tergantung pada energi fosil sehingga makin membumbungnya subsidi,” katanya. Ini terjadi karena belum dimilikinya kebijakan dan strategi energi jangka panjang. Ditambah lagi penelitian energi alternatif khususnya bioenergi belum ditempatkan sebagai faktor utama energi masa depan.
Potensi
SDM indonesia juga menimbulkan sebuah ironi, ketika terjadi musibah bencana
alam yang menimbulkan bencana kemanusiaan yaitu terjadi peristiwa bencana kabut
asap. Kita sudah mengetahui, kalau terjadi kabut asap akan menambah kerugian
bagi siswa, karena akan ada "cuti asap", sejumlah pelajar mengalami
kendala dalam mengejar keteringgalan IPTEK, ada yang meninggal, ada sakit ISPA.
Ini salah satu cara pembelajaran pembodohan SDM.
Sumber daya
alam dan sumber daya manusia tidak berimbang dengan kebutuhan ekonomi
masyarakat. MPR/DPR RI, Presiden, dan pejabat pemerintah lainnya kadang kurang
untuk menggaji para pegawai. Mengapa pendapatan bisa berkurang? Kita bisa
melihat realita yang terjadi akhir-akhir ini, banyak pejabat yang berkedudukan
tinggi bertindak korupsi. Di mana korupsi merugikan orang banyak dan merampas
hak asasi manusia. Tindakan presiden telah tegas menetapkan undang-undang
tentang korupsi. Dengan lantang presiden menyatakan bahwa barang siapa berkorupsi pasti dikenakan sangsi/hukuman
pidana seadil mungkin.
Untuk itu,
sebaiknya presiden Republik Indonesia mulai mengubah sistem pemerintahan agar
hutang negara dapat terlunaskan dan membuat rakyat menjadi makmur tidak serba
kekurangan. Presiden harus memilih para anggota kabinetnya yang berkualitas
bukan dari kepintarannya saja melainkan dari aspek kredibilitas, konsistensi,
dan tanggung jawabnya dalam pekerjaannya. Indonesia mempunyai kecerdasan yang
tidak kalah jauh dengan negara luar.
Buktinya banyak pelajar dan para ahli dari Indonesia yang ketika menuntut ilmu dari luar negeri selalu bahkan banyak yang berada di atas angin dari tingkat kemampuan berfikirnya. Tentu saja bangsa Indonesai sangat bangga sekali karena mempunyai banyak generasi yang cerdas dan berkualitas. Hanya saja yang perlu mendapat sorotan kita kenapa ketika mereka dihadapkan pada persoalan bangsa Indonesia , terutama masalah hutang luar negeri, kemampuan mereka seakan buntu dan malah para ahli ekonomi pun seakan bingung mencari jalan keluar, untuk membawa bangsa ini bebas dari lilitas hutang.
Buktinya banyak pelajar dan para ahli dari Indonesia yang ketika menuntut ilmu dari luar negeri selalu bahkan banyak yang berada di atas angin dari tingkat kemampuan berfikirnya. Tentu saja bangsa Indonesai sangat bangga sekali karena mempunyai banyak generasi yang cerdas dan berkualitas. Hanya saja yang perlu mendapat sorotan kita kenapa ketika mereka dihadapkan pada persoalan bangsa Indonesia , terutama masalah hutang luar negeri, kemampuan mereka seakan buntu dan malah para ahli ekonomi pun seakan bingung mencari jalan keluar, untuk membawa bangsa ini bebas dari lilitas hutang.
Mantan presiden
Republik Indonesia Megawati Sorkarnoputri pernah mengatakan bahwa hutang
Indonesia disebabkan oleh para anggota dewan yang tidak maksimal dalam mengatur
hasil pendapatan. Bahkan pemerintah hanya terus berusaha untuk menambah hutang
lagi. Tidak pernah ada upaya-upaya cerdas yang lebih baik untuk meningkatkan
pendapatan bangsa yang lebih maksimal.
Para pejabat
pemerintah seperti DPR/MPR dan para menteri setiap bulan mendapatkan gaji yang
sangat banyak sekitar 25 hingga 45 juta. Itupun masih dilengkapi dengan
fasilitas sehari-hari yang nyaman seperti rumah mewah dan mobil pribadi.
Sungguh tidak adil bagi rakyat menengah ke bawah. Sedangkan gaji pegawai
rendahan hanya sekitar kurang lebih 2 juta. Apalagi kalau kita menengok secara
riil kehidupan masyarakat kelas bawah, berapa pendapatan mereka tiap bulannya.
Tentu sangat memprihatinkan, sehingga banyak masyarakat miskin semakin miskin dan tak mampu menyekolahkan anak mereka.
Demikian perlu direnungkan...ditingkatkan dalam bentuk implementasikan kesejahteraan.
Komentar
Posting Komentar